Perbedaan antara kehidupan bergereja pada Zaman Kasih Karunia dan pada Zaman Kerajaan

Firman Tuhan yang Relevan:

Pada Zaman Kasih Karunia, ketika Tuhan kembali ke tingkat yang ketiga dari surga, pekerjaan penebusan Tuhan terhadap seluruh umat manusia sebenarnya telah bergerak menuju ke bagian terakhirnya. Yang tersisa di bumi adalah salib yang Yesus pikul di punggungnya, kain kafan yang membungkus Yesus, dan mahkota duri serta jubah ungu yang Yesus kenakan (ini adalah benda-benda yang orang Yahudi gunakan untuk mengejek-Nya). Artinya, setelah pekerjaan penyaliban Yesus menyebabkan kegemparan yang besar, segala sesuatunya menjadi tenang kembali. Sejak saat itu, murid-murid Yesus mulai melanjutkan pekerjaan-Nya, menggembalakan dan menyirami gereja di mana-mana. Isi dari pekerjaan mereka adalah sebagai berikut: mereka meminta semua orang untuk bertobat, mengakui dosa-dosa mereka, dan dibaptis; dan para rasul semuanya pergi untuk menyebarkan kisah yang sebenarnya terjadi tentang penyaliban Yesus, dan karena itu semua orang tidak berdaya selain bersujud di hadapan Yesus untuk mengakui dosa-dosa mereka; dan selain itu, para rasul pergi ke mana-mana untuk menyebarkan firman yang Yesus ucapkan. Sejak saat itu dimulailah pembangunan gereja pada Zaman Kasih Karunia.

Dikutip dari "Pekerjaan dan Jalan Masuk (6)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Di masa lampau, selama pertemuan khusus atau pertemuan akbar yang diselenggarakan di berbagai tempat, hanya satu aspek jalan penerapan yang dibahas. Penerapan semacam itu adalah hal yang harus dilakukan selama Zaman Kasih Karunia, dan hampir tidak berkaitan dengan pengenalan akan Tuhan, karena visi Zaman Kasih Karunia hanyalah visi penyaliban Yesus, dan tidak ada visi yang lebih besar. Manusia seharusnya hanya mengetahui tentang pekerjaan penebusan-Nya bagi umat manusia melalui penyaliban, dan karena itu selama Zaman Kasih Karunia, tidak ada visi lain yang perlu diketahui manusia. Dengan demikian, manusia hanya memiliki sedikit pengetahuan akan Tuhan, dan selain pengenalan akan kasih dan belas kasihan Yesus, hanya ada beberapa hal sederhana dan menyedihkan yang perlu diterapkan oleh manusia, hal-hal yang sangat berbeda dari masa sekarang. Di masa lampau, apa pun bentuk pertemuannya, manusia tidak mampu membicarakan mengenai pengetahuan praktis tentang pekerjaan Tuhan, apalagi ada yang dapat mengatakan dengan jelas jalan penerapan mana yang paling tepat untuk dimasuki manusia. Manusia hanya menambahkan beberapa detail sederhana pada landasan tentang toleransi dan kesabaran; pada dasarnya tidak ada perubahan hakikat dalam penerapan yang dilakukannya, karena pada zaman yang sama, Tuhan tidak melakukan pekerjaan yang baru, dan satu-satunya tuntutan yang Dia minta dari manusia hanyalah toleransi dan kesabaran, atau memikul salib. Selain penerapan semacam itu, tidak ada visi yang lebih tinggi dari penyaliban Yesus.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Penerapan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kehidupan rohani yang normal tidak terbatas pada praktik-praktik seperti berdoa, menyanyikan lagu pujian, berpartisipasi dalam kehidupan bergereja, serta makan dan minum firman Tuhan. Sebaliknya, kehidupan rohani yang normal adalah hidup dalam kehidupan rohani yang baru dan penuh semangat. Yang penting bukanlah cara engkau mempraktikkannya, melainkan buah yang dihasilkan dari penerapanmu. Sebagian besar orang mengira bahwa kehidupan rohani yang normal tentunya melibatkan doa, menyanyikan lagu pujian, makan dan minum firman Tuhan, atau merenungkan firman-Nya, tanpa menghiraukan apakah praktik-praktik tersebut benar-benar memiliki efek atau menuntun pada pemahaman yang benar. Orang-orang ini berfokus pada mengikuti tata cara yang dangkal tanpa sedikit pun memikirkan hasilnya; mereka adalah orang-orang yang hidup dalam ritual keagamaan, bukan orang-orang yang hidup di dalam gereja, apalagi umat kerajaan. Doa, menyanyikan lagu pujian, serta makan dan minum firman Tuhan yang mereka lakukan semuanya sekadar mengikuti aturan, dilakukan karena keharusan dan sekadar mengikuti tren, bukan dilakukan dengan sukarela, juga bukan dari hati. Sebanyak apa pun orang-orang ini berdoa atau menyanyikan pujian, upaya mereka tidak akan membuahkan hasil, karena yang mereka lakukan hanyalah menjalankan aturan dan ritual keagamaan; mereka tidak benar-benar melakukan firman Tuhan. Mereka hanya berfokus menyibukkan diri tentang bagaimana cara mereka menerapkan, dan mereka memperlakukan firman Tuhan sebagai aturan untuk diikuti. Orang-orang semacam ini tidak menerapkan firman Tuhan; mereka sekadar memuaskan daging, dan melakukan banyak hal untuk pamer kepada orang lain. Ritual dan aturan keagamaan ini semuanya berasal dari manusia, bukan berasal dari Tuhan. Tuhan tidak mengikuti aturan, juga tidak tunduk pada hukum apa pun. Sebaliknya, Dia melakukan hal baru setiap hari dan melakukan pekerjaan yang nyata. Seperti halnya jemaat di Gereja Tiga Pendirian, yang membatasi diri mereka dengan praktik-praktik ibadah seperti menghadiri ibadah pagi setiap hari, menaikkan doa malam dan doa ucapan syukur sebelum makan, dan mengucap syukur dalam segala hal—sebanyak apa pun mereka melakukannya, atau seberapa pun lamanya mereka melakukan itu, mereka tidak akan memiliki pekerjaan Roh Kudus. Ketika orang-orang hidup di tengah berbagai aturan, dengan hati yang tertuju pada metode penerapan, Roh Kudus tidak dapat bekerja, karena hati mereka dikuasai oleh aturan-aturan dan gagasan manusia. Dengan demikian, Tuhan tidak dapat mengintervensi dan tidak dapat bekerja dalam diri mereka, dan mereka hanya dapat terus hidup di bawah kendali hukum Taurat. Orang-orang semacam ini tidak akan pernah bisa mendapatkan pujian dari Tuhan selamanya.

Dikutip dari "Tentang Kehidupan Rohani yang Normal" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Selama proses jalan masuknya manusia, kehidupan selalu membosankan, penuh dengan unsur kehidupan rohani yang monoton, seperti berdoa, makan dan minum firman Tuhan, atau membentuk persekutuan, sehingga orang selalu merasa bahwa percaya kepada Tuhan tidak membawa kesenangan yang besar. Kegiatan rohani semacam itu selalu dilakukan atas dasar watak asli manusia yang telah dirusak oleh Iblis. Walaupun orang terkadang dapat menerima pencerahan Roh Kudus, namun pemikiran, watak, gaya hidup, dan kebiasaan asli mereka masih mengakar dalam diri mereka, sehingga natur mereka tetap tidak berubah. ... Sebenarnya, ketika satu tahap pekerjaan Tuhan selesai, Dia telah menghancurkan alat dan gaya dari zaman tersebut tanpa menyisakan jejak apa pun. Namun, "orang-orang percaya yang saleh" terus memuja benda-benda materiel yang berwujud tersebut; sementara itu, mereka menempatkan apa yang Tuhan miliki di bagian belakang dari pikiran mereka, tidak mempelajarinya lebih lanjut, kelihatannya penuh dengan kasih kepada Tuhan padahal mereka mendorong-Nya keluar dari rumah sejak dahulu dan menempatkan Iblis di atas meja untuk disembah. Lukisan-lukisan Yesus, Salib, Maria, Pembaptisan Yesus, dan Perjamuan Terakhir—orang memuja hal-hal ini sebagai Tuhan yang di Surga, sambil berulang kali berseru "Tuhan, Bapa surgawi." Bukankah semua ini lelucon? Sampai hari ini, banyak ucapan dan praktik serupa yang telah diwariskan di antara umat manusia sangatlah dibenci oleh Tuhan; semua itu sangat menghalangi jalan ke depan bagi Tuhan dan, lebih jauh lagi, menciptakan kemunduran besar bagi jalan masuk manusia. Terlepas dari sejauh mana Iblis telah merusak manusia, hati dan pikiran manusia benar-benar dipenuhi dengan hal-hal, seperti hukum Witness Lee, pengalaman Lawrence, survei oleh Watchman Nee, dan pekerjaan Paulus. Sama sekali tak mungkin bagi Tuhan untuk bekerja di dalam diri manusia, karena di dalam diri mereka sudah ada terlalu banyak individualisme, hukum, aturan, peraturan, sistem, dan sebagainya; hal-hal ini, di samping kecenderungan orang terhadap takhayul feodal, telah menawan dan melahap umat manusia. Pikiran manusia seakan-akan sebuah film menarik yang menceritakan dongeng penuh warna, dengan makhluk-makhluk fantastis menaiki awan, sedemikian imajinatifnya, sampai-sampai membuat orang kagum, membuat mereka bingung, bahkan kehabisan kata-kata. Sejujurnya, pekerjaan yang Tuhan lakukan pada zaman sekarang ditujukan terutama untuk menangani dan menghilangkan sifat takhayul manusia dan sepenuhnya mengubah pandangan mental mereka. Pekerjaan Tuhan bertahan sampai sekarang bukan karena warisan yang telah diturunkan dari generasi ke generasi oleh manusia; pekerjaan Tuhan merupakan pekerjaan yang diprakarsai secara pribadi oleh-Nya dan diselesaikan oleh-Nya, tanpa perlu meneruskan warisan dari tokoh rohani hebat tertentu, atau mewarisi pekerjaan bersifat representatif apa pun yang dilakukan oleh Tuhan pada era lainnya. Manusia tidak perlu menyibukkan diri dengan hal-hal tersebut. Tuhan zaman sekarang memiliki gaya bicara dan cara kerja yang lain, jadi, mengapa manusia harus menyusahkan diri? Jika manusia berjalan di jalan zaman sekarang di dalam arus saat ini sambil melanjutkan warisan "leluhur" mereka, mereka tidak akan pernah mencapai tempat tujuan mereka. Tuhan merasa sangat muak dengan cara manusia berperilaku yang seperti ini, sama seperti Dia membenci tahun, bulan, dan hari-hari di dunia manusia.

Dikutip dari "Pekerjaan dan Jalan Masuk (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Puji-pujian telah sampai ke Sion dan tempat kediaman Tuhan telah tampak. Nama kudus yang mulia, yang dipuji oleh semua manusia, kini menyebar. Ah, Tuhan Yang Mahakuasa! Kepala alam semesta, Kristus akhir zaman—Dialah Surya yang bersinar, yang telah terbit di atas Gunung Sion, yang menjulang dalam kemegahan dan keagungan di seluruh alam semesta ...

Tuhan Yang Mahakuasa! Kami berseru kepada-Mu dalam sorak kegirangan; kami menari dan menyanyi. Engkaulah Penebus sejati kami, Raja agung atas alam semesta! Engkau telah menciptakan sekelompok pemenang, dan menggenapi rencana pengelolaan Tuhan. Semua orang akan berduyun-duyun datang ke gunung ini. Segala bangsa akan berlutut di hadapan takhta! Engkaulah satu-satunya Tuhan yang sejati dan Engkau layak menerima kemuliaan dan kehormatan. Semua kemuliaan, pujian, dan kuasa bagi takhta! Mata air kehidupan mengalir dari takhta, menyirami dan memberi makan begitu banyak umat Tuhan. Kehidupan berubah setiap hari; terang dan pewahyuan yang baru mengikuti kita, selalu memberikan wawasan baru tentang Tuhan. Di tengah pengalaman, kita memperoleh kepastian penuh Tuhan. Firman-Nya selalu menjadi nyata, terwujud dalam mereka yang benar. Kita sungguh-sungguh sangat diberkati! Bertemu muka dengan muka dengan Tuhan setiap hari, berkomunikasi dengan Tuhan dalam segala hal, dan memberikan kedaulatan kepada Tuhan dalam segala hal. Kita dengan hati-hati merenungkan firman Tuhan, hati kita menjadi tenang dalam Tuhan, dan dengan cara ini, kita datang ke hadirat Tuhan, di mana kita menerima terang-Nya. Setiap hari, dalam kehidupan, tindakan, kata-kata, pikiran, dan gagasan kita, kita hidup dalam firman Tuhan, mampu membedakan tiap saat. Firman Tuhan membimbing kita bagai membantu benang memasuki lubang jarum; tanpa terduga, hal-hal yang tersembunyi di dalam kita pun terkuak, satu per satu. Persekutuan dengan Tuhan tidak mengizinkan adanya penundaan; pikiran dan gagasan kita disingkapkan oleh Tuhan. Setiap saat, kita hidup di hadapan takhta Kristus, tempat kita mengalami penghakiman. Setiap bagian dalam tubuh kita telah dikuasai Iblis. Sekarang, untuk memulihkan kedaulatan Tuhan, bait-Nya harus ditahirkan. Untuk sepenuhnya dimiliki oleh Tuhan, kita harus terlibat dalam pergumulan antara hidup dan mati. Hanya ketika diri kita yang lama telah disalibkan, barulah kehidupan Kristus yang dibangkitkan dapat memerintah dengan berdaulat.

Sekarang Roh Kudus maju berperang ke setiap sudut untuk bertempur demi merebut kembali wilayah kita yang direbut musuh! Selama kita siap menyangkal diri dan mau bekerja sama dengan Tuhan, Dia pasti akan menerangi dan menyucikan kita dari dalam, setiap saat, dan merebut kembali apa yang Iblis telah kuasai, sehingga kita dapat disempurnakan oleh Tuhan secepat mungkin. Jangan buang waktu–hiduplah tiap saat dalam firman Tuhan. Bangunlah dirimu bersama-sama dengan orang-orang kudus, masuklah ke dalam kerajaan, dan masuklah ke dalam kemuliaan bersama-sama dengan Tuhan.

dari "Bab 1, Perkataan Kristus pada Mulanya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Hari ini Engkau telah menyempurnakan seluruh gereja—gereja Filadelfia—dan dengan demikian menggenapkan rencana pengelolaan 6.000 tahun-Mu. Orang-orang kudus dapat dengan rendah hati menundukkan diri di hadapan-Mu, terhubung dalam roh dan mengikuti bersama dalam kasih, tergabung dengan sumber mata air. Air kehidupan mengalir tanpa henti, membasuh serta menyucikan semua lumpur dan air kotor di dalam gereja, sekali lagi menyucikan bait-Mu. Kami telah mengenal Tuhan sejati yang nyata, berjalan dalam firman-Nya, mengenali fungsi dan tugas kami sendiri, dan melakukan semua yang kami bisa untuk mengorbankan diri demi gereja. Selalu tenang di hadirat-Mu, kami harus memperhatikan pekerjaan Roh Kudus, agar kehendak-Mu tidak akan terhalang dalam diri kami. Di antara orang-orang kudus ada saling mengasihi, dan kekuatan beberapa orang akan menutupi kelemahan yang lain. Mereka mampu berjalan dalam roh sepanjang waktu, dicerahkan dan diterangi oleh Roh Kudus. Mereka menerapkan kebenaran segera setelah mereka memahaminya. Mereka terus mengikuti terang yang baru itu dan mengikuti jejak langkah Tuhan.

Secara aktif, bekerjasamalah dengan Tuhan; membiarkan Dia memegang kendali berarti berjalan bersama Dia. Seluruh pemikiran, gagasan, opini, dan keterlibatan sekuler kita menguap lenyap seperti asap. Kita mengizinkan Tuhan memerintah dalam roh kita, berjalan bersama-Nya dan melampaui tataran fisik, mengalahkan dunia, dan roh kita terbang bebas dan memperoleh kelepasan: itulah hasilnya saat Tuhan Yang Mahakuasa menjadi Raja. Bagaimana mungkin kita tidak menari dan menyanyikan pujian, menaikkan pujian, dan mempersembahkan kidung baru?

Sesungguhnya ada banyak cara untuk memuji Tuhan: menyerukan nama-Nya, mendekat kepada-Nya, memikirkan-Nya, membaca doa, bersekutu, merenung, kontemplasi, berdoa, dan menyanyikan pujian. Dalam jenis pujian seperti ini ada sukacita dan urapan; ada kuasa dalam pujian dan juga ada beban. Ada iman dalam pujian, dan ada wawasan baru.

Bekerjasamalah dengan Tuhan secara aktif, berkoordinasi dalam pelayanan dan bersatulah, penuhi maksud-maksud Tuhan Yang Mahakuasa, bergegaslah untuk menjadi satu tubuh rohani yang kudus, injak-injaklah Iblis dan akhiri nasibnya. Gereja Filadelfia telah diangkat masuk ke dalam hadirat Tuhan dan mewujudkan dirinya dalam kemuliaan Tuhan.

Dikutip dari "Bab 2, Perkataan Kristus pada Mulanya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Semua bangsa bersorak-sorai, semua orang bernyanyi, Gunung Sion sedang tertawa dengan sukacita, dan kemuliaan Tuhan telah bangkit! Bahkan dalam mimpi pun Aku tidak pernah berpikir akan melihat wajah Tuhan, tetapi hari ini Aku telah melihatnya. Bertatapan muka dengan-Nya setiap hari, Aku mengungkapkan seluruh isi hati-Ku kepada-Nya. Dia menyediakan makanan dan minuman dengan berlimpah. Kehidupan, firman, tindakan, pikiran, gagasan—cahaya-Nya yang mulia menerangi semua itu. Dia memimpin setiap langkah perjalanan, dan penghakiman-Nya langsung menimpa hati siapa pun yang memberontak.

Makan, tinggal, dan hidup bersama Tuhan, ada bersama -Nya, berjalan bersama, menikmati bersama, mendapatkan kemuliaan dan berkat bersama, berbagi tampuk kerajaan dengan Dia, dan bersama di kerajaan—oh, sungguh menyenangkan! Oh, betapa manisnya! Kita bertatap muka dengan-Nya setiap hari, berbicara setiap hari dengan Dia, dan terus-menerus bercakap-cakap, serta diberi pencerahan baru dan wawasan baru setiap hari. Mata rohani kita terbuka dan kita melihat segalanya; semua misteri roh terungkap kepada kita. Kehidupan kudus bebas dari kecemasan; berlarilah dengan cepat dan jangan berhenti, dan teruslah mendesak maju–kehidupan yang lebih menakjubkan menanti di depan. Jangan puas hanya dengan rasa manis; selalulah berusaha untuk masuk ke dalam Tuhan. Dia mencakup segalanya dan berlimpah, dan memiliki segala hal yang tidak kita miliki. Bekerjasamalah secara proaktif dan masuklah ke dalam Dia, dan segalanya tidak akan sama lagi. Hidup kita akan menjadi transenden dan tidak ada orang, materi, atau hal yang dapat mengganggu kita.

Transendensi! Transendensi! Transendensi sejati! Kehidupan transenden Tuhan ada di dalam dan semua hal menjadi benar-benar santai! Kita melampaui dunia dan hal-hal duniawi, tidak merasakan keterikatan terhadap suami atau anak-anak. Kita mengatasi kendali penyakit dan lingkungan. Iblis tidak berani mengganggu kita. Kita benar-benar melampaui semua bencana. Ini memungkinkan Tuhan untuk mengambil tampuk kerajaan! Kita menginjak-injak Iblis di bawah kaki, berdiri sebagai saksi bagi gereja, dan secara menyeluruh menyingkapkan wajah buruk si Iblis. Bangunan gereja ada di dalam Kristus, tubuh yang mulia telah muncul—inilah hidup dalam pengangkatan!

Dikutip dari "Bab 15, Perkataan Kristus pada Mulanya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Masuk ke dalam pelatihan kerajaan berarti mengawali kehidupan sebagai umat Tuhan—maukah engkau menerima pelatihan seperti itu? Maukah engkau memiliki suatu perasaan keterdesakan? Maukah engkau hidup dalam pendisiplinan Tuhan? Maukah engkau hidup dalam hajaran Tuhan? Ketika firman Tuhan datang kepadamu dan mengujimu, bagaimana engkau akan bertindak? Dan, apa yang akan engkau lakukan ketika diperhadapkan dengan segala macam fakta? Di masa lalu, pusat perhatianmu bukan pada kehidupan; di masa sekarang, engkau harus masuk ke dalam kehidupan kenyataan, dan mengejar perubahan dalam watak hidupmu. Inilah yang harus dicapai oleh umat kerajaan. Semua orang yang merupakan umat Tuhan harus memiliki hidup, mereka harus menerima pelatihan kerajaan, dan mengejar perubahan dalam watak hidupnya. Inilah yang dituntut Tuhan dari umat kerajaan.

Tuntutan Tuhan terhadap umat kerajaan adalah sebagai berikut:

1. Mereka harus menerima amanat Tuhan. Ini berarti, mereka harus menerima semua firman yang diucapkan dalam pekerjaan Tuhan pada akhir zaman.

2. Mereka harus masuk ke dalam pelatihan dari kerajaan.

3. Mereka harus berusaha keras agar hati mereka dijamah oleh Tuhan. Ketika hatimu telah berpaling sepenuhnya kepada Tuhan dan engkau telah memiliki kehidupan rohani yang normal, engkau akan hidup dalam alam kebebasan, yang berarti engkau akan hidup di bawah pemeliharaan dan perlindungan kasih Tuhan. Hanya ketika engkau hidup di bawah pemeliharaan dan perlindungan Tuhan-lah, engkau akan menjadi milik Tuhan.

4. Mereka harus didapatkan oleh Tuhan.

5. Mereka harus menjadi perwujudan kemuliaan Tuhan di muka bumi.

Kelima poin ini merupakan amanat-Ku bagi engkau semua. Firman-Ku disampaikan kepada umat Tuhan, dan jika engkau tidak mau menerima amanat ini, Aku tidak akan memaksamu—tetapi jika engkau benar-benar menerimanya, engkau akan dapat melakukan kehendak Tuhan. Sekarang ini, engkau semua mulai menerima amanat Tuhan, dan berusaha keras untuk menjadi umat kerajaan, dan mencapai standar yang dituntut untuk menjadi umat kerajaan. Inilah langkah pertama untuk masuk. Jika engkau ingin melakukan kehendak Tuhan sepenuhnya, engkau harus menerima kelima amanat ini, dan jika engkau mampu mencapainya, engkau akan berkenan di hati Tuhan, dan Tuhan pasti akan sangat memakai dirimu. Apa yang paling penting sekarang ini ialah masuk ke dalam pelatihan kerajaan. Masuk ke dalam pelatihan kerajaan melibatkan kehidupan rohani. Sebelumnya, tidak ada pembicaraan tentang kehidupan rohani, tetapi sekarang, pada saat engkau mulai masuk ke dalam pelatihan dari kerajaan, engkau secara resmi masuk ke dalam kehidupan rohani.

Dikutip dari "Kenalilah Pekerjaan Terbaru Tuhan dan Ikutilah Jejak Langkah-Nya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sekarang adalah Zaman Kerajaan. Mengenai apakah engkau telah memasuki zaman yang baru ini atau belum, itu tergantung dari apakah engkau telah memasuki realitas firman Tuhan, apakah firman-Nya telah menjadi kehidupan kenyataanmu. Firman Tuhan diberitakan kepada setiap orang sehingga, pada akhirnya, semua orang akan hidup di dunia firman Tuhan dan firman-Nya akan mencerahkan dan menerangi tiap-tiap orang dari dalam batinnya. Jika, selama waktu ini, engkau ceroboh dalam membaca firman Tuhan, dan tidak tertarik dengan firman-Nya, hal itu menunjukkan bahwa ada kondisimu salah. Jika engkau tidak dapat memasuki Zaman Firman, Roh Kudus tidak bekerja dalam dirimu; jika engkau sudah memasuki zaman ini, Dia akan melakukan pekerjaan-Nya. Apa yang dapat engkau lakukan pada permulaan Zaman Firman ini untuk memperoleh pekerjaan Roh Kudus? Di zaman ini, dan di tengah-tengahmu, Tuhan akan menggenapkan kenyataan berikut ini: bahwa setiap orang akan hidup dalam firman Tuhan, akan dapat melakukan kebenaran, dan akan mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh; bahwa semua orang akan menggunakan firman Tuhan sebagai dasar dan realitas mereka, dan akan memiliki hati yang menghormati Tuhan; dan melalui melakukan firman Tuhan, manusia kemudian akan menggunakan kekuasaan raja bersama-sama dengan Tuhan. Inilah pekerjaan yang akan dicapai oleh Tuhan. Bisakah engkau bertahan tanpa membaca firman Tuhan? Dewasa ini, ada banyak orang yang merasa bahwa mereka tidak tahan bahkan satu atau dua hari pun tanpa membaca firman Tuhan. Mereka harus membaca firman-Nya setiap hari, dan jika waktunya tidak memungkinkan, mendengarkannya akan cukup. Inilah perasaan yang Roh Kudus berikan kepada orang, dan inilah cara Dia mulai menggerakkan mereka. Artinya, Dia mengatur orang melalui firman sehingga mereka dapat masuk ke dalam realitas firman Tuhan. Jika, setelah satu hari saja tanpa makan dan minum firman Tuhan, engkau merasakan kegelapan dan kehausan, dan tidak tahan, ini menunjukkan bahwa engkau telah digerakkan oleh Roh Kudus, dan bahwa Dia tidak berpaling darimu. Maka, engkau adalah orang yang berada di aliran ini. Namun, jika setelah satu atau dua hari tanpa makan dan minum firman Tuhan, engkau tidak merasakan apa-apa, jika engkau tidak haus, dan sama sekali tidak tersentuh, ini menunjukkan bahwa Roh Kudus telah berpaling darimu. Maka, ini berarti ada sesuatu yang tidak beres dengan keadaan batiniahmu; engkau belum memasuki Zaman Firman, dan engkau adalah salah seorang yang sudah jauh tertinggal. Tuhan menggunakan firman untuk memerintah orang; engkau merasa senang jika makan dan minum firman Tuhan, dan jika tidak melakukannya, engkau tidak mempunyai jalan yang harus diikuti. Firman Tuhan menjadi makanan orang dan kekuatan yang menggerakkan mereka. Alkitab mengatakan bahwa "Manusia hidup bukan hanya dari roti, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan." Dewasa ini, Tuhan akan menyelesaikan pekerjaan ini, dan Dia akan menggenapkan kenyataan ini di dalam engkau sekalian. Bagaimana mungkin di masa lampau orang bisa tahan berhari-hari tidak membaca firman Tuhan dan bisa makan dan bekerja seperti biasa, tetapi tidak demikian halnya sekarang? Di zaman ini, Tuhan terutama menggunakan firman untuk mengatur segalanya. Melalui firman Tuhan, manusia dihakimi dan disempurnakan, lalu akhirnya dibawa ke dalam kerajaan. Hanya firman Tuhan yang dapat membekali kehidupan manusia, dan hanya firman Tuhan yang dapat memberi terang kepada manusia dan jalan kepada pengamalan, khususnya di Zaman Kerajaan. Selama engkau tidak menyimpang dari realitas firman Tuhan, makan dan minum firman-Nya setiap hari, Tuhan akan dapat menyempurnakanmu.

Dikutip dari "Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sekarang, kepercayaan kepada Tuhan telah memasuki Zaman Firman Tuhan. Secara relatif, orang-orang tidak berdoa sebanyak dulu; firman Tuhan telah secara gamblang mengomunikasikan semua aspek kebenaran dan cara-cara penerapan, jadi, tidak perlu lagi orang mencari dan meraba-raba. Dalam kehidupan Zaman Kerajaan, firman Tuhan menuntun orang-orang maju, dan itu adalah kehidupan di mana segala sesuatu dibuat jelas agar mereka dapat melihatnya—karena Tuhan telah memperlihatkan semuanya secara gamblang, dan manusia tidak lagi dibiarkan untuk meraba-raba dalam menjalani hidup mereka. Mengenai pernikahan, urusan duniawi, kehidupan, makanan, pakaian, dan tempat tinggal, hubungan antarpribadi, bagaimana orang bisa melayani dengan cara yang memenuhi kehendak Tuhan, bagaimana orang seharusnya meninggalkan daging, dan sebagainya, manakah dari antara semua ini yang Tuhan belum jelaskan kepadamu? Apakah engkau masih perlu berdoa dan mencari? Benar-benar tidak perlu! Jika engkau masih melakukan hal-hal ini, engkau hanya bertindak berlebihan. Ini bebal dan bodoh, serta sama sekali tidak perlu! ... Firman Tuhan sangat jelas, terutama yang diucapkan mengenai kehendak-Nya, watak-Nya, dan bagaimana Dia memperlakukan berbagai macam orang. Jika engkau tidak memahami kebenaran, engkau seharusnya membaca lebih banyak firman Tuhan—hasil dari melakukan ini jauh lebih baik daripada berdoa dan mencari tanpa pengertian. Ada banyak contoh di mana mencari dan berdoa seharusnya diganti dengan lebih banyak membaca firman Tuhan dan mempersekutukan kebenaran. Dalam doa-doa rutinmu, engkau harus merenung dan mencoba lebih mengenal dirimu dari dalam firman Tuhan. Ini lebih bermanfaat untuk kemajuanmu dalam hidup. Jika sekarang engkau masih mencari dengan menengadahkan matamu ke langit, bukankah itu menunjukkan bahwa engkau masih percaya kepada Tuhan yang samar? Engkau sebelumnya melihat hasil dari pencarian serta doamu, dan Roh Kudus sedikit menggerakkan rohmu karena itu adalah saat Zaman Kasih Karunia. Engkau tidak dapat melihat Tuhan, jadi, engkau tidak punya pilihan selain meraba-raba jalanmu ke depan dan mencari dengan cara seperti itu. Sekarang, Tuhan telah datang di antara manusia, Firman telah menampakkan diri dalam daging, dan engkau telah melihat Tuhan; jadi, Roh Kudus tidak lagi bekerja seperti yang Dia lakukan sebelumnya. Zaman sudah berubah dan demikian juga dengan cara Roh Kudus bekerja. Meski orang mungkin tidak berdoa sebanyak dulu, karena Tuhan berada di bumi, manusia sekarang berkesempatan untuk mengasihi Tuhan. Umat manusia telah memasuki zaman mengasihi Tuhan dan mereka dapat dengan normal mendekat kepada Tuhan dalam diri mereka sendiri: "Oh Tuhan! Engkau memang sangat baik, dan aku mau mengasihi-Mu!" Hanya beberapa perkataan yang jelas dan sederhana mengungkapkan kasih bagi Tuhan di dalam hati manusia; doa ini diucapkan hanya demi memperdalam kasih antara manusia dan Tuhan. Terkadang, engkau mungkin melihat dirimu sendiri menunjukkan beberapa pemberontakan, dan berkata: "Oh Tuhan! Mengapa aku begitu rusak?" Engkau merasakan dorongan yang kuat untuk memukul dirimu sendiri beberapa kali, dan air mata berlinang di matamu. Pada saat seperti itu, hatimu merasamenyesal dan tertekan, tetapi engkau tidak punya cara untuk mengungkapkan perasaan-perasaan ini. Ini adalah pekerjaan Roh Kudus saat ini, tetapi hanya mereka yang mengejar kehidupan yang dapat memperolehnya. Engkau merasa bahwa Tuhan memiliki kasih yang sangat besar untukmu dan engkau memiliki perasaan khusus. Sekalipun engkau tidak punya kata-kata untuk berdoa dengan jelas, engkau selalu merasa bahwa kasih Tuhan sedalam lautan. Tidak ada kata-kata yang tepat mengungkapkan keadaan ini, dan ini adalah sebuah keadaan yang sering muncul di dalam roh. Doa dan persekutuan semacam ini, yang bertujuan untuk mendekatkan orang dengan Tuhan dalam hatinya, adalah hal yang normal.

Meski masa ketika orang meraba-raba dalam menjalani hidup dan mencari sudah usai, ini bukan berarti mereka tidak perlu berdoa dan mencari lagi, juga bukan berarti orang tidak perlu menunggu kehendak Tuhan datang sebelum meneruskan pekerjaan; semua ini hanyalah kesalahpahaman manusia. Tuhan telah datang di antara manusia untuk hidup bersama mereka, untuk menjadi terang mereka, kehidupan mereka, dan jalan mereka: ini adalah fakta. Tentu saja, dengan kedatangan Tuhan ke bumi, Dia pasti membawa jalan dan kehidupan nyata bagi manusia yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan mereka untuk mereka nikmati—Dia tidak datang untuk menghancurkan semua cara penerapan manusia. Manusia tidak lagi hidup dengan meraba-raba dan mencari karena ini telah digantikan oleh kedatangan Tuhan ke bumi untuk bekerja dan mengucapkan firman-Nya. Dia telah datang untuk membebaskan manusia dari kehidupan kegelapan dan ketidakjelasan yang mereka jalani dan memungkinkan mereka untuk memiliki kehidupan yang penuh dengan terang. Pekerjaan saat ini adalah untuk menunjukkan sesuatu dengan jelas, berbicara dengan jelas, memberi informasi secara langsung, dan mendefinisikan sesuatu secara eksplisit, sehingga manusia dapat menerapkan hal-hal ini, sama seperti Tuhan Yahweh memimpin bangsa Israel, memberitahu mereka cara mempersembahkan korban dan bagaimana membangun bait. Oleh sebab itu, engkau semua tidak perlu lagi menjalani kehidupan yang sunguh-sungguh mencari seperti yang engkau lakukan setelah Tuhan Yesus pergi. Haruskah engkau semua mencari-cari pekerjaan penyebaran Injil di masa mendatang? Haruskah engkau semua mencari-cari untuk mencoba menemukan cara hidup yang benar? Haruskah engkau semua meraba-raba untuk membedakan bagaimana engkau semua harus menjalankan tugasmu? Apakah perlu bagimu untuk bersujud, mencari, untuk mengetahui bagaimana engkau semua seharusnya menjadi saksi? Apakah perlu bagimu untuk berpuasa dan berdoa untuk mengetahui bagaimana engkau semua harus berpakaian atau hidup? Apakah perlu bagimu untuk berdoa tanpa henti kepada Tuhan di surga untuk mengetahui bagaimana engkau semua seharusnya menerima ditaklukkan oleh Tuhan? Apakah perlu bagimu untuk berdoa terus-menerus, siang dan malam, untuk mengetahui bagaimana engkau semua seharusnya menaati Tuhan? Ada banyak di antaramu yang berkata bahwa engkau tidak mampu melakukan penerapan karena engkau tidak paham. Orang sama sekali tidak memperhatikan pekerjaan Tuhan pada masa sekarang! Aku sudah mengatakan banyak firman sejak lama, tetapi engkau semua tidak pernah peduli sedikit pun untuk membacanya, jadi, tidak heran jika engkau semua tidak tahu bagaimana melakukan penerapan. Tentu saja, pada zaman sekarang, Roh Kudus masih menggerakkan orang untuk memungkinkan mereka merasakan kenikmatan, dan Dia hidup bersama manusia. Inilah sumber dari[a] perasaan istimewa dan menyenangkan yang sering terjadi dalam hidupmu. Sesekali, ada hari di mana engkau merasa bahwa Tuhan sangat indah, dan engkau tidak dapat membendung dirimu untuk berdoa kepada Tuhan: "Oh Tuhan! Kasih-Mu sangat indah, dan citra-Mu sangat agung. Aku ingin mengasihi-Mu lebih dalam. Aku ingin mengabdikan seluruh diriku untuk mengorbankan seluruh hidupku. Aku akan mempersembahkan segalanya kepada-Mu, selama itu bagi-Mu, selama dengan melakukan itu aku dapat mengasihi-Mu ...." Ini adalah perasaan senang yang diberikan kepadamu oleh Roh Kudus. Itu bukan pencerahan, juga bukan penerangan; itu adalah pengalaman digerakkan. Pengalaman-pengalaman yang hampir sama dengan ini akan sesekali terjadi: kadang saat engkau dalam perjalananmu ke tempat kerja, engkau akan berdoa dan mendekat kepada Tuhan, dan engkau akan digerakkan hingga air mata akan membasahi wajahmu dan engkau tidak akan dapat mengendalikan dirimu, dan engkau akan sangat ingin menemukan tempat yang sesuai di mana engkau dapat mengungkapkan semua hasrat dalam hatimu. ... Akan ada saat-saat ketika engkau berada di tempat umum dan engkau akan merasa bahwa engkau menikmati sangat banyak kasih Tuhan, bahwa nasibmu sama sekali tidak biasa, dan lebih dari itu, engkau menjalani hidupmu dengan lebih bermakna daripada orang lain. Engkau akan mengetahui secara mendalam bahwa Tuhan telah meninggikanmu dan bahwa ini adalah kasih Tuhan yang besar bagimu. Di lubuk hatimu yang terdalam, engkau akan merasa bahwa ada sejenis kasih di dalam diri Tuhan yang tak dapat diungkapkan dan tak terselami bagi manusia, seolah-olah engkau mengetahuinya, tetapi tidak memiliki cara untuk melukiskannya, selalu membuatmu berhenti sejenak untuk berpikir, tetapi membuatmu tidak dapat mengungkapkannya sepenuhnya. Di saat seperti ini, engkau bahkan akan lupa di mana engkau berada, dan engkau berseru: "Oh Tuhan! Engkau begitu tak terselami dan sangat terkasih!" Ini akan membuat orang bingung, tetapi semua hal seperti itu cukup sering terjadi. Engkau telah mengalami hal semacam ini berkali-kali. Ini adalah kehidupan yang telah diberikan oleh Roh Kudus kepadamu sekarang ini dan kehidupan yang harus engkau jalani sekarang. Ini bukan untuk menghentikanmu dalam menjalani kehidupan, melainkan untuk mengubah caramu menjalani hidup. Itu adalah perasaan yang tidak bisa dijelaskan atau diungkapkan. Itu juga merupakan perasaan manusia yang sebenarnya, dan terlebih lagi adalah pekerjaan Roh Kudus. Engkau mungkin memahaminya dalam hatimu, tetapi engkau tidak memiliki cara untuk mengungkapkannya dengan jelas kepada siapa pun. Ini bukan karena engkau lamban bicara atau gagap, tetapi karena itu adalah semacam perasaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Engkau boleh menikmati hal-hal ini sekarang, dan ini adalah kehidupan yang harus engkau jalani. Tentu saja, aspek lain dari hidupmu tidaklah kosong; hanya saja pengalaman digerakkan menjadi semacam sukacita dalam hidupmu yang membuatmu selalu bersedia untuk menikmati pengalaman-pengalaman seperti itu dari Roh Kudus. Namun, engkau harus tahu bahwa digerakkan dengan cara ini tidak terjadi supaya engkau dapat melampaui kemampuan dagingmu dan pergi ke tingkat yang ketiga dari surga, atau bepergian ke seluruh dunia. Melainkan, supaya engkau bisa merasakan dan mengecap kasih Tuhan yang engkau nikmati sekarang ini, mengalami pentingnya pekerjaan Tuhan sekarang ini, dan mengenalkan dirimu kembali dengan pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Semua hal ini adalah supaya engkau dapat memiliki pengetahuan lebih luas tentang pekerjaan yang Tuhan lakukan sekarang ini—ini adalah tujuan Tuhan dalam melakukan pekerjaan ini.

Mencari dan meraba-raba adalah cara hidup sebelum inkarnasi Tuhan. Pada waktu itu, orang tidak dapat melihat Tuhan, sehingga tidak punya pilihan selain mencari dan meraba-raba. Sekarang, engkau telah melihat Tuhan, dan Dia mengatakan langsung kepadamu bagaimana engkau harus melakukan penerapan; inilah mengapa engkau tidak perlu lagi meraba-raba atau mencari. Jalan di mana Dia memimpin manusia adalah jalan kebenaran, dan apa yang dikatakan-Nya kepada manusia serta apa yang diterima manusia adalah hidup dan kebenaran. Engkau memiliki jalan, hidup, dan kebenaran, jadi, apa gunanya mencari ke mana-mana? Roh Kudus tidak akan melakukan dua tahap pekerjaan secara bersamaan. Jika, ketika Aku sudah selesai mengatakan firman-Ku, orang tidak makan dan minum firman Tuhan dengan saksama dan mengejar kebenaran dengan benar, masih bertindak seperti yang mereka lakukan di Zaman Kasih Karunia, meraba-raba seolah-olah mereka buta, terus-menerus berdoa dan mencari, bukankah itu berarti bahwa tahap pekerjaan-Ku ini—pekerjaan firman—dilakukan dengan sia-sia? Meski Aku telah selesai mengatakan firman-Ku, orang masih belum sepenuhnya paham, dan ini karena mereka kurang berkualitas. Masalah ini bisa diselesaikan dengan menjalani kehidupan bergereja dan melalui persekutuan bersama yang lain. Sebelumnya, di Zaman Kasih Karunia, meski Tuhan berinkarnasi, Dia tidak melakukan pekerjaan firman, itulah mengapa Roh Kudus bekerja seperti itu pada waktu itu untuk mempertahankan pekerjaan. Pada waktu itu, Roh Kudus-lah yang terutama melakukan pekerjaan, tetapi sekarang Tuhan yang berinkarnasi sendiri yang melakukannya, setelah mengambil alih pekerjaan Roh Kudus. Sebelumnya, selama orang sering berdoa, mereka mengalami kedamaian dan sukacita; ada teguran serta disiplin. Semua ini adalah pekerjaan Roh Kudus. Sekarang keadaan seperti ini sedikit dan jarang. Roh Kudus hanya bisa melakukan satu jenis pekerjaan dalam satu zaman tertentu. Jika Dia melakukan dua jenis pekerjaan secara bersamaan, yaitu daging melakukan satu pekerjaan dan Roh Kudus melakukan pekerjaan lain dalam diri manusia, dan jika apa yang dikatakan daging tidak diperhitungkan dan hanya apa yang dilakukan Roh yang diperhitungkan, Kristus tidak akan memiliki kebenaran, jalan, atau hidup untuk dibicarakan. Ini akan saling bertentangan. Bisakah Roh Kudus bekerja seperti ini? Tuhan itu mahakuasa dan berhikmat, kudus dan benar, dan Dia sama sekali tidak membuat kesalahan apa pun.

Dikutip dari "Penerapan (1)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pada waktu mereka percaya kepada Yesus, orang melakukan banyak hal yang tidak disukai Tuhan karena mereka tidak memahami kebenaran, tetapi Tuhan memiliki kasih dan belas kasih, dan Dia telah membawa manusia sejauh ini, dan walaupun manusia tidak memahami apa-apa, Tuhan masih mengizinkan manusia mengikuti-Nya, terlebih lagi, Dia telah memimpin manusia sampai saat ini. Bukankah ini kasih Tuhan? Hal-hal yang dimanifestasikan dalam watak Tuhan adalah kasih Tuhan—ini benar sekali! Ketika pembangunan gereja mencapai puncaknya, Tuhan melakukan langkah pekerjaan pelaku pelayanan dan melemparkan manusia ke dalam jurang maut. Firman pada zaman para pelaku pelayanan itu semuanya adalah kutukan: kutukan terhadap dagingmu, kutukan terhadap watak rusakmu yang jahat, dan kutukan terhadap bagian-bagian dari dirimu yang tidak memuaskan kehendak Tuhan. Pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan dalam langkah itu dimanifestasikan sebagai kemegahan, dan tak lama kemudian Tuhan menjalankan langkah pekerjaan hajaran, dan kemudian datanglah ujian kematian. Dalam pekerjaan seperti itu, manusia melihat murka, kemegahan, penghakiman, dan hajaran Tuhan, tetapi ia juga melihat kasih karunia Tuhan, serta kasih dan kemurahan-Nya. Semua yang Tuhan lakukan, dan semua yang terwujud sebagai watak-Nya, adalah kasih-Nya kepada manusia, dan semua yang Tuhan lakukan mampu memenuhi kebutuhan manusia. Dia melakukannya untuk menyempurnakan manusia, dan Dia membekali manusia menurut tingkat pertumbuhannya. Jika Tuhan tidak melakukan hal ini, manusia tidak akan mampu datang ke hadapan Tuhan, dan tidak akan memiliki cara untuk bisa mengenal wajah Tuhan yang sesungguhnya. Sejak orang mulai percaya kepada Tuhan sampai sekarang, Tuhan secara bertahap telah membekali manusia menurut tingkat pertumbuhannya, sehingga, di dalam batinnya, manusia perlahan-lahan mengenal Dia. Baru setelah sampai kepada saat inilah manusia menyadari betapa mengagumkannya penghakiman Tuhan. Langkah kerja pelaku pelayanan adalah insiden pertama pekerjaan kutukan sejak zaman penciptaan sampai sekarang. Manusia dikutuk ke dalam jurang maut. Jika Tuhan tidak melakukannya, sekarang ini manusia tidak akan memiliki pengetahuan yang sejati tentang Tuhan; hanya melalui kutukan dari Tuhanlah, manusia secara resmi berhadapan dengan watak-Nya. Manusia disingkapkan melalui ujian para pelaku pelayanan. Manusia pun memahami bahwa kesetiaannya tidak bisa diterima, bahwa tingkat pertumbuhan dirinya terlalu kecil, bahwa ia tidak mampu memuaskan kehendak Tuhan, dan bahwa klaim-klaimnya untuk memuaskan Tuhan di sepanjang waktu tidak lebih dari perkataan belaka. Walaupun Tuhan mengutuk manusia dalam langkah kerja pelaku pelayanan, jika ditelaah kembali, langkah pekerjaan Tuhan itu mengagumkan: langkah pekerjaan itu mendatangkan titik balik besar bagi manusia, dan menyebabkan perubahan besar dalam watak hidupnya. Sebelum masa pelaku pelayanan, manusia tidak memahami apa pun mengenai pengejaran hidup, apa artinya percaya kepada Tuhan, atau hikmat pekerjaan Tuhan, dan manusia juga tidak memahami bahwa pekerjaan Tuhan bisa menguji manusia. Sejak masa pelaku pelayanan sampai sekarang, manusia melihat betapa hebatnya pekerjaan Tuhan—sungguh tak terselami oleh manusia. Manusia tidak mampu membayangkan cara Tuhan bekerja dengan menggunakan otaknya, dan juga melihat betapa kerdilnya tingkat pertumbuhannya dan bahwa terlalu banyak hal dalam dirinya yang tidak taat. Ketika Tuhan mengutuk manusia, tujuannya adalah untuk memperoleh hasil, dan Dia tidak menghukum mati manusia. Walaupun Dia mengutuk manusia, Dia melakukannya melalui firman, dan kutukan-Nya tidak benar-benar menimpa manusia, karena yang dikutuk Tuhan adalah ketidaktaatan manusia, jadi firman kutukan-Nya juga diucapkan untuk menyempurnakan manusia. Entah Tuhan menghakimi atau mengutuk manusia, keduanya untuk menyempurnakan manusia: Keduanya bertujuan menyempurnakan apa yang tidak murni di dalam diri manusia. Melalui sarana ini, manusia dimurnikan, dan apa yang kurang dalam diri manusia disempurnakan melalui firman dan pekerjaan-Nya. Setiap langkah dari pekerjaan Tuhan—entah itu firman yang keras, atau penghakiman, atau hajaran—menjadikan manusia sempurna, dan sangat tepat. Tidak pernah di sepanjang sejarah Tuhan melakukan pekerjaan seperti ini; sekarang, Dia bekerja di dalam engkau semua sehingga engkau semua menghargai hikmat-Nya. Walaupun engkau telah menderita kesengsaraan di dalam dirimu, hatimu merasa teguh, dan merasakan damai sejahtera; bisa menikmati tahap pekerjaan Tuhan ini adalah berkat bagi dirimu. Terlepas dari apa yang engkau mampu peroleh di masa depan, semua yang engkau lihat dari pekerjaan Tuhan dalam engkau semua sekarang ini adalah kasih. Jika manusia tidak mengalami penghakiman dan pemurnian Tuhan, tindakan-tindakan dan semangatnya akan tetap berada di level permukaan belaka, dan wataknya tidak akan berubah. Apakah ini termasuk sudah didapatkan oleh Tuhan? Sekarang ini, walaupun masih banyak hal dalam diri manusia yang congkak dan sombong, watak manusia jauh lebih stabil ketimbang sebelumnya. Penanganan Tuhan atas dirimu dikerjakan untuk menyelamatkanmu, dan walaupun engkau mungkin merasa sakit pada waktu itu, harinya akan tiba ketika terjadi perubahan dalam watakmu. Pada saat itu, engkau akan melihat kembali ke belakang dan melihat betapa bijaksananya pekerjaan Tuhan, dan pada saat itu engkau akan mampu benar-benar memahami kehendak Tuhan.

Dikutip dari "Hanya Dengan Mengalami Ujian-Ujian yang Menyakitkan Engkau Semua Bisa Mengenal Keindahan Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Bahwa manusia mampu menderita bagi Tuhan dan dapat sampai sejauh ini, salah satu sebabnya, adalah karena kasih Tuhan, dan sebab lainnya, adalah karena keselamatan dari Tuhan; selain itu, ini adalah hasil dari penghakiman dan pekerjaan hajaran yang telah Tuhan lakukan dalam diri manusia. Jika engkau tidak mengalami penghakiman, hajaran, dan ujian dari Tuhan, dan jika Tuhan belum membuat engkau semua menderita, maka, jujur saja, engkau semua tidak benar-benar mengasihi Tuhan. Semakin besar pekerjaan Tuhan dalam diri manusia dan semakin besar penderitaan manusia, maka semakin menunjukkan seberapa bermaknanya pekerjaan Tuhan, dan semakin hati manusia itu mampu untuk benar-benar mengasihi Tuhan. Bagaimana engkau belajar mengasihi Tuhan? Tanpa siksaan dan pemurnian, tanpa ujian-ujian yang menyakitkan—dan apalagi, jika semua yang Tuhan berikan kepada manusia hanyalah kasih karunia, kasih, dan belas kasih—apakah engkau akan mampu mencapai titik di mana engkau benar-benar mengasihi Tuhan? Di satu sisi, selama ujian dari Tuhan, manusia menjadi mengenal kekurangan-kekurangannya, dan melihat bahwa ia tidak penting, hina, dan rendah, bahwa ia tidak memiliki apa-apa dan bukan apa-apa; di sisi lain, selama ujian-Nya Tuhan menciptakan lingkungan yang berbeda-beda bagi manusia yang membuatnya semakin mampu mengalami keindahan Tuhan. Walaupun kesengsaraan yang dialami berat, dan kadang kala tak tertahankan—bahkan mencapai tahap dukacita yang meremukkan—setelah mengalaminya, manusia melihat betapa indahnya pekerjaan Tuhan dalam dirinya, dan hanya di atas dasar ini, lahirlah dalam diri manusia kasih yang sejati kepada Tuhan. Sekarang ini manusia melihat bahwa dengan kasih karunia, kasih, dan belas kasih Tuhan saja, ia tidak mampu benar-benar mengenal dirinya sendiri, apalagi mengetahui esensi manusia. Hanya melalui pemurnian dan penghakiman dari Tuhan, dan dalam proses pemurnian itu sendiri, manusia bisa mengenal kekurangan-kekurangannya, dan mengetahui bahwa ia tidak memiliki apa-apa. Maka, kasih manusia akan Tuhan dibangun atas dasar pemurnian dan penghakiman Tuhan. Jika engkau hanya menikmati kasih karunia Tuhan, memiliki kehidupan keluarga yang penuh damai atau berkat secara materi, berarti engkau belum mendapatkan Tuhan, dan keyakinanmu kepada Tuhan tidak bisa dikatakan berhasil. Tuhan telah menjalankan satu tahap pekerjaan kasih karunia dalam daging, dan telah memberikan berkat-berkat materi kepada manusia, tetapi manusia tidak bisa disempurnakan hanya dengan kasih karunia, kasih, dan belas kasih saja. Dalam pengalaman-pengalamannya, manusia mengalami sebagian kasih Tuhan, dan melihat kasih dan belas kasih Tuhan, tetapi setelah mengalaminya selama beberapa waktu, ia melihat bahwa kasih karunia dan kasih dan belas kasih Tuhan tidak mampu membuat manusia sempurna, tidak mampu menyingkapkan apa yang rusak dalam diri manusia, dan tidak mampu menghilangkan watak manusia yang rusak, atau menyempurnakan kasih dan imannya. Pekerjaan kasih karunia Tuhan adalah pekerjaan satu periode, dan manusia tidak dapat menggantungkan diri pada menikmati kasih karunia Tuhan untuk mengenal-Nya.

Dikutip dari "Hanya Dengan Mengalami Ujian-Ujian yang Menyakitkan Engkau Semua Bisa Mengenal Keindahan Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Catatan kaki:

a. Dalam naskah aslinya tertulis "Ini adalah beberapa".

Ketika bencana melanda, bagaimana seharusnya kita orang Kristen menghadapinya? Anda diundang untuk bergabung dengan pertemuan online kami, di mana kita dapat menyelidiki bersama dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Whatsapp
Hubungi kami via Messenger

Media Terkait