Bagaimana Tuhan telah memimpin dan memenuhi kebutuhan umat manusia hingga hari ini?

Firman Tuhan yang Relevan:

Pekerjaan pengelolaan Tuhan dimulai pada penciptaan dunia, dan manusia merupakan inti pekerjaan ini. Segala sesuatu yang diciptakan Tuhan, boleh dikatakan, adalah demi manusia. Karena pekerjaan pengelolaan-Nya berlangsung selama ribuan tahun, dan tidak dilakukan hanya dalam hitungan menit atau detik, atau sekejap mata, atau bahkan dalam waktu satu atau dua tahun, Dia harus menciptakan lebih banyak hal yang diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia, seperti matahari, bulan, segala macam makhluk hidup, serta makanan dan lingkungan hidup bagi umat manusia. Inilah awal pengelolaan Tuhan.

Dikutip dari "Manusia Hanya Dapat

Diselamatkan dalam Pengelolaan Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan apa yang telah Tuhan lakukan untuk menyebarkan ras tersebut? Pertama, Dia menyiapkan lingkungan geografis yang lebih besar, dengan mengalokasikan berbagai lokasi untuk manusia, dan kemudian generasi demi generasi bertahan hidup di sana. Ini sudah ditetapkan—ruang lingkup untuk kelangsungan hidup mereka telah ditetapkan. Dan kehidupan mereka, apa yang mereka makan, apa yang mereka minum, pencaharian mereka—Tuhan sudah lama menetapkan semua itu. Dan ketika Tuhan menciptakan segala sesuatu, Dia membuat persiapan berbeda untuk berbagai jenis orang: Ada unsur tanah berbeda, iklim berbeda, tumbuhan berbeda, dan lingkungan geografis berbeda. Tempat berbeda bahkan memiliki burung dan satwa liar berbeda, perairan berbeda memiliki jenis ikan dan produk akuatik spesial sendiri. Bahkan jenis serangga ditentukan oleh Tuhan. ... Perbedaan dalam berbagai aspek ini mungkin tidak dilihat atau dirasakan oleh banyak orang, tetapi ketika Tuhan menciptakan segala sesuatu, Dia menetapkan batasnya dan menyiapkan lingkungan geografis berbeda, medan berbeda, dan makhluk hidup berbeda untuk berbagai ras. Itu karena Tuhan menciptakan berbagai jenis bangsa dan Dia tahu apa yang mereka butuhkan dan seperti apa gaya hidup mereka.

Dikutip dari "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IX"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Apakah syarat dasar bagi semua gaya hidup manusia yang berbeda ini? Tidakkah mereka memerlukan pemeliharaan dasar dari lingkungan kelangsungan hidup mereka? Yang berarti, jika pemburu kehilangan hutan pegunungan atau burung dan satwa liar, mereka tidak lagi memiliki pencaharian. Jadi jika orang yang hidup dari berburu kehilangan hutan pegunungan dan tidak lagi memiliki burung dan satwa liar, jika mereka tidak lagi memiliki sumber pencaharian, maka masa depan mereka akan menjadi tidak pasti. Mereka bahkan bisa menghilang begitu saja. Dan bergantung pada apakah mereka yang menggembalakan ternak sebagai pencaharian mereka? Mereka tidak sepenuhnya mengandalkan ternak mereka, namun lingkungan tempat ternak mereka bertahan hidup—padang rumput. Jika tiada padang rumput, di mana mereka akan memberi makan rumput untuk ternak mereka? Apa yang akan dimakan oleh sapi dan domba? Tanpa ternak, orang-orang nomaden tidak akan punya mata pencaharian. Tanpa sumber bagi pencaharian mereka, ke manakah orang tersebut akan pergi? Kelangsungan hidup berkesinambungan akan menjadi sangat sulit; mereka tidak akan memiliki masa depan. Tanpa sumber air, sungai dan danau akan mengering. Apakah semua ikan yang mengandalkan air untuk kehidupan mereka akan tetap ada? Semua ikan tersebut tidak akan ada. Akankah orang yang mengandalkan air dan ikan sebagai pencaharian mereka terus bertahan hidup? Jika mereka tidak memiliki makanan, jika mereka tidak memiliki sumber pencaharian mereka, semua orang tersebut tidak akan dapat terus bertahan hidup. Yang berarti, jika ada suatu masalah dengan pencaharian mereka atau kelangsungan hidup mereka, ras tersebut tidak akan lagi melanjutkan hidup, dan mereka bisa menghilang, lenyap dari bumi. Dan jika mereka yang bertani sebagai pencaharian kehilangan tanah mereka, jika mereka tidak bisa menanam dan mendapatkan makanan dari aneka tumbuhan, akan seperti apa hasil akhirnya? Tanpa makanan, bukankah orang akan mati kelaparan? Jika orang mati kelaparan, bukankah jenis orang seperti itu akan binasa? Jadi, inilah tujuan Tuhan dalam mempertahankan berbagai lingkungan. Tuhan hanya memiliki satu tujuan dalam mempertahankan berbagai lingkungan dan ekosistem, mempertahankan berbagai makhluk hidup dalam setiap lingkungan—itu untuk memelihara semua jenis orang, memelihara orang dengan kehidupan dalam lingkungan geografis berbeda.

Jika segala sesuatu dari antara ciptaan kehilangan hukum mereka sendiri, mereka tidak akan lagi ada; jika hukum segala sesuatu hilang, maka makhluk hidup di antara segala sesuatu tidak akan dapat melanjutkan hidup. Manusia juga akan kehilangan lingkungan untuk bertahan hidup yang mereka andalkan untuk kelangsungan hidup. Jika manusia kehilangan semua hal tersebut, mereka tidak akan mampu terus hidup dan berkembang biak generasi demi generasi. Alasan manusia bertahan hidup sampai sekarang adalah karena Tuhan telah membekali mereka dengan segala sesautu dari antara ciptaan untuk memelihara mereka, memelihara umat manusia dalam berbagai cara. Hanya karena Tuhan memelihara umat manusia dalam berbagai caralah mereka bisa bertahan hidup hingga sekarang, mereka bisa bertahan hidup hingga hari ini.

Dikutip dari "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IX"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Yahweh menciptakan manusia, dengan kata lain, Dia menciptakan leluhur umat manusia, Hawa dan Adam, tetapi Dia tidak menganugerahi mereka kecerdasan atau hikmat lebih lanjut. Meskipun sudah hidup di bumi, mereka hampir tidak mengerti apa-apa. Karena itu, pekerjaan menciptakan umat manusia oleh Yahweh baru separuh jalan dan jauh dari rampung. Dia hanya membentuk model manusia dari tanah liat dan memberikan napas-Nya, namun tidak disertai dengan kemauan yang cukup untuk menghormati-Nya. Mula-mula, jauh di luar pikiran manusia untuk memuja, atau takut akan Dia. Manusia hanya tahu cara mendengarkan perkataan-Nya, tetapi tidak tahu tentang pengetahuan dasar kehidupan di bumi dan aturan hidup manusia yang tepat. Maka, meskipun Yahweh menciptakan laki-laki dan perempuan dan menyelesaikan proyek tujuh hari, Dia sama sekali tidak merampungkan penciptaan manusia sehingga manusia hanyalah debu dan tidak memiliki realitas sebagai manusia. Manusia hanya tahu bahwa Yahweh-lah yang telah menciptakan umat manusia, tetapi tidak tahu bagaimana harus mematuhi perkataan atau hukum Yahweh. Maka, setelah umat manusia muncul, pekerjaan Yahweh masih jauh dari rampung. Dia masih harus membimbing mereka untuk datang ke hadapan-Nya sehingga mereka dapat hidup bersama di bumi dan menghormati-Nya, dan supaya dengan bimbingan-Nya mereka bisa memasuki jalur yang benar dari kehidupan manusia yang normal di bumi. Hanya dengan cara ini pekerjaan yang dilakukan, terutama atas nama Yahweh, benar-benar rampung; artinya, hanya dengan cara ini, pekerjaan penciptaan dunia oleh Yahweh benar-benar rampung. Maka, setelah menciptakan umat manusia, Dia harus menuntun hidup umat manusia di bumi selama beberapa ribu tahun agar umat manusia dapat mematuhi ketetapan dan hukum-Nya dan mengambil bagian dalam semua kegiatan kehidupan manusia normal di bumi. Baru setelah itu pekerjaan Yahweh benar-benar rampung.

Dikutip dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Setelah pekerjaan Yahweh di Zaman Hukum Taurat, Tuhan memulai pekerjaan baru-Nya pada tahap kedua: mengambil rupa sebagai daging—berinkarnasi menjadi manusia selama sepuluh, dua puluh tahun—serta berbicara dan melakukan pekerjaan-Nya di antara orang yang percaya. Namun, tanpa terkecuali, tidak seorang pun mengetahui, dan hanya sejumlah kecil orang yang mengakui bahwa Dia adalah Tuhan yang menjadi daging setelah Tuhan Yesus dipakukan ke salib dan dibangkitkan. ... Begitu tahap kedua pekerjaan Tuhan selesai—setelah penyaliban—pekerjaan Tuhan untuk memulihkan manusia dari dosa (dengan kata lain, mengambil kembali manusia dari tangan Iblis) telah terlaksana. Jadi, sejak saat itu, umat manusia hanya perlu menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat agar dosa-dosanya diampuni. Secara harfiah, dosa manusia tidak lagi menjadi penghalang baginya untuk mencapai keselamatan dan datang ke hadapan Tuhan, dan tidak lagi menjadi pijakan yang dapat digunakan Iblis untuk mendakwa manusia. Hal itu karena Tuhan sendiri telah melakukan pekerjaan yang nyata, telah menjadi serupa dan mencicipi daging yang dikuasai dosa, dan Tuhan sendirilah yang menjadi korban penghapus dosa. Dengan demikian, manusia turun dari kayu salib, ditebus, dan diselamatkan berkat daging Tuhan, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa ini. Jadi, setelah ditawan oleh Iblis, manusia menjadi selangkah lebih dekat untuk menerima keselamatan di hadapan Tuhan. Tentu saja, tahap pekerjaan ini adalah pengelolaan Tuhan tahap berikutnya setelah Zaman Hukum Taurat, dan lebih mendalam daripada Zaman Hukum Taurat.

............

Selanjutnya, datanglah Zaman Kerajaan, tahap pekerjaan Tuhan yang lebih praktis, tetapi juga paling sulit diterima oleh manusia. Hal itu karena semakin dekat manusia datang kepada Tuhan, semakin dekat tongkat hajaran Tuhan dengan manusia, dan semakin jelas wajah Tuhan tampak di hadapan manusia. Setelah penebusan umat manusia, manusia secara resmi kembali ke dalam keluarga Tuhan. Manusia berpikir bahwa sekaranglah saatnya untuk menikmati hidup, tetapi ia malah diperhadapkan pada serangan terbuka dari Tuhan, hal yang tidak pernah diantisipasi seorang pun sebelumnya: Ternyata, inilah baptisan yang harus "dinikmati" oleh umat Tuhan. Mendapatkan perlakuan semacam itu, manusia tidak mempunyai pilihan lain, kecuali berhenti sejenak dan merenung, aku adalah anak domba yang telah hilang selama bertahun-tahun, yang Tuhan beli kembali dengan harga yang begitu mahal, lalu mengapa Tuhan memperlakukan aku seperti ini? Apakah ini cara Tuhan untuk mengolok-olok dan menelanjangi aku? ... Setelah bertahun-tahun berlalu, manusia menjadi letih, setelah mengalami beratnya pemurnian dan hajaran. Meskipun manusia telah kehilangan "kemuliaan" dan "keromantisan" masa lampau, tanpa diketahuinya, ia mulai memahami prinsip tentang perilaku manusia, dan mulai menghargai tahun-tahun pengabdian Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia. Manusia perlahan-lahan mulai membenci kebrutalannya sendiri. Ia mulai membenci betapa liarnya dia, dan semua kesalahpahamannya terhadap Tuhan, serta tuntutan-tuntutannya yang tidak masuk akal terhadap-Nya. Waktu tidak dapat diputar kembali. Peristiwa masa lalu menjadi kenangan yang sangat disesalkan bagi manusia, dan perkataan serta kasih Tuhan menjadi kekuatan pendorong dalam kehidupan baru manusia. Luka batin manusia semakin pulih hari demi hari, kekuatannya kembali, dan ia bangkit dan memandang wajah Yang Mahakuasa ... dan mendapati bahwa Dia selalu berada di sisiku, dan senyuman dan raut wajah-Nya yang indah masih begitu menggetarkan perasaan. Hati-Nya masih menaruh perhatian pada umat manusia yang diciptakan-Nya, dan tangan-Nya masih sehangat dan sekuat semula. Seolah-olah manusia kembali lagi ke Taman Eden, tetapi kali ini manusia tidak lagi mendengarkan godaan si ular, tidak lagi berpaling dari wajah Yahweh. Manusia berlutut di hadapan Tuhan, melihat wajah Tuhan yang tersenyum, dan memberikan pengorbanannya yang paling berharga—Oh! Tuhanku, Tuhanku!

Dikutip dari "Manusia Hanya Dapat

Diselamatkan dalam Pengelolaan Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sejak keberadaan pengelolaan Tuhan, Ia selalu sepenuhnya berdedikasi untuk melakukan pekerjaan-Nya. Sekalipun menyelubungi pribadi-Nya dari mereka, Ia selalu berada di sisi manusia, melakukan pekerjaan dalam diri mereka, mengungkapkan watak-Nya, membimbing seluruh kemanusiaan dengan esensi-Nya, dan melakukan pekerjaan-Nya dalam diri setiap orang melalui kekuatan-Nya, hikmat-Nya, dan otoritas-Nya, sehingga membuat Zaman Hukum Taurat, Zaman Kasih Karunia, dan sekarang Zaman Kerajaan terwujud. Meskipun Tuhan menyembunyikan pribadi-Nya dari manusia, watak-Nya, keberadaan-Nya, kepemilikan-Nya, dan kehendak-Nya terhadap umat manusia tanpa pamrih diungkapkan kepada manusia agar manusia melihat dan mengalami. Dengan kata lain, meskipun manusia tidak dapat melihat atau menyentuh Tuhan, watak dan esensi Tuhan yang telah berhubungan dengan manusia adalah mutlak ungkapan Tuhan itu sendiri. Bukankah ini adalah kebenarannya? Terlepas dari metode apa atau dari sudut mana Tuhan melakukan pekerjaan-Nya, Ia selalu memperlakukan orang dengan identitas-Nya yang sebenarnya, melakukan apa yang harus Ia lakukan dan mengatakan apa yang harus Ia katakan. Tidak peduli pada posisi apa Tuhan berbicara—bisa saja sambil berdiri di surga tingkat ketiga, atau berdiri dalam daging, atau bahkan sebagai manusia biasa—Ia selalu berbicara kepada manusia dengan segenap hati-Nya dan dengan segenap pikiran-Nya, tanpa ada penipuan ataupun sesuatu yang disembunyikan. Ketika Ia melakukan pekerjaan-Nya, Tuhan mengungkapkan firman-Nya dan watak-Nya, dan mengungkapkan apa yang Ia miliki dan siapa diri-Nya, tanpa menahan apa pun. Ia membimbing umat manusia dengan hidup-Nya, keberadaan-Nya dan kepunyaan-Nya.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri I"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika Tuhan mulai bekerja dalam diri seseorang, ketika Dia telah memilih seseorang, Dia tidak mengumumkan berita ini kepada siapa pun, Dia juga tidak mengumumkannya kepada Iblis, apalagi melakukan tindakan besar apa pun. Dia hanya secara diam-diam, secara sangat wajar, melakukan apa yang perlu. Pertama, Dia memilih sebuah keluarga untukmu; latar belakang keluargamu, orang tuamu, leluhurmu—semua ini, Tuhan tetapkan sebelumnya. Dengan kata lain, Tuhan tidak mengambil keputusan-keputusan ini secara mendadak; sebaliknya, Dia memulai pekerjaan ini sejak lama. Setelah Tuhan memilih sebuah keluarga untukmu, Dia kemudian memilih tanggal engkau akan dilahirkan. Kemudian, Tuhan mengawasimu saat engkau dilahirkan dan datang ke dunia dengan menangis. Dia mengawasi kelahiranmu, mengawasi saat engkau mengucapkan kata pertamamu, mengawasi ketika engkau tersandung dan tertatih-tatih mengayunkan langkah pertamamu saat engkau belajar berjalan. Pertama engkau mengayunkan satu langkah, lalu langkah berikutnya … dan sekarang engkau dapat berlari, melompat, berbicara, dan mengungkapkan perasaanmu. Sementara manusia bertumbuh dewasa, Iblis menatap mereka masing-masing lekat-lekat, bagaikan harimau yang mengintai mangsanya. Namun, dalam melakukan pekerjaan-Nya, Tuhan tidak pernah tunduk pada batasan apa pun yang timbul dari manusia, peristiwa atau hal-hal, ruang ataupun waktu; Dia melakukan apa yang harus Dia lakukan dan yang memang harus Dia lakukan. Selama proses bertumbuh dewasa, engkau mungkin mengalami banyak hal yang tidak engkau sukai, seperti penyakit dan perasaan frustasi. Namun, saat engkau menapaki jalan ini, hidup dan masa depanmu benar-benar berada dalam pemeliharaan Tuhan. Tuhan memberimu jaminan sejati yang akan bertahan sepanjang hidupmu, karena Dia berada tepat di sisimu, menjaga dan memeliharamu. Engkau bertumbuh dewasa tanpa menyadari hal ini. Engkau mulai bersentuhan dengan hal-hal baru dan mulai mengenal dunia dan umat manusia ini. Segalanya segar dan baru bagimu. Engkau memiliki beberapa hal yang senang engkau lakukan. Engkau hidup dalam kemanusiaanmu sendiri, engkau hidup di dalam ruang hidupmu sendiri dan engkau tidak memiliki sedikit pun persepsi tentang keberadaan Tuhan. Namun, Tuhan mengawasimu di setiap langkah jalanmu saat engkau bertumbuh, dan Dia mengawasimu saat engkau mengambil setiap langkah maju. Bahkan ketika engkau sedang belajar pengetahuan atau mempelajari sains, Tuhan tidak pernah selangkah pun meninggalkan sisimu. Engkau sama saja seperti orang lain yaitu, dalam proses mengenal dunia dan terlibat di dalamnya, engkau telah menetapkan cita-citamu sendiri, engkau memiliki kegemaranmu sendiri, minatmu sendiri, dan engkau juga memiliki ambisi yang tinggi. Engkau sering memikirkan masa depanmu sendiri, sering menggambarkan secara garis besar tentang bagaimana seharusnya masa depanmu. Namun, tak peduli apa pun yang terjadi di sepanjang perjalanan, Tuhan melihat semua yang terjadi dengan jelas. Mungkin engkau sendiri telah melupakan masa lalumu, tetapi bagi Tuhan, tidak ada orang yang dapat memahami dirimu lebih baik daripada Dia. Engkau hidup di bawah pengawasan Tuhan, bertumbuh, menjadi dewasa. ... Dari sejak engkau dilahirkan sampai sekarang, Tuhan telah melakukan banyak pekerjaan dalam dirimu, tetapi Dia tidak memberimu catatan lengkap tentang semua yang telah Dia lakukan. Tuhan tidak mengizinkanmu mengetahui hal ini, dan Dia juga tidak memberitahukannya kepadamu. Namun, bagi umat manusia, segala sesuatu yang Dia lakukan penting. Menurut pendapat Tuhan, ini adalah sesuatu yang harus Dia lakukan. Dalam hati-Nya ada sesuatu yang penting yang perlu Dia lakukan yang jauh melebihi semua hal ini. Yaitu, sejak seseorang dilahirkan hingga saat ini, Tuhan harus menjamin keselamatan mereka. Saat engkau mendengar perkataan ini, engkau semua mungkin merasa seolah-olah engkau tidak sepenuhnya mengerti. Engkau mungkin bertanya, "Apakah keselamatan ini begitu penting?" Lalu, apa arti harfiah "keselamatan"? Mungkin engkau semua memahami keselamatan sebagai kedamaian atau tidak pernah mengalami bencana atau malapetaka, hidup dengan baik, menjalani kehidupan yang normal. Namun, dalam hatimu, engkau semua harus tahu bahwa keselamatan tidaklah sesederhana itu. Jadi apa sebenarnya yang Aku maksud tentang apa yang harus dilakukan Tuhan? Apa artinya keselamatan bagi Tuhan? Apakah ini suatu jaminan sebagaimana makna umum dari "keselamatan"? Tidak. Jadi, apakah hal yang Tuhan lakukan? "Keselamatan" ini berarti engkau tidak akan ditelan oleh Iblis. Apakah ini penting? Tidak ditelan oleh Iblis—apakah ini menyangkut keselamatanmu, atau tidak? Ya, ini menyangkut keselamatan pribadimu, dan tidak boleh ada hal yang lebih penting. Begitu engkau telah ditelan oleh Iblis, jiwa dan dagingmu tidak lagi menjadi milik Tuhan. Tuhan tidak akan menyelamatkanmu lagi. Tuhan meninggalkan jiwa-jiwa dan orang-orang yang telah ditelan oleh Iblis. Jadi, Aku berkata bahwa hal terpenting yang Tuhan harus lakukan adalah menjamin keselamatanmu ini, menjamin bahwa engkau tidak akan ditelan oleh Iblis. Ini sangat penting, bukan? Jadi, mengapa engkau semua tidak bisa menjawabnya? Sepertinya engkau semua tidak dapat merasakan kebaikan Tuhan yang besar!

Tuhan melakukan jauh lebih banyak selain menjamin keselamatan manusia, yaitu menjamin agar mereka tidak akan ditelan oleh Iblis. Dia juga melakukan banyak pekerjaan persiapan sebelum memilih dan menyelamatkan seseorang. Pertama, Tuhan melakukan persiapan yang cermat mengenai karakter seperti apa yang akan engkau miliki, di keluarga macam apa engkau akan dilahirkan, siapa yang akan menjadi orang tuamu, berapa banyak saudara-saudari yang akan engkau miliki, dan seperti apa situasi, status ekonomi, dan kondisi keluarga tempat engkau akan dilahirkan. ... Di permukaan, sepertinya Tuhan tidak melakukan sesuatu yang menggemparkan bagi manusia; Dia hanya dengan tenang dan secara rahasia melakukan segala sesuatu yang harus Dia lakukan, dengan tersembunyi dan diam-diam. Namun pada kenyataannya, semua yang Tuhan lakukan, dilakukan-Nya untuk meletakkan dasar bagi keselamatanmu, untuk mempersiapkan jalan di depan dan semua kondisi yang diperlukan bagi keselamatanmu. Selanjutnya, Tuhan membawa setiap orang kembali ke hadapan-Nya pada saat yang telah ditentukan bagi mereka—ketika tiba waktunya bagimu untuk mendengar suara Tuhan, itu adalah saat ketika engkau akan datang ke hadapan-Nya. Pada saat ini terjadi, beberapa orang telah menjadi orang tua, sementara yang lain masih merupakan anak seseorang. Dengan kata lain, beberapa orang telah menikah dan telah memiliki anak sementara yang lain masih lajang, belum memulai keluarga mereka sendiri. Namun, bagaimanapun situasi seseorang, Tuhan telah menetapkan waktu saat engkau akan dipilih dan saat Injil-Nya serta firman-Nya akan mencapai dirimu. Tuhan telah menetapkan keadaan, menentukan orang tertentu atau konteks tertentu yang melaluinya Injil akan disampaikan kepadamu, sehingga engkau dapat mendengar firman Tuhan. Tuhan telah mempersiapkan bagimu semua kondisi yang diperlukan. Dengan cara ini, meskipun manusia tidak menyadari bahwa hal ini sedang terjadi, manusia datang ke hadapan-Nya dan kembali ke dalam keluarga Tuhan. Manusia juga tanpa sadar mengikuti Tuhan dan masuk ke dalam setiap langkah pekerjaan-Nya, memasuki setiap langkah cara kerja Tuhan yang telah Dia persiapkan bagi manusia. ... Ada berbagai alasan dan berbagai cara untuk percaya, tetapi apa pun alasan yang membuatmu percaya kepada-Nya, semua ini sebenarnya diatur dan dituntun oleh Tuhan. Pada awalnya, Tuhan menggunakan berbagai cara untuk memilihmu dan membawamu ke dalam keluarga-Nya. Ini adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada setiap orang.

Di akhir pekerjaan-Nya pada akhir zaman, Dia tidak lagi hanya menganugerahkan kasih karunia dan berkat kepada manusia seperti yang Dia lakukan sebelumnya, Dia juga tidak membujuk manusia untuk bergerak maju. Selama tahap pekerjaan ini, apakah yang telah manusia lihat dari semua aspek pekerjaan Tuhan yang telah dia alami? Manusia telah melihat kasih Tuhan serta penghakiman dan hajaran Tuhan. Selama kurun waktu ini, Tuhan membekali, mendukung, mencerahkan dan membimbing manusia, sehingga manusia secara perlahan-lahan mulai mengetahui maksud-maksud-Nya, mengenal firman yang Dia ucapkan dan kebenaran yang Dia anugerahkan kepada manusia. Ketika manusia sedang lemah, ketika dia sedang putus asa, ketika dia tidak punya tempat untuk mengadu, Tuhan akan memakai firman-Nya untuk menghibur, menasihati, dan mendorong manusia, sehingga tingkat pertumbuhan manusia yang kecil dapat secara perlahan-lahan bertumbuh dalam kekuatan, bangkit dalam kepositifan, dan menjadi bersedia untuk bekerja sama dengan Tuhan. Namun, ketika manusia tidak menaati Tuhan atau menentang-Nya, atau ketika manusia menyingkapkan kerusakannya, Tuhan tidak akan segan-segan menghajar dan mendisiplinkan manusia. Namun, Tuhan akan menunjukkan toleransi dan kesabaran atas kebodohan, ketidaktahuan, kelemahan, dan ketidakdewasaan manusia. Dengan cara ini, melalui semua pekerjaan yang Tuhan lakukan bagi manusia, manusia secara perlahan-lahan menjadi dewasa, bertumbuh, dan mulai mengetahui maksud-maksud Tuhan, mulai mengetahui kebenaran-kebenaran tertentu, mengetahui hal-hal apa yang positif dan hal-hal apa yang negatif, mengetahui apa arti kejahatan dan kegelapan. Tuhan tidak mengambil pendekatan tunggal dengan selalu menghajar dan mendisiplinkan manusia, tetapi Dia juga tidak selalu menunjukkan toleransi dan kesabaran. Sebaliknya, Dia menyediakan berbagai cara bagi masing-masing orang pada tahap mereka yang berbeda dan sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan kualitas mereka yang berbeda-beda. Dia melakukan banyak hal bagi manusia dengan harga yang sangat mahal; manusia tidak memahami hal-hal ini maupun harga yang harus Dia bayar, tetapi dalam kenyataannya, semua yang Dia perbuat benar-benar dilakukan-Nya kepada setiap orang. Kasih Tuhan itu nyata: melalui kasih karunia Tuhan, manusia terhindar dari bencana demi bencana, dan sementara itu, Tuhan berulang kali menunjukkan toleransi atas kelemahan manusia. Penghakiman dan hajaran Tuhan memungkinkan manusia untuk secara berangsur-angsur mengetahui kerusakannya dan esensi jahat dalam dirinya. Hal-hal yang Tuhan sediakan, yaitu, pencerahan-Nya bagi manusia serta bimbingan-Nya, semuanya itu memungkinkan manusia untuk semakin mengenal esensi kebenaran dan untuk semakin mengetahui apa yang mereka butuhkan, jalan apa yang harus mereka tempuh, untuk apa mereka hidup, apa nilai dan makna hidup mereka, dan cara menempuh jalan di depan. Segala sesuatu yang Tuhan lakukan ini tidak dapat dipisahkan dari satu tujuan-Nya yang semula. Lalu, apakah tujuan ini? Mengapa Tuhan memakai cara-cara ini untuk melakukan pekerjaan-Nya dalam diri manusia? Hasil apa yang ingin dicapai-Nya? Dengan kata lain, apa yang ingin dilihat-Nya dalam diri manusia? Apa yang ingin Dia dapatkan dari manusia? Yang ingin Tuhan lihat adalah agar hati manusia dapat dihidupkan kembali. Cara-cara yang Dia gunakan untuk bekerja dalam diri manusia ini merupakan upaya yang terus-menerus untuk membangkitkan hati manusia, membangkitkan roh manusia, memampukan manusia untuk memahami dari mana dia berasal, siapa yang membimbing, mendukung, dan membekali dirinya, dan siapa yang telah mengizinkan manusia untuk hidup sampai saat ini; semua itu adalah cara untuk memampukan manusia memahami siapa Sang Pencipta, siapa yang harus dia sembah, jalan seperti apa yang harus dia tempuh dan dengan cara apa manusia harus datang ke hadapan Tuhan; semua itu adalah cara untuk secara terus-menerus menghidupkan kembali hati manusia, sehingga manusia mengenal hati Tuhan, memahami hati-Nya, dan mengerti kepedulian Tuhan yang besar serta pemikiran di balik pekerjaan-Nya menyelamatkan manusia. Ketika hati manusia dihidupkan kembali, manusia tidak lagi ingin hidup dengan wataknya yang rusak dan merosot, melainkan ingin mengejar kebenaran untuk memuaskan Tuhan. Setelah hati manusia dihidupkan, barulah manusia mampu melepaskan diri sepenuhnya dari Iblis. Dia tidak akan lagi dilukai oleh Iblis, tidak akan lagi dikendalikan atau dibodohi olehnya. Sebaliknya, manusia dapat secara proaktif bekerja sama dalam pekerjaan Tuhan dan firman-Nya untuk memuaskan hati Tuhan, dan dengan demikian mencapai takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Inilah tujuan semula pekerjaan Tuhan.

Dikutip dari "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Beberapa ribu tahun telah berlalu, dan umat manusia masih menikmati terang dan udara yang dianugerahkan oleh Tuhan, masih mengembuskan napas yang diembuskan oleh Tuhan Sendiri, masih menikmati bunga, burung, ikan dan serangga yang diciptakan oleh Tuhan, dan menikmati semua hal yang disediakan oleh Tuhan; siang dan malam masih terus saling berganti; empat musim bergantian seperti biasa; angsa yang terbang di langit berangkat di musim dingin ini, dan masih kembali di musim semi berikutnya; ikan di air tidak pernah meninggalkan sungai dan danau—yang merupakan rumah mereka; tonggeret di tanah bernyanyi dengan sepenuh hati mereka selama musim panas; jangkrik di rumput dengan lembut bersenandung selaras dengan angin selama musim gugur; angsa-angsa berkumpul dalam kawanan, sementara elang tetap menyendiri; kawanan singa menopang diri mereka dengan berburu; rusa tidak menyimpang dari rumput dan bunga .... Setiap jenis makhluk hidup di antara segala sesuatu berangkat dan kembali, dan kemudian berangkat lagi, sejuta perubahan terjadi dalam sekejap mata—tetapi apa yang tidak berubah adalah naluri mereka dan hukum kelangsungan hidup. Mereka hidup dengan perbekalan dan makanan dari Tuhan, dan tidak seorang pun dapat mengubah naluri mereka, dan tidak seorang pun dapat merusak aturan kelangsungan hidup mereka. Meski umat manusia, yang hidup di antara segala sesuatu, telah dirusak dan ditipu oleh Iblis, manusia tetap tidak dapat hidup tanpa air yang dibuat oleh Tuhan, dan udara yang dibuat oleh Tuhan, dan segala sesuatu yang dibuat oleh Tuhan, dan manusia masih hidup dan berkembang biak di ruang yang diciptakan oleh Tuhan ini. Naluri umat manusia tidak berubah. Manusia masih mengandalkan matanya untuk melihat, telinganya untuk mendengar, otaknya untuk berpikir, hatinya untuk memahami, kaki dan tungkainya untuk berjalan, tangannya untuk bekerja, dan seterusnya; semua naluri yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada manusia agar dia dapat menerima perbekalan dari Tuhan tetap tidak berubah, kemampuan yang digunakan oleh manusia untuk bekerja sama dengan Tuhan tidak berubah, kemampuan manusia untuk melakukan tugas makhluk ciptaan tidak berubah, kebutuhan rohani umat manusia tidak berubah, hasrat manusia untuk menemukan asal-usulnya tidak berubah, kerinduan manusia untuk diselamatkan oleh Sang Pencipta tidak berubah. Seperti itulah keadaan umat manusia saat ini, yang hidup di bawah otoritas Tuhan, dan yang telah mengalami pemusnahan berdarah yang dilakukan oleh Iblis. Meski manusia telah menjadi sasaran penindasan Iblis, dan bukan lagi Adam dan Hawa dari awal penciptaan, alih-alih penuh dengan hal-hal yang bertentangan dengan Tuhan, seperti pengetahuan, imajinasi, gagasan, dan sebagainya, dan penuh dengan watak rusak iblis, di mata Tuhan, umat manusia masih umat manusia yang sama yang Dia ciptakan. Umat manusia masih dikuasai dan diatur oleh Tuhan, dan masih hidup di jalur yang ditetapkan oleh Tuhan, dan demikian di mata Tuhan, umat manusia, yang telah dirusak oleh Iblis, hanya ditutupi dengan kotoran, dengan perut keroncongan, dengan reaksi yang agak lambat, ingatan yang tidak sebagus dahulu, dan usia yang sedikit lebih tua—tetapi semua fungsi dan naluri manusia sama sekali tidak rusak. Ini adalah manusia yang ingin Tuhan selamatkan. Umat manusia ini harus mendengar panggilan Sang Pencipta, dan mendengar suara Sang Pencipta, dan dia akan berdiri dan bergegas mencari sumber suara ini. Umat manusia ini harus melihat sosok Sang Pencipta dan dia akan mengabaikan semua hal lain, dan meninggalkan segalanya, guna mengabdikan dirinya kepada Tuhan, dan bahkan akan mengorbankan hidupnya untuk-Nya. Ketika hati umat manusia memahami firman Sang Pencipta yang sepenuh hati, umat manusia akan menolak Iblis dan datang ke sisi Sang Pencipta; ketika umat manusia telah sepenuhnya mencuci kotoran dari tubuhnya, dan sekali lagi menerima perbekalan dan makanan dari Sang Pencipta, maka ingatan umat manusia akan dipulihkan, dan pada saat ini umat manusia akan benar-benar kembali berada di bawah kekuasaan Sang Pencipta.

Dikutip dari "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Media Terkait