3. Tidak ada malaikat yang pernah bisa disebut Tuhan, karena mereka tidak pernah bisa menciptakan surga, bumi, dan segala sesuatu

3. Tidak ada malaikat yang pernah bisa disebut Tuhan, karena mereka tidak pernah bisa menciptakan surga, bumi, dan segala sesuatu

Firman Tuhan yang Relevan:

Sejak Dia memulai penciptaan segala sesuatu, kuasa Tuhan mulai diungkapkan dan dinyatakan, karena Tuhan menggunakan firman untuk menciptakan segala sesuatu. Dengan cara apa pun Dia menciptakan semua itu, dengan alasan apa pun Dia menciptakan semua itu, segala sesuatu menjadi tercipta dan tetap bertahan dan ada oleh karena firman Tuhan; inilah otoritas unik Sang Pencipta. Pada waktu sebelum manusia muncul di dunia, Sang Pencipta menggunakan kuasa dan otoritas-Nya untuk menciptakan segala sesuatu bagi umat manusia, dan menggunakan metode-Nya yang unik untuk mempersiapkan lingkungan hidup yang cocok bagi umat manusia. Semua yang Dia lakukan adalah persiapan bagi umat manusia, yang akan segera menerima napas-Nya. Ini berarti, pada waktu sebelum manusia diciptakan, otoritas Tuhan diwujudkan dalam semua makhluk yang berbeda dari manusia, dalam hal-hal yang sebesar langit, benda-benda penerang, laut, dan darat, dan dalam hal-hal yang sekecil binatang dan burung, serta segala macam serangga dan mikroorganisme, termasuk berbagai bakteri yang tak terlihat oleh mata telanjang. Masing-masing dihidupkan oleh firman Sang Pencipta, masing-masing berkembang biak oleh karena firman Sang Pencipta, dan masing-masing hidup di bawah kedaulatan Sang Pencipta oleh karena firman-Nya. Meski mereka tidak menerima napas Sang Pencipta, mereka tetap menunjukkan vitalitas hidup yang dianugerahkan kepada mereka oleh Sang Pencipta melalui berbagai bentuk dan struktur mereka; meski mereka tidak menerima kemampuan untuk berbicara seperti yang diberikan kepada umat manusia oleh Sang Pencipta, mereka masing-masing menerima cara mengungkapkan hidup mereka yang dianugerahkan kepada mereka oleh Sang Pencipta, dan yang berbeda dari bahasa manusia. Otoritas Sang Pencipta tidak hanya memberikan vitalitas hidup pada objek-objek materiel yang tampak statis, sehingga mereka tidak akan pernah hilang, tetapi, Dia juga memberikan naluri untuk bereproduksi dan berkembang biak kepada setiap makhluk hidup, sehingga mereka tidak akan pernah lenyap, sehingga generasi demi generasi, mereka akan meneruskan hukum dan prinsip kelangsungan hidup yang dianugerahkan kepada mereka oleh Sang Pencipta. Cara yang digunakan oleh Sang Pencipta untuk mengerahkan otoritas-Nya tidak secara kaku mengikuti sudut pandang makro atau mikro, dan tidak terbatas pada bentuk apa pun; Dia mampu mengendalikan beroperasinya alam semesta dan berdaulat atas hidup dan mati segala sesuatu, dan, terlebih lagi, Dia sanggup mengatur segala sesuatu sehingga semua itu melayani-Nya; Dia dapat mengelola keseluruhan beroperasinya pegunungan, sungai, dan danau, dan mengatur segala sesuatu di dalamnya, dan lebih dari itu, Dia mampu menyediakan apa yang dibutuhkan oleh segala sesuatu. Inilah perwujudan dari otoritas unik Sang Pencipta di antara segala sesuatu selain manusia. Perwujudan seperti itu tidak hanya berlangsung seumur hidup; perwujudan seperti itu tidak akan pernah berhenti, atau beristirahat, dan tidak dapat diubah atau dirusak oleh orang atau benda apa pun, juga tidak dapat ditambahkan atau dikurangi oleh orang atau benda apa pun—karena tidak ada yang dapat menggantikan identitas Sang Pencipta, dan karena itulah, otoritas Sang Pencipta tak dapat digantikan oleh makhluk ciptaan apa pun; otoritas Sang Pencipta tak dapat dicapai oleh makhluk bukan ciptaan apa pun. Ambil contoh utusan dan malaikat Tuhan. Mereka tidak memiliki kuasa Tuhan, apalagi otoritas Sang Pencipta, dan alasan mengapa mereka tidak memiliki kuasa dan otoritas Tuhan adalah karena mereka tidak memiliki hakikat Sang Pencipta. Makhluk bukan ciptaan, misalnya utusan dan malaikat Tuhan, meskipun mereka bisa melakukan beberapa hal atas nama Tuhan, mereka tidak dapat merepresentasikan Tuhan. Meski mereka memiliki kuasa yang tidak dimiliki oleh manusia, mereka tidak memiliki otoritas Tuhan, mereka tidak memiliki otoritas Tuhan untuk menciptakan segala sesuatu, dan memerintah segala sesuatu, dan berdaulat atas segala sesuatu. Jadi, keunikan Tuhan tidak dapat digantikan oleh makhluk bukan ciptaan apa pun, dan, demikian juga dengan otoritas dan kuasa Tuhan, itu tak dapat digantikan oleh makhluk bukan ciptaan apa pun. Dalam Alkitab, pernahkah engkau membaca tentang utusan Tuhan yang menciptakan segala sesuatu? Mengapa Tuhan tidak mengirimkan seorang utusan atau malaikat-Nya untuk menciptakan segala sesuatu? Itu karena mereka tidak memiliki otoritas Tuhan, dan karenanya, mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengerahkan otoritas Tuhan. Sama seperti semua makhluk ciptaan, mereka semua berada di bawah kedaulatan Sang Pencipta, dan di bawah otoritas Sang Pencipta, sehingga, dengan demikian Sang Pencipta adalah juga Tuhan mereka dan Penguasa mereka. Di antara mereka masing-masing—entah mereka berkedudukan tinggi atau rendah, entah memiliki kuasa yang besar atau kecil—tidak ada yang dapat melampaui otoritas Sang Pencipta, sehingga di antara mereka, tidak ada satu pun yang dapat menggantikan identitas Sang Pencipta. Mereka tidak akan pernah disebut Tuhan, dan tidak akan pernah bisa menjadi Sang Pencipta. Ini adalah kebenaran dan fakta yang tak dapat diubah!

Dikutip dari "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Karena para malaikat itu terutama rapuh dan tidak memiliki kemampuan yang layak dibicarakan, mereka menjadi congkak begitu mereka diberi otoritas. Ini benar adanya, terutama tentang si penghulu malaikat, yang statusnya lebih tinggi dari malaikat lainnya. Dialah raja dari semua malaikat, yang memimpin jutaan dari mereka, dan di bawah Yahweh, otoritasnya melampaui otoritas para malaikat lainnya. Dia ingin melakukan ini dan itu, dan memimpin para malaikat turun ke tengah-tengah manusia untuk mengendalikan dunia. Tuhan berkata bahwa Dialah yang bertanggung jawab atas alam semesta; tetapi, penghulu malaikat mengklaim bahwa dialah yang bertanggung jawab atas alam semesta—sejak saat itulah, penghulu malaikat mengkhianati Tuhan. Tuhan telah menciptakan dunia lain di surga, dan penghulu malaikat ingin mengatur dunia ini dan juga turun ke dunia fana. Mungkinkah Tuhan mengizinkannya berbuat demikian? Dengan demikian, Dia memukul penghulu malaikat dan mencampakkannya ke udara. Sejak dia merusak manusia, Tuhan telah mengobarkan perang melawan penghulu malaikat itu demi menyelamatkan mereka; Dia telah menggunakan enam milenium ini untuk mengalahkannya. ...

Pekerjaan nyata selangkah demi selangkah inilah yang sering membebani hati Tuhan dengan kesedihan bagi umat manusia, jadi, peperangan-Nya melawan Iblis telah berlangsung selama enam ribu tahun, dan Tuhan telah berkata, "Aku tidak akan pernah lagi menciptakan umat manusia, juga tidak akan lagi memberikan otoritas kepada para malaikat." Sejak itu, ketika para malaikat datang untuk bekerja di bumi, mereka semata-mata mengikuti Tuhan untuk melakukan beberapa pekerjaan; Dia tidak pernah lagi memberi mereka otoritas apa pun. Bagaimana para malaikat yang dilihat orang Israel, melakukan pekerjaan mereka? Mereka menyatakan diri mereka dalam mimpi dan menyampaikan firman Yahweh. Ketika Yesus dibangkitkan tiga hari setelah disalibkan, para malaikatlah yang mendorong batu besar ke samping; Roh Tuhan tidak melakukan pekerjaan ini secara pribadi. Para malaikat hanya melakukan pekerjaan semacam ini; mereka memainkan peran pendukung, tetapi tidak memiliki otoritas, sebab Tuhan tidak akan pernah lagi memberikan otoritas apa pun kepada mereka.

Dikutip dari "Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana Seluruh Umat Manusia Telah Berkembang Hingga Hari Ini" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Meski Tuhan memiliki otoritas dan kuasa, otoritas-Nya adalah benar dan nyata, tidak kosong. Autentisitas dan kenyataan otoritas dan kuasa Tuhan secara bertahap diungkapkan dan diwujudkan dalam penciptaan-Nya atas segala sesuatu, dan dalam pengendalian-Nya atas segala sesuatu, dan dalam proses yang melaluinya Dia memimpin dan mengelola umat manusia. Setiap metode, setiap perspektif, dan setiap detail kedaulatan Tuhan atas umat manusia dan segala sesuatu, dan semua pekerjaan yang telah dicapai oleh-Nya, serta pemahaman-Nya tentang segala sesuatu—semuanya secara harfiah membuktikan bahwa otoritas dan kuasa Tuhan bukanlah perkataan kosong. Otoritas dan kuasa-Nya ditunjukkan dan diungkapkan secara terus-menerus, dan dalam segala sesuatu. Perwujudan dan pengungkapan ini menyatakan keberadaan otoritas Tuhan yang nyata, karena Dia menggunakan otoritas dan kuasa-Nya untuk melanjutkan pekerjaan-Nya, dan untuk memerintah segala sesuatu, dan mengatur segala sesuatu setiap saat; kuasa dan otoritas-Nya tidak dapat digantikan baik oleh para malaikat, ataupun utusan Tuhan. Tuhan menentukan berkat apa yang akan Dia anugerahkan kepada Abraham dan Ayub—itu adalah keputusan yang Tuhan ambil. Meskipun para utusan Tuhan secara pribadi mengunjungi Abraham dan Ayub, tindakan mereka adalah berdasarkan perintah Tuhan, dan tindakan mereka dilakukan di bawah otoritas Tuhan, dan demikian pula, para utusan itu berada di bawah kedaulatan Tuhan. Meskipun manusia melihat utusan Tuhan mengunjungi Abraham, dan tidak menyaksikan Tuhan Yahweh secara pribadi melakukan apa pun dalam catatan Alkitab, pada kenyataannya, satu-satunya Pribadi yang benar-benar mengerahkan kuasa dan otoritas adalah Tuhan itu sendiri, dan ini tidak dapat diragukan oleh siapa pun! Meski engkau telah melihat bahwa para malaikat dan para utusan memiliki kuasa yang besar, dan telah melakukan mukjizat, atau mereka telah melakukan beberapa hal yang diamanatkan oleh Tuhan, tindakan mereka hanyalah demi menyelesaikan amanat Tuhan, dan sama sekali bukan merupakan sebuah peragaan otoritas Tuhan—karena tidak ada manusia atau objek yang memiliki, atau mempunyai, otoritas Sang Pencipta untuk menciptakan segala sesuatu dan mengatur segala sesuatu. Jadi tidak ada manusia atau objek yang dapat mengerahkan atau menunjukkan otoritas Sang Pencipta.

Dikutip dari "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

3. Tidak ada malaikat yang pernah bisa disebut Tuhan, karena mereka tidak pernah bisa menciptakan surga, bumi, dan segala sesuatu