4. Cara orang harus menerapkan iman mereka agar dibebaskan dari kekuatan Iblis dan diselamatkan

4. Cara orang harus menerapkan iman mereka agar dibebaskan dari kekuatan Iblis dan diselamatkan

Firman Tuhan yang Relevan:

Manusia kehilangan hati mereka yang takut akan Tuhan serta fungsi yang ada pada makhluk ciptaan Tuhan setelah dirusak oleh Iblis, dengan demikian menjadi musuh yang tidak taat kepada-Nya. Manusia telah hidup di bawah wilayah kekuasaan Iblis dan mengikuti perintahnya; karenanya, Tuhan tidak mungkin bekerja di antara ciptaan-Nya, dan menjadi semakin tidak dapat memperoleh rasa hormat yang takut akan Dia dari ciptaan-Nya. Manusia diciptakan oleh Tuhan dan harus menyembah-Nya, tetapi mereka sebenarnya berpaling dari-Nya dan malah menyembah Iblis. Iblis menjadi berhala di hati manusia. Dengan demikian, Tuhan kehilangan kedudukan-Nya di hati manusia, yang berarti Dia kehilangan makna di balik penciptaan-Nya atas manusia. Oleh karena itu, untuk memulihkan makna di balik penciptaan-Nya atas umat manusia, Dia harus memulihkan gambar asli manusia dan membebaskan mereka dari watak rusaknya. Untuk merebut kembali manusia dari Iblis, Dia harus menyelamatkan manusia dari dosa. Hanya dengan cara inilah Tuhan secara berangsur-angsur dapat memulihkan gambar dan fungsi asli manusia, dan akhirnya memulihkan kerajaan-Nya. Pemusnahan terakhir atas anak-anak durhaka itu juga akan dilakukan untuk memungkinkan manusia menyembah Tuhan dan hidup di bumi dengan lebih baik. Karena Tuhan menciptakan manusia, Dia akan membuat mereka menyembah-Nya; karena Dia ingin memulihkan fungsi asli manusia, Dia akan memulihkannya sepenuhnya, tanpa percampuran apa pun. Memulihkan otoritas-Nya berarti membuat manusia menyembah-Nya dan tunduk kepada-Nya; ini berarti Dia akan membuat manusia hidup karena Dia dan membuat musuh-musuh-Nya binasa karena otoritas-Nya. Ini berarti Tuhan akan membuat segala sesuatu tentang diri-Nya terus ada di antara manusia tanpa penentangan dari siapa pun. Kerajaan yang ingin dibangun-Nya adalah kerajaan-Nya sendiri. Manusia yang diinginkan-Nya adalah yang menyembah-Nya, yang sepenuhnya tunduk kepada-Nya dan menyatakan kemuliaan-Nya. Jika Tuhan tidak menyelamatkan manusia yang rusak, maka makna di balik penciptaan-Nya atas manusia akan hilang; Dia tidak akan memiliki otoritas lagi di antara manusia, dan kerajaan-Nya tidak akan ada lagi di bumi. Jika Tuhan tidak memusnahkan musuh-musuh yang tidak taat kepada-Nya itu, Dia tidak akan dapat memperoleh kemuliaan-Nya yang sempurna, ataupun membangun kerajaan-Nya di muka bumi. Semua ini akan menjadi tanda penyelesaian pekerjaan-Nya dan pencapaian besar-Nya: untuk benar-benar memusnahkan orang-orang di antara manusia yang tidak taat kepada-Nya, dan membawa mereka yang telah disempurnakan ke tempat perhentian.

Dikutip dari "Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Makna penting percaya kepada Tuhan adalah untuk diselamatkan. Jadi, apa yang dimaksud dengan diselamatkan? "Diselamatkan," "melepaskan diri dari pengaruh gelap Iblis"—orang sering membicarakan tentang topik-topik ini, tetapi mereka tidak tahu apa artinya diselamatkan. Apa artinya diselamatkan? Ini berhubungan dengan kehendak Tuhan. Untuk diselamatkan, berbicara dalam bahasa sehari-hari, berarti engkau dapat terus hidup, dan bahwa engkau dihidupkan kembali. Jadi sebelum itu, apakah engkau mati? Engkau dapat berbicara, dan engkau dapat bernapas, jadi bagaimana bisa dikatakan bahwa engkau sudah mati? (Roh sudah mati.) Mengapa dikatakan bahwa orang sudah mati jika roh mereka mati? Apa dasar dari ungkapan ini? Sebelum diselamatkan, di manakah mereka? (Di bawah wilayah kekuasaan Iblis.) Manusia hidup di bawah pengaruh Iblis. Apa yang mereka andalkan untuk hidup? Mereka hidup dengan mengandalkan natur Iblis dalam diri mereka dan watak rusak mereka. Ketika seseorang hidup dengan hal-hal ini, seluruh keberadaan mereka—daging mereka, dan semua aspek lainnya seperti jiwa dan pikiran mereka—apakah mereka hidup atau mati? Dari sudut pandang Tuhan, mereka mati. Di permukaan, engkau tampak bernafas, dan berpikir, tetapi semua yang selalu engkau pikirkan adalah kejahatan; engkau memikirkan hal-hal yang bertentangan dengan Tuhan dan yang melawan Tuhan, hal-hal yang tidak disukai, dibenci, dan dikutuk Tuhan. Di mata Tuhan, semua hal ini bukan saja milik daging, tetapi juga sepenuhnya milik Iblis dan setan. Jadi, apakah manusia itu di mata Tuhan? Apakah mereka manusia? Bukan, mereka bukan manusia. Tuhan melihat mereka sebagai setan, sebagai binatang, dan sebagai Iblis yang hidup! Manusia hidup dengan esensi Iblis, dan di mata Tuhan, mereka adalah Iblis hidup yang mengenakan daging manusia. Tuhan mendefinisikan manusia seperti ini sebagai mayat berjalan; sebagai orang mati. Tuhan melakukan pekerjaan penyelamatan-Nya saat ini untuk mengambil manusia seperti ini—mayat berjalan yang hidup dengan watak iblis mereka yang rusak dan dengan esensi iblis mereka yang rusak—Dia mengambil orang-orang yang disebut orang mati ini dan mengubah mereka menjadi orang hidup. Inilah artinya diselamatkan.

Tujuan percaya kepada Tuhan adalah untuk memperoleh keselamatan. Diselamatkan berarti bahwa engkau berubah dari orang mati menjadi orang hidup. Artinya, nyawamu dihidupkan kembali, dan engkau hidup, engkau dapat mengenal Tuhan, dan engkau dapat sujud menyembah-Nya. Di dalam hatimu, engkau tidak lagi melawan Tuhan; engkau tidak lagi menentang Dia, menyerang-Nya, atau memberontak terhadap-Nya. Hanya orang-orang seperti ini yang benar-benar hidup di mata Tuhan. Jika seseorang hanya mengatakan bahwa mereka mengakui Tuhan dan percaya dalam hati mereka bahwa Tuhan itu ada, apakah mereka kemudian termasuk orang yang hidup atau bukan? (Bukan, mereka bukan orang yang hidup.) Jadi, orang seperti apa orang yang hidup itu? Kenyataan seperti apa yang dimiliki orang yang hidup? Setidaknya, orang hidup dapat berbicara bahasa manusia. Apa artinya? It berarti kata-kata yang mereka katakan melibatkan gagasan, pikiran dan pemahaman. Hal-hal apa yang sering kali dipikirkan dan dilakukan orang yang hidup? Mereka mampu terlibat dalam kegiatan manusia, dan memenuhi tugas mereka. Apa natur dari hal-hal yang mereka lakukan dan katakan? Segala sesuatu yang mereka ungkapkan, segala yang mereka pikirkan, dan segala sesuatu yang mereka lakukan dilakukan dengan natur yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Lebih tepatnya, setiap perbuatan dan pikiranmu tidak dikutuk oleh Tuhan atau dibenci dan ditolak oleh Tuhan, melainkan diperkenan dan dipuji oleh Tuhan. Inilah yang dilakukan orang hidup, dan juga apa yang harus dilakukan oleh orang yang hidup.

Dikutip dari "Hanya Jika Orang Benar-Benar Taat Barulah Mereka Dapat Memiliki Iman yang Sejati" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Mereka yang hidup di bawah pengaruh kegelapan adalah orang-orang yang hidup di tengah kematian, mereka yang dikuasai Iblis. Tanpa diselamatkan Tuhan dan dihakimi serta dihajar oleh Tuhan, manusia tidak mampu melepaskan diri dari pengaruh kematian; mereka tidak bisa menjadi orang hidup. "Orang-orang mati" ini tidak bisa memberi kesaksian tentang Tuhan, dan mereka juga tidak bisa dipakai oleh Tuhan, apalagi memasuki kerajaan-Nya. Tuhan menginginkan kesaksian dari orang hidup, bukan dari orang mati, dan Dia meminta orang hidup, bukan orang mati, untuk bekerja bagi-Nya. "Orang mati" adalah mereka yang menentang dan memberontak terhadap Tuhan; mereka adalah orang-orang yang mati rasa dalam roh dan tidak memahami firman Tuhan; mereka adalah orang-orang yang tidak melakukan kebenaran dan sama sekali tidak memiliki kesetiaan kepada Tuhan, dan mereka adalah orang-orang yang hidup di bawah wilayah kekuasaan Iblis dan dieksploitasi oleh Iblis. Orang-orang mati mewujudkan diri mereka dengan berdiri menentang kebenaran, dengan memberontak terhadap Tuhan, dan menjadi rendah, hina, jahat, kejam, curang, serta busuk. Bahkan seandainya orang-orang semacam ini makan dan minum firman Tuhan, mereka tidak mampu hidup dalam firman Tuhan; meskipun mereka hidup, tetapi mereka adalah mayat yang bernapas dan berjalan. Orang-orang mati sama sekali tidak mampu memuaskan Tuhan, apalagi taat sepenuhnya kepada Dia. Mereka hanya bisa menipu Dia, menghujat Dia, dan mengkhianati Dia, dan semua yang mereka hasilkan melalui cara hidup mereka mengungkapkan natur Iblis. Jika orang ingin menjadi pribadi-pribadi yang hidup dan memberi kesaksian tentang Tuhan serta diperkenan Tuhan, mereka harus menerima penyelamatan Tuhan; mereka harus tunduk pada penghakiman dan hajaran-Nya, dan menerima pemangkasan serta penanganan Tuhan dengan senang hati. Baru setelah itulah mereka akan dapat melakukan semua kebenaran yang dituntut Tuhan, dan baru pada saat itulah mereka akan mendapatkan penyelamatan Tuhan serta benar-benar menjadi manusia-manusia yang hidup. Orang yang hidup diselamatkan oleh Tuhan; mereka telah dihakimi dan dihajar oleh Tuhan; mereka bersedia mendedikasikan diri dan dengan bahagia menyerahkan nyawa bagi Tuhan, dan mereka akan dengan senang hati mempersembahkan seluruh hidup mereka kepada Tuhan. Saat manusia yang hidup menjadi kesaksian bagi Tuhan barulah Iblis dapat dipermalukan; hanya orang-orang yang hidup yang dapat menyebarluaskan pekerjaan Injil Tuhan, hanya orang-orang yang hidup yang mencari hati Tuhan, dan hanya orang-orang yang hidup yang adalah manusia sejati. Awalnya, manusia yang diciptakan oleh Tuhan itu hidup, tetapi karena perusakan oleh Iblis, manusia hidup di tengah kematian dan hidup di bawah pengaruh Iblis, jadi, dengan demikian, mereka telah mati tanpa roh, mereka telah menjadi musuh yang menentang Tuhan, mereka telah menjadi alat Iblis, dan mereka telah menjadi tawanan Iblis. Semua orang hidup yang diciptakan Tuhan telah menjadi orang mati sehingga Tuhan telah kehilangan kesaksian-Nya, dan Dia telah kehilangan manusia, yang Dia ciptakan dan yang merupakan satu-satunya yang memiliki napas kehidupan-Nya. Jika Tuhan ingin memenangkan kembali kesaksian-Nya dan merebut kembali mereka yang diciptakan oleh tangan-Nya sendiri tetapi telah ditawan Iblis, maka Dia harus membangkitkan mereka agar mereka menjadi manusia-manusia yang hidup, dan Dia harus mendapatkan mereka kembali agar mereka hidup dalam terang-Nya. Orang-orang mati adalah mereka yang tidak memiliki roh, mereka yang mati rasa secara ekstrem dan menentang Tuhan. Mereka terutama adalah orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Orang-orang ini tidak memiliki keinginan sedikit pun untuk menaati Tuhan; mereka hanya memberontak terhadap-Nya dan menentang-Nya serta sama sekali tidak memiliki kesetiaan. Orang-orang yang hidup adalah mereka yang rohnya telah dilahirkan kembali, yang tahu untuk menaati Tuhan dan setia kepada Tuhan. Mereka memiliki kebenaran dan kesaksian, dan hanya orang-orang inilah yang menyenangkan bagi Tuhan di dalam rumah-Nya.

Dikutip dari "Apakah Engkau Orang yang Telah Hidup Kembali?" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam hidupnya, jika manusia ingin ditahirkan dan mencapai perubahan dalam wataknya, jika ia ingin hidup dalam kehidupan yang bermakna dan memenuhi tugasnya sebagai makhluk ciptaan, ia harus menerima hajaran dan penghakiman Tuhan dan tidak membiarkan disiplin Tuhan dan pukulan-Nya menjauh darinya, agar ia dapat membebaskan diri dari manipulasi dan pengaruh Iblis, dan hidup di dalam terang Tuhan. Ketahuilah bahwa hajaran dan penghakiman Tuhan adalah terang, serta terang keselamatan manusia, dan tidak ada berkat, kasih karunia, atau perlindungan yang lebih baik bagi manusia. Manusia hidup di bawah pengaruh Iblis, dan berada di dalam daging; jika ia tidak ditahirkan dan tidak menerima perlindungan Tuhan, manusia akan menjadi semakin bejat. Jika ia ingin mengasihi Tuhan, ia harus ditahirkan dan diselamatkan. Petrus berdoa, "Tuhan, ketika Engkau memperlakukan aku dengan baik, aku senang dan merasa nyaman; ketika Engkau menghajarku, aku merasakan kenyamanan dan sukacita yang bahkan lebih besar. Sekalipun aku lemah dan menanggung penderitaan yang tak terkatakan, meskipun ada air mata dan kesedihan, Engkau tahu bahwa kesedihan ini adalah karena ketidaktaatanku dan kelemahanku. Aku meratap karena tidak dapat memuaskan keinginan-Mu, aku merasa sedih dan menyesal karena tidak cukup memadai sesuai dengan tuntutan-Mu, tetapi aku bersedia mencapai ranah ini, aku bersedia melakukan segala yang bisa kuperbuat demi memuaskan hati-Mu. Hajaranmu telah mendatangkan perlindungan bagiku dan memberiku keselamatan terbaik; penghakiman-Mu jauh melebihi toleransi dan kesabaran-Mu. Tanpa hajaran dan penghakiman-Mu, aku tidak akan menikmati belas kasih dan kasih setia-Mu. Hari ini, telah kulihat lebih banyak lagi bahwa kasih-Mu telah melampaui langit dan mengatasi segala sesuatu yang lain. Kasih-Mu bukan hanya belas kasih dan kasih setia; bahkan terlebih lagi, itu adalah hajaran dan penghakiman. Hajaran dan penghakiman-Mu telah memberiku begitu banyak. Tanpa hajaran dan penghakiman-Mu, tak seorang pun bisa ditahirkan, dan tak seorang pun dapat mengalami kasih Sang Pencipta. Sekalipun aku telah mengalami ratusan ujian dan kesengsaraan, dan bahkan telah mendekati ajal, semua itu telah menolongku untuk sungguh-sungguh mengenal Engkau dan memperoleh keselamatan tertinggi. Seandainya hajaran, penghakiman, dan disiplin-Mu meninggalkanku, aku akan hidup dalam kegelapan, di bawah wilayah kekuasaan Iblis. Apa faedah yang dimiliki daging manusia? Jika hajaran dan penghakiman-Mu meninggalkan aku, rasanya sama seperti Roh-Mu telah beranjak dariku, seolah-olah Engkau tidak lagi bersamaku. Jika demikian, bagaimana aku bisa terus hidup? Jika Engkau menimpakan penyakit dan merenggut kebebasanku, aku dapat terus hidup, tetapi seandainya hajaran dan penghakiman-Mu sampai meninggalkan aku, tidak ada cara lain bagiku untuk terus hidup. Tanpa hajaran dan penghakiman-Mu, aku akan kehilangan kasih-Mu. Kasih-Mu sangat dalam dan sulit bagiku untuk mengungkapkannya. Tanpa kasih-Mu, aku akan hidup di bawah wilayah kekuasaan Iblis dan tidak akan bisa melihat wajah-Mu yang mulia. Bagaimana aku bisa terus hidup? Aku tidak mampu menanggung kegelapan semacam itu, kehidupan seperti itu. Berada bersama-Mu sama seperti melihat Engkau, jadi bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan Engkau? Aku meminta kepada-Mu, memohon kepada-Mu, janganlah mengambil penghiburan terbesar ini dariku, bahkan sekalipun itu hanya beberapa kata pelipur lara. Aku telah menikmati kasih-Mu, dan hari ini aku tidak sanggup menjauh dari-Mu; katakanlah, bagaimana mungkin aku tidak mengasihi-Mu? Aku sudah banyak mencucurkan air mata dukacita karena kasih-Mu, tetapi aku selalu merasa bahwa kehidupan seperti ini lebih berarti, lebih bisa memperkaya aku, lebih mampu mengubah aku, dan lebih bisa menolong aku mencapai kebenaran yang harus dimiliki oleh makhluk ciptaan."

Dikutip dari "Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Seluruh hidup manusia dijalani di bawah wilayah kekuasaan Iblis, dan tidak ada seorang pun yang dapat membebaskan diri dari pengaruh Iblis dengan upayanya sendiri. Semua orang hidup di dunia yang cemar, dalam kerusakan dan kekosongan, tanpa makna atau nilai sedikit pun; mereka menjalani kehidupan tanpa beban demi daging, nafsu, dan Iblis. Tidak ada sedikit pun nilai bagi keberadaan mereka. Manusia tidak mampu menemukan kebenaran yang akan membebaskannya dari pengaruh Iblis. Sekalipun manusia percaya kepada Tuhan dan membaca Alkitab, ia tidak mengerti bagaimana cara membebaskan dirinya dari kendali pengaruh Iblis. Sepanjang segala zaman, hanya segelintir orang yang telah menemukan rahasia ini, sangat sedikit yang telah memahaminya. Dengan demikian, sekalipun manusia membenci Iblis dan membenci daging, ia tidak tahu bagaimana cara menyingkirkan dirinya dari jerat pengaruh Iblis. Hari ini, bukankah engkau sekalian masih berada di bawah wilayah kekuasaan Iblis? Engkau tidak menyesali tindakanmu yang tidak taat, apalagi merasa bahwa engkau kotor dan tidak taat. Setelah menentang Tuhan, engkau bahkan memiliki kedamaian pikiran dan merasakan ketenangan yang luar biasa. Bukankah ketenanganmu karena engkau rusak? Bukankah ketenangan pikiran ini datang dari ketidaktaatanmu? Manusia hidup dalam neraka manusia, ia hidup di bawah pengaruh gelap Iblis; di seluruh negeri ini, roh-roh jahat hidup bersama-sama dengan manusia, merambah daging manusia. Di bumi, engkau tidak tinggal di firdaus yang indah. Tempat engkau berada adalah dunia iblis, neraka manusia, dunia bawah. Jika manusia tidak ditahirkan, ia berasal dari yang cemar; jika ia tidak dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan, ia masih menjadi tawanan Iblis; jika ia tidak dihakimi dan dihajar, ia tidak akan memiliki sarana untuk menghindari penindasan dari pengaruh gelap Iblis. Watak rusak yang engkau tunjukkan dan perilaku tidak taat yang engkau jalani cukup membuktikan bahwa engkau masih hidup di bawah wilayah kekuasaan Iblis. Jika pikiran dan akal budimu belum ditahirkan, dan watakmu belum dihakimi dan dihajar, seluruh keberadaanmu masih dikendalikan oleh wilayah kekuasaan Iblis, pikiranmu dikuasai oleh Iblis, akal budimu dimanipulasi oleh Iblis, dan segenap dirimu sedang dikendalikan oleh tangan Iblis. Tahukah engkau, seberapa jauh engkau sekarang dari standar Petrus? Apakah engkau memiliki kualitas tersebut? Seberapa banyak yang engkau ketahui tentang hajaran dan penghakiman zaman sekarang? Berapa banyak yang engkau miliki dari apa yang Petrus ketahui? Jika hari ini engkau tidak dapat memahami, apakah engkau dapat mencapai pengetahuan ini di kemudian hari? Seseorang semalas dan sepengecut dirimu benar-benar tidak mampu mengetahui hajaran dan penghakiman. Jika engkau mengejar kedamaian daging dan kenikmatan daging, engkau tidak akan memiliki sarana untuk ditahirkan, sehingga pada akhirnya engkau akan dikembalikan kepada Iblis, sebab engkau hidup dalam Iblis, dan itulah kedagingan. Seperti yang terjadi sekarang, banyak orang tidak mengejar kehidupan, yang berarti bahwa mereka tidak peduli tentang proses ditahirkan, atau tentang memasuki pengalaman hidup yang lebih mendalam. Jika demikian adanya, bagaimana mungkin mereka bisa disempurnakan? Mereka yang tidak mengejar kehidupan tidak memiliki kesempatan untuk disempurnakan, dan mereka yang tidak mengejar pengetahuan akan Tuhan, yang tidak mengupayakan perubahan dalam watak mereka, tidak akan mampu lolos dari pengaruh gelap Iblis.

Dikutip dari "Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Bagaimana engkau dapat melepaskan diri dari pengaruh kegelapan setelah memperoleh iman kepada Tuhan? Setelah engkau dengan tulus berdoa kepada Tuhan, engkau memalingkan hatimu sepenuhnya kepada-Nya, pada titik ini, hatimu digerakkan oleh Roh Tuhan. Engkau semakin rela memberikan dirimu sepenuhnya kepada-Nya, dan pada saat inilah, engkau telah meloloskan dirimu dari pengaruh kegelapan. Jika semua yang dilakukan manusia adalah apa yang menyenangkan hati Tuhan dan sesuai dengan tuntutan-Nya, maka dia adalah seseorang yang hidup di dalam firman Tuhan, dan di bawah pemeliharaan dan perlindungan-Nya. Jika manusia tidak dapat melakukan firman Tuhan, jika mereka selalu berusaha untuk membodohi-Nya, bertindak dengan cara acuh tak acuh terhadap-Nya, dan tidak memercayai keberadaan-Nya—maka semua ini adalah orang-orang yang hidup di bawah pengaruh kegelapan. Manusia yang belum menerima keselamatan dari Tuhan, semuanya hidup di bawah wilayah kekuasaan Iblis; artinya, mereka semua hidup di bawah pengaruh kegelapan. Mereka yang tidak percaya kepada Tuhan, hidup di bawah wilayah kekuasaan Iblis. Bahkan mereka yang percaya akan keberadaan Tuhan pun belum tentu hidup dalam terang-Nya, karena mereka yang percaya kepada-Nya belum tentu hidup sesuai dengan firman-Nya, juga belum tentu mampu untuk tunduk kepada Tuhan. Manusia terbatas hanya percaya kepada Tuhan, dan karena ia tidak memiliki pengetahuan tentang Tuhan, ia masih hidup sesuai peraturan yang lama, hidup di antara kata-kata mati, menjalani kehidupan yang gelap dan tidak pasti, yang sepenuhnya tidak dimurnikan oleh Tuhan juga sepenuhnya tidak didapatkan oleh-Nya. Oleh karena itu, jelaslah bahwa mereka yang tidak percaya kepada Tuhan hidup di bawah pengaruh kegelapan, bahkan mereka yang percaya kepada Tuhan pun mungkin masih hidup di bawah pengaruh kegelapan, karena mereka tidak mengalami pekerjaan Roh Kudus. Mereka yang belum menerima kasih karunia atau belas kasihan Tuhan, dan mereka yang tidak dapat melihat pekerjaan Roh Kudus, semuanya hidup di bawah pengaruh kegelapan; mereka yang hanya menikmati kasih karunia Tuhan tetapi tidak mengenal-Nya juga hidup di bawah pengaruh kegelapan hampir di sepanjang waktu. Jika manusia percaya kepada Tuhan tetapi menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan hidup di bawah pengaruh kegelapan, maka keberadaan orang ini telah kehilangan maknanya—dan apa perlunya membahas tentang manusia yang tidak percaya bahwa Tuhan itu ada?

Dikutip dari "Meloloskan Diri dari Pengaruh Kegelapan, dan Engkau Akan Didapatkan oleh Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Semua orang yang percaya kepada Tuhan, tetapi tidak mengejar kebenaran, tidak mungkin melepaskan diri dari pengaruh Iblis. Semua orang yang tidak menjalani hidup mereka dengan kejujuran, yang berperilaku berbeda di hadapan dan di belakang orang lain, yang di luarnya menampilkan kerendahhatian, kesabaran, dan kasih padahal esensi mereka berbahaya, licik, dan tanpa kesetiaan kepada Tuhan—orang-orang seperti ini adalah representasi khas orang-orang yang hidup di bawah pengaruh kegelapan; mereka adalah sejenis ular. Mereka yang hanya percaya kepada Tuhan selalu demi mendapatkan keuntungan sendiri, yang merasa diri paling benar dan sombong, yang memamerkan diri, dan melindungi status mereka sendiri, mereka adalah orang-orang yang mencintai Iblis dan menentang kebenaran. Orang-orang ini menentang Tuhan dan sepenuhnya milik Iblis. Mereka yang tidak memperhatikan beban Tuhan, yang tidak dengan sepenuh hati melayani Tuhan, yang selalu memedulikan kepentingan mereka sendiri dan kepentingan keluarga mereka, yang tidak sanggup meninggalkan segalanya untuk mengorbankan diri mereka bagi Tuhan, dan tidak pernah hidup berdasarkan firman-Nya, mereka adalah orang-orang yang hidup di luar firman-Nya. Orang-orang seperti itu tidak dapat menerima pujian dari Tuhan.

Ketika Tuhan menciptakan manusia, itu adalah agar mereka dapat menikmati kelimpahan-Nya dan dengan sungguh-sungguh mengasihi-Nya; dengan cara ini, manusia akan hidup dalam terang-Nya. Sekarang ini, semua orang yang tidak dapat mengasihi Tuhan, tidak memperhatikan beban-Nya, tidak sanggup mempersembahkan hati mereka sepenuhnya kepada-Nya, tidak mampu memiliki hati Tuhan sebagai milik mereka, tidak dapat memikul beban Tuhan sebagai beban mereka—terang Tuhan tidak menyinari orang-orang seperti itu, dan oleh karenanya, mereka semua hidup di bawah pengaruh kegelapan. Mereka berada di jalan yang sama sekali bertentangan dengan kehendak Tuhan, dan tidak ada sedikit pun kebenaran dalam apa pun yang mereka lakukan. Mereka sedang berkubang dalam lumpur bersama dengan Iblis; mereka adalah orang-orang yang hidup di bawah pengaruh kegelapan. Apabila engkau selalu dapat makan dan minum firman Tuhan serta memperhatikan kehendak-Nya dan melakukan firman-Nya, engkau adalah milik Tuhan dan engkau adalah orang yang hidup di dalam firman Tuhan. Bersediakah engkau meloloskan diri dari wilayah kekuasaan Iblis dan hidup di dalam terang Tuhan? Jika engkau hidup di dalam firman Tuhan, Roh Kudus akan memiliki kesempatan untuk melakukan pekerjaan-Nya; jika engkau hidup di bawah pengaruh Iblis, engkau tidak akan memberikan kepada Roh Kudus kesempatan seperti itu. Pekerjaan yang Roh Kudus lakukan dalam diri manusia, terang-Nya yang menyinari manusia, dan keyakinan yang Dia berikan kepada manusia berlangsung hanya sesaat; jika mereka tidak berhati-hati dan tidak memperhatikan, maka pekerjaan yang dilakukan oleh Roh Kudus akan melewati mereka. Jika manusia hidup dalam firman Tuhan, Roh Kudus akan menyertai mereka dan melakukan pekerjaan-Nya dalam diri mereka. Jika manusia tidak hidup dalam firman Tuhan, mereka hidup dalam belenggu Iblis. Jika manusia hidup dalam wataknya yang rusak, mereka tidak memiliki hadirat maupun pekerjaan Roh Kudus. Jika engkau hidup dalam batas-batas firman Tuhan, dan jika engkau hidup dalam keadaan yang Tuhan inginkan, maka engkau adalah milik-Nya dan pekerjaan-Nya akan dilakukan dalam dirimu; jika engkau tidak tinggal dalam batas-batas tuntutan Tuhan, melainkan hidup di bawah wilayah kekuasaan Iblis, maka engkau pasti hidup di dalam kerusakan Iblis. Hanya dengan hidup dalam firman Tuhan dan menyerahkan hatimu kepada-Nya, engkau dapat memenuhi tuntutan-Nya; engkau harus melakukan apa yang Tuhan katakan, menjadikan perkataan Tuhan sebagai landasan keberadaanmu dan realitas hidupmu; hanya dengan demikianlah engkau akan menjadi milik Tuhan. Jika engkau benar-benar melakukan penerapan sesuai dengan kehendak Tuhan, Dia akan bekerja dalam dirimu dan engkau akan hidup dalam berkat-berkat Tuhan, hidup dalam terang wajah Tuhan; engkau akan memahami pekerjaan yang Roh Kudus lakukan dan merasakan sukacita kehadiran Tuhan.

Dikutip dari "Meloloskan Diri dari Pengaruh Kegelapan, dan Engkau Akan Didapatkan oleh Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Untuk meloloskan diri dari pengaruh kegelapan, pertama-tama engkau harus setia kepada Tuhan dan bersemangat dalam hatimu untuk mengejar kebenaran; hanya dengan demikianlah, engkau akan memiliki keadaan yang benar. Hidup dalam keadaan yang benar adalah prasyarat untuk meloloskan diri dari pengaruh kegelapan. Tidak memiliki keadaan yang benar berarti tidak setia kepada Tuhan, dan tidak bersemangat dalam hatimu untuk mencari kebenaran; dan meloloskan diri dari pengaruh kegelapan pun mustahil terjadi. Firman-Ku adalah dasar untuk manusia meloloskan dirinya dari pengaruh kegelapan, orang-orang yang tidak dapat melakukan penerapan sesuai dengan firman-Ku, mereka tidak mampu melepaskan dirinya dari ikatan pengaruh kegelapan. Hidup dalam keadaan yang benar berarti hidup di bawah bimbingan firman Tuhan, hidup dalam keadaan yang setia kepada Tuhan, hidup dalam keadaan mencari kebenaran, hidup dalam realitas mengorbankan diri dengan hati tulus kepada Tuhan, dan hidup dalam keadaan yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Mereka yang hidup dalam keadaan-keadaan ini dan dalam realitas ini akan perlahan-lahan berubah pada saat mereka masuk lebih dalam lagi ke dalam kebenaran, dan mereka akan berubah dengan semakin mendalamnya pekerjaan tersebut; dan pada akhirnya, mereka pasti akan menjadi orang-orang yang didapatkan oleh Tuhan dan yang mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Mereka yang telah meloloskan diri dari pengaruh kegelapan dapat secara berangsur-angsur mengetahui kehendak Tuhan, dan berangsur-angsur mulai memahaminya, dan pada akhirnya menjadi orang-orang kepercayaan Tuhan. Mereka tidak hanya akan menyingkirkan gagasan mereka tentang Tuhan dan tidak lagi memberontak terhadap-Nya, tetapi mereka juga akan semakin membenci gagasan-gagasan tersebut dan pemberontakan yang mereka lakukan sebelumnya, dan kasih yang tulus kepada Tuhan pun timbul dalam hati mereka. Orang-orang yang tidak mampu meloloskan diri dari pengaruh kegelapan benar-benar disibukkan oleh daging mereka dan penuh dengan pemberontakan; hati mereka dipenuhi dengan gagasan dan falsafah hidup manusia, juga dengan niat dan pertimbangan mereka sendiri. Yang Tuhan kehendaki adalah kasih manusia yang tidak mendua; yang Dia kehendaki adalah agar manusia dikuasai oleh firman-Nya dan memiliki hati yang penuh kasih terhadap-Nya. Untuk hidup di dalam firman Tuhan, untuk menemukan apa yang harus manusia cari dari dalam firman-Nya, untuk mencintai Tuhan karena firman-Nya, untuk bergegas bagi firman-Nya, untuk hidup bagi firman-Nya—inilah tujuan-tujuan yang harus berusaha untuk dicapai manusia. Segala sesuatu harus dibangun di atas firman Tuhan; dan baru setelah itu manusia akan dapat memenuhi tuntutan Tuhan. Apabila manusia tidak diperlengkapi dengan firman Tuhan, dia hanyalah belatung yang dirasuk Iblis! Pertimbangkan ini: berapa banyak firman Tuhan yang telah berakar dalam dirimu? Dalam hal apa sajakah engkau menjalani hidup sesuai dengan firman Tuhan? Dalam hal apa saja engkau belum hidup sesuai dengan firman Tuhan? Jika firman Tuhan itu belum sepenuhnya menguasai dirimu, lalu apa sebenarnya yang menguasai hatimu? Dalam kehidupanmu sehari-hari, apakah engkau dikendalikan oleh Iblis, atau apakah engkau dikuasai oleh firman Tuhan? Apakah firman-Nya adalah landasan yang mendasari doa-doamu? Sudahkah engkau keluar dari keadaan negatifmu melalui pencerahan firman Tuhan? Menjadikan firman Tuhan sebagai landasan keberadaanmu—inilah yang seharusnya didalami semua orang. Jika firman-Nya tidak hadir dalam hidupmu, engkau sedang hidup di bawah pengaruh kegelapan, engkau sedang memberontak terhadap Tuhan, engkau sedang menolak Dia, dan engkau tidak menghormati nama-Nya. Kepercayaan orang-orang seperti itu kepada Tuhan adalah kekejian dan gangguan semata. Berapa banyak dari hidupmu yang telah dijalani sesuai dengan firman-Nya? Berapa banyak dari hidupmu yang belum dijalani sesuai dengan firman-Nya? Berapa banyak yang dituntut firman Tuhan yang telah terpenuhi dalam dirimu? Berapa banyak yang telah hilang dalam dirimu? Sudahkah engkau memeriksa dengan saksama hal-hal seperti itu?

Untuk meloloskan diri dari pengaruh kegelapan dibutuhkan pekerjaan Roh Kudus dan kerja sama yang penuh dedikasi dari manusia. Mengapa Kukatakan bahwa manusia tidak berada di jalur yang benar? Manusia yang berada di jalur yang benar, pertama-tama, sanggup memberikan hatinya kepada Tuhan. Ini adalah tugas yang membutuhkan jangka waktu yang panjang untuk memasukinya, karena manusia selalu hidup di bawah pengaruh kegelapan, dan telah berada di bawah ikatan Iblis selama ribuan tahun. Oleh karena itu, jalan masuk ini tidak dapat dicapai dalam satu atau dua hari saja. Aku mengangkat masalah ini sekarang agar manusia dapat memperoleh pemahaman tentang keadaan mereka sendiri; begitu manusia bisa mengetahui apa pengaruh kegelapan dan apa artinya hidup di dalam terang, jalan masuk menjadi jauh lebih mudah. Ini karena engkau harus mengetahui apa yang dimaksud dengan pengaruh Iblis sebelum engkau dapat meloloskan diri darinya; dan hanya setelah itulah, engkau akan memiliki cara untuk mengenyahkannya. Mengenai apa yang harus dilakukan setelah itu, itu adalah tanggung jawab manusia itu sendiri. Masuklah ke dalam segala sesuatu dari aspek yang positif dan jangan pernah menunggu dengan pasif. Hanya dengan cara inilah engkau bisa didapatkan oleh Tuhan.

Dikutip dari "Meloloskan Diri dari Pengaruh Kegelapan, dan Engkau Akan Didapatkan oleh Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Segala sesuatu yang Tuhan lakukan itu perlu dan memiliki makna penting yang luar biasa karena semua yang Dia lakukan dalam diri manusia berkaitan dengan pengelolaan-Nya dan penyelamatan umat manusia. Tentu saja, pekerjaan yang Tuhan lakukan dalam diri Ayub juga demikian, meskipun Ayub tak bercela dan jujur di mata Tuhan. Dengan kata lain, apa pun yang Tuhan lakukan atau cara Dia melakukannya, berapa pun harga yang harus dibayar, apa pun sasaran-Nya, tujuan dari tindakan-Nya tidak berubah. Tujuan-Nya adalah untuk memasukkan firman Tuhan, serta tuntutan dan kehendak Tuhan bagi manusia ke dalam diri manusia; dengan kata lain, tujuannya adalah untuk memasukkan semua yang Tuhan anggap positif ke dalam diri manusia sesuai dengan langkah-langkah-Nya, memampukan manusia untuk memahami hati Tuhan dan memahami hakikat Tuhan, dan memungkinkan manusia menaati kedaulatan dan pengaturan Tuhan, dan dengan demikian memungkinkan manusia untuk mencapai takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan—semua ini merupakan salah satu aspek dari tujuan Tuhan dalam semua yang Dia lakukan. Aspek lainnya adalah bahwa, karena Iblis adalah kontras dan objek pelayanan dalam pekerjaan Tuhan, manusia sering diserahkan kepada Iblis; ini adalah sarana yang Tuhan gunakan untuk memungkinkan manusia melihat kejahatan, keburukan, dan kekejian Iblis dalam pencobaan dan serangan Iblis, sehingga menyebabkan manusia membenci Iblis dan mampu mengetahui dan mengenali apa yang negatif. Proses ini membuat mereka untuk secara berangsur-angsur membebaskan diri mereka sendiri dari kendali Iblis dan dari tuduhan, gangguan, dan serangan Iblis—sampai, karena firman Tuhan, pengetahuan dan ketaatan mereka kepada Tuhan, serta iman mereka kepada Tuhan dan sikap mereka yang takut akan Dia, mereka menang atas serangan dan tuduhan Iblis; baru setelah itulah mereka akan benar-benar dibebaskan dari wilayah kekuasaan Iblis. Pembebasan manusia berarti bahwa Iblis telah dikalahkan, itu berarti bahwa mereka tidak lagi menjadi santapan di mulut Iblis—alih-alih menelan mereka, Iblis telah melepaskan mereka. Ini karena orang-orang semacam ini jujur, karena mereka memiliki iman, ketaatan, dan takut akan Tuhan, dan karena mereka sepenuhnya memutuskan hubungan dengan Iblis. Mereka mempermalukan Iblis, mereka membuat Iblis menjadi takut, dan mereka sepenuhnya mengalahkan Iblis. Keyakinan mereka dalam mengikut Tuhan, dan ketaatan serta sikap mereka yang takut akan Tuhan mengalahkan Iblis, dan membuat Iblis melepaskan mereka sepenuhnya. Hanya orang-orang semacam inilah yang sudah benar-benar didapatkan oleh Tuhan, dan inilah yang merupakan tujuan akhir Tuhan dalam menyelamatkan manusia. Jika mereka ingin diselamatkan, dan ingin sepenuhnya didapatkan oleh Tuhan, maka semua orang yang mengikut Tuhan harus menghadapi pencobaan dan serangan besar maupun kecil dari Iblis. Mereka yang keluar dari pencobaan dan serangan ini dan mampu mengalahkan Iblis sepenuhnya adalah mereka yang telah diselamatkan oleh Tuhan. Dengan kata lain, mereka yang telah diselamatkan oleh Tuhan adalah mereka yang telah mengalami ujian Tuhan, dan yang telah dicobai dan diserang oleh Iblis berulang kali. Mereka yang telah diselamatkan oleh Tuhan memahami kehendak dan tuntutan Tuhan, dan mampu menerima kedaulatan dan pengaturan Tuhan, dan mereka tidak meninggalkan jalan takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan di tengah pencobaan Iblis. Mereka yang diselamatkan oleh Tuhan memiliki kejujuran, mereka baik hati, mereka bisa membedakan antara kasih dan kebencian, mereka memiliki rasa keadilan dan bersikap rasional, dan mereka mampu memedulikan Tuhan serta menghargai semua yang berasal dari Tuhan. Orang-orang semacam itu tidak diikat, diintai, dituduh, atau disiksa oleh Iblis; mereka sepenuhnya bebas, mereka telah dibebaskan dan dilepaskan sepenuhnya. Ayub adalah orang dengan kebebasan seperti itu, dan inilah sesungguhnya makna penting mengapa Tuhan menyerahkann dia kepada Iblis.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Iman serta ketaatan Ayub, dan kesaksiannya dalam mengalahkan Iblis telah menjadi sumber pertolongan dan dorongan yang sangat besar bagi orang-orang. Dalam diri Ayub, mereka melihat harapan bagi keselamatan mereka sendiri, dan memahami bahwa melalui iman, dan ketaatan serta sikap takut akan Tuhan, sangatlah mungkin untuk mengalahkan Iblis, dan menang atas Iblis. Mereka memahami bahwa asalkan mereka menerima kedaulatan dan pengaturan Tuhan, dan asalkan mereka memiliki tekad dan iman untuk tidak meninggalkan Tuhan setelah kehilangan segalanya, maka mereka bisa mempermalukan dan mengalahkan Iblis, dan mereka memahami bahwa mereka hanya perlu memiliki tekad dan kegigihan untuk berdiri teguh dalam kesaksian mereka—bahkan jika itu berarti kehilangan nyawa mereka—agar Iblis takut dan mundur dengan segera. Kesaksian Ayub merupakan sebuah peringatan bagi generasi berikutnya, dan peringatan ini memberitahukan kepada mereka bahwa jika mereka tidak mengalahkan Iblis, mereka tidak akan mampu membebaskan diri mereka dari tuduhan dan gangguan Iblis, juga mereka tidak akan pernah mampu untuk lolos dari siksaan dan serangan Iblis. Kesaksian Ayub telah mencerahkan generasi berikutnya. Pencerahan ini mengajar orang bahwa hanya jika mereka tak bercela dan jujur barulah mereka akan mampu untuk takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan; ini mengajar mereka bahwa hanya jika mereka takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan barulah mereka bisa menjadi kesaksian yang kuat dan berkumandang bagi Tuhan; hanya jika mereka menjadi kesaksian yang kuat dan berkumandang bagi Tuhan barulah mereka tidak akan pernah bisa dikendalikan oleh Iblis dan hidup di bawah bimbingan dan perlindungan Tuhan—baru pada saat itulah mereka telah benar-benar diselamatkan. Kepribadian Ayub dan pengejaran hidupnya patut ditiru oleh setiap orang yang mengejar keselamatan. Yang Ayub hidupi sepanjang hidupnya dan perilakunya selama ujiannya merupakan harta karun yang berharga bagi semua orang yang mengejar jalan takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika orang belum diselamatkan, hidup mereka sering diganggu, dan bahkan dikendalikan oleh Iblis. Dengan kata lain, orang yang belum diselamatkan adalah tawanan Iblis, mereka tidak memiliki kebebasan, mereka belum dilepaskan oleh Iblis, mereka tidak layak atau berhak untuk menyembah Tuhan, dan mereka dikejar dengan gigih dan diserang secara kejam oleh Iblis. Orang-orang semacam itu tidak memiliki kebahagiaan untuk ditunjukkan, mereka tidak memiliki hak keberadaan yang normal untuk ditunjukkan, dan bahkan mereka tidak memiliki martabat untuk ditunjukkan. Hanya jika engkau berjuang dan berperang melawan Iblis, menggunakan imanmu kepada Tuhan serta ketaatanmu, dan rasa takutmu akan Tuhan sebagai senjata yang digunakan dalam pertarungan hidup dan mati melawan Iblis, sehingga engkau akan mengalahkan Iblis sepenuhnya dan membuatnya lari terbirit-birit dan menjadi ketakutan kapan pun dia melihatmu, sehingga dia menghentikan serangan dan tuduhannya terhadapmu—baru setelah itulah engkau akan diselamatkan dan menjadi bebas. Jika engkau bertekad untuk benar-benar putus dengan Iblis, tetapi tidak diperlengkapi dengan senjata yang akan membantumu mengalahkan Iblis, maka engkau akan tetap berada dalam bahaya; seiring berjalannya waktu, ketika engkau begitu tersiksa oleh Iblis sehingga engkau tidak memiliki kekuatan lagi dalam dirimu, juga engkau tetap tidak mampu menjadi kesaksian, masih belum sepenuhnya membebaskan dirimu dari tuduhan dan serangan Iblis terhadapmu, maka engkau memiliki harapan yang sedikit untuk memperoleh penyelamatan. Pada akhirnya, saat akhir pekerjaan Tuhan dikumandangkan, engkau akan tetap berada dalam cengkeraman Iblis, tidak mampu membebaskan dirimu, dan dengan demikian engkau tidak akan pernah memiliki kesempatan atau harapan. Maka, implikasinya adalah orang tersebut akan sepenuhnya berada dalam penawanan Iblis.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Selama pekerjaan pembekalan dan sokongan Tuhan bagi manusia, Dia memberitahukan seluruh kehendak dan tuntutan-Nya kepada manusia, dan memperlihatkan perbuatan, watak-Nya, serta apa yang dimiliki-Nya dan siapa Dia kepada manusia. Tujuannya adalah memperlengkapi manusia dengan tingkat pertumbuhan, dan untuk memungkinkan manusia memperoleh berbagai kebenaran dari Tuhan tatkala mengikut-Nya—kebenaran yang merupakan senjata yang diberikan kepada manusia oleh Tuhan untuk memerangi Iblis. Dengan diperlengkapi, manusia harus menghadapi ujian dari Tuhan. Tuhan memiliki banyak sarana dan jalan untuk menguji manusia, tetapi tiap-tiap sarana dan jalan itu memerlukan "kerja sama" musuh Tuhan: Iblis. Dengan kata lain, setelah memberikan kepada manusia senjata yang dapat digunakan untuk berperang melawan Iblis, Tuhan menyerahkan manusia kepada Iblis dan membiarkan Iblis "menguji" tingkat pertumbuhan manusia. Jika manusia bisa melepaskan diri dari formasi perang Iblis, jika manusia bisa meloloskan diri dari pengepungan Iblis dan tetap hidup, maka manusia akan lulus ujian. Namun, jika manusia gagal untuk meninggalkan formasi perang Iblis, dan tunduk kepada Iblis, maka dia tidak akan lulus ujian. Aspek apa pun dari manusia yang diperiksa oleh Tuhan, kriteria untuk pemeriksaan-Nya adalah apakah manusia berdiri teguh atau tidak dalam kesaksiannya saat diserang oleh Iblis, dan apakah dia telah meninggalkan Tuhan atau tidak serta menyerah dan tunduk kepada Iblis ketika dijerat Iblis. Dapat dikatakan bahwa apakah manusia bisa diselamatkan atau tidak tergantung pada apakah dia mampu mengalahkan dan menundukkan Iblis, dan apakah dia bisa memperoleh kebebasan atau tidak, itu bergantung pada apakah dia mampu mengangkat sendiri senjata yang diberikan kepadanya oleh Tuhan untuk mengalahkan perbudakan Iblis, membuat Iblis menyerah total dan tidak menganggunya lagi. Jika Iblis menyerah total dan melepaskan seseorang, ini berarti bahwa Iblis tidak akan pernah lagi mencoba untuk merampas orang ini dari Tuhan, tidak akan pernah lagi menuduh dan mengganggu orang ini, tidak akan pernah lagi dengan sembrono menyiksa atau menyerang mereka; hanya orang seperti inilah yang telah benar-benar didapatkan oleh Tuhan. Ini adalah seluruh proses yang digunakan oleh Tuhan untuk mendapatkan manusia.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

4. Cara orang harus menerapkan iman mereka agar dibebaskan dari kekuatan Iblis dan diselamatkan