2. Apakah tanda dan mukjizat bisa menyelamatkan umat manusia atau tidak

2. Apakah tanda dan mukjizat bisa menyelamatkan umat manusia atau tidak

Firman Tuhan yang Relevan:

Dalam rencana Tuhan selama beberapa ribu tahun, ada dua bagian pekerjaan yang dilakukan dalam daging: pertama adalah pekerjaan penyaliban, di mana Dia memperoleh kemuliaan; yang kedua adalah pekerjaan penaklukan dan penyempurnaan pada akhir zaman, di mana Dia memperoleh kemuliaan. Inilah pengelolaan Tuhan. Jadi, jangan menganggap pekerjaan Tuhan atau amanat Tuhan kepadamu sebagai hal yang sepele. Engkau semua adalah ahli waris dari kemuliaan yang lebih besar dan kekal, dan ini ditetapkan secara khusus oleh Tuhan. Dari dua bagian kemuliaan-Nya, yang satu terwujud dalam dirimu; keseluruhan satu bagian dari kemuliaan Tuhan telah dianugerahkan atas engkau semua, agar itu menjadi warisanmu. Inilah peninggian Tuhan bagimu, dan ini pula rencana yang telah ditetapkan-Nya sejak dahulu. Mengingat besarnya pekerjaan yang telah Tuhan lakukan di negeri tempat si naga merah yang sangat besar berdiam, jika saja pekerjaan ini dipindahkan ke tempat lain, maka sudah sejak dahulu ini telah menghasilkan kesuksesan besar dan dengan mudah diterima oleh manusia. Selain itu, pekerjaan ini akan jauh terlalu mudah diterima bagi para rohaniwan Barat yang percaya kepada Tuhan, karena tahap pekerjaan yang dilakukan Yesus adalah sesuatu yang bisa dijadikan contoh. Itulah sebabnya Tuhan tidak bisa mencapai tahap pekerjaan untuk memperoleh kemuliaan ini di tempat lain; ketika pekerjaan ini didukung banyak orang dan diakui bangsa-bangsa, kemuliaan Tuhan tidak akan berpengaruh. Justru inilah makna penting istimewa dari dilaksanakannya tahap pekerjaan ini di negeri ini. Tak seorang pun dari antaramu yang dilindungi oleh hukum—sebaliknya, engkau semua dihukum oleh hukum. Bahkan, yang lebih jadi masalah adalah orang-orang tidak memahamimu: entah itu kerabat, orang tua, para sahabat, atau rekan-rekanmu, tak seorang pun dari antara mereka yang memahami dirimu. Ketika engkau dibuang Tuhan, mustahil bagimu untuk melanjutkan hidup di bumi, tetapi, meskipun demikian, manusia tidak tahan berada jauh dari Tuhan, inilah arti penting penaklukan Tuhan atas manusia, dan inilah kemuliaan Tuhan. Hal yang engkau semua telah warisi hari ini melampaui warisan para rasul dan nabi dari sepanjang masa dan bahkan lebih besar daripada warisan Musa dan Petrus. Berkat-berkat tidak bisa diperoleh dalam waktu satu atau dua hari; melainkan harus didapatkan melalui pengorbanan yang besar. Itu artinya, engkau semua harus memiliki kasih yang telah melalui pemurnian, engkau harus memiliki iman yang besar, dan engkau harus memiliki kebenaran-kebenaran yang Tuhan perintahkan untuk engkau peroleh; terlebih lagi, engkau harus berpaling pada keadilan, tanpa menjadi takut atau mengelak, serta harus selalu memiliki kasih bagi Tuhan sampai mati. Engkau harus punya ketetapan hati, perubahan harus terjadi dalam watak hidupmu, kerusakanmu harus dipulihkan, engkau harus menerima semua pengaturan Tuhan tanpa mengeluh, dan engkau harus taat bahkan sampai mati. Inilah yang harus kaucapai, inilah tujuan akhir pekerjaan Tuhan, dan inilah yang Tuhan minta dari kelompok orang ini. Karena Dia memberi kepadamu, tentu Dia akan meminta balasan darimu, dan tentu akan membuat tuntutan yang sesuai terhadapmu. Karena itu, ada alasan di balik semua pekerjaan yang Tuhan lakukan, yang menunjukkan mengapa, berulang-kali, Tuhan melakukan pekerjaan yang menetapkan standar yang tinggi dan tuntutan yang ketat. Untuk itulah engkau harusnya dipenuhi dengan iman kepada Tuhan. Singkatnya, semua pekerjaan Tuhan dilakukan demi engkau, agar engkau semua layak menerima warisan-Nya. Ini bukan demi kemuliaan Tuhan sendiri, tetapi demi keselamatanmu dan untuk menyempurnakan sekelompok orang yang sangat menderita di negeri yang najis ini. Engkau harus memahami kehendak Tuhan. Karena itu, Aku mendesak orang-orang bodoh yang tidak memiliki wawasan atau nalar: Jangan menguji Tuhan, dan berhentilah melawan. Tuhan sudah melalui penderitaan yang tak pernah dialami manusia mana pun, dan pada zaman dahulu menanggung penghinaan yang lebih besar sebagai ganti manusia. Apa lagi yang tak bisa kaulepaskan? Apa yang mungkin lebih penting daripada kehendak Tuhan? Apa yang mungkin lebih tinggi dari kasih Tuhan? Sudah cukup sulit bagi Tuhan untuk melakukan pekerjaan-Nya di negeri yang najis ini; jika, ditambah lagi, manusia secara sadar dan keras kepala melakukan pelanggaran, pekerjaan Tuhan harus diperpanjang. Singkatnya, ini bukan demi kepentingan siapa pun, ini tidak menguntungkan siapa pun. Tuhan tidak terikat oleh waktu; pekerjaan dan kemuliaan-Nya yang terutama. Oleh sebab itu, Dia akan membayar harga apa pun demi pekerjaan-Nya, berapa lama pun waktu yang dibutuhkan. Inilah watak Tuhan: Dia tidak akan beristirahat sebelum pekerjaan-Nya tuntas. Pekerjaan-Nya hanya akan selesai ketika Dia memperoleh bagian kedua dari kemuliaan-Nya. Jika, di seluruh semesta, Tuhan tidak menyelesaikan bagian kedua dari pekerjaannya untuk memperoleh kemuliaan, hari-Nya tidak akan pernah tiba, tangan-Nya tidak akan pernah meninggalkan umat pilihan-Nya, kemuliaan-Nya tidak akan pernah terbit atas Israel, dan rencana-Nya tidak akan pernah selesai. Engkau semua harus bisa melihat kehendak Tuhan, dan harus melihat bahwa pekerjaan Tuhan tidak sesederhana penciptaan langit dan bumi dan segala sesuatu. Ini karena pekerjaan hari ini merupakan transformasi mereka yang telah rusak, yang sudah mati rasa sepenuhnya, untuk menyucikan mereka yang diciptakan tetapi diproses oleh Iblis. Ini bukan penciptaan Adam dan Hawa, apalagi penciptaan terang, atau penciptaan setiap tumbuhan dan binatang. Tuhan menyucikan hal-hal yang telah dirusak Iblis, dan kemudian mendapatkan mereka kembali; mereka menjadi milik kepunyaan-Nya, dan mereka menjadi kemuliaan-Nya. Ini tidak seperti yang manusia bayangkan, tidak sesederhana penciptaan langit dan bumi dan segala isinya, atau pekerjaan mengutuk Iblis hingga ke jurang maut; tepatnya, ini adalah pekerjaan transformasi manusia, mengubah hal-hal negatif dan bukan milik-Nya, menjadi hal-hal yang positif dan menjadi kepunyaan-Nya. Inilah kebenaran di balik tahap pekerjaan Tuhan ini. Engkau harus memahami ini dan jangan menggampangkan keadaan. Pekerjaan Tuhan bukanlah pekerjaan biasa. Keindahan dan hikmat pekerjaan ini melampaui pikiran manusia. Tuhan tidak menciptakan segalanya selama tahap pekerjaan ini, tetapi Dia pun tidak menghancurkannya. Alih-alih, Dia mentransformasi segala hal yang diciptakan-Nya, dan menyucikan semua yang telah dinajiskan oleh Iblis. Demikianlah, Tuhan memulai sebuah inisiatif yang besar, yang mencakup seluruh arti penting pekerjaan Tuhan. Apakah engkau melihat dalam firman ini bahwa pekerjaan Tuhan sebenarnya sangat sederhana?

Dikutip dari "Apakah Pekerjaan Tuhan Sesederhana yang Manusia Bayangkan?" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pada akhir zaman, Tuhan terutama menggunakan firman untuk menyempurnakan manusia. Dia tidak menggunakan tanda dan mukjizat untuk menekan atau meyakinkan manusia; ini tidak dapat membuat kuasa Tuhan menjadi jelas. Jika Tuhan hanya menunjukkan tanda dan mukjizat, akan tidak mungkin untuk memperjelas kenyataan Tuhan, dan dengan demikian mustahil untuk menyempurnakan manusia. Tuhan tidak menyempurnakan manusia dengan tanda dan mukjizat, tetapi menggunakan firman untuk menyirami dan menggembalakan manusia, di mana setelah itu ketaatan penuh manusia dan pengenalan manusia akan Tuhan tercapai. Inilah tujuan pekerjaan yang Dia lakukan dan firman yang disampaikan-Nya. Tuhan tidak menggunakan metode dengan menunjukkan tanda dan mukjizat untuk menyempurnakan manusia—Dia menggunakan firman, dan menggunakan berbagai metode kerja lainnya untuk menyempurnakan manusia. Apakah itu dengan pemurnian, penanganan, pemangkasan, atau pembekalan firman, Tuhan berbicara dari berbagai sudut pandang untuk menyempurnakan manusia, dan memberi manusia pengetahuan lebih besar tentang pekerjaan, hikmat, dan keajaiban Tuhan. Ketika manusia telah disempurnakan pada saat Tuhan mengakhiri zaman pada akhir zaman, dia akan memenuhi syarat untuk melihat tanda dan mukjizat. Jika engkau telah mengenal Tuhan dan mampu menaati Tuhan apa pun yang Dia lakukan, engkau tidak akan lagi memiliki gagasan apa pun tentang Dia ketika engkau melihat tanda dan mukjizat. Saat ini, engkau rusak dan tidak mampu taat sepenuhnya kepada Tuhan—apakah menurutmu engkau memenuhi syarat untuk melihat tanda dan mukjizat dalam keadaan ini? Saat Tuhan menunjukkan tanda dan mukjizat, itulah waktu ketika Tuhan menghukum manusia, dan juga waktu ketika zaman berubah, dan terlebih lagi, waktu ketika zaman berakhir. Ketika pekerjaan Tuhan dilakukan secara normal, Dia tidak menunjukkan tanda dan mukjizat. Menunjukkan tanda dan mukjizat itu sangat mudah bagi-Nya, tetapi bukan itu prinsip pekerjaan Tuhan, dan itu juga bukan tujuan pengelolaan Tuhan terhadap manusia. Jika manusia melihat tanda dan mukjizat, dan jika tubuh rohani Tuhan menampakkan diri kepada manusia, bukankah seluruh manusia akan percaya kepada Tuhan? Sebelumnya sudah Kukatakan bahwa ada sekelompok pemenang yang didapatkan dari Timur, para pemenang yang berasal dari tengah kesengsaraan besar. Apa yang dimaksud dengan perkataan ini? Itu berarti orang-orang yang telah didapatkan ini baru benar-benar taat setelah menjalani penghakiman dan hajaran, serta penanganan dan pemangkasan, serta berbagai jenis pemurnian. Kepercayaan orang-orang ini tidak samar dan abstrak, tetapi nyata. Mereka belum melihat tanda dan mukjizat atau keajaiban sedikit pun; mereka tidak berbicara tentang huruf-huruf yang tertulis dan doktrin yang sukar dipahami, atau wawasan yang mendalam; sebaliknya, mereka memiliki realitas dan firman Tuhan, dan pengenalan sejati akan kenyataan Tuhan. Bukankah kelompok orang semacam itu lebih mampu untuk memperjelas kuasa Tuhan? Pekerjaan Tuhan selama akhir zaman adalah pekerjaan yang nyata. Selama zaman Yesus, Dia tidak datang untuk meyempurnakan manusia, tetapi menebus manusia, dan karena itu, Dia menunjukkan banyak mukjizat untuk membuat orang mengikuti-Nya. Karena Dia terutama datang untuk menyelesaikan pekerjaan penyaliban, dan menunjukkan tanda bukanlah bagian dari pelayanan-Nya. Tanda dan mukjizat seperti itu adalah pekerjaan yang dilakukan untuk membuat pekerjaan-Nya lebih efektif; semua itu adalah pekerjaan tambahan dan tidak mewakili pekerjaan seluruh zaman. Selama Zaman Hukum Taurat di Perjanjian Lama, Tuhan juga menunjukkan banyak tanda dan mukjizat—tetapi pekerjaan yang Tuhan lakukan pada zaman sekarang adalah pekerjaan yang nyata, dan Dia pasti tidak akan menunjukkan tanda dan mukjizat sekarang ini. Jika Dia menunjukkan tanda dan mukjizat, pekerjaan-Nya yang nyata akan menjadi berantakan, dan Dia tidak akan bisa melakukan pekerjaan lagi. Jika Tuhan mengatakan Dia menggunakan firman untuk menyempurnakan manusia, tetapi juga menunjukkan tanda dan mukjizat, lalu bisakah menjadi jelas apakah manusia benar-benar percaya kepada-Nya atau tidak? Jadi, Tuhan tidak melakukan hal-hal itu. Terlalu banyak agama dalam diri manusia; Tuhan telah datang selama akhir zaman untuk menyingkirkan semua konsep agamawi dan hal-hal supernatural di dalam diri manusia, dan membuat manusia mengenal kenyataan Tuhan. Dia telah datang untuk menyingkirkan gambaran sosok Tuhan yang abstrak dan penuh angan-angan—gambaran sosok Tuhan yang, dengan kata lain, sama sekali tidak ada. Karena itu, satu-satunya yang berharga bagimu saat ini adalah memiliki pengenalan akan realitas! Kebenaran mengalahkan segalanya. Berapa banyak kebenaran yang kaumiliki sekarang? Apakah semua yang menunjukkan tanda dan mukjizat adalah Tuhan? Roh jahat juga bisa menunjukkan tanda dan mukjizat; apakah mereka Tuhan? Dalam kepercayaannya kepada Tuhan, yang manusia cari adalah kebenaran, dan yang dia kejar adalah kehidupan, dan bukannya tanda dan mukjizat. Inilah yang seharusnya menjadi tujuan orang-orang yang percaya kepada Tuhan.

Dikutip dari "Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam pekerjaan yang dikerjakan pada akhir zaman, firman itu lebih berkuasa daripada manisfestasi berbagai tanda dan mukjizat, dan otoritas firman itu jauh melampaui tanda-tanda dan mukjizat. Firman itu menyingkapkan seluruh watak yang rusak dalam hati manusia. Engkau sendiri tidak dapat mengenali watak yang rusak itu. Ketika watak-watak tersebut disingkapkan kepadamu melalui firman, engkau akan secara alami menyadarinya. Engkau tidak akan dapat menyangkalnya, dan engkau akan benar-benar yakin. Bukankah ini menunjukkan otoritas dari firman-Nya? Inilah hasil yang dicapai oleh pekerjaan firman saat ini. Jadi, manusia tidak dapat sepenuhnya diselamatkan dari dosa-dosanya melalui kesembuhan penyakit atau pengusiran roh-roh jahat dan tidak dapat sepenuhnya dilengkapi melalui manifestasi berbagai tanda dan mukjizat. Otoritas untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat hanya memberi kepada manusia kasih karunia, namun daging manusia masih tetap menjadi milik Iblis dan watak Iblis yang rusak masih tetap tinggal dalam dirinya. Dengan kata lain, orang yang belum dijadikan tahir masih menjadi milik dosa dan kenajisan. Hanya setelah manusia dijadikan tahir melalui firman, dia pun telah didapatkan oleh Tuhan dan dia pun menjadi kudus.

Dikutip dari "Misteri Inkarnasi (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sekarang ini, seharusnya jelas bagi engkau semua bahwa, pada akhir zaman, fakta bahwa "Firman menjadi manusia" adalah yang terutama yang digenapi oleh Tuhan. Melalui pekerjaan-Nya yang nyata di bumi, Dia membuat manusia mengenal diri-Nya, dan berhubungan dengan-Nya, dan melihat perbuatan-perbuatan-Nya yang nyata. Dia membuat manusia melihat dengan jelas bahwa Dia dapat memperlihatkan tanda dan keajaiban, tetapi ada pula masa ketika Dia tidak dapat melakukan itu; ini tergantung pada zamannya. Berdasarkan hal ini, engkau dapat melihat bahwa Tuhan bukan tidak mampu memperlihatkan tanda dan keajaiban, melainkan Dia mengubah cara-Nya bekerja sesuai dengan pekerjaan yang harus dilakukan dan sesuai dengan zamannya. Pada tahap pekerjaan yang sekarang ini, Dia tidak memperlihatkan tanda dan keajaiban; bahwa Dia memperlihatkan beberapa tanda dan keajaiban pada zaman Yesus adalah karena pekerjaan-Nya pada zaman itu berbeda. Tuhan tidak melakukan pekerjaan tersebut pada zaman sekarang, dan beberapa orang meyakini bahwa Dia tak mampu memperlihatkan tanda dan keajaiban, atau mereka berpikir jika Dia tidak memperlihatkan tanda dan keajaiban, maka Dia bukanlah Tuhan. Bukankah ini sebuah kekeliruan? Tuhan sanggup memperlihatkan tanda dan keajaiban tetapi Dia sedang bekerja di zaman yang berbeda, dan karena itu Dia tidak melakukan pekerjaan seperti itu. Karena ini adalah zaman yang berbeda, dan karena ini adalah tahap pekerjaan Tuhan yang berbeda, perbuatan-perbuatan yang dinyatakan Tuhan juga berbeda. Kepercayaan manusia kepada Tuhan bukanlah kepercayaan pada tanda dan keajaiban, bukan pula kepercayaan pada mukjizat, melainkan kepercayaan pada pekerjaan-Nya yang nyata selama zaman yang baru. Manusia mengenal Tuhan melalui cara Tuhan bekerja, dan pengenalan ini menghasilkan kepercayaan kepada Tuhan dalam diri manusia, yang artinya, kepercayaan pada pekerjaan dan perbuatan Tuhan. Dalam tahap pekerjaan ini, Tuhan terutama berfirman. Jangan menunggu untuk melihat tanda dan keajaiban; engkau tidak akan melihatnya! Ini karena engkau tidak dilahirkan pada Zaman Kasih Karunia. Jika engkau dilahirkan pada zaman itu, engkau mungkin sudah melihat tanda dan keajaiban, tetapi engkau dilahirkan pada akhir zaman, sehingga engkau hanya dapat melihat kenyataan dan kenormalan diri Tuhan. Jangan berharap melihat Yesus yang supernatural pada akhir zaman. Engkau hanya dapat melihat Tuhan yang berinkarnasi yang nyata, yang tidak ada bedanya dengan manusia normal. Di setiap zaman, Tuhan menyatakan perbuatan-perbuatan yang berbeda. Di setiap zaman, Dia menyatakan sebagian dari perbuatan Tuhan, dan pekerjaan setiap zaman merepresentasikan satu bagian dari watak Tuhan, dan merepresentasikan satu bagian dari perbuatan Tuhan. Perbuatan yang Dia nyatakan berbeda-beda tergantung pada zaman Dia bekerja, tetapi semuanya memberi kepada manusia pengetahuan tentang Tuhan yang lebih mendalam, kepercayaan kepada Tuhan yang lebih nyata dan lebih membumi. Manusia percaya kepada Tuhan oleh karena semua perbuatan Tuhan, karena Tuhan begitu ajaib, begitu besar, karena Dia mahakuasa, dan tidak terselami. Bila engkau percaya kepada Tuhan karena Dia dapat melakukan tanda dan keajaiban dan dapat menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, maka pandanganmu itu salah, dan beberapa orang akan berkata kepadamu: "Bukankah roh-roh jahat juga dapat melakukan hal-hal semacam itu?" Bukankah ini sama saja dengan mencampuradukkan gambaran Tuhan dan gambaran Iblis? Pada zaman sekarang, kepercayaan manusia kepada Tuhan adalah karena perbuatan-Nya yang banyak dan sejumlah besar pekerjaan yang Dia lakukan dan banyak cara yang Dia gunakan untuk berfirman. Tuhan menggunakan perkataan-Nya untuk menaklukkan manusia dan menyempurnakannya. Manusia percaya kepada Tuhan karena perbuatan-Nya yang banyak, bukan karena Dia mampu memperlihatkan tanda dan keajaiban; manusia mengenal-Nya hanya dengan menyaksikan perbuatan-perbuatan-Nya. Hanya dengan mengetahui perbuatan-perbuatan Tuhan yang nyata, cara-Nya bekerja, cara bijaksana yang digunakan-Nya, cara-Nya berfirman, dan cara-Nya menyempurnakan manusia—hanya dengan mengetahui aspek-aspek ini—engkau dapat memahami kenyataan diri Tuhan dan memahami watak-Nya, mengetahui apa yang disukai-Nya, apa yang dibenci-Nya, cara-Nya bekerja dalam diri manusia. Dengan memahami apa yang disukai dan tidak disukai Tuhan, engkau dapat membedakan antara hal-hal yang positif dan yang negatif, dan melalui pengenalanmu akan Tuhan, ada kemajuan dalam hidupmu. Singkatnya, engkau harus mendapatkan pengetahuan tentang pekerjaan Tuhan, dan engkau harus meluruskan pandanganmu mengenai kepercayaan kepada Tuhan.

Dikutip dari "Mengenal Pekerjaan Tuhan pada Zaman Sekarang" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

2. Apakah tanda dan mukjizat bisa menyelamatkan umat manusia atau tidak