2. Cara orang seharusnya mengejar kebenaran agar mencapai perubahan watak dan disempurnakan oleh Tuhan

2. Cara orang seharusnya mengejar kebenaran agar mencapai perubahan watak dan disempurnakan oleh Tuhan

Firman Tuhan yang Relevan:

Dalam pengejaran orang untuk mengalami perubahan dalam watak hidupnya, jalan penerapannya sederhana. Jika dalam pengalaman nyatamu, engkau dapat mengikuti firman yang Roh Kudus ucapkan sekarang ini dan mengalami pekerjaan Tuhan, maka watakmu akan mampu mengalami perubahan. Jika engkau mengikuti apa pun yang Roh Kudus katakan dan mencari apa pun yang Roh Kudus katakan, engkau adalah orang yang menaati-Nya, dan akan ada perubahan dalam watakmu. Watak orang berubah dengan firman Roh Kudus saat ini; jika engkau selalu berpaut pada pengalaman lamamu dan aturan-aturan di masa lalu, watakmu tidak dapat berubah. Jika firman yang Roh Kudus ucapkan pada zaman sekarang memerintahkan kepada semua orang untuk masuk ke dalam kehidupan kemanusiaan yang normal tetapi engkau tetap saja terpaku pada hal-hal lahiriah, dan bingung tentang kenyataan dan tidak menganggapnya serius, maka engkau adalah orang yang telah gagal untuk mengikuti pekerjaan Roh Kudus, orang yang belum masuk ke jalan yang dituntun oleh Roh Kudus. Apakah watakmu dapat berubah atau tidak, itu bergantung pada apakah engkau mengikuti firman yang Roh Kudus ucapkan pada zaman sekarang dan tergantung pada apakah engkau memiliki pengetahuan yang benar atau tidak. Ini tidak sama dengan apa yang engkau semua pahami sebelumnya. Perubahan watak yang engkau pahami sebelumnya adalah bahwa engkau, yang tadinya cepat menghakimi, sekarang sudah berhenti berbicara sembarangan berkat pendisiplinan Tuhan; tetapi itu hanyalah salah satu aspek perubahan. Sekarang ini, hal yang paling penting adalah mengikuti bimbingan Roh Kudus: mengikuti apa pun yang Tuhan katakan, dan menaati apa pun yang Dia katakan. Orang tidak dapat mengubah watak mereka sendiri; mereka harus menjalani penghakiman dan hajaran, penderitaan dan pemurnian oleh firman Tuhan, atau ditangani, didisiplinkan, dan dipangkas oleh firman-Nya. Hanya setelah itulah mereka dapat mencapai ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan, dan tidak lagi bersikap acuh tak acuh terhadap-Nya. Melalui pemurnian oleh firman Tuhan-lah, watak manusia berubah. Hanya melalui penyingkapan, penghakiman, pendisiplinan, dan penanganan oleh firman-Nya mereka tidak akan lagi berani bertindak gegabah, tetapi sebaliknya akan menjadi mantap dan tenang. Hal yang paling penting adalah mereka mampu untuk tunduk pada firman Tuhan zaman sekarang dan pekerjaan-Nya, bahkan sekalipun firman dan pekerjaan itu tidak sejalan dengan pemahaman manusia, mereka mampu menyingkirkan pemahaman tersebut dan dengan rela tunduk. Di masa lalu, pembahasan tentang perubahan watak terutama mengacu pada kemampuan untuk meninggalkan diri sendiri, membiarkan daging menderita, mendisiplinkan tubuh seseorang, dan membersihkan diri dari keinginan daging—yang merupakan salah satu jenis perubahan watak. Di masa sekarang, semua orang tahu bahwa ungkapan nyata perubahan watak adalah menaati firman Tuhan zaman sekarang dan sungguh-sungguh mengenal pekerjaan baru-Nya. Dengan cara ini, pemahaman orang-orang sebelumnya tentang Tuhan, yang diwarnai dengan gagasan mereka sendiri, dapat dihapus dan mereka bisa mendapatkan pengetahuan yang benar dan ketaatan kepada Tuhan—hanya inilah ungkapan perubahan watak yang sejati.

Dikutip dari "Orang-Orang Yang Wataknya Telah Berubah adalah Mereka yang Telah Masuk ke Dalam Kenyataan Firman Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Mengubah watak manusia dimulai dengan mengetahui hakikat dirinya dan melalui perubahan dalam pemikiran, natur, dan pandangan mentalnya—yakni melalui perubahan-perubahan yang mendasar. Hanya dengan cara inilah, perubahan sejati akan tercapai dalam watak manusia. Watak rusak manusia berasal dari keberadaan dirinya yang telah dirusak dan diinjak-injak oleh Iblis, berasal dari kerusakan mengerikan yang telah Iblis sebabkan pada pemikiran, moralitas, wawasan, dan akalnya. Justru karena semua hal mendasar manusia ini telah dirusak oleh Iblis, dan manusia menjadi sama sekali tidak sama seperti ketika Tuhan menciptakan mereka pada mulanya, maka manusia pun menentang Tuhan dan tidak memahami kebenaran. Jadi, perubahan dalam watak manusia harus dimulai dengan perubahan dalam pemikiran, wawasan, dan akalnya yang akan mengubah pengetahuannya tentang Tuhan dan pengetahuannya tentang kebenaran.

Dikutip dari "Memiliki Watak yang Tidak Berubah Berarti Memusuhi Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam hidupnya, jika manusia ingin ditahirkan dan mencapai perubahan dalam wataknya, jika ia ingin hidup dalam kehidupan yang bermakna dan memenuhi tugasnya sebagai makhluk ciptaan, ia harus menerima hajaran dan penghakiman Tuhan dan tidak membiarkan disiplin Tuhan dan pukulan-Nya menjauh darinya, agar ia dapat membebaskan diri dari manipulasi dan pengaruh Iblis, dan hidup di dalam terang Tuhan. Ketahuilah bahwa hajaran dan penghakiman Tuhan adalah terang, serta terang keselamatan manusia, dan tidak ada berkat, kasih karunia, atau perlindungan yang lebih baik bagi manusia. Manusia hidup di bawah pengaruh Iblis, dan berada di dalam daging; jika ia tidak ditahirkan dan tidak menerima perlindungan Tuhan, manusia akan menjadi semakin bejat. Jika ia ingin mengasihi Tuhan, ia harus ditahirkan dan diselamatkan. Petrus berdoa, "Tuhan, ketika Engkau memperlakukan aku dengan baik, aku senang dan merasa nyaman; ketika Engkau menghajarku, aku merasakan kenyamanan dan sukacita yang bahkan lebih besar. Sekalipun aku lemah dan menanggung penderitaan yang tak terkatakan, meskipun ada air mata dan kesedihan, Engkau tahu bahwa kesedihan ini adalah karena ketidaktaatanku dan kelemahanku. Aku meratap karena tidak dapat memuaskan keinginan-Mu, aku merasa sedih dan menyesal karena tidak cukup memadai sesuai dengan tuntutan-Mu, tetapi aku bersedia mencapai ranah ini, aku bersedia melakukan segala yang bisa kuperbuat demi memuaskan hati-Mu. Hajaranmu telah mendatangkan perlindungan bagiku dan memberiku keselamatan terbaik; penghakiman-Mu jauh melebihi toleransi dan kesabaran-Mu. Tanpa hajaran dan penghakiman-Mu, aku tidak akan menikmati belas kasih dan kasih setia-Mu. Hari ini, telah kulihat lebih banyak lagi bahwa kasih-Mu telah melampaui langit dan mengatasi segala sesuatu yang lain. Kasih-Mu bukan hanya belas kasih dan kasih setia; bahkan terlebih lagi, itu adalah hajaran dan penghakiman. Hajaran dan penghakiman-Mu telah memberiku begitu banyak. Tanpa hajaran dan penghakiman-Mu, tak seorang pun bisa ditahirkan, dan tak seorang pun dapat mengalami kasih Sang Pencipta."

Dikutip dari "Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Jika engkau ingin disucikan dari kerusakan dan mengalami perubahan dalam watak hidupmu, engkau harus mencintai kebenaran dan memiliki kemampuan untuk menerima kebenaran. Apa artinya menerima kebenaran? Menerima kebenaran menunjukkan bahwa apa pun jenis watak rusak yang kaumiliki, atau racun si naga merah yang sangat besar mana yang ada dalam naturmu, engkau mengakuinya ketika itu disingkapkan oleh firman Tuhan, dan tunduk pada firman Tuhan ini; engkau menerimanya tanpa syarat, tanpa mencari-cari alasan apa pun atau berusaha memilah dan memilih, dan engkau mulai mengenal dirimu sendiri berdasarkan pada apa yang Dia katakan. Inilah artinya menerima firman Tuhan. Apa pun yang Dia katakan, sebanyak apa pun perkataan-Nya yang mungkin menembus hatimu, dan apa pun firman yang Dia pakai, engkau dapat menerimanya selama apa yang Dia katakan adalah kebenaran, dan engkau dapat mengakuinya selama itu sesuai dengan kenyataan. Engkau dapat tunduk pada firman Tuhan terlepas dari seberapa dalam engkau memahaminya, dan engkau menerima dan tunduk pada terang yang disingkapkan oleh Roh Kudus dan yang dipersekutukan oleh saudara-saudarimu. Ketika orang semacam itu telah mengejar kebenaran sampai pada titik tertentu, dia dapat memperoleh kebenaran dan mencapai perubahan dalam wataknya. Bahkan jika mereka yang tidak mencintai kebenaran mungkin memiliki sisi kemanusiaan yang baik, dalam hal berhubungan dengan kebenaran, mereka adalah orang yang bodoh dan tidak memperlakukannya dengan serius. Meskipun mereka mungkin mampu melakukan beberapa perbuatan baik, dan dapat mengorbankan dirinya untuk Tuhan, serta mampu melepaskan keduniawian, mereka tidak dapat mencapai perubahan watak.

Dikutip dari "Cara Mengenal Natur Manusia" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Kunci untuk orang mencapai perubahan dalam wataknya adalah dengan mengenal naturnya sendiri, dan ini harus terjadi sesuai dengan penyingkapan dari Tuhan. Hanya dalam firman Tuhanlah, orang dapat mengetahui naturnya sendiri yang mengerikan, mengenali berbagai racun Iblis dalam naturnya sendiri, menyadari bahwa dirinya bodoh dan bebal, dan mengenali unsur-unsur lemah dan negatif dalam naturnya. Setelah ini sepenuhnya diketahui, dan engkau benar-benar mampu membenci dirimu sendiri dan meninggalkan daging, secara konsisten melakukan firman Tuhan, dan memiliki kemauan untuk sepenuhnya tunduk pada Roh Kudus dan firman Tuhan, maka engkau telah mulai menapaki jalan Petrus. Tanpa kasih karunia Tuhan, dan tanpa pencerahan dan tuntutan dari Roh Kudus, akan sangat sulit menapaki jalan ini, karena orang-orang tidak memiliki kebenaran dan tidak mampu mengkhianati dirinya sendiri. Menapaki jalan Petrus untuk disempurnakan terutama tergantung pada ketetapan hati, memiliki iman, dan mengandalkan Tuhan. Selain itu, orang harus tunduk pada pekerjaan Roh Kudus; dalam segala sesuatu, orang tidak sanggup jika tanpa firman Tuhan. Ini adalah aspek-aspek kuncinya, tidak boleh ada satu pun darinya yang dilanggar. Mengenal diri sendiri melalui pengalaman sangatlah sulit; tanpa pekerjaan Roh Kudus, sangatlah sukar untuk memasukinya. Untuk menapaki jalan Petrus, orang harus berkonsentrasi untuk mengenal dirinya sendiri dan mengubah wataknya.

Dikutip dari "Mengenal Diri Sendiri Terutama Adalah Tentang Mengenal Natur Manusia" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Perubahan watak berarti engkau telah memahami dan mengalami kebenaran, dan kebenaran telah menjadi hidupmu. Di masa lalu, engkau memahami kebenaran tentang masalah ini, tetapi engkau tidak mampu menerapkan kebenaran tersebut; kebenaran hanyalah sebuah doktrin bagimu yang tidak melekat. Sekarang setelah watakmu berubah, engkau tidak hanya memahami kebenaran, tetapi engkau juga melakukan penerapan sesuai dengan kebenaran tersebut. Sekarang engkau dapat melepaskan hal-hal yang engkau sukai di masa lalu, hal-hal yang dahulu bersedia engkau lakukan, juga imajinasimu, dan gagasanmu. Engkau sekarang mampu melepaskan hal-hal yang sebelumnya tidak dapat engkau lepaskan. Inilah perubahan watak, dan inilah juga proses mengubah watakmu. Mungkin kedengarannya cukup sederhana, tetapi sebenarnya, seseorang yang berada di tengah proses ini pasti mengalami banyak kesukaran, harus mengalahkan tubuhnya, dan harus meninggalkan aspek kedagingan yang merupakan bagian dari naturnya. Orang semacam itu juga harus menjalani penanganan dan pemangkasan, hajaran dan penghakiman, serta ujian dan pemurnian. Setelah mengalami semua ini, barulah orang dapat sedikit memahami naturnya sendiri. Namun, setelah memiliki sedikit pemahaman tentang naturnya, bukan berarti bahwa orang dapat langsung berubah; orang harus menanggung kesukaran selama prosesnya. Demikian pula, dapatkah engkau langsung menerapkan kebenaran begitu mendapatkan sedikit pemahaman tentang suatu perkara? Engkau tidak dapat mulai dengan segera menerapkannya. Sementara engkau memiliki pemahaman, orang lain memangkasmu dan menanganimu, dan kemudian lingkungan mendesakmu, memaksamu untuk bertindak sesuai dengan kebenaran prinsip. Terkadang, orang tidak mau melalui semua ini, dengan mengatakan, "Mengapa aku tidak boleh melakukannya seperti itu? Apakah aku harus melakukannya dengan cara seperti ini?" Orang lain berkata, "Jika engkau percaya kepada Tuhan, engkau harus melakukannya dengan cara seperti ini. Melakukan seperti ini sesuai dengan kebenaran." Pada saat orang mencapai titik tertentu di mana mereka telah mengalami beberapa ujian dan akhirnya memahami kehendak Tuhan dan beberapa kebenaran, mereka akan merasa cukup senang dan bersedia bertindak sesuai dengan kebenaran prinsip. Manusia pada mulanya enggan menerapkan kebenaran. Sebagai contoh, melaksanakan tugas seseorang dengan taat: engkau memahami tentang pelaksanaan tugasmu dan ketaatanmu kepada Tuhan, dan engkau juga memahami kebenaran yang terkait, tetapi kapankah engkau akan dapat sepenuhnya taat kepada Tuhan? Kapankah engkau dapat melaksanakan tugasmu dalam nama dan dalam perbuatan? Ini akan membutuhkan proses. Selama proses ini, engkau bisa saja mengalami banyak kesulitan. Beberapa orang mungkin menanganimu, dan yang lain mungkin mengkritikmu. Mata setiap orang akan tertuju kepadamu, dan baru setelah itulah, engkau akan mulai menyadari bahwa engkau di pihak yang salah dan bahwa engkau adalah orang yang telah melakukan tugasmu dengan buruk, bahwa kurangnya pengabdian dalam melakukan tugasmu tidaklah bisa diterima, dan bahwa engkau tidak boleh ceroboh atau asal-asalan. Roh Kudus akan mencerahkanmu dari dalam dan menegurmu ketika engkau melakukan kesalahan. Selama proses ini, engkau akan memahami beberapa hal tentang dirimu sendiri dan akan mengetahui bahwa engkau terlalu kotor. Engkau memendam terlalu banyak motif pribadi, dan terlalu banyak keinginan tidak wajar dalam melaksanakan tugasmu. Setelah engkau memahami esensi dari semua hal ini, engkau dapat datang ke hadapan Tuhan dalam doa dan benar-benar bertobat; dengan cara inilah, engkau dapat ditahirkan dari ketidakmurnian itu. Jika dalam hal ini, engkau sering mencari kebenaran untuk menyelesaikan masalah praktismu sendiri, engkau akan secara bertahap memasuki jalur yang benar dalam imanmu. Semakin watak seseorang yang rusak dimurnikan, semakin watak hidup mereka akan berubah.

Dikutip dari "Apa yang Harus Diketahui tentang Mengubah Watak Seseorang" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Dalam memercayai Tuhan, jika manusia menginginkan perubahan watak, maka mereka tidak boleh melepaskan diri dari kehidupan nyata. Dalam kehidupan nyata, engkau harus mengenal dirimu, meninggalkan dirimu sendiri, melakukan kebenaran, serta mempelajari prinsip-prinsip, akal sehat, dan aturan-aturan berperilaku dalam segala hal sebelum engkau mampu mencapai perubahan bertahap. Jika engkau hanya berfokus pada pengetahuan teoretis dan hanya hidup dalam upacara keagamaan tanpa mendalami realitas, tanpa masuk ke dalam kehidupan nyata, engkau tidak akan pernah memasuki realitas, engkau tidak akan pernah mengenal dirimu sendiri, kebenaran, atau Tuhan, dan akan selamanya buta dan abai. Pekerjaan Tuhan dalam menyelamatkan manusia bukanlah untuk memungkinkan mereka menjalani kehidupan manusia yang normal setelah jangka waktu singkat, dan bukan pula untuk mengubah gagasan dan doktrin mereka yang salah. Sebaliknya, tujuan-Nya adalah untuk mengubah watak lama manusia, mengubah cara hidup lama mereka secara keseluruhan, dan mengubah semua cara berpikir dan pandangan mental mereka yang sudah ketinggalan zaman. Berfokus hanya pada kehidupan bergereja tidak akan mengubah kebiasaan lama dalam hidup seseorang atau mengubah cara-cara lama yang telah mereka jalani selama bertahun-tahun. Bagaimanapun juga, manusia tidak boleh melepaskan diri dari kehidupan nyata. Tuhan meminta manusia untuk hidup dalam kemanusiaan yang normal dalam kehidupan nyata, bukan hanya dalam kehidupan bergereja; agar mereka hidup dalam kebenaran dalam kehidupan nyata, bukan hanya dalam kehidupan bergereja; agar mereka memenuhi fungsi mereka dalam kehidupan nyata, bukan hanya dalam kehidupan bergereja. Untuk memasuki realitas, orang harus mengarahkan semuanya ke kehidupan nyata. Jika dalam memercayai Tuhan, manusia tidak dapat mengenal diri mereka sendiri melalui jalan masuk ke dalam kehidupan nyata, dan jika mereka tidak dapat hidup dalam kemanusiaan yang benar dalam kehidupan nyata, mereka akan menjadi orang yang gagal. Mereka yang tidak menaati Tuhan semuanya adalah orang yang tidak bisa memasuki kehidupan nyata. Merekalah manusia yang membicarakan kemanusiaan, tetapi hidup dalam natur setan. Mereka semua adalah orang-orang yang membicarakan kebenaran, tetapi justru hidup dalam doktrin. Mereka yang tidak bisa hidup dalam kebenaran dalam kehidupan nyata adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan, tetapi dibenci dan ditolak-Nya. Engkau harus menerapkan jalan masukmu dalam kehidupan nyata, mengetahui kekuranganmu sendiri, ketidaktaatan dan kebodohanmu, serta mengenal kelemahan dan kemanusiaanmu yang tidak normal. Dengan begitu, pengetahuanmu akan menyatu ke dalam situasi dan kesulitan nyatamu. Hanya pengetahuan jenis inilah yang nyata dan dapat memungkinkanmu untuk benar-benar mengenal kondisimu dan mencapai perubahan watakmu.

Dikutip dari "Membahas Kehidupan Bergereja dan Kehidupan Nyata" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ada sebuah aturan dalam cara Tuhan menyempurnakan manusia, yaitu Dia menerangimu dengan menggunakan bagian yang diinginkan dalam dirimu sehingga engkau memiliki jalan penerapan dan mampu memisahkan dirimu dari semua keadaan negatif, menolong jiwamu untuk mencapai kelepasan dan membuatmu lebih mampu untuk mengasihi Tuhan. Dengan cara ini, engkau mampu menyingkirkan watak rusak Iblis dalam dirimu. Engkau menjadi apa adanya dan terbuka, bersedia untuk mengenal dirimu sendiri, dan bersedia untuk menerapkan kebenaran. Tuhan tentu akan memberkatimu, sehingga saat engkau merasa lemah dan negatif, Dia menerangimu dua kali lipat, menolongmu untuk lebih mengenal dirimu sendiri, dan membuatmu lebih rela bertobat, lebih mampu melakukan hal-hal yang harus engkau lakukan. Hanya dengan cara demikian hatimu bisa merasa damai dan tenteram. Orang yang biasa menaruh perhatian untuk mengenal Tuhan, menaruh perhatian untuk mengenal dirinya sendiri, menaruh perhatian pada penerapannya sendiri, dia akan mampu untuk sering menerima pekerjaan Tuhan, sering menerima bimbingan dan pencerahan dari Tuhan. Meskipun orang seperti itu mungkin berada dalam keadaan negatif, dia akan mampu untuk segera membalikkan keadaan tersebut, baik karena tindakan yang didasari hati nurani ataupun karena pencerahan dari firman Tuhan. Perubahan watak seseorang selalu tercapai ketika dia mengetahui keadaannya yang sebenarnya dan mengetahui watak serta pekerjaan Tuhan. Seseorang yang bersedia mengenal dirinya sendiri dan bersedia membuka diri akan mampu untuk melakukan kebenaran. Orang semacam ini adalah orang yang setia kepada Tuhan, dan orang yang setia kepada Tuhan memiliki pemahaman akan Tuhan, baik itu pemahaman yang dalam ataupun dangkal, sedikit ataupun banyak. Ini merupakan kebenaran Tuhan, dan ini adalah sesuatu yang harus orang dapatkan; ini merupakan pencapaian mereka sendiri. Orang yang memiliki pengetahuan tentang Tuhan adalah orang yang memiliki landasan, yang memiliki visi. Orang semacam ini yakin tentang daging Tuhan, dan yakin tentang firman Tuhan dan pekerjaan Tuhan. Bagaimanapun cara Tuhan bekerja atau berfirman, atau bagaimanapun orang lain menimbulkan gangguan, dia bisa berdiri teguh dalam keyakinannya dan menjadi kesaksian bagi Tuhan. Semakin orang bersikap seperti ini, semakin dia dapat melakukan kebenaran yang dia pahami. Karena dia selalu menerapkan firman Tuhan, dia mendapatkan lebih banyak pemahaman tentang Tuhan, dan memiliki kebulatan tekad untuk selamanya menjadi kesaksian bagi Tuhan.

Dikutip dari "Hanya Mereka yang Berfokus pada Penerapan yang Dapat Disempurnakan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kini, yang terutama harus engkau semua cari adalah disempurnakan oleh Tuhan dalam segala hal, dan disempurnakan oleh Tuhan melalui semua orang, persoalan, dan hal-hal yang kauhadapi, sehingga semakin banyak diri Tuhan yang akan ditempakan ke dalam dirimu. Engkau harus terlebih dulu menerima warisan Tuhan di bumi; baru setelah itulah engkau berhak untuk menerima berkat yang lebih banyak dan lebih besar dari Tuhan. Semua itu adalah hal-hal yang harus engkau semua cari, dan hal-hal yang harus engkau semua pahami sebelum memahami hal-hal yang lainnya. Semakin engkau berusaha agar dapat disempurnakan oleh Tuhan dalam segala hal, semakin engkau akan dapat melihat tangan Tuhan dalam segala hal, sebagai hasilnya engkau akan, melalui berbagai sudut pandang dan berbagai persoalan, secara aktif berusaha masuk ke dalam keberadaan firman Tuhan dan dan masuk ke dalam kenyataan firman-Nya. Engkau tidak boleh merasa puas dengan keadaan-keadaan pasif seperti sekadar tidak berbuat dosa, atau tidak memiliki gagasan, falsafah kehidupan, dan tanpa kehendak manusia. Tuhan menyempurnakan manusia dengan banyak cara; dalam segala hal terdapat kemungkinan untuk disempurnakan, dan Dia dapat menyempurnakanmu tidak hanya dalam hal positif tetapi juga dalam hal negatif, untuk membuat apa yang kaudapatkan lebih melimpah. Setiap hari ada kesempatan untuk disempurnakan dan didapatkan oleh Tuhan. Setelah mengalami hal ini selama beberapa waktu, engkau akan mengalami perubahan besar, dan akan secara alami memahami banyak hal yang sebelumnya tidak kaumengerti. Tanpa perlu diajari orang lain, tanpa sepengetahuanmu, Tuhan akan mencerahkanmu, sehingga engkau akan menerima pencerahan dalam segala hal dan masuk ke dalam semua pengalamanmu secara terperinci. Tuhan pasti akan membimbingmu sehingga engkau tidak akan menyimpang ke kiri atau ke kanan dan dengan demikian engkau akan menginjakkan kaki di jalan untuk disempurnakan oleh-Nya.

Disempurnakan oleh Tuhan tidak dapat dibatasi pada penyempurnaan dengan makan dan minum firman Tuhan. Pengalaman seperti ini akan menjadi terlalu berat sebelah, akan mencakup terlalu sedikit, dan hanya dapat membatasi manusia pada lingkup yang sangat kecil. Akibatnya, manusia akan kekurangan banyak makanan rohani yang mereka butuhkan. Jika engkau semua ingin disempurnakan oleh Tuhan, engkau harus belajar bagaimana mengalami segala sesuatu, dan mampu mendapatkan pencerahan dalam segala hal yang terjadi padamu. Entah itu baik atau buruk, itu harus memberimu manfaat, dan tidak boleh membuatmu menjadi negatif. Bagaimanapun, engkau harus dapat mempertimbangkan segala sesuatu sementara berdiri di pihak Tuhan, dan tidak menganalisis atau mempelajarinya dari sudut pandang manusia (ini akan menjadi penyimpangan dalam pengalamanmu). Jika engkau mengalaminya, hatimu akan dipenuhi dengan beban hidupmu; engkau akan selalu hidup dalam terang wajah Tuhan, tidak mudah menyimpang dalam penerapanmu. Orang semacam ini memiliki masa depan yang cerah. Ada begitu banyak kesempatan untuk disempurnakan oleh Tuhan. Semua itu tergantung pada apakah engkau semua benar-benar mengasihi Tuhan atau tidak dan apakah engkau semua memiliki tekad untuk disempurnakan oleh Tuhan, didapatkan oleh Tuhan, dan menerima berkat serta warisan-Nya. Memiliki tekad semata tidaklah cukup; engkau semua harus memiliki banyak pengetahuan, kalau tidak, engkau semua akan selalu menyimpang dalam penerapanmu. Tuhan bersedia menyempurnakan engkau semua. Seperti sekarang, meski kebanyakan orang telah sekian lama menerima pekerjaan Tuhan, mereka telah membatasi diri mereka hanya dengan menikmati kasih karunia Tuhan, dan hanya bersedia mengizinkan Tuhan memberi mereka sedikit kenyamanan daging, tetapi tidak ingin menerima penyingkapan yang lebih banyak dan lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa hati manusia tetap selalu berada di dunia. Walaupun pekerjaan manusia, pelayanannya, serta hatinya yang mengasihi Tuhan memiliki lebih sedikit ketidakmurnian, jika berbicara mengenai esensi hatinya dan cara berpikirnya yang terbelakang, manusia masih terus-menerus mencari kedamaian dan kenikmatan daging, dan tidak memedulikan apa yang menjadi syarat dan tujuan Tuhan menyempurnakan manusia. Karena itu, kehidupan kebanyakan manusia masih vulgar dan bermartabat rendah. Kehidupan mereka belum berubah sedikit pun; mereka sama sekali tidak menganggap iman kepada Tuhan sebagai hal yang penting; seolah-olah mereka memiliki iman hanya demi orang lain, hidup seenaknya, dan bertahan hidup dengan ceroboh, hanyut dalam keberadaan yang tanpa tujuan. Sedikit sekali yang mampu berusaha untuk masuk ke dalam firman Tuhan dalam segala hal, mendapatkan segala sesuatu lebih banyak dan lebih kaya, menjadi orang-orang yang memiliki kekayaan lebih besar dalam rumah Tuhan di masa sekarang, dan menerima lebih banyak berkat Tuhan. Jika engkau berusaha untuk disempurnakan oleh Tuhan dalam segala hal, dan dapat menerima apa yang telah Tuhan janjikan di bumi; jika engkau berusaha untuk dicerahkan oleh Tuhan dalam segala hal dan tidak membiarkan waktu berlalu dengan sia-sia, inilah jalan yang ideal untuk masuk secara aktif. Hanya dengan cara inilah, engkau akan menjadi layak dan berhak untuk disempurnakan oleh Tuhan.

Dikutip dari "Janji-Janji bagi Mereka yang Telah Disempurnakan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Jika engkau ingin dipakai dan disempurnakan oleh Tuhan, engkau harus memiliki semuanya: kemauan untuk menderita, iman, daya tahan, ketaatan, dan kemampuan untuk mengalami pekerjaan Tuhan, memahami kehendak-Nya, mau memikirkan kesedihan-Nya, dan lain sebagainya. Menyempurnakan seseorang tidaklah mudah, dan setiap pemurnian yang engkau alami membutuhkan iman dan kasihmu. Jika engkau ingin disempurnakan oleh Tuhan, tidaklah cukup untuk sekadar bergegas di jalan, juga tidak cukup sekadar mengorbankan diri bagi Tuhan. Engkau harus memiliki banyak hal supaya bisa menjadi seseorang yang disempurnakan oleh Tuhan. Ketika menghadapi penderitaan, engkau harus mampu untuk tidak memedulikan daging dan tidak mengeluh kepada Tuhan. Ketika Tuhan menyembunyikan diri-Nya darimu, engkau harus mampu memiliki iman untuk mengikuti-Nya, menjaga kasihmu kepada-Nya tanpa membiarkan kasih itu hilang atau berkurang. Apa pun yang Tuhan lakukan, engkau harus tunduk pada rancangan-Nya, dan siap untuk mengutuki dagingmu sendiri daripada mengeluh kepada-Nya. Ketika dihadapkan pada ujian, engkau harus memuaskan Tuhan, meskipun engkau mungkin menangis getir atau merasa enggan berpisah dengan beberapa objek yang engkau kasihi. Hanya inilah kasih dan iman yang sejati. Bagaimanapun tingkat pertumbuhanmu yang sebenarnya, engkau pertama-tama harus memiliki keinginan untuk menderita dan memiliki iman yang sejati, dan engkau juga harus memiliki keinginan untuk meninggalkan daging. Engkau harus mau menanggung kesulitan pribadi dan kehilangan kepentingan pribadi demi memuaskan kehendak Tuhan. Engkau juga harus mampu merasakan penyesalan tentang dirimu sendiri di dalam hatimu: di masa lalu, engkau tidak mampu memuaskan Tuhan dan sekarang, engkau dapat menyesali dirimu. Engkau tidak boleh kurang dalam satu pun dari hal-hal ini—melalui hal-hal inilah Tuhan akan menyempurnakanmu. Jika engkau tidak dapat memenuhi kriteria ini, engkau tidak bisa disempurnakan.

Dikutip dari "Mereka yang Akan Disempurnakan Harus Mengalami Pemurnian" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Jika pengetahuan manusia tentang dirinya sendiri terlalu dangkal, mereka akan mendapati bahwa mustahil bagi mereka untuk menyelesaikan masalah, dan watak hidup mereka sama sekali tidak akan berubah. Manusia perlu mengenal dirinya sendiri pada tingkat yang mendalam, yang berarti mengenal naturnya sendiri: unsur-unsur apa yang termasuk dalam natur tersebut, bagaimana hal-hal ini bermula, dan dari mana datangnya semua itu. Selain itu, apakah engkau benar-benar dapat membenci hal-hal ini? Sudahkah engkau melihat jiwamu yang buruk dan naturmu yang jahat? Jika engkau benar-benar dapat melihat kebenaran tentang dirimu, engkau akan mulai membenci dirimu sendiri. Ketika engkau membenci dirimu sendiri dan kemudian melakukan firman Tuhan, engkau akan dapat meninggalkan daging dan memiliki kekuatan untuk melakukan kebenaran tanpa kesulitan. Mengapa banyak orang mengikuti keinginan daging mereka? Karena mereka menganggap diri mereka cukup baik, merasa bahwa tindakan mereka benar dan dapat dibenarkan, bahwa mereka tidak memiliki kesalahan, dan bahkan merasa diri mereka sepenuhnya benar, oleh karena itulah, mereka mampu bertindak dengan asumsi bahwa keadilan ada di pihak mereka. Ketika seseorang mengenali seperti apa natur dirinya yang sebenarnya—betapa buruk, hina, dan menyedihkan naturnya—maka orang itu tidak terlalu bangga akan dirinya sendiri, tidak terlalu sombong, dan tidak begitu senang dengan dirinya sendiri seperti sebelumnya. Orang seperti itu merasa, "Aku harus bersungguh-sungguh dan rendah hati serta menerapkan beberapa firman Tuhan. Jika tidak, aku tidak akan memenuhi standar menjadi manusia, dan akan malu untuk hidup di hadirat Tuhan." Dia kemudian benar-benar memandang dirinya sendiri tidak berharga, benar-benar tidak berarti. Pada saat ini, menjadi mudah baginya untuk melakukan kebenaran, dan dia akan tampak seperti manusia yang seharusnya. Hanya ketika manusia benar-benar membenci dirinya sendiri barulah mereka dapat meninggalkan daging. Jika mereka tidak membenci dirinya sendiri, mereka tidak akan dapat meninggalkan daging. Benar-benar membenci diri sendiri terdiri dari beberapa hal: pertama, mengenal naturnya sendiri; dan kedua, melihat dirinya sendiri miskin dan menyedihkan, melihat dirinya sendiri sangat kecil dan tidak penting, dan melihat jiwanya yang menyedihkan dan kotor. Ketika dia sepenuhnya melihat siapa dirinya yang sebenarnya, dan hasil ini dicapai, barulah dia benar-benar mendapatkan pengetahuan tentang dirinya sendiri, dan dapat dikatakan bahwa dia telah mengenal dirinya sepenuhnya. Baru pada saat itulah, dia dapat benar-benar membenci dirinya sendiri, bahkan sampai mengutuk dirinya sendiri, dan benar-benar merasa bahwa dia telah sangat dirusak oleh Iblis, sedemikian rupa sampai-sampai dia bahkan tidak menyerupai manusia. Kemudian, suatu hari, ketika ancaman kematian muncul, orang seperti itu akan berpikir, "Ini adalah hukuman Tuhan yang adil. Tuhan memang adil; aku pantas mati!" Pada titik ini, dia tidak akan menyimpan keluhan, apalagi menyalahkan Tuhan, semata-mata merasa bahwa dirinya sangat membutuhkan dan memprihatinkan, sangat kotor dan rusak sehingga dia harus dimusnahkan oleh Tuhan, dan jiwa seperti jiwanya tidak layak untuk hidup di bumi. Pada titik ini, orang ini tidak akan menentang Tuhan, apalagi mengkhianati Tuhan. Jika dia tidak mengenal dirinya sendiri, dan masih menganggap dirinya cukup baik, ketika kematian datang, orang ini akan berpikir, "Aku telah beriman dengan baik. Betapa kerasnya aku telah mencari! Aku telah memberi begitu banyak, aku telah sangat menderita, tetapi pada akhirnya, Tuhan sekarang memintaku untuk mati. Aku tidak tahu di mana keadilan Tuhan. Mengapa Dia memintaku untuk mati? Jika bahkan orang sepertiku harus mati, lalu siapa yang akan diselamatkan? Bukankah umat manusia akan berakhir?" Pertama, orang ini memiliki gagasan tertentu tentang Tuhan. Kedua, orang ini sedang mengeluh, dan tidak menunjukkan ketundukan sedikit pun. Ini sama seperti Paulus: ketika dia hampir mati, dia tidak mengenal dirinya sendiri, dan pada saat hukuman Tuhan sudah dekat, sudah terlambat untuk bertobat.

Dikutip dari "Mengenal Diri Sendiri Terutama Adalah Tentang Mengenal Natur Manusia" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Yang dicari Petrus adalah mengenal dirinya sendiri dan memahami apa yang disingkapkan dalam dirinya melalui pemurnian firman Tuhan dan dalam berbagai ujian yang Tuhan berikan untuknya. Ketika dia benar-benar memahami dirinya sendiri, Petrus menyadari betapa sangat rusaknya manusia, dan betapa tidak berharga dan tidak layaknya manusia melayani Tuhan, dan bahwa mereka tidak layak hidup di hadapan-Nya. Petrus kemudian bersujud di hadapan Tuhan. Pada akhirnya, Dia berpikir, "Mengenal Tuhan adalah hal yang paling berharga! Jika aku mati sebelum mengenal Dia, itu akan sangat menyedihkan; aku merasa mengenal Tuhan adalah hal yang paling penting dan paling bermakna. Jika manusia tidak mengenal Tuhan, dia tidak layak untuk hidup, dan dia tidak memiliki kehidupan." Pada saat pengalaman Petrus telah mencapai titik ini, dia telah mengerti naturnya sendiri dan mendapatkan pemahaman yang relatif baik tentang hal itu. Meskipun dia mungkin tidak akan bisa menjelaskannya dengan gamblang seperti orang-orang masa kini, Petrus memang telah mencapai keadaan ini. Karena itu, mengejar kehidupan dan mencapai kesempurnaan oleh Tuhan membutuhkan mengetahui natur orang dari dalam perkataan Tuhan, serta memahami aspek-aspek dari natur orang dan menggambarkannya secara akurat dalam kata-kata, berbicara dengan jelas dan terus terang. Hanya inilah yang disebut benar-benar mengenal dirimu sendiri, dan engkau akan mencapai hasil yang dituntut oleh Tuhan. Jika pengetahuanmu belum mencapai titik ini, tetapi engkau mengaku mengenal dirimu sendiri dan berkata bahwa engkau telah mendapatkan kehidupan, bukankah engkau hanya menyombongkan diri? Engkau tidak mengenal dirimu sendiri, engkau juga tidak tahu siapa dirimu di hadapan Tuhan, apakah engkau telah benar-benar memenuhi standar menjadi manusia, atau berapa banyak unsur iblis yang masih kaumiliki di dalam dirimu. Engkau masih belum jelas tentang milik siapakah engkau, dan engkau bahkan tidak memiliki pengetahuan diri—jadi bagaimana bisa engkau memiliki nalar di hadapan Tuhan? Ketika Petrus mengejar kehidupan, dia berfokus untuk memahami dirinya sendiri dan mengubah wataknya selama masa ujiannya, dan dia berjuang untuk mengenal Tuhan, dan pada akhirnya, dia berpikir, "Manusia harus mencari pemahaman tentang Tuhan dalam hidup; mengenal Dia adalah hal yang paling penting. Jika aku tidak mengenal Tuhan, aku tidak bisa beristirahat dengan tenang ketika aku mati. Begitu aku mengenal-Nya, jika Tuhan kemudian membuatku mati, aku tetap akan merasa paling bersyukur untuk mengalaminya; aku tidak akan mengeluh sedikit pun, dan seluruh hidupku akan dipuaskan." Petrus tidak dapat memperoleh tingkat pemahaman ini atau mencapai titik ini segera setelah dia mulai percaya kepada Tuhan; pertama-tama dia harus menjalani banyak ujian. Pengalamannya harus mencapai tonggak sejarah tertentu, dan dia harus benar-benar memahami dirinya sendiri, sebelum dia bisa merasakan nilai mengenal Tuhan. Karena itu, jalan yang ditempuh Petrus adalah jalan untuk mendapatkan kehidupan dan disempurnakan; inilah aspek yang menjadi fokus utama penerapan spesifiknya.

Dikutip dari "Cara Menempuh Jalan Petrus" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Ketika orang menjejakkan kaki pada jalan penyempurnaan, watak lama mereka mampu untuk berubah. Bahkan, hidup mereka terus bertumbuh dan mereka secara berangsur-angsur masuk lebih mendalam ke dalam kebenaran. Mereka mampu membenci dunia dan semua orang yang tidak mengejar kebenaran. Mereka khususnya membenci diri mereka sendiri, tetapi lebih dari itu, mereka mengenal diri mereka sendiri dengan jelas. Mereka mau hidup sesuai kebenaran dan menjadikan pengejaran mereka akan kebenaran sebagai tujuan. Mereka tidak mau hidup dalam pemikiran yang dihasilkan otak mereka sendiri, dan mereka merasa benci dengan sikap merasa diri benar, keangkuhan, dan kesombongan manusia. Mereka berbicara dengan rasa kesopanan yang kuat, menangani segala sesuatu dengan kearifan dan hikmat, serta setia dan taat kepada Tuhan. Jika mereka mengalami hajaran dan penghakiman, mereka bukan hanya tidak menjadi pasif atau lemah, tetapi mereka bersyukur untuk hajaran dan penghakiman dari Tuhan. Mereka percaya bahwa mereka tidak bisa hidup tanpa hajaran dan penghakiman Tuhan, bahwa itu melindungi mereka. Mereka tidak mengejar iman untuk mendapatkan kedamaian dan sukacita atau mencari makanan demi memuaskan rasa lapar mereka. Mereka juga tidak mengejar kesenangan daging yang sementara. Inilah yang terjadi pada mereka yang disempurnakan.

Dikutip dari "Fakta Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Jika dalam keyakinannya kepada Tuhan, manusia tidak serius tentang masalah-masalah kehidupan, tidak berupaya masuk ke dalam kebenaran, tidak mengejar perubahan dalam wataknya, apalagi mengejar pengetahuan akan pekerjaan Tuhan, dia tidak bisa disempurnakan. Jika ingin disempurnakan, maka engkau harus memahami pekerjaan Tuhan. Terutama, engkau harus memahami pentingnya hajaran dan penghakiman-Nya, dan mengapa pekerjaan ini dilakukan terhadap manusia. Apakah engkau sanggup menerima? Selama hajaran semacam ini, apakah engkau dapat mencapai pengalaman dan pengetahuan yang sama seperti Petrus? Jika engkau mengejar pengetahuan akan Tuhan dan pekerjaan Roh Kudus, dan jika engkau mengupayakan perubahan dalam watakmu, engkau memiliki kesempatan untuk disempurnakan.

Bagi orang-orang yang akan disempurnakan, langkah pekerjaan untuk mengalami penaklukan ini sangat diperlukan; sebab hanya dengan ditaklukkan, manusia dapat mengalami proses disempurnakan. Tidak ada nilai yang besar hanya dengan memenuhi peran untuk ditaklukkan, yang tidak akan membuat engkau layak dipakai oleh Tuhan. Engkau tidak akan memiliki sarana untuk memainkan peran dalam memberitakan Injil, sebab engkau tidak mengejar kehidupan dan tidak mengupayakan perubahan dan pembaruan dalam dirimu sendiri, sehingga engkau tidak memiliki pengalaman hidup yang nyata. Selama proses selangkah demi selangkah ini, engkau pernah bertindak sebagai pelaku pelayanan dan sebagai kontras, tetapi jika pada akhirnya engkau tidak berupaya menjadi seperti Petrus, dan upayamu tidak sesuai dengan jalan yang ditempuh Petrus untuk disempurnakan, tentu saja engkau tidak akan mengalami perubahan watak. Jika engkau adalah seseorang yang mengupayakan supaya dapat disempurnakan, engkau pasti akan menjadi kesaksian, dan engkau akan berkata: "Dalam pekerjaan Tuhan langkah demi langkah ini, aku telah menerima proses hajaran dan penghakiman Tuhan, dan sekalipun aku telah menanggung penderitaan besar, aku telah mengetahui cara Tuhan menyempurnakan manusia, aku mulai mendapatkan pekerjaan yang Tuhan lakukan, aku telah memiliki pengetahuan tentang kebenaran Tuhan, dan hajaran-Nya telah menyelamatkan aku. Watak-Nya yang benar telah menemukanku, serta mendatangkan berkat dan kasih karunia bagiku; penghakiman serta hajaran-Nya telah melindungi dan menyucikan aku. Seandainya aku tidak dihajar dan dihakimi oleh Tuhan, dan jika firman-Nya yang keras tidak mendapatiku, pastilah aku tidak dapat mengenal Tuhan, dan tentu tidak dapat diselamatkan. Saat ini aku paham: sebagai makhluk ciptaan, manusia bukan saja menikmati segala sesuatu yang dijadikan oleh Sang Pencipta, tetapi yang lebih penting, segenap makhluk ciptaan harus menikmati watak Tuhan yang benar dan penghakiman-Nya yang adil, sebab watak Tuhan layak dinikmati oleh manusia. Sebagai makhluk yang telah dirusak oleh Iblis, seseorang harus menikmati watak Tuhan yang benar. Dalam watak-Nya yang benar, ada hajaran dan penghakiman, dan terlebih lagi, ada kasih yang besar. Sekalipun aku tidak mampu sepenuhnya mendapatkan kasih Tuhan hari ini, aku bernasib baik untuk menyaksikannya, dan demikianlah aku telah diberkati." Inilah jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang mengenyam proses disempurnakan dan inilah pengetahuan yang mereka sampaikan. Orang-orang semacam itu sama dengan Petrus; mereka memiliki pengalaman yang sama dengan Petrus. Orang-orang semacam itu juga merupakan orang-orang yang telah memperoleh kehidupan, yang memiliki kebenaran. Jika mereka mengalami sampai akhir, selama penghakiman Tuhan mereka pasti akan sepenuhnya menjauhkan dirinya dari pengaruh Iblis, dan didapatkan oleh Tuhan.

Dikutip dari "Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

2. Cara orang seharusnya mengejar kebenaran agar mencapai perubahan watak dan disempurnakan oleh Tuhan