Dalam aspek apakah kemahakuasaan dan hikmat Tuhan terutama diungkapkan?

Firman Tuhan yang Relevan:

Otoritas dan kuasa Sang Pencipta diungkapkan dalam setiap hal baru yang Dia ciptakan, dan firman dan pencapaian-Nya terjadi secara bersamaan, tanpa sedikit pun perbedaan, dan tanpa sedikit pun interval. Kemunculan dan kelahiran semua hal baru ini adalah bukti otoritas dan kuasa Sang Pencipta: Dia sungguh dapat dipercaya sebagaimana halnya firman-Nya, dan firman-Nya harus digenapi, dan apa yang digenapi bertahan untuk selamanya. Fakta ini belum pernah berubah: seperti itu di masa lalu, seperti itu saat ini, dan akan seperti itu selama-lamanya.

Dikutip dari "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Melalui firman-Nya, Sang Pencipta tidak hanya mampu mendapatkan semua yang ingin Dia dapatkan, dan mencapai semua yang ingin Dia capai, tetapi juga bisa mengendalikan secara langsung semua yang telah Dia ciptakan, dan memerintah segala sesuatu yang telah Dia buat di bawah otoritas-Nya, dan, lebih jauh lagi, semua itu bersifat sistematis dan teratur. Segala hal juga hidup dan mati oleh firman-Nya dan, terlebih lagi, oleh otoritas-Nya mereka ada di tengah-tengah hukum yang telah Dia tetapkan, dan tidak satu pun dikecualikan!

Dikutip dari "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian, Ia menggunakan satu kalimat: "Lazarus, keluarlah!" Ia tidak mengatakan apa pun lagi selain ini—apakah yang direpresentasikan kata-kata tersebut? Kata-kata ini merepresentasikan bahwa Tuhan mampu melakukan apa saja hanya dengan berfirman, termasuk membangkitkan orang mati. Ketika Tuhan menciptakan segala sesuatu, ketika Ia menciptakan dunia, Ia melakukannya dengan firman—perintah lisan, firman yang berotoritas, dan dengan demikian segala sesuatu pun tercipta. Semua itu tercapai dengan cara demikian. Satu kalimat yang diucapkan oleh Tuhan Yesus adalah sama seperti firman yang diucapkan Tuhan ketika Ia menciptakan langit dan bumi serta segala sesuatu; kalimat tersebut sama-sama mengandung otoritas Tuhan, kemampuan Sang Pencipta. Segala sesuatu terbentuk dan berdiri teguh oleh karena firman yang keluar dari mulut Tuhan, dan sama seperti itu, Lazarus berjalan keluar dari kuburnya oleh karena firman yang keluar dari mulut Tuhan Yesus. Inilah otoritas Tuhan, yang ditunjukkan dan dinyatakan dalam daging inkarnasi-Nya. Otoritas dan kemampuan semacam ini adalah milik Sang Pencipta, dan milik Anak Manusia di mana Sang Pencipta dinyatakan. Inilah pengertian yang diajarkan Tuhan melalui kebangkitan Lazarus dari kematian.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Apa yang telah Aku katakan haruslah diperhitungkan, apa yang diperhitungkan haruslah diselesaikan, dan ini tidak dapat diubah oleh siapa pun; ini mutlak. Baik yang telah Kukatakan di masa lalu maupun yang Kukatakan di masa depan, semuanya itu akan terjadi, dan semua umat manusia akan melihat ini. Inilah prinsip di balik pekerjaan firman-Ku. ... Dari segala sesuatu yang ada di alam semesta, tidak ada satu pun yang mengenainya Aku tidak mengambil keputusan yang terakhir. Apakah ada sesuatu, yang tidak berada di tangan-Ku? Semua yang Aku katakan terjadi, dan di antara manusia, adakah yang dapat mengubah pikiran-Ku? Mungkinkah perjanjian yang Kubuat di bumi? Tidak ada yang dapat menghalangi rencana-Ku; Aku selamanya hadir dalam pekerjaan-Ku, juga dalam rencana pengelolaan-Ku. Dapatkah manusia turut campur? Bukankah Aku yang secara pribadi membuat pengaturan ini? Masuk ke dalam situasi ini pada hari ini, tetap tidak menyimpang dari rencana-Ku atau apa yang telah Kunubuatkan. Semua itu sudah ditentukan oleh-Ku sejak dulu. Siapakah di antaramu yang dapat memahami rencana-Ku untuk langkah ini? Umat-Ku akan mendengarkan suara-Ku dan setiap dari antara mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Aku akan kembali ke hadapan takhta-Ku.

Dikutip dari "Bab 1, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Meskipun kata "firman" itu sederhana dan lumrah, firman dari mulut Tuhan yang berinkarnasi mengguncang seluruh alam semesta. Firman mengubah hati, gagasan, dan watak lama manusia, serta cara seluruh dunia biasanya muncul. Selama berabad-abad, hanya Tuhan pada masa sekarang yang bekerja dengan cara ini, dan hanya Dia yang berbicara serta datang untuk menyelamatkan manusia dengan cara demikian. Mulai saat ini dan seterusnya, manusia hidup di bawah bimbingan firman, digembalakan dan dibekali oleh firman. Seluruh umat manusia telah hidup di dunia firman, di dalam kutuk dan berkat dari firman Tuhan, dan bahkan ada lebih banyak manusia yang telah hidup di bawah penghakiman dan hajaran firman. Firman dan pekerjaan ini semuanya demi keselamatan manusia, demi memenuhi kehendak Tuhan, dan demi mengubah penampakan asli dari dunia ciptaan lama. Tuhan menciptakan dunia dengan firman, menuntun manusia dari seluruh alam semesta dengan firman, serta kembali menaklukkan dan menyelamatkan mereka dengan firman. Akhirnya, Dia akan menggunakan firman untuk membawa seluruh dunia lama pada kesudahannya. Baru setelah itu rencana pengelolaan sepenuhnya tuntas.

Dikutip dari "Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam pekerjaan yang dikerjakan pada akhir zaman, firman itu lebih berkuasa daripada manisfestasi berbagai tanda dan mukjizat, dan otoritas firman itu jauh melampaui tanda-tanda dan mukjizat. Firman itu menyingkapkan seluruh watak yang rusak dalam hati manusia. Engkau sendiri tidak dapat mengenali watak yang rusak itu. Ketika watak-watak tersebut disingkapkan kepadamu melalui firman, engkau akan secara alami menyadarinya. Engkau tidak akan dapat menyangkalnya, dan engkau akan benar-benar yakin. Bukankah ini menunjukkan otoritas dari firman-Nya? Inilah hasil yang dicapai oleh pekerjaan firman saat ini. Jadi, manusia tidak dapat sepenuhnya diselamatkan dari dosa-dosanya melalui kesembuhan penyakit atau pengusiran roh-roh jahat dan tidak dapat sepenuhnya dilengkapi melalui manifestasi berbagai tanda dan mukjizat. Otoritas untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat hanya memberi kepada manusia kasih karunia, namun daging manusia masih tetap menjadi milik Iblis dan watak Iblis yang rusak masih tetap tinggal dalam dirinya. Dengan kata lain, orang yang belum dijadikan tahir masih menjadi milik dosa dan kenajisan. Hanya setelah manusia dijadikan tahir melalui firman, ia pun telah didapatkan oleh Tuhan dan ia pun menjadi kudus. Ketika roh jahat diusir dari manusia dan manusia ditebus, ini hanya berarti bahwa ia telah direbut dari tangan Iblis dan dikembalikan kepada Tuhan. Namun, manusia belum ditahirkan atau diubahkan oleh Tuhan, dan ia masih tetap rusak. Di dalam diri manusia, masih ada kenajisan, penentangan, dan pemberontakan. Manusia hanya kembali kepada Tuhan melalui penebusan, namun tidak memiliki pengetahuan akan Dia, dan masih tetap menentang dan mengkhianati Tuhan. Sebelum manusia ditebus, banyak racun Iblis yang telah tertanam kuat di dalam dirinya. Setelah ribuan tahun dirusak oleh Iblis, di dalam diri manusia terdapat sifat dasar yang selalu menolak Tuhan. Oleh karena itu, ketika manusia telah ditebus, manusia mengalami tidak lebih dari penebusan, di mana manusia dibeli dengan harga yang mahal, namun sifat beracun dalam dirinya masih belum dihilangkan. Manusia masih begitu tercemar sehingga harus mengalami perubahan sebelum layak untuk melayani Tuhan. Melalui pekerjaan penghakiman dan hajaran ini, manusia akan sepenuhnya menyadari substansi mereka sebenarnya yang najis dan rusak, dan mereka akan dapat sepenuhnya berubah dan menjadi tahir. Hanya dengan cara ini manusia dapat dilayakkan untuk kembali menghadap takhta Tuhan. Semua pekerjaan yang dilakukan sekarang ini bertujuan agar manusia dapat ditahirkan dan diubahkan. Melalui penghakiman dan hajaran oleh firman-Nya, serta melalui pemurnian, manusia dapat mengenyahkan kerusakan dirinya dan disucikan. ... Kemuliaan dan otoritas Tuhan sendiri yang engkau saksikan tidak semata terlihat melalui penyaliban, penyembuhan orang sakit dan pengusiran roh jahat, tetapi terlebih dari itu terlihat melalui penghakiman-Nya oleh firman. Hal ini menunjukkan kepadamu bahwa otoritas dan kuasa Tuhan bukan hanya tanda-tanda dan mukjizat, orang sakit disembuhkan dan roh jahat diusir, melainkan penghakiman oleh firman yang jauh lebih mampu untuk merepresentasikan otoritas Tuhan dan menyingkapkan kemahakuasaan-Nya.

Dikutip dari "Misteri Inkarnasi (4)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Engkau harus mengerti kehendak Tuhan dan mengerti bahwa pekerjaan Tuhan tidak sesederhana penciptaan langit dan bumi dan segala sesuatunya. Karena pekerjaan saat ini adalah mengubah orang-orang yang telah dirusak, yang telah tumbuh menjadi sangat mati rasa, dan untuk menyucikan mereka yang diciptakan lalu dipengaruhi Iblis, bukan untuk menciptakan Adam atau Hawa, apalagi untuk menciptakan terang atau menciptakan beragam tumbuhan dan hewan. Pekerjaan-Nya sekarang adalah memurnikan semua yang telah dirusak oleh Iblis, agar mereka dapat diperoleh kembali dan dijadikan milik-Nya dan menjadi kemuliaan-Nya. Pekerjaan seperti itu tidak sesederhana seperti manusia membayangkan penciptaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada, dan itu tidak sama dengan pekerjaan mengutuk Iblis ke jurang maut seperti yang manusia bayangkan. Sebaliknya, pekerjaan itu adalah untuk mengubah manusia, untuk mengubah yang negatif menjadi positif dan untuk mengambil menjadi milik-Nya apa yang bukan milik-Nya. Ini adalah penjelasan dari tahap pekerjaan Tuhan ini. Engkau harus menyadarinya, dan tidak boleh menggampangkan masalah. Pekerjaan Tuhan tidak seperti pekerjaan biasa. Keajaibannya tidak dapat dibayangkan oleh pikiran manusia, dan hikmatnya tidak dapat dicapai begitu saja. Selama tahap pekerjaan-Nya ini, Tuhan tidak sedang menciptakan segala sesuatu, dan Dia tidak sedang menghancurkannya. Sebaliknya, Dia sedang mengubah semua ciptaan-Nya dan menyucikan semua yang telah dicemarkan oleh Iblis. Oleh karena itu, Tuhan akan memulai pekerjaan yang sangat besar, dan ini adalah makna yang sesungguhnya dari pekerjaan Tuhan.

Dikutip dari "Apakah Pekerjaan Tuhan Begitu Sederhana

Seperti yang Dibayangkan Manusia?"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Seluruh rencana pengelolaan-Ku, rencana yang terbentang selama enam ribu tahun, terdiri dari tiga tahap atau tiga zaman: Zaman Hukum Taurat pada bagian awal; Zaman Kasih Karunia (yang juga merupakan Zaman Penebusan); dan Zaman Kerajaan pada akhir zaman. Konsep pekerjaan-Ku di ketiga zaman ini berbeda-beda sesuai dengan sifat setiap zaman, tetapi setiap tahapnya sesuai dengan kebutuhan manusia—atau lebih tepatnya, setiap tahap dilakukan berdasarkan tipu muslihat yang digunakan Iblis dalam perang yang telah Kulancarkan. Tujuan pekerjaan-Ku adalah untuk mengalahkan Iblis, untuk mewujudkan hikmat dan kemahakuasaan-Ku, untuk mengungkap semua tipu muslihat Iblis, agar dapat menyelamatkan seluruh umat manusia yang hidup di bawah wilayah kekuasaannya. Tujuan-Ku adalah untuk menunjukkan hikmat dan kemahakuasaan-Ku sekaligus menyingkapkan keburukan Iblis yang tak tertahankan. Terlebih lagi, Aku ingin mengajar ciptaan-Ku untuk membedakan mana yang baik dan yang jahat, untuk mengetahui bahwa Akulah Penguasa segala sesuatu, untuk melihat dengan jelas bahwa Iblis adalah musuh manusia yang paling hina dan jahat, serta untuk mengetahui perbedaan antara kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan kepalsuan, kekudusan dan kenajisan, dan apa yang hebat dan yang tidak mulia. Dengan cara ini, manusia yang bebal akan dapat menjadi saksi bagi-Ku bahwa bukan Aku yang merusak manusia, dan hanya Aku—Tuhan atas segala ciptaan—yang dapat menyelamatkan manusia, dapat menganugerahkan kepada manusia hal-hal yang menyenangkan mereka. Mereka akan tahu bahwa Akulah Penguasa segala sesuatu dan Iblis hanyalah salah satu makhluk ciptakan-Ku, yang kemudian berbalik melawan-Ku. Rencana pengelolaan enam ribu tahun-Ku terbagi menjadi tiga tahap supaya dapat mencapai tujuan berikut ini: untuk memampukan ciptaan-Ku menjadi saksi-Ku, memahami kehendak-Ku, dan mengetahui bahwa Akulah kebenaran.

Dikutip dari "Kisah Sebenarnya di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tidak satu pun pekerjaan Tuhan di antara umat manusia sudah dipersiapkan pada waktu penciptaan dunia; namun, perkembangan banyak hal yang memungkinkan Tuhan melakukan pekerjaan-Nya langkah demi langkah secara lebih nyata dan praktis di antara manusia. Ini sama halnya seperti Tuhan Yahweh tidak menciptakan ular untuk mencobai perempuan itu. Bukan itu rencana spesifik-Nya, hal itu juga bukan sesuatu yang sengaja Dia tentukan sejak semula; bisa dikatakan bahwa hal ini tidak terduga. Jadi, inilah sebabnya Yahweh mengusir Adam dan Hawa dari Taman Eden dan bersumpah tidak pernah lagi menciptakan manusia. Tetapi hikmat Tuhan hanya ditemukan oleh manusia di atas dasar ini, sama seperti hal yang Kusebutkan sebelumnya: "Hikmat-Ku dilaksanakan berdasarkan rencana Iblis." Tidak peduli betapa makin rusaknya umat manusia atau bagaimana ular itu mencobai mereka, Yahweh tetap memiliki hikmat-Nya. Oleh karena itu, Dia telah terlibat dalam pekerjaan yang baru sejak menciptakan dunia, dan tak satu pun dari langkah-langkah pekerjaan ini yang pernah diulang. Iblis terus-menerus melakukan rencana jahatnya; umat manusia terus-menerus dirusak oleh Iblis, dan Tuhan Yahweh juga terus-menerus melakukan pekerjaan-Nya yang bijaksana. Dia tidak pernah gagal dan tidak pernah menghentikan pekerjaan-Nya sejak penciptaan dunia sampai sekarang. Setelah manusia dirusak oleh Iblis, Dia terus-menerus bekerja di antara umat manusia untuk mengalahkan musuh-Nya yang merusak manusia. Pertempuran ini akan berlanjut dari awal hingga akhir dunia. Dalam melakukan semua pekerjaan ini, Dia tidak hanya memungkinkan manusia, yang telah dirusak oleh Iblis, untuk menerima keselamatan-Nya yang besar, tetapi juga memungkinkan mereka untuk melihat hikmat, kemahakuasaan dan otoritas-Nya. Pada akhirnya, Dia akan membiarkan umat manusia melihat watak-Nya yang benar—menghukum yang jahat dan memberi upah kepada yang baik. Dia telah berperang melawan Iblis sampai hari ini dan tidak pernah dikalahkan, sebab Dialah Tuhan yang bijaksana, dan hikmat-Nya dijalankan berdasarkan rencana jahat Iblis. Jadi Dia tidak hanya menjadikan segala sesuatu di surga tunduk pada otoritas-Nya; Dia juga menjadikan segala yang ada di bumi berada di bawah tumpuan kaki-Nya, dan terlebih lagi, Dia menjadikan para pelaku kejahatan yang menyerang dan melecehkan umat manusia jatuh dalam hajaran-Nya. Semua hasil pekerjaan itu diwujudkan oleh karena hikmat-Nya. Dia tidak pernah menyatakan hikmat-Nya sebelum keberadaan umat manusia, sebab Dia tidak memiliki musuh di surga, di bumi, atau di seluruh alam semesta, dan tidak ada kekuatan gelap yang menyerang apa pun di antara alam. Setelah penghulu malaikat mengkhianati-Nya, Dia menciptakan umat manusia di atas bumi, dan oleh karena umat manusia itulah Dia secara resmi mengawali perang-Nya selama ribuan tahun melawan Iblis, si penghulu malaikat, perang yang makin memanas seiring setiap tahapan berturut-turut. Kemahakuasaan dan hikmat-Nya hadir di masing-masing tahap ini. Hanya pada saat inilah segala yang ada di surga dan bumi dapat menyaksikan hikmat, kemahakuasaan, dan terutama kenyataan Tuhan. Dia tetap melakukan pekerjaan-Nya dengan cara yang sama nyatanya dengan zaman sekarang. Di samping itu, selama melaksanakan pekerjaan-Nya, Dia juga menyatakan hikmat dan kemahakuasaan-Nya; Dia memungkinkan engkau sekalian melihat kebenaran inti dalam setiap tahap pekerjaan, memahami secara tepat bagaimana menjelaskan kemahakuasaan Tuhan, dan terutama bagaimana menjelaskan kenyataan-Nya.

Dikutip dari "Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana

Seluruh Umat Manusia Telah Berkembang Hingga Hari Ini"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam perencanaan-Ku, Iblis selalu berusaha meremukkan tumit setiap langkah, dan sebagai kontras dari hikmat-Ku, ia selalu berusaha mencari cara dan sarana untuk mengganggu rencana-Ku yang semula. Tetapi, mungkinkah Aku menyerah pada rancangan tipu dayanya? Semua yang di surga dan yang di bumi melayani Aku—dapatkah rancangan tipu daya si Iblis mengubahnya? Inilah justru titik temu hikmat-Ku, inilah justru yang menakjubkan tentang perbuatan-Ku. Inilah prinsip yang melaluinya seluruh rencana pengelolaan-Ku dijalankan. Selama masa pembangunan Kerajaan, Aku tetap tidak menghindari rancangan tipu daya si Iblis, namun Aku terus melakukan pekerjaan yang harus Aku lakukan. Di antara semua hal di alam semesta, Aku telah memilih perbuatan Iblis sebagai kontras-Ku. Tidakkah ini justru menunjukkan hikmat-Ku?

Dikutip dari "Bab 8, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika Aku secara resmi memulai pekerjaan-Ku, semua manusia bergerak saat Aku bergerak, sehingga orang-orang di seluruh semesta berjalan bersama-Ku, ada "perayaan" di seluruh semesta, dan manusia diberi semangat oleh-Ku. Sebagai hasilnya, si naga merah yang sangat besar itu sendiri menjadi kebingungan dan marah karena Aku dan melayani pekerjaan-Ku, walaupun sebenarnya tidak mau, ia tidak bisa melakukan apa yang dikehendakinya, melainkan harus tunduk pada kendali-Ku. Dalam seluruh rencana-Ku, si naga merah yang sangat besar adalah kontras-Ku, musuh-Ku, dan juga hamba-Ku; karena itulah Aku tidak pernah mengendurkan "tuntutan"-Ku terhadapnya. Karena itulah, tahap terakhir dari pekerjaan inkarnasi-Ku diselesaikan di dalam rumahnya. Dengan cara ini, si naga merah yang sangat besar lebih mampu melayani Aku dengan sebaik-baiknya, dan melaluinya Aku akan menaklukkannya dan melengkapi rencana-Ku.

Dikutip dari "Bab 29, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kemenangan Tuhan atas Iblis adalah kecenderungan yang tak terelakkan! Iblis sebenarnya sudah gagal sejak lama. Ketika Injil mulai tersebar ke seluruh negeri si naga merah yang sangat besar, yaitu ketika Tuhan yang berinkarnasi mulai bekerja dan pekerjaan ini dijalankan, Iblis dikalahkan sepenuhnya, karena inkarnasi dimaksudkan untuk mengalahkan Iblis. Iblis melihat bahwa Tuhan telah sekali lagi menjadi manusia dan juga sudah mulai melaksanakan pekerjaan-Nya, dan ia melihat bahwa tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan pekerjaan itu. Oleh karena itu, Iblis tercengang ketika melihat pekerjaan ini dan tidak berani melakukan lebih banyak pekerjaan lagi. Awalnya Iblis berpikir bahwa ia juga memiliki banyak hikmat, dan ia pun menyela dan mengganggu pekerjaan Tuhan. Namun, ia tidak menduga bahwa Tuhan telah sekali lagi menjadi manusia, dan bahwa dalam pekerjaan-Nya, Tuhan telah menggunakan pemberontakannya untuk berfungsi sebagai wahyu dan penghakiman bagi umat manusia, dan dengan demikian menaklukkan umat manusia dan mengalahkan dirinya. Tuhan lebih bijaksana daripada Iblis, dan pekerjaan-Nya jauh melebihi dia. Oleh karena itu, sebelumnya Aku menyatakan hal berikut: Pekerjaan yang Kukerjakan dilaksanakan sebagai tanggapan terhadap tipuan Iblis. Pada akhirnya Aku akan menyatakan kemahakuasaan-Ku dan ketidakberdayaan Iblis.

Dikutip dari "Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana

Seluruh Umat Manusia Telah Berkembang Hingga Hari Ini"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Aku telah mengatakan sebelumnya: Aku adalah Tuhan yang bijaksana. Aku menggunakan kemanusiaan-Ku yang normal untuk mengungkapkan semua manusia, dan perilaku Iblis dalam diri manusia, mengungkap mereka yang memiliki niat salah, mereka yang menunjukkan sikap tertentu di depan orang lain dan bersikap lain di belakang mereka, mereka yang melawan Aku, mereka yang tidak setia kepada-Ku, mereka yang terlalu bernafsu mengejar uang, mereka yang tidak memperhatikan beban-Ku, mereka yang terlibat dalam penipuan dan kejahatan terhadap saudara-saudari mereka, mereka yang pandai berbicara untuk menyenangkan orang lain, dan mereka yang tidak dapat bekerja sama dengan saudara-saudari mereka dengan kompak dalam hati dan pikiran. Karena kemanusiaan-Ku yang normal, begitu banyak orang yang secara diam-diam menolak Aku dan terlibat dalam penipuan dan kejahatan, dengan menganggap bahwa kemanusiaan-Ku yang normal tidak tahu. Dan begitu banyak orang memberi perhatian khusus pada kemanusiaan-Ku yang normal, memberikan-Ku hal-hal yang baik untuk makan dan minum, melayani Aku seperti pelayan, dan membicarakan apa yang ada di dalam hati mereka kepada-Ku, padahal bertindak sangat berbeda di belakang-Ku. Manusia buta! Engkau tidak mengenal Aku Tuhan yang melihat jauh ke dalam hati manusia. Engkau masih belum mengenal Aku bahkan sampai sekarang; engkau masih mengira Aku tidak menyadari apa yang engkau lakukan. Pikirkanlah: Berapa banyak orang telah menghancurkan diri mereka sendiri karena kemanusiaan-Ku yang normal? Bangunlah! Jangan menipu Aku lagi. Engkau harus meletakkan semua perilaku dan perbuatanmu, setiap kata dan perbuatanmu di hadapan-Ku, dan menerima pemeriksaan-Ku.

Dikutip dari "Bab 76, Perkataan Kristus pada Awal Mulanya"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Aku bertindak dengan bijaksana. Tanpa sebuah pisau, tanpa sebuah pistol dan tanpa mengangkat satu jari pun, Aku akan benar-benar mengalahkan mereka yang menentang Aku dan mempermalukan nama-Ku. Aku murah hati, dan dengan langkah teratur Aku melanjutkan pekerjaan-Ku bahkan ketika Iblis menciptakan gangguan seperti itu; Aku tidak memedulikannya dan Aku akan mengalahkannya dengan selesainya rencana pengelolaan-Ku. Ini adalah kekuatan-Ku dan hikmat-Ku, dan bahkan lebih lagi itu adalah bagian kecil dari kemuliaan-Ku yang tiada akhir.

Dikutip dari "Bab 91, Perkataan Kristus pada Awal Mulanya"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Saat ini, Tuhan telah kembali ke dunia untuk melakukan pekerjaan-Nya. Perhentian pertamanya adalah perhimpunan besar para penguasa diktator: Tiongkok, benteng ateisme yang kokoh. Tuhan telah mendapatkan sekelompok orang melalui hikmat dan kuasa-Nya. Selama jangka waktu itu, Ia diburu oleh partai yang memerintah Tiongkok dengan segala cara dan dihadapkan pada penderitaan besar, tanpa tempat untuk meletakkan kepala-Nya dan tanpa tempat untuk berteduh. Meskipun demikian, Tuhan masih terus melanjutkan pekerjaan yang ingin dilakukan-Nya: Ia memperdengarkan suara-Nya dan menyebarkan kabar baik. Tak ada yang bisa menyelami kemahakuasaan Tuhan. Di Tiongkok, negara yang menganggap Tuhan sebagai musuh, Tuhan tak pernah berhenti bekerja. Sebaliknya, semakin banyak orang menerima pekerjaan dan firman-Nya, sebab Tuhan melakukan segala yang dapat diperbuat-Nya untuk menyelamatkan setiap anggota umat manusia. Kita percaya bahwa tidak ada negara atau kuasa apa pun yang dapat menghalangi tujuan yang ingin dicapai Tuhan. Orang-orang yang menghalangi pekerjaan Tuhan, menentang firman Tuhan, mengganggu dan mengacaukan rencana Tuhan pada akhirnya akan dihukum oleh-Nya. Dia yang menentang pekerjaan Tuhan pasti akan dikirim ke neraka; setiap negara yang menentang pekerjaan Tuhan akan dihancurkan; setiap bangsa yang bangkit untuk menentang pekerjaan Tuhan akan dihapuskan dari bumi ini, dan akan lenyap. ...

Pekerjaan Tuhan itu bagaikan gelombang yang membubung dengan dahsyatnya. Tak ada seorang pun yang dapat menahan-Nya, dan tak ada seorang pun yang dapat menghentikan gerak langkah-Nya. Hanya orang yang baik-baik mendengarkan firman-Nya, mencari dan haus akan Ia, yang dapat mengikuti gerak langkah-Nya dan menerima janji-Nya. Orang-orang yang tidak melakukannya akan dihadapkan pada bencana yang dahsyat dan hukuman yang pantas.

Dikutip dari "Tuhan Mengendalikan Nasib Seluruh Umat Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kerajaan meluas di tengah umat manusia, kerajaan terbentuk di tengah umat manusia, kerajaan ditegakkan di tengah umat manusia; tidak ada kekuatan apa pun yang bisa menghancurkan kerajaan-Ku. ... Pernahkah engkau menerima berkat-berkat yang diberikan kepadamu? Pernahkah engkau mencari janji-janji yang diberikan bagimu? Dalam tuntunan terang-Ku, engkau semua pasti akan menghancurkan kubu-kubu pertahanan kekuatan kegelapan. Engkau semua pasti tidak akan kehilangan cahaya yang membimbingmu, bahkan di tengah kegelapan. Engkau semua pasti akan menjadi penguasa atas seluruh ciptaan. Engkau pasti akan menjadi seorang pemenang di hadapan Iblis. Pada saat tumbangnya kerajaan naga merah yang sangat besar, engkau pasti akan berdiri di tengah kumpulan besar orang banyak untuk bersaksi tentang kemenangan-Ku. Engkau semua pasti akan teguh dan tidak goyah di tanah Sinim. Lewat penderitaan yang kautanggung, engkau semua akan mewarisi berkat-Ku dan pasti akan memancarkan kemuliaan-Ku ke seluruh alam semesta.

Dikutip dari "Bab 19, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

media terkait