Bagaimana ketiga tahap pekerjaan Tuhan secara bertahap semakin mendalam sehingga manusia dapat diselamatkan dan disempurnakan?

Firman Tuhan yang Relevan:

Seluruh pengelolaan Tuhan dibagi menjadi tiga tahap, dan di masing-masing tahap, ada persyaratan yang tepat yang ditetapkan bagi manusia. Lebih jauh lagi, seiring dengan zaman berganti dan bergerak maju, persyaratan Tuhan bagi umat manusia menjadi jauh lebih tinggi. Karena itulah, langkah demi langkah, pekerjaan pengelolaan Tuhan ini mencapai titik puncaknya, sampai manusia menyaksikan fakta "penampakan Firman di dalam daging", dan dengan demikianlah persyaratan bagi manusia serta tuntutan untuk manusia menjadi kesaksian menjadi lebih tinggi lagi. Semakin manusia mampu untuk sungguh-sungguh bekerja sama dengan Tuhan, semakin dia memuliakan Tuhan. Kerja sama manusia merupakan kesaksian yang dia wajib nyatakan, dan kesaksian yang dinyatakan itulah penerapan yang harus manusia lakukan. Jadi, apakah pekerjaan Tuhan bisa menghasilkan dampak yang seharusnya, dan apakah ada kesaksian yang sejati, keduanya memiliki keterkaitan dan tidak bisa dipisahkan dari kerja sama dan kesaksian manusia. Ketika pekerjaan itu selesai, yang berarti, ketika seluruh pengelolaan Tuhan telah mencapai akhirnya, manusia akan dituntut untuk menjadi kesaksian yang lebih tinggi tingkatnya, dan ketika pekerjaan Tuhan itu mencapai akhirnya, penerapan dan jalan masuk manusia pun akan mencapai titik puncaknya. Di masa lampau, manusia dituntut untuk taat kepada hukum Taurat dan perintah-perintah, serta dituntut untuk berlaku sabar dan rendah hati. Pada zaman sekarang, manusia dituntut untuk menaati seluruh rancangan Tuhan dan memiliki kasih yang tertinggi kepada Tuhan, serta pada akhirnya dituntut untuk tetap mengasihi Tuhan di tengah-tengah segala kesengsaraan. Ketiga tahap ini adalah persyaratan yang Tuhan tetapkan bagi manusia, langkah demi langkah, di sepanjang seluruh pengelolaan-Nya. Setiap tahap pekerjaan Tuhan lebih dalam daripada tahap yang sebelumnya, dan di setiap tahap persyaratannya bagi manusia menjadi lebih mendalam daripada tahap yang sebelumnya. Dengan demikian, seluruh pengelolaan Tuhan secara bertahap terbentuk. Justru karena persyaratan bagi manusia kini lebih tinggi, maka watak manusia pun menjadi lebih dekat kepada standar yang dituntut Tuhan, serta hanya ketika itulah seluruh umat manusia secara bertahap menjauh dari pengaruh Iblis, sampai, saat pekerjaan Tuhan tiba di titik selesai dan tuntas, seluruh umat manusia diselamatkan dari pengaruh Iblis.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Penerapan Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan pengelolaan Tuhan dimulai pada penciptaan dunia, dan manusia merupakan inti pekerjaan ini. Segala sesuatu yang diciptakan Tuhan, boleh dikatakan, adalah demi manusia. Karena pekerjaan pengelolaan-Nya berlangsung selama ribuan tahun, dan tidak dilakukan hanya dalam hitungan menit atau detik, atau sekejap mata, atau bahkan dalam waktu satu atau dua tahun, Dia harus menciptakan lebih banyak hal yang diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia, seperti matahari, bulan, segala macam makhluk hidup, serta makanan dan lingkungan hidup bagi umat manusia. Inilah awal pengelolaan Tuhan.

Setelah itu, Tuhan menyerahkan manusia kepada Iblis, manusia hidup di bawah kekuasaan Iblis, dan peristiwa ini perlahan berlanjut pada pengelolaan Tuhan di zaman pertama: kisah Zaman Hukum Taurat .... Dalam kurun beberapa ribu tahun Zaman Hukum Taurat, umat manusia menjadi terbiasa dengan tuntunan Zaman Hukum Taurat itu, dan mereka mulai menganggap enteng, dan sedikit demi sedikit meninggalkan pemeliharaan Tuhan. Jadi, sementara berpegang pada hukum Taurat, mereka juga menyembah berhala dan melakukan perbuatan jahat. Mereka tanpa perlindungan Yahweh, dan sekadar menjalani hidup mereka di depan mezbah Bait Suci. Sesungguhnya, pekerjaan Tuhan telah meninggalkan mereka sejak lama, dan meskipun orang Israel masih memegang hukum Taurat, menyebut nama Yahweh, dan bahkan dengan bangga meyakini hanya merekalah umat Yahweh dan orang pilihan Yahweh, kemuliaan Tuhan diam-diam telah meninggalkan mereka ...

............

Seperti yang sudah-sudah, setelah pekerjaan Yahweh di Zaman Hukum Taurat, Tuhan memulai pekerjaan baru-Nya pada tahap kedua: mengambil rupa sebagai daging—berinkarnasi menjadi manusia selama sepuluh, dua puluh tahun—serta berbicara dan melakukan pekerjaan-Nya di antara orang yang percaya. Namun, tanpa terkecuali, tidak seorang pun mengetahui, dan hanya sejumlah kecil orang yang mengakui bahwa Dia adalah Tuhan yang menjadi daging setelah Tuhan Yesus dipakukan ke salib dan dibangkitkan. ... Begitu tahap kedua pekerjaan Tuhan selesai—setelah penyaliban—pekerjaan Tuhan untuk memulihkan manusia dari dosa (dengan kata lain, mengambil kembali manusia dari tangan Iblis) telah terlaksana. Jadi, sejak saat itu, umat manusia hanya perlu menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat agar dosa-dosanya diampuni. Secara harfiah, dosa manusia tidak lagi menjadi penghalang baginya untuk mencapai keselamatan dan datang ke hadapan Tuhan, dan tidak lagi menjadi pijakan yang dapat digunakan Iblis untuk mendakwa manusia. Hal itu karena Tuhan sendiri telah melakukan pekerjaan yang nyata, telah menjadi serupa dan mencicipi daging yang dikuasai dosa, dan Tuhan sendirilah yang menjadi korban penghapus dosa. Dengan demikian, manusia turun dari kayu salib, ditebus, dan diselamatkan berkat daging Tuhan, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa ini. Jadi, setelah ditawan oleh Iblis, manusia menjadi selangkah lebih dekat untuk menerima keselamatan di hadapan Tuhan. Tentu saja, tahap pekerjaan ini adalah pengelolaan Tuhan tahap berikutnya setelah Zaman Hukum Taurat, dan lebih mendalam daripada Zaman Hukum Taurat.

............

Selanjutnya, datanglah Zaman Kerajaan, tahap pekerjaan Tuhan yang lebih praktis, tetapi juga paling sulit diterima oleh manusia. Hal itu karena semakin dekat manusia datang kepada Tuhan, semakin dekat tongkat hajaran Tuhan dengan manusia, dan semakin jelas wajah Tuhan tampak di hadapan manusia. Setelah penebusan umat manusia, manusia secara resmi kembali ke dalam keluarga Tuhan. Manusia berpikir bahwa sekaranglah saatnya untuk menikmati hidup, tetapi ia malah diperhadapkan pada serangan terbuka dari Tuhan, hal yang tidak pernah diantisipasi seorang pun sebelumnya: Ternyata, inilah baptisan yang harus "dinikmati" oleh umat Tuhan. Mendapatkan perlakuan semacam itu, manusia tidak mempunyai pilihan lain, kecuali berhenti sejenak dan merenung, aku adalah anak domba yang telah hilang selama bertahun-tahun, yang Tuhan beli kembali dengan harga yang begitu mahal, lalu mengapa Tuhan memperlakukan aku seperti ini? Apakah ini cara Tuhan untuk mengolok-olok dan menelanjangi aku? ... Setelah bertahun-tahun berlalu, manusia menjadi letih, setelah mengalami beratnya pemurnian dan hajaran. Meskipun manusia telah kehilangan "kemuliaan" dan "keromantisan" masa lampau, tanpa sadar ia mulai memahami kebenaran tentang menjadi manusia, dan mulai menghargai tahun-tahun pengabdian Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia. Manusia perlahan-lahan mulai membenci kebrutalannya sendiri. Ia mulai membenci betapa liarnya dia, dan semua kesalahpahamannya terhadap Tuhan, serta tuntutan-tuntutannya yang tidak masuk akal terhadap-Nya. Waktu tidak dapat diputar kembali. Peristiwa masa lalu menjadi kenangan yang sangat disesalkan bagi manusia, dan perkataan serta kasih Tuhan menjadi kekuatan pendorong dalam kehidupan baru manusia. Luka batin manusia semakin pulih hari demi hari, kekuatannya kembali, dan ia bangkit dan memandang wajah Yang Mahakuasa ... dan mendapati bahwa Dia selalu berada di sisiku, dan senyuman dan raut wajah-Nya yang indah masih begitu menggetarkan perasaan. Hati-Nya masih menaruh perhatian pada umat manusia yang diciptakan-Nya, dan tangan-Nya masih sehangat dan sekuat semula. Seolah-olah manusia kembali lagi ke Taman Eden, tetapi kali ini manusia tidak lagi mendengarkan godaan si ular, tidak lagi berpaling dari wajah Yahweh. Manusia berlutut di hadapan Tuhan, melihat wajah Tuhan yang tersenyum, dan memberikan pengorbanannya yang paling berharga—Oh! Tuhanku, Tuhanku!

Dikutip dari "Manusia Hanya Dapat Diselamatkan

dalam Pengelolaan Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan yang dilakukan oleh Yesus hanyalah tahap yang lebih tinggi dari Perjanjian Lama; pekerjaan itu digunakan untuk memulai sebuah zaman, dan memimpin zaman tersebut. Mengapa Dia berkata, "Aku datang bukan untuk melenyapkannya, melainkan untuk menggenapinya"? Namun dalam pekerjaan-Nya ada banyak yang berbeda dengan hukum Taurat yang diterapkan dan perintah-perintah yang diikuti oleh orang Israel dalam Perjanjian Lama, karena Dia tidak datang untuk mematuhi hukum, tetapi untuk menggenapinya. Proses penggenapan itu mencakup banyak hal aktual: pekerjaan-Nya lebih praktis dan nyata, dan selain itu, pekerjaan itu hidup, dan bukan ketaatan buta kepada doktrin. Apakah orang Israel tidak menghormati hari Sabat? Ketika Yesus datang, Dia tidak menghormati hari Sabat, karena Dia berkata bahwa Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat, dan ketika Tuhan atas hari Sabat itu tiba, Dia akan melakukan apa yang Dia inginkan. Dia datang untuk menggenapi hukum Perjanjian Lama dan mengubah hukum. Semua yang dilakukan pada zaman sekarang adalah berdasarkan pada saat sekarang, tetapi semua itu tetap berlandaskan pada pekerjaan Yahweh di Zaman Hukum Taurat, dan tidak melampaui lingkup ini. Menjaga lidahmu, dan tidak melakukan perzinahan, misalnya—bukankah ini adalah hukum Perjanjian Lama? Hari ini, apa yang dituntut darimu tidak hanya terbatas pada Sepuluh Perintah, melainkan mencakup perintah dan hukum-hukum yang lebih tinggi dari yang datang sebelumnya, tetapi ini tidak berarti bahwa apa yang datang sebelumnya telah dihapuskan, karena setiap tahap pekerjaan Tuhan dilakukan berlandaskan apa yang datang sebelumnya. Mengenai apa yang Yahweh perkenalkan kepada Israel, seperti memerintahkan agar orang mempersembahkan korban bakaran, menghormati orang tua mereka, tidak menyembah berhala, tidak menyerang atau mengutuk sesama, tidak melakukan perzinahan, tidak merokok atau minum minuman keras, dan tidak makan daging hewan yang sudah mati atau minum darah: bukankah semua ini membentuk landasan bagi tindakan nyatamu bahkan di zaman sekarang? Berdasarkan landasan masa lalulah pekerjaan tersebut dilakukan sampai hari ini. Meskipun hukum masa lalu tidak lagi disebutkan, dan tuntutan-tuntutan baru telah dibuat untukmu, hukum-hukum ini sama sekali tidak dihapuskan, sebaliknya, hukum-hukum tersebut telah ditingkatkan ke status yang lebih tinggi. Mengatakan bahwa hukum-hukum tersebut telah dihapus berarti bahwa zaman sebelumnya sudah ketinggalan zaman, padahal ada sebagian perintah yang harus engkau hormati untuk selamanya. Perintah-perintah masa lalu telah dilakukan, sudah menjadi jiwa manusia, dan tidak perlu mengulangi perintah untuk tidak merokok, tidak minum minuman keras, dan sebagainya. Di atas landasan inilah, perintah-perintah baru ditetapkan sesuai dengan kebutuhanmu pada zaman sekarang, sesuai dengan tingkat pertumbuhanmu, dan sesuai dengan pekerjaan zaman sekarang. Menetapkan perintah-perintah untuk zaman yang baru tidak berarti menghapuskan perintah-perintah zaman yang lama, tetapi mengangkatnya lebih tinggi di atas landasan ini, untuk membuat tindakan-tindakan manusia lebih sempurna, dan lebih sesuai dengan kenyataan. Jika, hari ini, engkau sekalian hanya diminta untuk mengikuti perintah dan mematuhi hukum Perjanjian Lama, dengan cara yang sama seperti orang Israel, dan bahkan jika engkau diharuskan untuk menghafal hukum yang ditetapkan oleh Yahweh, tidak mungkin engkau bisa berubah. Jika engkau sekalian hanya mematuhi beberapa perintah terbatas atau menghafal hukum yang tak terhitung jumlahnya, sifat lamamu akan tetap tertanam kuat, dan tidak akan ada cara untuk mencabutnya. Dengan demikian engkau sekalian akan menjadi semakin bejat, dan tidak seorang pun dari antaramu akan menjadi patuh. Artinya, beberapa perintah sederhana atau hukum yang tak terhitung jumlahnya tidak dapat membuat engkau sekalian mengetahui perbuatan Yahweh. Engkau tidak sama dengan orang Israel: dengan mengikuti hukum dan menghafal perintah-perintah, mereka dapat menyaksikan perbuatan Yahweh, dan memberikan pengabdian mereka kepada-Nya saja, tetapi engkau sekalian tidak dapat mencapai hal ini, dan beberapa perintah dari zaman Perjanjian Lama tidak hanya tidak mampu membuatmu menyerahkan hatimu, atau melindungimu, tetapi malah akan membuatmu lalai, dan akan menurunkanmu ke alam maut. Karena pekerjaan-Ku adalah pekerjaan penaklukan, dan ditujukan pada ketidaktaatan dan sifat lamamu. Firman yang disampaikan baik oleh Yahweh maupun Yesus jauh sekali dari firman penghakiman zaman sekarang yang keras. Tanpa firman yang keras seperti itu, mustahil untuk menaklukkan engkau sekalian "para ahli", yang sudah tidak taat selama ribuan tahun. Hukum Taurat Perjanjian Lama sudah sejak lama kehilangan kekuatannya atas dirimu, dan penghakiman pada zaman sekarang jauh lebih hebat daripada hukum yang lama. Yang paling cocok untukmu adalah penghakiman, dan bukan pembatasan hukum yang sepele, karena engkau sekalian bukan manusia di masa awal, tetapi manusia yang telah rusak selama ribuan tahun. Apa yang harus diraih manusia saat ini adalah sesuai dengan keadaan manusia yang sesungguhnya saat ini, sesuai dengan kualitas dan tingkat pertumbuhan manusia yang sebenarnya di masa sekarang, dan itu tidak mengharuskanmu untuk mengikuti doktrin. Ini agar perubahan dapat dicapai pada sifat lamamu dan agar engkau dapat menyingkirkan pemahamanmu.

Dikutip dari "Visi Pekerjaan Tuhan (1)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Meskipun jalan yang manusia tempuh sekarang ini merupakan juga jalan salib dan salah satu jalan penderitaan, apa yang manusia pada masa sekarang lakukan, makan, minum, dan menikmati sangatlah berbeda dengan apa yang dilakukan manusia di Zaman Hukum Taurat dan di Zaman Kasih Karunia. Apa yang dituntut dari manusia pada zaman sekarang tidak sama dengan yang dituntut di zaman sebelumnya, apalagi di Zaman Hukum Taurat. Jadi, apa yang dituntut dari manusia di bawah Hukum Taurat ketika pekerjaan telah selesai dilakukan di Israel? Mereka tidak dituntut apa pun selain memelihara hari Sabat dan hukum-hukum Yahweh. Jangan bekerja pada hari Sabat ataupun melanggar hukum-hukum Yahweh. Tetapi, tidak perlu melakukan semua itu sekarang. Pada hari Sabat, manusia bekerja, berkumpul dan berdoa seperti biasa dan tidak ada batasan yang dikenakan. Orang-orang di Zaman Kasih Karunia harus dibaptis, dan lebih jauh lagi, mereka juga diminta untuk berpuasa, memecah-mecah roti, minum anggur, menudungi kepala mereka dan mencuci kaki sesama. Sekarang, peraturan-peraturan ini telah dihapuskan dan tuntutan yang lebih besar diberikan kepada manusia, karena pekerjaan Tuhan terus menerus semakin mendalam dan jalan masuk manusia menjadi lebih tinggi. Di masa lalu, Yesus menumpangkan tangan-Nya ke atas manusia dan berdoa, tetapi sekarang karena segala sesuatu telah dikatakan, apa gunanya penumpangan tangan? Firman saja dapat membuahkan hasil. Di masa lalu, Ia menumpangkan tangan-Nya atas manusia untuk memberkati dan menyembuhkan manusia. Inilah cara Roh Kudus bekerja pada waktu itu, tetapi tidak seperti itu sekarang. Sekarang, Roh Kudus menggunakan firman untuk mencapai hasil dalam pekerjaan-Nya. Ia telah membuat firman-Nya jelas bagimu, dan engkau semua hanya perlu melakukan firman-Nya. Firman-Nya adalah kehendak-Nya dan menunjukkan pekerjaan yang akan Ia lakukan. Melalui firman-Nya, engkau dapat memahami apa kehendak-Nya dan apa yang Ia minta untuk engkau capai. Engkau hanya perlu langsung melakukan firman-Nya tanpa perlu penumpangan tangan. Beberapa orang mungkin berkata: "Tumpangkanlah tangan-Mu ke atasku! Tumpangkanlah tangan-Mu ke atasku agar aku menerima berkat-Mu dan mengambil bagian dalam-Mu." Semua ini adalah praktik-praktik lama yang telah usang yang sekarang dilarang, karena zaman telah berubah. Roh Kudus bekerja menurut zaman, bukan sesuai keinginan atau aturan yang ditetapkan. Zaman telah berubah, dan sebuah zaman yang baru tentu membawa serta pekerjaan yang baru. Hal ini berlaku di setiap tahap pekerjaan, dan karenanya pekerjaan-Nya tidak pernah diulangi. Di Zaman Kasih Karunia, Yesus melakukan banyak pekerjaan tersebut, seperti menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, menumpangkan tangan untuk mendoakan manusia dan memberkati manusia. Namun, terus melakukan hal yang sama di masa sekarang, tidak ada gunanya. Roh Kudus bekerja dengan cara demikian pada waktu itu, karena itu adalah Zaman Kasih Karunia, dan kepada manusia telah dipertunjukkan cukup banyak kasih karunia untuk mereka nikmati. Manusia tidak perlu membayar harga apa pun dan dapat menerima kasih karunia selama mereka memiliki iman. Semua orang diperlakukan dengan penuh kemurahan hati. Sekarang zaman telah berubah, dan pekerjaan Tuhan telah berkembang lebih jauh; melalui hajaran dan penghakiman-Nya, pemberontakan manusia dan kenajisan di dalam hati manusia akan dibuang. Karena tahap itu adalah tahap penebusan, Tuhan telah melakukan pekerjaan seperti itu demi menunjukkan kepada manusia cukup banyak kasih karunia untuk mereka nikmati, sehingga manusia dapat ditebus dari dosa mereka dan melalui kasih karunia dosa-dosa mereka diampuni. Tahap sekarang ini adalah untuk menyingkapkan ketidakbenaran dalam diri manusia melalui hajaran, penghakiman, pukulan melalui firman, juga disiplin, dan penyingkapan firman, sehingga setelahnya manusia dapat diselamatkan. Pekerjaan ini jauh lebih mendalam dibandingkan penebusan. Di Zaman Kasih Karunia, manusia telah menikmati kasih karunia yang cukup dan mereka telah menikmati kasih karunia ini, sehingga sekarang tidak lagi dinikmati manusia. Pekerjaan semacam itu sekarang sudah ketinggalan zaman dan tidak lagi dilakukan. Sekarang manusia diselamatkan melalui penghakiman oleh firman. Setelah manusia dihakimi, dihajar dan dimurnikan, wataknya dengan demikian akan berubah. Bukankah ini dikarenakan firman yang telah Aku ucapkan? Setiap tahap pekerjaan dilakukan sejalan dengan kemajuan umat manusia dan zaman. Semua pekerjaan memiliki makna penting masing-masing; semuanya dilakukan untuk keselamatan akhir manusia, agar manusia memiliki tempat tujuan yang baik di masa depan, dan supaya manusia dibagi menurut jenis mereka pada akhirnya.

Dikutip dari "Misteri Inkarnasi (4)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Selama Zaman Hukum Taurat, Yahweh memimpin Musa keluar dari Mesir dengan firman-Nya, dan Ia sedikit berbicara kepada orang Israel. Pada waktu itu, sebagian perbuatan Tuhan dinyatakan, tetapi karena tingkat pengertian manusia terbatas, dan tak ada yang dapat membuat pengetahuannya sempurna, Tuhan terus berbicara dan bekerja. Pada Zaman Kasih Karunia, manusia sekali lagi melihat sebagian perbuatan Tuhan. Yesus dapat menunjukkan tanda dan keajaiban, menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, dan disalibkan, tiga hari kemudian Ia bangkit dan menampakkan diri dalam daging ke hadapan manusia. Mengenai Tuhan, manusia tidak mengetahui lebih dari ini. Manusia hanya mengenal Tuhan sebanyak yang ditunjukkan Tuhan kepadanya, dan jika Tuhan tidak menunjukkan perkara lain lagi kepada manusia, sampai sebegitulah batasan pengenalan manusia akan Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan terus bekerja agar pengenalan manusia tentang-Nya dapat bertambah dalam, dan supaya manusia dapat secara bertahap mengenal hakikat Tuhan. Pada akhir zaman, Tuhan memakai firman-Nya untuk menyempurnakan manusia. Watakmu yang rusak disingkap oleh firman Tuhan, dan konsep-konsep agamawimu digantikan dengan kenyataan Tuhan. Tuhan yang berinkarnasi pada akhir zaman terutama datang untuk menggenapi firman-Nya, "Firman itu menjadi daging, Firman itu datang ke dalam daging, dan Firman itu tampak dalam daging." Apabila engkau tidak memiliki pengetahuan yang menyeluruh akan perkara ini, engkau tidak dapat berdiri teguh. Pada akhir zaman, Tuhan terutama bermaksud untuk menyelesaikan tahap pekerjaan Firman yang tampak dalam daging, dan tahap ini adalah satu bagian dari rencana pengelolaan Tuhan. Oleh karena itu, pengenalan engkau semua harus jelas. Bagaimanapun cara Tuhan bekerja, Tuhan tidak mengizinkan manusia membatasi-Nya. Bila Tuhan tidak melakukan pekerjaan-Nya pada akhir zaman, pengenalan manusia tentang-Nya tidak akan dapat bertambah dalam. Engkau hanya akan tahu bahwa Tuhan dapat disalibkan dan dapat menghancurkan Sodom, dan bahwa Yesus dapat dibangkitkan dari kematian dan menampakkan diri kepada Petrus .... Namun, engkau tidak akan pernah mengatakan bahwa firman Tuhan dapat menyelesaikan segala sesuatu, dan dapat menaklukkan manusia. Hanya setelah mengalami firman Tuhan, engkau dapat berbicara mengenai pengenalan semacam ini, dan semakin banyak pekerjaan Tuhan yang engkau alami, semakin menyeluruh pengenalan engkau tentang-Nya. Baru setelah inilah engkau akan berhenti membatasi Tuhan dalam konsepsimu.

Dikutip dari "Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam pekerjaan yang dikerjakan pada akhir zaman, firman itu lebih berkuasa daripada manisfestasi berbagai tanda dan mukjizat, dan otoritas firman itu jauh melampaui tanda-tanda dan mukjizat. Firman itu menyingkapkan seluruh watak yang rusak dalam hati manusia. Engkau sendiri tidak dapat mengenali watak yang rusak itu. Ketika watak-watak tersebut disingkapkan kepadamu melalui firman, engkau akan secara alami menyadarinya. Engkau tidak akan dapat menyangkalnya, dan engkau akan benar-benar yakin. Bukankah ini menunjukkan otoritas dari firman-Nya? Inilah hasil yang dicapai oleh pekerjaan firman saat ini. Jadi, manusia tidak dapat sepenuhnya diselamatkan dari dosa-dosanya melalui kesembuhan penyakit atau pengusiran roh-roh jahat dan tidak dapat sepenuhnya dilengkapi melalui manifestasi berbagai tanda dan mukjizat. Otoritas untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat hanya memberi kepada manusia kasih karunia, namun daging manusia masih tetap menjadi milik Iblis dan watak Iblis yang rusak masih tetap tinggal dalam dirinya. Dengan kata lain, orang yang belum dijadikan tahir masih menjadi milik dosa dan kenajisan. Hanya setelah manusia dijadikan tahir melalui firman, ia pun telah didapatkan oleh Tuhan dan ia pun menjadi kudus. Ketika roh jahat diusir dari manusia dan manusia ditebus, ini hanya berarti bahwa ia telah direbut dari tangan Iblis dan dikembalikan kepada Tuhan. Namun, manusia belum ditahirkan atau diubahkan oleh Tuhan, dan ia masih tetap rusak. Di dalam diri manusia, masih ada kenajisan, penentangan, dan pemberontakan. Manusia hanya kembali kepada Tuhan melalui penebusan, namun tidak memiliki pengetahuan akan Dia, dan masih tetap menentang dan mengkhianati Tuhan. Sebelum manusia ditebus, banyak racun Iblis yang telah tertanam kuat di dalam dirinya. Setelah ribuan tahun dirusak oleh Iblis, di dalam diri manusia terdapat sifat dasar yang selalu menolak Tuhan. Oleh karena itu, ketika manusia telah ditebus, manusia mengalami tidak lebih dari penebusan, di mana manusia dibeli dengan harga yang mahal, namun sifat beracun dalam dirinya masih belum dihilangkan. Manusia masih begitu tercemar sehingga harus mengalami perubahan sebelum layak untuk melayani Tuhan. Melalui pekerjaan penghakiman dan hajaran ini, manusia akan sepenuhnya menyadari substansi mereka sebenarnya yang najis dan rusak, dan mereka akan dapat sepenuhnya berubah dan menjadi tahir. Hanya dengan cara ini manusia dapat dilayakkan untuk kembali menghadap takhta Tuhan. Semua pekerjaan yang dilakukan sekarang ini bertujuan agar manusia dapat ditahirkan dan diubahkan. Melalui penghakiman dan hajaran oleh firman-Nya, serta melalui pemurnian, manusia dapat mengenyahkan kerusakan dirinya dan disucikan. Daripada menganggap tahap pekerjaan ini sebagai tahap penyelamatan, lebih tepat menganggapnya sebagai tahap pekerjaan penyucian. Sebenarnya, tahap ini merupakan tahap penaklukan dan juga tahap kedua penyelamatan. Manusia dijadikan milik Tuhan melalui penghakiman dan hajaran oleh firman. Melalui penggunaan firman untuk memurnikan, menghakimi dan menyingkapkan, semua ketidakmurnian, gagasan, motif dan harapan pribadi dalam hati manusia akan sepenuhnya tersingkap. Meskipun manusia telah ditebus dan diampuni dosanya, itu hanya dapat dianggap bahwa Tuhan tidak lagi mengingat pelanggaran manusia dan tidak memperlakukan manusia sesuai dengan pelanggarannya. Namun, ketika manusia hidup dalam daging dan belum dibebaskan dari dosa, ia hanya bisa terus berbuat dosa, tanpa henti menyingkapkan watak rusak Iblis dalam dirinya. Inilah kehidupan yang manusia jalani, siklus tanpa henti berbuat dosa dan meminta pengampunan. Mayoritas manusia berbuat dosa di siang hari lalu mengakui dosa di malam hari. Dengan demikian, sekalipun korban penghapus dosa selamanya efektif bagi manusia, itu tidak dapat menyelamatkan manusia dari dosa. Hanya separuh dari pekerjaan penyelamatan telah diselesaikan, karena watak manusia masih rusak. Misalnya, ketika manusia tahu bahwa mereka keturunan Moab, mereka mengeluh, tidak lagi mencari kehidupan, dan menjadi benar-benar pasif. Bukankah ini menunjukkan bahwa mereka masih tak mampu untuk sepenuhnya tunduk di bawah kekuasaan Tuhan? Bukankah tepat seperti inilah watak rusak Iblis? Jika engkau tidak ditundukkan dengan hajaran, tanganmu terangkat lebih tinggi dari semua orang lain, bahkan lebih tinggi dari Yesus. Dan engkau berteriak dengan suara nyaring: "Jadilah anak Tuhan yang terkasih! Milikilah hubungan yang intim dengan Tuhan! Lebih baik kita mati daripada tunduk kepada Iblis! Ayo kita berperang melawan si Iblis tua! Ayo kita berperang melawan si naga merah yang sangat besar! Tumbangkan si naga merah yang sangat besar dari kekuasaannya! Biarlah Tuhan menjadikan kita sempurna!" Teriakanmu lebih keras dari teriakan semua orang. Tetapi kemudian, datanglah waktu hajaran dan sekali lagi, watak rusak manusia tersingkap. Lalu teriakan mereka pun berhenti dan mereka tidak lagi memiliki tekad. Inilah kerusakan manusia. Kerusakan itu lebih dalam daripada dosa, ditanam si Iblis dan berakar kuat dalam diri manusia. Tidak mudah bagi manusia untuk menyadari dosa-dosanya; manusia tidak dapat mengenali sifat dasarnya sendiri yang telah berakar begitu dalam. Hanya melalui penghakiman oleh firman, dampak seperti itu dapat dicapai. Hanya dengan demikian, manusia secara bertahap diubahkan dimulai dari titik tersebut hingga seterusnya. Manusia berteriak seperti itu di masa lalu karena tidak memiliki pemahaman akan watak bawaannya yang rusak. Seperti itulah ketidakmurnian dalam diri manusia. Di sepanjang periode penghakiman dan hajaran yang begitu panjang, manusia hidup dalam atmosfer ketegangan. Bukankah semua ini dicapai melalui firman? Tidakkah engkau juga berteriak dengan suara nyaring sebelum ujian para[a] pelaku pelayanan? "Masuklah ke dalam kerajaan! Semua orang yang menerima nama ini akan masuk ke dalam kerajaan! Semuanya akan mengambil bagian dalam Tuhan!" Ketika para pelaku pelayanan mengalami ujian, engkau tidak lagi berteriak. Pada awalnya, semua berteriak, "Tuhan! Di mana pun Engkau tempatkan, aku akan tunduk untuk dikendalikan oleh-Mu." Setelah membaca firman Tuhan, "Siapa mau menjadi Paulus-Ku?" manusia berkata: "Aku mau!" Lalu ia membaca firman, "Siapa bersedia memiliki iman Ayub?" Ia berkata: "Aku bersedia memiliki iman Ayub. Tuhan, ujilah aku!" Ketika ujian datang kepada para pelaku pelayanan, ia pun langsung ambruk dan hampir tak mampu berdiri lagi. Setelah itu, ketidakmurnian dalam hati manusia pun berangsur berkurang. Bukankah ini yang dicapai melalui firman? Jadi, apa yang engkau semua alami sekarang adalah hasil yang dicapai melalui firman, yang bahkan lebih besar daripada yang dicapai melalui pekerjaan Yesus yang melakukan tanda-tanda dan mukjizat. Kemuliaan dan otoritas Tuhan sendiri yang engkau saksikan tidak semata terlihat melalui penyaliban, penyembuhan orang sakit dan pengusiran roh jahat, tetapi terlebih dari itu terlihat melalui penghakiman-Nya oleh firman. Hal ini menunjukkan kepadamu bahwa otoritas dan kuasa Tuhan bukan hanya tanda-tanda dan mukjizat, orang sakit disembuhkan dan roh jahat diusir, melainkan penghakiman oleh firman yang jauh lebih mampu untuk merepresentasikan otoritas Tuhan dan menyingkapkan kemahakuasaan-Nya.

Dikutip dari "Misteri Inkarnasi (4)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam pekerjaan penyelamatan manusia, tiga tahap telah dilaksanakan, yang berarti bahwa pertempuran melawan Iblis telah dibagi menjadi tiga tahap sebelum kekalahan telak Iblis. Namun, kebenaran inti dari seluruh pekerjaan pertempuran melawan Iblis adalah bahwa hasilnya dicapai melalui pemberian kasih karunia kepada manusia, dan menjadi korban penghapus dosa manusia, pengampunan dosa manusia, penaklukan manusia, dan penyempurnaan manusia. Sebenarnya, pertempuran melawan Iblis bukanlah mengangkat senjata melawan Iblis, tetapi penyelamatan manusia, pekerjaan kehidupan manusia, dan perubahan watak manusia sehingga dia dapat memberikan kesaksian kepada Tuhan. Beginilah Iblis dikalahkan. Iblis dikalahkan dengan mengubah watak manusia yang rusak. Ketika Iblis telah dikalahkan, yaitu, ketika manusia telah sepenuhnya diselamatkan, maka Iblis yang merasa malu akan sepenuhnya terbelenggu, dan dengan demikian, manusia akan sepenuhnya diselamatkan. Dan karena itu, hakikat penyelamatan manusia adalah pertempuran melawan Iblis, dan perang melawan Iblis terutama tecermin dalam penyelamatan manusia. Tahap akhir zaman, di mana manusia harus ditaklukkan, adalah tahap terakhir dalam pertempuran melawan Iblis, dan juga pekerjaan penyelamatan sempurna manusia dari wilayah kekuasaan Iblis. Makna batin dari penaklukan manusia adalah kembalinya perwujudan Iblis, manusia yang telah dirusak oleh Iblis, kepada Sang Pencipta setelah penaklukannya, yang melaluinya dia akan meninggalkan Iblis dan sepenuhnya kembali kepada Tuhan. Dengan demikian, manusia akan sepenuhnya diselamatkan. Dan karena itu, pekerjaan penaklukan adalah pekerjaan terakhir dalam pertempuran melawan Iblis dan tahap terakhir dalam pengelolaan Tuhan demi kekalahan Iblis. Tanpa pekerjaan ini, penyelamatan manusia sepenuhnya pada akhirnya akan mustahil, kekalahan telak Iblis juga mustahil, dan umat manusia tidak akan pernah dapat memasuki tempat tujuan yang mengagumkan, atau terbebas dari pengaruh Iblis. Karena itu, pekerjaan penyelamatan manusia tidak dapat berakhir sebelum pertempuran melawan Iblis berakhir, karena inti dari pekerjaan pengelolaan Tuhan adalah demi penyelamatan manusia. Manusia paling awal berada di tangan Tuhan, tetapi karena pencobaan dan perusakan oleh Iblis, manusia terbelenggu oleh Iblis dan jatuh ke tangan si jahat. Dengan demikian, Iblis menjadi objek yang harus dikalahkan dalam pekerjaan pengelolaan Tuhan. Karena Iblis menguasai manusia, dan karena manusia adalah persediaan dari semua pengelolaan Tuhan, jika manusia akan diselamatkan, maka dia harus direnggut kembali dari tangan Iblis, yang berarti bahwa manusia harus diambil kembali setelah disandera oleh Iblis. Iblis dikalahkan melalui perubahan watak lama manusia yang mengembalikan akal aslinya, dan dengan demikian, manusia yang telah ditawan dapat direnggut kembali dari tangan Iblis. Jika manusia terbebas dari pengaruh dan belenggu Iblis, Iblis akan dipermalukan. Manusia pada akhirnya akan diambil kembali, dan Iblis akan dikalahkan. Dan karena manusia telah dibebaskan dari pengaruh gelap Iblis, manusia akan menjadi rampasan dari semua pertempuran ini, dan Iblis akan menjadi objek yang akan dihukum setelah pertempuran ini selesai. Setelah itu, seluruh pekerjaan penyelamatan umat manusia akan selesai.

Dikutip dari "Memulihkan Kehidupan Normal Manusia

dan Membawanya ke Tempat Tujuan yang Mengagumkan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Catatan kaki:

[a]. Naskah asli tidak mengandung frasa "ujian para."

media terkait