5. Firman Tuhan Menyingkirkan Pemahamanku yang Salah

5. Firman Tuhan Menyingkirkan Pemahamanku yang Salah

Saudara Xiao Rui Kota Panzhihua, Provinsi Sichuan

Saat sedang mengkhotbahkan Injil aku bertemu dengan para pemimpin agama yang memberi kesaksian palsu untuk menentang dan mengganggu, dan memanggil polisi. Ini menyebabkan orang-orang yang mendengarkan khotbahku tidak berani berhubungan dengan kami, dan orang-orang yang baru menerima Injil tidak mampu memiliki berkeyakinan akan pekerjaan Tuhan. Saat aku bekerja begitu keras tetapi hasilnya begitu buruk, aku berpikir: pekerjaan penginjilan sangat sulit dilakukan. Akan sangat menyenangkan jika Tuhan bisa menunjukkan beberapa mukjizat dan menghukum mereka yang memberi kesaksian palsu serta mereka yang dengan serius melawan Tuhan sebagai bukti bagi orang-0rang yang telah tertipu. Maka, bukankah pekerjaan Injil akan dapat dilakukan dengan lebih cepat? Lalu tidak akan begitu sulit bagi kami untuk mengkhotbahkan injil.... Inilah mengapa harapan ini muncul di dalam hatiku setiap kali aku menemui jenis-jenis kesulitan ini. Setelah itu, aku membaca buku Contoh-Contoh Klasik Hukuman karena Menentang Tuhan Yang Mahakuasa dan selama persekutuan mendengar kesaksian tentang tanda-tanda ajaib dan mukjizat yang Tuhan lakukan, dan aku merasa sangat senang di dalam hatiku. Aku semakin berharap bahwa Tuhan akan melakukan beberapa hal di bidang pekerjaanku sehingga kesulitan kami dalam pekerjaan Injil dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Namun, sebesar apa pun harapanku, aku tetap belum melihat Tuhan melakukan mukjizat apa pun di sini ataupun menghukum orang-orang yang jahat. Orang-orang beragama tetap sepenuhnya menentang Tuhan, dan kesulitan dalam pekerjaan penginjilan tetap sangat besar. Aku pun menjadi negatif tentang hal ini: mengapa Tuhan tidak membukakan jalan keluar bagi kami? Mungkinkah itu karena iman kami tidak memadai?

Setelah itu, selama devosi pribadiku. aku melihat firman Tuhan ini: "Seandainya Tuhan mau melakukan tanda-tanda dan mukjizat yang supernatural, maka tanpa harus melakukan pekerjaan besar apa pun, Dia akan menghukum mati orang dengan mulut-Nya sendiri, orang itu pun akan serta-merta mati, dan dengan cara ini setiap manusia akan diyakinkan tetapi hal ini tidak akan mencapai tujuan Tuhan dalam mengambil rupa sebagai manusia. Jika Tuhan benar-benar melakukan hal ini, manusia, dengan pikiran sadar mereka, tidak akan pernah bisa percaya akan keberadaan-Nya, tidak akan pernah bisa benar-benar percaya, dan terlebih lagi akan salah mengira Tuhan sebagai Iblis. Bahkan yang lebih penting, manusia tidak akan pernah mengenal watak Tuhan: Bukankah ini salah satu aspek dari makna keberadaan Tuhan dalam rupa manusia? Jika manusia tidak mampu mengenal Tuhan, maka Tuhan akan selalu menjadi Tuhan yang samar, Tuhan yang supernatural, yang memegang kekuasaan dalam dunia manusia: Tidakkah ini akan berarti gagasan manusialah yang menguasai manusia? Atau, jika dinyatakan kembali secara lebih jelas, bukankah Iblis, si setan yang akan memegang kekuasaan? 'Mengapa Aku mengatakan Aku akan mengambil kembali kekuasaan-Ku? Mengapa Aku mengatakan bahwa inkarnasi memiliki terlalu banyak makna?' Pada saat Tuhan menjadi daging, pada saat inilah Dia mengambil kembali kekuasaan-Nya; pada saat inilah juga keilahian-Nya secara langsung tampil ke depan untuk melakukan pekerjaan-Nya. Tahap demi tahap, setiap manusia mulai mengenal Tuhan yang nyata, dan karena ini maka tempat yang dikuasai oleh Iblis dalam hati manusia benar-benar terdesak sementara tempat Tuhan menjadi lebih besar" ("Bab 6, Penafsiran Rahasia Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Saat berupaya memahami firman Tuhan, hatiku tiba-tiba diterangi: ternyata tujuan dari pekerjaan Tuhan dalam daging bukanlah menggunakan otoritas-Nya untuk menakut-nakuti orang-orang agar mereka setia, melainkan untuk sepenuhnya membukakan watak-Nya kepada umat manusia melalui pekerjaan yang nyata dan melalui firman-Nya, dan melalui hal tersebut menghilangkan citra dalam hati umat manusia akan Tuhan yang samar. Ini memungkinkan orang-orang untuk membuang batasan dari konsepsi mereka, untuk benar-benar mengenali watak dan pekerjaan Tuhan, memungkinkan orang-orang untuk memiliki kebenaran dan kearifan, dengan demikian menaklukkan dan memperoleh mereka. Pekerjaan Tuhan benar-benar sangat nyata, dan hikmat-Nya sungguh tak terselami bagi manusia! Pikirkan dengan saksama─pekerjaan yang sedang Tuhan lakukan ini tidak akan menghasilkan buah jika dilakukan melalui tanda-tanda ajaib dan mukjizat. Sama seperti pada Zaman Hukum Taurat, Tuhan menunjukkan begitu banyak mukjizat kepada orang-orang Israel dan menghukum begitu banyak orang-orang yang menentang-Nya, tetapi orang-orang Israel tetap tidak mengenali Tuhan dan pada akhirnya mati di padang gurun. Pada Zaman Kasih Karunia, Tuhan juga menunjukkan tanda-tanda ajaib dan mukjizat yang tak terhitung banyaknya di tengah-tengah orang Yahudi, tetapi mereka tetap menyalibkan Dia hidup-hidup karena mereka tidak mengenali Dia. Semuanya ini berarti bahwa tanda-tanda ajaib dan mukjizat yang Tuhan lakukan hanya dapat menakut-nakuti orang sejenak, tetapi keduanya bukanlah fondasi kepercayaan mereka kepada Tuhan. Akan tetapi, meskipun aku telah mengikuti Tuhan hingga sekarang, aku belum pernah memiliki setitik pun pemahaman mengenai esensi Tuhan, dan aku bahkan lebih tidak tahu lagi mengenai tujuan dan makna penting pekerjaan Tuhan di dalam daging. Aku masih percaya pada otoritas-Nya dan bahwa siapa pun yang menentang Tuhan akan dihukum, jadi aku telah dengan sepenuh hati berusaha ingin menyaksikan tanda-tanda ajaib dan mukjizat Tuhan. Bukankah jenis iman ini sama persis dengan orang-orang Farisi yang hidup di tengah ketidakjelasan, yang percaya kepada Tuhan yang supernatural dan di saat yang sama menentang Tuhan yang nyata? Jika pengejaranku akan Tuhan terus berlanjut seperti ini, bagaimana aku bisa sesuai dengan Tuhan yang sejati? Ini benar-benar terlalu berbahaya! Setelah itu, aku melihat lebih banyak lagi firman Tuhan: "Sangatlah sulit bagi Tuhan untuk melaksanakan pekerjaan-Nya di negeri si naga merah yang sangat besar, tetapi melalui kesulitan itu Tuhan melakukan tahap pekerjaan-Nya untuk menyatakan hikmat dan perbuatan-Nya yang menakjubkan. Tuhan memakai kesempatan ini untuk menyempurnakan sekelompok orang ini. Karena penderitaan orang-orang, kualitas mereka, dan semua watak iblis dalam diri orang-orang di negeri yang najis ini, Tuhan melakukan pekerjaan penyucian dan penaklukan-Nya supaya, dari sini, Dia dapat memperoleh kemuliaan dan mendapatkan mereka yang menjadi saksi atas perbuatan-Nya sebagai milik-Nya. Ini adalah makna sepenuhnya dari semua pengorbanan yang telah Tuhan kerjakan untuk sekelompok orang ini. Itu berarti, Tuhan melakukan pekerjaan penaklukan hanya melalui orang-orang yang menentang Dia. Hanya dengan berbuat seperti itu kuasa Tuhan yang dahsyat dapat dinyatakan. Dengan kata lain, hanya mereka yang berada di tanah najis yang layak mewarisi kemuliaan Tuhan, dan hanya ini yang dapat membuat kuasa Tuhan yang besar terlihat nyata. ... Ini sama seperti pada tahap pekerjaan Yesus; Dia hanya bisa dimuliakan di antara orang-orang Farisi yang menganiaya-Nya. Jika bukan karena penganiayaan dan pengkhianatan Yudas tersebut, Yesus tidak akan diolok-olok atau mendapatkan tuduhan palsu, apalagi disalibkan, dan dengan demikian Dia tidak akan pernah mendapatkan kemuliaan" ("Apakah Pekerjaan Tuhan Begitu Sederhana Seperti yang Dibayangkan Manusia?" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Pada saat ini, dari firman Tuhan aku jadi jauh lebih menyadari bahwa pekerjaan apa pun yang Tuhan lakukan, semuanya memiliki arti. Jika Ia menyelesaikan pekerjaan mengungkapkan beberapa mukjizat atau melakukan beberapa hukuman, berarti semuanya itu memiliki arti, memiliki prinsip. Jika Ia tidak menyelesaikan pekerjaan mengungkapkan mukjizat atau memberikan hukuman, berarti hal tersebut bahkan terlebih lagi mengandung hikmat Tuhan. Sekarang, Tuhan tidak menggunakan otoritas-Nya untuk menyingkirkan mereka yang memberi kesaksian palsu atau yang secara serius menentang-Nya; ada lebih banyak maksud baik Tuhan dalam hal ini. Tuhan menggunakan semua kesulitan ini untuk memungkinkan kita mencicipi kesukaran dari pekerjaan-Nya sendiri, sehingga dengan demikian kita mengenali kebaikan dan keindahan Tuhan. Tuhan juga menggunakan kesulitan-kesulitan ini untuk menangkap bukti orang-orang melakukan kebaikan atau kejahatan, dan pada akhirnya memberi mereka tempat tujuan yang sesuai sehingga kami sepenuhnya diyakinkan, sehingga kami dapat melihat kebenaran dan kekudusan Tuhan. Terlebih lagi, Tuhan menggunakan kesulitan-kesulitan ini untuk mengungkapkan bahwa aku kurang memiliki kebenaran mengenai visi, bahwa naturku terlalu malas, takut, congkak dan bodoh, dan bahwa hanya melalui penderitaan, upaya dan kerjasama dengan Tuhan-lah, Ia akan menganugerahkan kepada kita pemahaman, kepercayaan diri, kasih, hikmat dan keberanian, dan terlebih lagi akan memberi kepada kita kebenaran mengenai pekerjaan Tuhan, sehingga dengan demikian Ia melengkapi kita, mendapatkan kita. Pekerjaan Tuhan benar-benar begitu bijaksana! Namun, aku terlalu buta─aku tidak memiliki pemahaman akan makna penting pekerjaan Tuhan dan maksud baik-Nya. Satu-satunya yang kutakutkan adalah penderitaan fisik dan aku tidak bersedia bekerja sama dengan Tuhan. Aku benar-benar orang percaya yang tidak melakukan pekerjaan dengan benar dan yang bersenang-senang dalam kenyamanan!

Berkat pencerahan firman Tuhan yang memberiku sedikit pengenalan tentang tujuan dan hikmat dalam pekerjaan Tuhan dalam daging dan juga memungkinkanku melihat bahwa imanku kepada Tuhan hidup dalam ketidakjelasan, bahwa tidak mengenali Tuhan adalah hal yang terlalu berbahaya! Mulai hari ini dan seterusnya, aku bersedia memperlengkapi diriku sendiri dengan kebenaran tentang visi, berupaya menjadi orang yang mengenali pekerjaan dan watak Tuhan, benar-benar memiliki kemauan untuk menderita, melakukan tugasku sebaik mungkin untuk menghibur hati Tuhan.

5. Firman Tuhan Menyingkirkan Pemahamanku yang Salah