Apa perbedaan antara firman yang diucapkan oleh Tuhan Yesus pada Zaman Kasih Karunia dan firman yang diucapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa pada Zaman Kerajaan?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat" (Matius 4:17).

"Kemudian Dia membuka pemahaman mereka, supaya mereka dapat memahami Kitab Suci, dan Dia berkata kepada mereka, Demikianlah ada tertulis, dan demikianlah seharusnya Kristus menderita dan bangkit kembali dari kematian pada hari yang ketiga: Dan bahwa pertobatan dan pengampunan atas dosa harus diberitakan dalam nama-Nya di antara segala bangsa, dimulai dari Yerusalem" (Lukas 24:45-47).

"Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13).

"Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya: karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:47-48).

Firman Tuhan yang Relevan:

Pekerjaan Yesus hanya demi penebusan manusia dan penyaliban. Jadi, tidak perlu bagi-Nya untuk mengatakan lebih banyak firman untuk menaklukkan siapa pun. Banyak dari apa yang Dia ajarkan kepada manusia diambil dari firman dalam Alkitab, dan walaupun pekerjaan-Nya itu tidak melebihi Alkitab, tetap saja Dia dapat menyelesaikan pekerjaan penyaliban. Pekerjaan-Nya bukan pekerjaan firman, juga bukan demi menaklukkan manusia, melainkan pekerjaan untuk menebus umat manusia. Dia hanya bertindak sebagai korban penghapus dosa bagi umat manusia, dan tidak bertindak sebagai sumber firman bagi umat manusia. Dia bukan melakukan pekerjaan bangsa-bangsa non-Yahudi, yaitu pekerjaan menaklukkan manusia, melainkan melakukan pekerjaan penyaliban, pekerjaan yang dilakukan di antara mereka yang percaya akan adanya Tuhan. Meskipun pekerjaan-Nya dilakukan atas dasar Alkitab, dan Dia menggunakan apa yang dinubuatkan oleh para nabi zaman dahulu untuk mengutuk orang-orang Farisi, ini cukup untuk menyelesaikan pekerjaan penyaliban. Jika pekerjaan pada zaman sekarang ini tetap dilakukan atas dasar nubuat para nabi zaman dahulu dalam Alkitab, engkau sekalian tidak mungkin ditaklukkan, karena Perjanjian Lama tidak berisi catatan mengenai ketidaktaatan dan dosa-dosamu, wahai orang-orang Tiongkok, di sana tidak terdapat sejarah mengenai dosa-dosamu. Jadi, jika pekerjaan ini masih terdapat dalam Alkitab, engkau sekalian tidak akan pernah menyerah. Alkitab mencatat sejarah Israel yang terbatas, yang tidak mampu menentukan apakah engkau sekalian jahat atau baik, atau menghakimimu. Bayangkan seandainya Aku menghakimimu menurut sejarah orang Israel—akankah engkau sekalian tetap mengikuti Aku seperti yang engkau sekalian lakukan hari ini? Tahukah engkau betapa sulitnya engkau semua? Jika tidak ada firman yang diucapkan selama tahap ini, mustahil menyelesaikan pekerjaan penaklukan. Karena Aku tidak datang untuk dipaku di kayu salib, Aku harus mengucapkan firman yang terpisah dari Alkitab, agar engkau sekalian dapat ditaklukkan.

Dikutip dari "Visi Pekerjaan Tuhan (1)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pertama-tama, mari kita melihat masing-masing bagian dari "Khotbah di Bukit." Apakah yang terkait dengan semua ini? Dapat dikatakan dengan pasti bahwa semuanya ini lebih terangkat, lebih konkret, lebih dekat dengan kehidupan orang-orang dibandingkan peraturan-peraturan pada Zaman Hukum Taurat. Atau dalam bahasa modern, hal-hal ini lebih relevan dengan penerapan manusia yang aktual.

Mari kita baca isi spesifik dari hal-hal berikut: Bagaimana engkau seharusnya memahami ucapan bahagia? Apa yang harus engkau ketahui tentang hukum Taurat? Bagaimana seharusnya kemarahan didefinisikan? Bagaimana menangani para pelaku zinah? Apa yang dikatakan dan peraturan seperti apa yang mengatur tentang perceraian, dan siapa yang boleh bercerai dan siapa yang tidak boleh bercerai? Lalu bagaimana dengan perkara sumpah, mata ganti mata, kasihilah musuhmu, petunjuk tentang pemberian? Dan lain sebagainya. Semua hal ini berkaitan dengan setiap aspek penerapan umat manusia dalam kepercayaan mereka terhadap Tuhan dan dalam mengikuti Tuhan. Sebagian penerapan-penerapan ini masih berlaku hingga saat ini, tetapi semua itu lebih mendasar dan sederhana dibandingkan persyaratan-persyaratan yang dituntut dari orang-orang di masa sekarang. Semua itu merupakan kebenaran-kebenaran dasar yang dijumpai orang-orang dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan. Dari sejak saat Tuhan Yesus mulai bekerja, Ia telah mulai menangani watak hidup umat manusia, tetapi masih berdasarkan pada hukum Taurat. Apakah peraturan-peraturan dan perkataan mengenai topik ini ada hubungannya dengan kebenaran? Tentu saja ada! Semua peraturan, prinsip, dan khotbah di Zaman Kasih Karunia ada kaitannya dengan watak Tuhan, dan dengan apa yang Ia miliki dan siapa Ia, dan tentu saja ada kaitannya dengan kebenaran. Apa pun yang diungkapkan Tuhan, bagaimana pun cara Ia mengungkapkannya, atau dalam bahasa apa pun semua itu diungkapkan, fondasinya, asal mulanya, dan titik awalnya, semuanya didasarkan pada prinsip-prinsip watak-Nya, juga apa yang Ia miliki dan siapa Ia. Hal ini tidak mengandung kesalahan. Jadi meskipun di masa sekarang hal-hal yang Ia katakan ini nampak sedikit dangkal, engkau tidak dapat mengatakan bahwa hal-hal tersebut bukanlah kebenaran, karena hal-hal tersebut tidak tergantikan bagi orang-orang di Zaman Kasih Karunia dalam rangka memuaskan kehendak Tuhan dan demi mencapai perubahan dalam watak hidup mereka. Dapatkah engkau mengatakan ada satu bagian dari khotbah tersebut yang tidak sesuai dengan kebenaran? Tentu tidak! Masing-masing bagiannya adalah kebenaran karena semuanya merupakan persyaratan Tuhan bagi umat manusia; semuanya adalah prinsip-prinsip dan cara pandang yang diberikan Tuhan tentang bagaimana seseorang berperilaku, dan semua itu merepresentasikan watak Tuhan. Akan tetapi, berdasarkan tingkat pertumbuhan kehidupan orang-orang pada waktu itu, mereka hanya mampu menerima dan memahami hal-hal ini. Karena dosa umat manusia belum terselesaikan, Tuhan Yesus hanya dapat mengeluarkan perkataan-perkataan ini, dan Ia hanya dapat menggunakan ajaran-ajaran sederhana dalam lingkup semacam ini untuk menyampaikan kepada orang-orang pada waktu itu bagaimana seharusnya mereka berbuat, apa yang harus mereka lakukan, dalam prinsip-prinsip serta lingkup seperti apa mereka mesti bertindak, dan bagaimana mereka harus percaya kepada Tuhan dan memenuhi persyaratan-Nya. Semuanya ini ditentukan berdasarkan tingkat pertumbuhan umat manusia pada waktu itu. Tidaklah mudah bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat untuk menerima ajaran-ajaran ini, jadi apa yang Tuhan Yesus ajarkan harus tetap berada dalam lingkup ini.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Firman yang disampaikan oleh Tuhan di zaman ini berbeda dengan yang disampaikan di Zaman Hukum Taurat dan juga berbeda dengan firman yang disampaikan di Zaman Kasih Karunia. Di Zaman Kasih Karunia, Tuhan tidak melakukan pekerjaan firman, tetapi hanya menjelaskan penyaliban untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Alkitab hanya menjelaskan mengapa Yesus disalibkan, dan penderitaan yang Dia alami di kayu salib, dan bagaimana manusia harus disalibkan bagi Tuhan. Di zaman itu, semua pekerjaan yang dilakukan Tuhan berpusat pada penyaliban. Di Zaman Kerajaan, Tuhan yang berinkarnasi berfirman untuk menaklukkan semua yang percaya kepada-Nya. Inilah "Firman Menampakkan diri dalam rupa manusia." Tuhan telah datang di akhir zaman untuk melakukan firman ini, yaitu, Dia datang untuk menggenapi makna yang sebenarnya dari Firman Menampakkan diri dalam rupa manusia. Dia hanya menyampaikan firman, dan jarang menunjukkan fakta. Inilah hakikat dari penampakan firman dalam daging, dan ketika Tuhan yang berinkarnasi menyampaikan firman-Nya, inilah Firman Menampakkan diri dalam rupa manusia dan inilah firman yang menjadi daging. "Pada awalnya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Tuhan, dan Firman itu adalah Tuhan, dan Firman itu menjadi daging." Ini (pekerjaan penampakan Firman dalam daging) adalah pekerjaan yang akan Tuhan selesaikan pada akhir zaman dan inilah bab terakhir dari seluruh rencana pengelolaan-Nya, jadi Tuhan telah datang ke bumi dan mewujudkan firman-Nya dalam daging. Sehingga yang terjadi hari ini, yang akan terjadi di masa depan, yang akan dikerjakan oleh Tuhan, tempat tujuan akhir manusia, mereka yang akan diselamatkan, mereka yang akan dimusnahkan, dan seterusnya—pekerjaan yang harus dicapai ini pada akhirnya sudah dinyatakan dengan jelas dan semua dalam rangka menggenapi makna sebenarnya dari firman yang menampakkan diri dalam daging. Ketetapan administratif dan undang-undang yang sebelumnya disampaikan, mereka yang akan dihancurkan, mereka yang akan masuk ke dalam tempat peristirahatan—semuanya harus digenapi. Inilah pekerjaan yang terutama dikerjakan oleh Tuhan yang berinkarnasi di akhir zaman. Dia membuat manusia mengerti bahwa tempat yang menjadi milik orang-orang yang sudah ditentukan sejak semula bersama Tuhan dan tempat yang menjadi milik mereka yang tidak ditentukan dari semula bersama Tuhan, bagaimana umat-Nya dan anak-anak-Nya akan dikelompokkan, apa yang akan terjadi pada Israel dan Mesir—di masa depan, semua firman itu akan digenapi. Tahap pekerjaan Tuhan dipercepat. Tuhan menggunakan firman untuk menyatakan kepada manusia apa yang harus dilakukan dalam setiap zaman, apa yang harus dilakukan Tuhan yang berinkarnasi di akhir zaman dan pelayanan yang harus dilakukan-Nya, dan semua firman ini disampaikan untuk menggenapi makna sebenarnya dari firman yang menampakkan diri dalam rupa manusia.

Dikutip dari "Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Apa yang Kufirmankan pada zaman sekarang adalah untuk menghakimi dosa manusia dan ketidakbenaran mereka, untuk mengutuk pemberontakan manusia. Kecurangan dan kebengkokan mereka, serta kata-kata dan tindakan mereka, segala sesuatu yang tidak sejalan dengan kehendak-Nya akan mengalami penghakiman, dan pemberontakan manusia dianggap sebagai dosa. Dia berfirman sesuai dengan prinsip-prinsip penghakiman, dan Dia mengungkapkan watak-Nya yang benar dengan menghakimi ketidakbenaran mereka, mengutuk pemberontakan mereka, dan membongkar semua wajah buruk mereka.

Dikutip dari "Cara Langkah Kedua dari Pekerjaan

Penaklukan Menghasilkan Buah"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan yang Tuhan lakukan di zaman ini terutama untuk penyediaan firman-Nya untuk hidup manusia, penyingkapan hakikat sifat manusia dan watak manusia yang rusak, penghapusan konsep-konsep agamawi, pemikiran yang membeda-bedakan, pemikiran yang ketinggalan zaman, serta pengetahuan dan budaya manusia. Semua ini harus ditelanjangi dan dibersihkan melalui firman Tuhan. Pada akhir zaman, Tuhan menggunakan firman, bukan tanda dan keajaiban, untuk menyempurnakan manusia. Ia menggunakan firman-Nya untuk menyingkapkan manusia, menghakimi manusia, menghajar manusia, dan menyempurnakan manusia, supaya dalam firman Tuhan, manusia dapat melihat hikmat dan keindahan Tuhan, dan dapat memahami watak Tuhan, supaya melalui firman Tuhan, manusia melihat perbuatan-perbuatan Tuhan.

Dikutip dari "Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika kata "penghakiman" disebutkan, engkau akan berpikir tentang kata-kata yang Yahweh ucapkan ke semua tempat dan kata-kata teguran yang Yesus ucapkan kepada orang-orang Farisi. Walaupun kata-kata itu sangat keras, kata-kata ini bukanlah penghakiman Tuhan bagi manusia, hanya kata-kata yang diucapkan oleh Tuhan dalam suasana yang berbeda, yaitu situasi yang berbeda. Kata-kata ini tidak seperti kata-kata yang diucapkan oleh Kristus saat Dia menghakimi manusia di akhir zaman. Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Tujuan pekerjaan penghakiman agar manusia mengetahui wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami manusia. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua hasil ini dicapai melalui pekerjaan penghakiman, karena substansi pekerjaan ini adalah pekerjaan membukakan kebenaran, jalan, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan.

Dikutip dari "Kristus Melakukan Pekerjaan

Penghakiman dengan Kebenaran"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Di Zaman Kerajaan, Tuhan menggunakan firman untuk menghantarkan zaman yang baru, mengubah metode pekerjaan-Nya, dan melakukan pekerjaan untuk seluruh zaman itu. Inilah prinsip yang Tuhan gunakan untuk bekerja di Zaman Firman. Dia menjadi manusia untuk berbicara dari perspektif yang berbeda, memampukan manusia supaya sungguh-sungguh melihat Tuhan yaitu Firman yang menampakkan diri dalam rupa manusia, serta hikmat dan keajaiban-Nya. Pekerjaan semacam itu dilakukan agar lebih mencapai tujuan menaklukkan, menyempurnakan, dan menyingkirkan manusia. Inilah makna sebenarnya dari penggunaan firman untuk bekerja di Zaman Firman. Melalui firman, manusia menjadi tahu akan pekerjaan Tuhan, watak-Nya, esensi manusia, dan apa yang seharusnya manusia masuki. Melalui firman, pekerjaan yang hendak Tuhan kerjakan di Zaman Firman diwujudkan secara keseluruhan. Melalui firman, manusia diungkapkan, disingkirkan, dan diuji. Manusia telah menyaksikan firman, mendengar firman, dan menjadi sadar akan keberadaan firman. Akibatnya, ia percaya akan keberadaan Tuhan, dalam kemahakuasaan dan hikmat Tuhan, serta dalam kasih-Nya bagi manusia dan keinginan-Nya untuk menyelamatkan manusia. Meskipun kata "firman" itu sederhana dan lumrah, firman dari mulut Tuhan yang berinkarnasi mengguncang seluruh alam semesta. Firman mengubah hati, gagasan, dan watak lama manusia, serta cara seluruh dunia biasanya muncul. Selama berabad-abad, hanya Tuhan pada masa sekarang yang bekerja dengan cara ini, dan hanya Dia yang berbicara serta datang untuk menyelamatkan manusia dengan cara demikian. Mulai saat ini dan seterusnya, manusia hidup di bawah bimbingan firman, digembalakan dan dibekali oleh firman. Seluruh umat manusia telah hidup di dunia firman, di dalam kutuk dan berkat dari firman Tuhan, dan bahkan ada lebih banyak manusia yang telah hidup di bawah penghakiman dan hajaran firman. Firman dan pekerjaan ini semuanya demi keselamatan manusia, demi memenuhi kehendak Tuhan, dan demi mengubah penampakan asli dari dunia ciptaan lama. Tuhan menciptakan dunia dengan firman, menuntun manusia dari seluruh alam semesta dengan firman, serta kembali menaklukkan dan menyelamatkan mereka dengan firman. Akhirnya, Dia akan menggunakan firman untuk membawa seluruh dunia lama pada kesudahannya. Baru setelah itu rencana pengelolaan sepenuhnya tuntas.

Dikutip dari "Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pada masa itu, Yesus melakukan banyak pekerjaan yang tidak dapat dimengerti oleh murid-murid-Nya, dan mengatakan banyak perkara yang tidak dimengerti orang. Hal ini karena, pada masa itu, Dia tidak memberikan penjelasan. Jadi, beberapa tahun setelah Dia pergi, Matius menciptakan silsilah-Nya, dan orang-orang lainnya juga melakukan banyak pekerjaan yang berasal dari kehendak manusia. Yesus tidak datang untuk menyempurnakan dan mendapatkan manusia, tetapi untuk melakukan satu tahap pekerjaan: menyatakan Injil kerajaan surga dan menyelesaikan pekerjaan penyaliban—sehingga begitu Yesus disalibkan, pekerjaan-Nya pun benar-benar telah selesai. Namun pada tahap sekarang ini—pekerjaan penaklukan—lebih banyak firman harus diucapkan, lebih banyak pekerjaan harus dilakukan, dan banyak proses harus dilewati. Demikian pula misteri pekerjaan Yesus dan Yahweh harus disingkapkan, supaya semua orang dapat memiliki pemahaman dan kejelasan dalam iman mereka, karena inilah pekerjaan akhir zaman, dan akhir zaman adalah akhir pekerjaan Tuhan, saat diakhirinya pekerjaan ini. Tahap pekerjaan ini akan menjelaskan kepadamu hukum Yahweh dan penebusan Yesus, dan pada prinsipnya demikian agar engkau dapat memahami seluruh rencana pengelolaan pekerjaan Tuhan selama enam ribu tahun, dan menghargai seluruh makna dan hakikat rencana pengelolaan enam ribu tahun ini, serta memahami tujuan semua pekerjaan yang dilakukan Yesus dan firman yang diucapkan-Nya, bahkan memahami kepercayaanmu yang membabi-buta dan pemujaanmu terhadap Alkitab. Semua ini akan membuatmu mengerti. Engkau akan mulai memahami baik pekerjaan yang dilakukan Yesus, maupun pekerjaan Tuhan pada masa kini; engkau akan memahami dan memperhatikan semua jalan, kebenaran, dan hidup. Dalam tahap pekerjaan yang dilakukan-Nya, mengapa Yesus pergi tanpa menyelesaikan pekerjaan Tuhan? Karena tahap pekerjaan Yesus bukanlah pekerjaan penutup. Ketika Dia dipaku di atas kayu salib, firman-Nya juga berakhir; setelah penyaliban-Nya, pekerjaan-Nya benar-benar telah selesai. Tahap pekerjaan saat ini berbeda: ketika semua firman telah selesai diucapkan dan seluruh pekerjaan Tuhan diakhiri, barulah pekerjaan-Nya akan berakhir. Selama tahap pekerjaan Yesus, ada banyak firman yang tak terucapkan, atau tidak sepenuhnya dinyatakan dengan jelas. Namun Yesus tidak peduli apa yang Dia katakan atau tidak katakan, karena pelayanan-Nya bukanlah pelayanan firman, karena itu setelah Yesus dipaku di atas kayu salib, Dia pergi. Tahap pekerjaan itu terutama demi penyaliban, tidak seperti tahap pekerjaan saat ini. Tahap pekerjaan ini terutama demi penyempurnaan, pemberesan, dan untuk membawa seluruh pekerjaan sampai pada akhirnya. Jika firman itu tidak diucapkan sampai akhir, tidak akan ada jalan untuk menutup pekerjaan ini, karena dalam tahap pekerjaan ini semua pekerjaan diakhiri dan diselesaikan dengan firman. Pada masa itu, Yesus melakukan banyak pekerjaan yang tidak dapat dimengerti oleh manusia. Dia pergi secara diam-diam, dan hingga kini masih banyak orang yang belum mengerti firman-Nya, yang pemahamannya salah tetapi tetap yakin bahwa mereka benar, yang tidak menyadari bahwa mereka salah. Pada akhirnya, tahap pekerjaan saat ini akan menuntaskan pekerjaan Tuhan, dan akan menetapkan kesudahannya. Semua orang akan memahami dan mengenal rencana pengelolaan Tuhan. Gagasan dalam diri manusia, niat manusia, pemahamannya yang salah, gagasannya terhadap pekerjaan Yahweh dan Yesus, pandangannya tentang bangsa-bangsa bukan Yahudi, dan penyimpangan serta dan kesalahannya yang lain akan diperbaiki. Dan manusia akan memahami seluruh jalan kehidupan yang benar, dan seluruh pekerjaan yang dilakukan Tuhan, dan seluruh kebenaran. Ketika itu terjadi, tahap pekerjaan ini akan berakhir.

Dikutip dari "Visi Pekerjaan Tuhan (2)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

media terkait