2. Arti dari meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Tuhan

2. Arti dari meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Tuhan

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Jika ada orang datang kepada-Ku dan tidak membenci ayahnya, dan ibunya, dan istrinya, anak-anaknya, dan saudara-saudaranya laki-laki dan perempuan, dan bahkan nyawanya sendiri, ia tidak bisa menjadi murid-Ku" (Lukas 14:26).

"Siapa pun di antara engkau sekalian yang tidak melepaskan semua yang dimilikinya, ia tidak bisa menjadi murid-Ku" (Lukas 14:33).

"Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, Tidak ada orang yang meninggalkan rumahnya, atau orangtuanya, atau saudaranya laki-laki, atau istrinya atau anaknya karena kerajaan Tuhan, yang tidak akan menerima kembali berlipat ganda di masa kini dan di zaman yang akan datang ia akan menerima hidup kekal" (Lukas 18:29-30).

Firman Tuhan yang Relevan:

Sekaranglah saatnya Roh-Ku melakukan pekerjaan besar, dan saatnya Aku memulai pekerjaan-Ku di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi. Lebih dari itu, sekaranglah saatnya Aku mengelompokkan semua makhluk ciptaan, menempatkan setiap mereka ke dalam kategorinya masing-masing, sehingga pekerjaan-Ku dapat berlangsung lebih cepat dan lebih efektif. Dengan demikian, yang Kuminta dari engkau semua adalah supaya engkau mempersembahkan seluruh keberadaanmu untuk pekerjaan-Ku, dan terlebih lagi, supaya engkau memahami dengan jelas dan memastikan seluruh pekerjaan yang sudah Kukerjakan dalam dirimu, serta mengerahkan seluruh kekuatanmu ke dalam pekerjaan-Ku agar pekerjaan-Ku menjadi lebih efektif. Inilah yang harus engkau pahami. Berhentilah bertengkar di antaramu, mencari-cari jalan mundur, atau mencari-cari kenyamanan daging, yang akan menunda pekerjaan-Ku dan menunda masa depanmu yang indah. Bersikap seperti itu tidak akan mendatangkan perlindungan bagimu, melainkan akan mendatangkan kehancuran bagimu. Bukankah tindakan seperti ini bodoh? Apa yang engkau nikmati sekarang dengan serakah adalah hal yang merusak masa depanmu, sedangkan penderitaan yang engkau alami sekarang adalah hal yang melindungimu. Engkau harus menyadari hal-hal ini dengan jelas, agar dapat menghindarkan dirimu terjebak dalam pencobaan yang akan membuatmu sulit melepaskan diri, dan untuk menghindarkan dirimu terjebak dalam kabut tebal dan tidak mampu menemukan sinar matahari. Saat kabut tebal itu pergi, engkau akan mendapati dirimu berada di tengah penghakiman pada hari yang besar itu.

Dikutip dari "Pekerjaan Menyebarkan Injil Juga Merupakan Pekerjaan Menyelamatkan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ada firman di dalam Alkitab, "Demikian juga, siapa pun di antara engkau sekalian yang tidak melepaskan semua yang dimilikinya, ia tidak bisa menjadi murid-Ku" (Lukas 14:33). Apa yang dimaksud dengan melepaskan semua yang dimilikinya? Apa yang dimaksud dengan "semua" di sini? Kedudukan, ketenaran dan kekayaan, keluarga, teman, harta benda .... Semua hal ini termasuk di dalam kata "semua". Lantas, hal-hal apa yang cenderung menduduki posisi penting di dalam hatimu? Bagi beberapa orang, itu adalah anak-anak, bagi orang lain, orang tua, dan bagi yang lain, itu adalah kekayaan dan harta benda. Beberapa orang terikat dengan kedudukan, ketenaran dan kekayaan. Jika engkau menghargai hal-hal ini, semua itu akan mengendalikanmu. Jika engkau tidak menghargai hal-hal tersebut dan melepaskan sepenuhnya, semua itu tidak dapat mengendalikanmu. Itu hanya tergantung pada apa sikapmu terhadap semua itu, dan pada bagaimana engkau menangani hal-hal semacam itu.

Dikutip dari "Prinsip-Prinsip Penerapan Mengenai Ketundukan kepada Tuhan" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Jika engkau dapat mengabdikan hatimu, tubuhmu, dan segenap kasihmu yang murni kepada Tuhan, menempatkan seluruhnya di hadapan-Nya, taat sepenuhnya kepada-Nya, dan sepenuhnya memperhatikan kehendak-Nya—bukan memperhatikan daging, bukan keluarga, dan bukan hasrat pribadimu sendiri, melainkan memperhatikan kepentingan rumah tangga Tuhan, menjadikan firman Tuhan sebagai prinsip dan fondasi dalam segala hal—maka dengan melakukannya, niatmu dan sudut pandangmu akan berada di tempat yang tepat, dan engkau akan menjadi seseorang di hadapan Tuhan yang menerima pujian-Nya. Orang yang Tuhan sukai adalah mereka yang bersikap sepenuh hati terhadap-Nya; mereka adalah orang-orang yang mengabdi hanya kepada-Nya. Orang yang Tuhan benci adalah mereka yang setengah hati dan yang memberontak terhadap-Nya. Ia membenci mereka yang percaya kepada-Nya dan selalu ingin menyenangkan-Nya tetapi tidak dapat sepenuhnya mengorbankan diri mereka demi Dia. Dia membenci mereka yang berkata bahwa mereka mengasihi-Nya padahal dalam hatinya memberontak terhadap-Nya; Dia membenci mereka yang menggunakan kata-kata fasih yang berbunga-bunga dengan tujuan menipu. Mereka yang tidak dengan sungguh-sungguh berdedikasi kepada Tuhan atau yang belum benar-benar tunduk di hadapan-Nya pada dasarnya adalah pengkhianat dan sangat congkak. Mereka yang tidak dapat dengan sungguh-sungguh tunduk di hadapan Tuhan yang nyata dan normal, mereka bahkan lebih congkak, dan mereka terutama adalah keturunan si penghulu malaikat yang patuh. Orang yang sungguh-sungguh mengorbankan diri mereka bagi Tuhan menyerahkan segenap keberadaan mereka di hadapan-Nya; mereka sungguh-sungguh tunduk pada semua perkataan-Nya, dan mampu menerapkan firman-Nya. Mereka menjadikan firman Tuhan sebagai fondasi keberadaan mereka, dan mampu dengan sungguh-sungguh mencari di dalam firman Tuhan untuk menemukan bagian mana yang harus mereka terapkan. Orang-orang seperti itulah yang benar-benar hidup di hadapan Tuhan.

Dikutip dari "Orang yang Sungguh-Sungguh Mengasihi Tuhan adalah Mereka yang Mampu Sepenuhnya Tunduk pada Kenyataan Diri-Nya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Engkau harus menderita kesukaran demi kebenaran, engkau harus menyerahkan diri kepada kebenaran, engkau harus menanggung penghinaan demi kebenaran, dan untuk memperoleh lebih banyak kebenaran, engkau harus mengalami penderitaan yang lebih besar. Inilah yang harus engkau lakukan. Janganlah membuang kebenaran demi kehidupan keluarga yang damai, dan janganlah kehilangan martabat dan integritas hidupmu demi kesenangan sesaat. Engkau harus mengejar segala yang indah dan baik, dan engkau harus mengejar jalan dalam hidup yang lebih bermakna. Jika engkau menjalani kehidupan yang vulgar dan tidak mengejar tujuan apa pun, bukankah engkau menyia-nyiakan hidupmu? Apa yang dapat engkau peroleh dari kehidupan semacam itu? Engkau harus meninggalkan seluruh kenikmatan daging demi satu kebenaran, dan jangan membuang seluruh kebenaran demi sedikit kenikmatan. Orang-orang seperti ini tidak memiliki integritas atau martabat; keberadaan mereka tidak ada artinya!

Dikutip dari "Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sekarang ini, engkau tidak percaya pada firman yang Kuucapkan, dan engkau tidak menghiraukannya; ketika tiba saatnya pekerjaan ini disebarluaskan, dan engkau menyaksikan seluruhnya, engkau akan menyesal, dan saat itulah engkau akan tercengang. Ada berbagai berkat, tetapi engkau tidak tahu cara menikmatinya, dan ada kebenaran, tetapi engkau tidak mengejarnya. Bukankah engkau menghina dirimu sendiri? Sekarang ini, sekalipun langkah pekerjaan Tuhan berikutnya belum dimulai, tidak ada tuntutan tambahan yang diminta darimu dan apa yang harus kauhidupi. Ada begitu banyak pekerjaan dan begitu banyak kebenaran; apakah semua itu tidak layak engkau ketahui? Apakah hajaran dan penghakiman Tuhan tidak mampu membangkitkan rohmu? Apakah hajaran dan penghakiman Tuhan tidak mampu membuatmu membenci diri sendiri? Apakah engkau puas hidup di bawah pengaruh Iblis, dengan kedamaian dan sukacita, dan sedikit kenyamanan daging? Bukankah engkau yang paling hina dari semua orang? Tidak ada yang lebih bodoh selain mereka yang telah melihat keselamatan tetapi tidak berupaya mendapatkannya; mereka inilah orang-orang yang mengenyangkan daging mereka sendiri dan menikmati Iblis. Engkau berharap bahwa imanmu kepada Tuhan tidak akan mendatangkan tantangan atau kesengsaraan, ataupun kesulitan sekecil apa pun. Engkau selalu mengejar hal-hal yang tidak berharga, dan tidak menghargai hidup, melainkan menempatkan pikiran yang terlalu muluk-muluk di atas kebenaran. Engkau sungguh tidak berharga! Engkau hidup seperti babi—apa bedanya antara engkau, babi, dan anjing? Bukankah mereka yang tidak mengejar kebenaran, melainkan mengasihi daging, adalah binatang buas? Bukankah mereka yang mati, tanpa roh, adalah mayat berjalan? Berapa banyak firman yang telah disampaikan di antara engkau sekalian? Apakah hanya sedikit pekerjaan yang dilakukan di antaramu? Berapa banyak yang telah Kuberikan di antaramu? Lalu mengapa engkau tidak mendapatkannya? Apa yang harus engkau keluhkan? Bukankah engkau tidak mendapatkan apa-apa karena engkau terlalu mengasihi daging? Dan bukankah ini karena pikiranmu yang terlalu muluk-muluk? Bukankah karena engkau terlalu bodoh? Jika engkau tidak mampu memperoleh berkat-berkat ini, dapatkah engkau menyalahkan Tuhan karena tidak menyelamatkanmu?

Dikutip dari "Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

2. Arti dari meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Tuhan