VI. Perbedaan Antara Diselamatkan pada Zaman Kasih Karunia dan Keselamatan Penuh pada Zaman Kerajaan

VI. Perbedaan Antara Diselamatkan pada Zaman Kasih Karunia dan Keselamatan Penuh pada Zaman Kerajaan

2. Apa perbedaan mendasar antara diselamatkan dan memperoleh keselamatan penuh?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa saja yang melakukan dosa adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tinggal di rumah selamanya: tetapi Anak tetap tinggal selama-selamanya" (Yohanes 8:34-35).

"Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga" (Matius 7:21).

"Lalu mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di hadapan empat binatang dan tua-tua: dan tidak ada satu pun manusia yang bisa mempelajari nyanyian itu kecuali 144.000 orang yang telah ditebus dari bumi. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan; sebab mereka murni. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana pun Dia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia, sebagai buah sulung bagi Tuhan dan Anak Domba. Dan di dalam mulut mereka tidak ditemukan kelicikan: karena mereka tidak bercacat di hadapan takhta Tuhan" (Wahyu 14:3-5).

Firman Tuhan yang Relevan:

Meskipun Yesus melakukan banyak pekerjaan di antara manusia, Ia hanya menyelesaikan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia, tetapi tidak melepaskan manusia dari wataknya yang rusak. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya membuat Yesus harus menanggung dosa manusia sebagai korban penghapus dosa, tetapi juga membuat Tuhan wajib melakukan pekerjaan yang lebih besar untuk melepaskan manusia dari wataknya yang telah dirusak Iblis. Jadi, setelah dosa manusia diampuni, Tuhan kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru. Tuhan memulai melakukan hajaran dan penghakiman, dan pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi. Semua orang yang tunduk di bawah kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran yang lebih tinggi dan menerima berkat yang lebih besar. Mereka benar-benar hidup dalam terang dan akan mendapatkan kebenaran, jalan, dan hidup.

Dikutip dari "Kata Pengantar, Firman Menampakkan

Diri dalam Rupa Manusia"

Inkarnasi pertama adalah untuk menebus manusia dari dosa melalui daging Yesus, yang artinya Dia menyelamatkan manusia dari salib. Namun watak Iblis yang rusak tetap ada dalam diri manusia. Inkarnasi kedua tidak lagi berfungsi sebagai korban penghapus dosa, melainkan bertujuan untuk sepenuhnya menyelamatkan mereka yang telah ditebus dari dosa. Ini dilakukan agar orang-orang yang telah diampuni dapat dibebaskan dari dosa-dosa mereka dan ditahirkan sepenuhnya, serta mencapai perubahan dalam watak mereka, terlepas dari pengaruh kegelapan si Iblis dan kembali ke hadapan takhta Tuhan. Hanya dengan cara inilah manusia dapat sepenuhnya disucikan.

Dikutip dari "Misteri Inkarnasi (4)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebagian orang selalu mengira: "Bukankah percaya kepada Tuhan hanyalah masalah menghadiri pertemuan, menyanyikan lagu, mendengarkan firman Tuhan, berdoa, dan memenuhi beberapa tugas? Bukankah hanya seperti itu?" Tidak peduli berapa lama engkau semua telah percaya kepada Tuhan, engkau semua masih belum memperoleh pemahaman yang menyeluruh tentang makna penting percaya kepada Tuhan. Sebenarnya, makna penting percaya kepada Tuhan sangat mendalam sehingga orang tidak mampu memahaminya. Pada akhirnya, hal-hal di dalam diri manusia yang berasal dari Iblis dan hal-hal dalam natur mereka haruslah berubah dan harus menjadi sesuai dengan tuntutan kebenaran; hanya dengan cara ini orang bisa benar-benar mencapai keselamatan. Jika, seperti dulu ketika engkau beragama, engkau hanya mengucapkan beberapa kata doktrin atau meneriakkan slogan, dan kemudian melakukan beberapa perbuatan baik, menunjukkan sedikit lebih banyak perilaku yang baik dan menahan diri untuk tidak berbuat dosa terang-terangan, ini tetap tidak berarti bahwa engkau telah menapakkan kakimu di jalan yang benar dalam kepercayaanmu kepada Tuhan. Apakah mampu mematuhi aturan menunjukkan bahwa engkau sedang berjalan di jalan yang benar? Apakah ini berarti engkau telah memilih dengan benar? Jika hal-hal dalam naturmu belum berubah, dan pada akhirnya engkau masih menentang dan menyinggung Tuhan, ini adalah masalah terbesarmu. Jika, dalam kepercayaanmu kepada Tuhan, engkau tidak menyelesaikan masalah ini, dapatkah engkau dianggap telah diselamatkan? Apa yang Kumaksud dengan mengatakan ini? Aku bermaksud membuat engkau semua mengerti di dalam hatimu bahwa kepercayaan kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari firman Tuhan, dari Tuhan, atau dari kebenaran. Engkau harus memilih jalanmu dengan baik, berusaha keras mendapatkan kebenaran dan berusaha keras memahami firman Tuhan. Jangan hanya mendapatkan pengetahuan yang tidak lengkap atau memperoleh pemahaman yang hanya setengah-setengah dan kemudian berpikir bahwa itu sudah cukup; jika engkau membodohi dirimu sendiri, engkau hanya akan mencelakakan diri sendiri. Manusia tidak boleh menyimpang dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan; pada akhirnya, jika mereka tidak memiliki Tuhan dalam hati dan sekadar memegang sebuah buku dan melihatnya sekilas, tetapi tidak menyediakan ruang bagi Tuhan dalam hati mereka, mereka sudah tamat. Apa arti dari perkataan, "Kepercayaan manusia kepada Tuhan tidak bisa dipisahkan dari firman Tuhan?" Apakah perkataan itu bertentangan dengan perkataan, "Kepercayaan kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari Tuhan"? Bagaimana engkau bisa memiliki Tuhan dalam hatimu jika firman Tuhan tidak ada dalam hatimu? Jika engkau percaya kepada Tuhan, tetapi hatimu tidak menyimpan Tuhan, maupun firman-Nya, maupun bimbingan-Nya, engkau sudah benar-benar tamat.

Dikutip dari "Mereka yang Telah Kehilangan Pekerjaan Roh Kudus

adalah yang Paling Berisiko"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Makna penting percaya kepada Tuhan adalah untuk diselamatkan. Jadi, apa yang dimaksud dengan diselamatkan? "Diselamatkan," "melepaskan diri dari pengaruh gelap Iblis"—orang sering membicarakan tentang topik-topik ini, tetapi mereka tidak tahu apa artinya diselamatkan. Sebenarnya akan menjadi seperti apa manusia ketika mereka diselamatkan? Ini berhubungan dengan kehendak Tuhan. Untuk diselamatkan, berbicara dalam bahasa sehari-hari, berarti engkau dapat terus hidup, dan bahwa engkau dihidupkan kembali oleh Tuhan. Jadi sebelum itu, engkau dapat berbicara, engkau dapat bernapas, apakah engkau sudah mati? (Roh sudah mati.) Mengapa dikatakan bahwa orang sudah mati jika roh mereka mati? Apa dasar dari ungkapan ini? Sebelum diselamatkan, manusia hidup di bawah pengaruh Iblis, dan mereka hidup dengan natur Iblis dalam diri dan penuh dengan watak Iblis yang rusak. Jadi, dari sudut pandang Tuhan, seluruh keberadaan manusia sudah mati, termasuk jasmani mereka dan semua aspek lainnya seperti jiwa dan pikiran mereka. Di permukaan, engkau tampak bernafas, mengedipkan mata, dan berpikir, tetapi semua yang selalu engkau pikirkan adalah kejahatan; engkau berpikir tentang hal-hal yang bertentangan dengan Tuhan dan yang melawan Tuhan, hal-hal yang tidak disukai, dibenci, dan dikutuk Tuhan. Di mata Tuhan, semua hal ini bukan hanya milik daging, tetapi juga sepenuhnya milik Iblis dan setan. Jadi, apakah manusia itu di mata Tuhan? Apakah mereka manusia? Tuhan melihat mereka sebagai setan, sebagai binatang, dan sebagai Iblis yang hidup! Manusia hidup dengan esensi Iblis, dan di mata Tuhan, mereka adalah Iblis hidup yang mengenakan daging manusia. Tuhan mendefinisikan manusia seperti ini sebagai mayat berjalan; sebagai orang mati. Tuhan melakukan pekerjaan penyelamatan-Nya saat ini untuk mengambil manusia seperti ini—mayat berjalan yang hidup dengan watak iblis mereka yang rusak dan dengan esensi iblis mereka yang rusak—Dia mengambil orang-orang yang disebut orang mati ini dan mengubah mereka menjadi orang hidup. Inilah artinya diselamatkan.

Tujuan dari percaya kepada Tuhan adalah untuk mencapai keselamatan. Diselamatkan menyiratkan bahwa engkau berubah dari orang mati menjadi orang hidup. Artinya, nyawamu dihidupkan kembali, dan engkau hidup; engkau membuka matamu dan melihat Tuhan, engkau dapat mengenali-Nya, dan engkau dapat sujud menyembah-Nya. Di dalam hatimu, engkau tidak lagi melawan Tuhan; engkau tidak lagi menentang Dia, menyerang-Nya, atau memberontak terhadap-Nya. Hanya orang-orang seperti ini yang benar-benar hidup di mata Tuhan. Jika seseorang hanya mengatakan bahwa mereka mengakui Tuhan dan percaya di dalam hati mereka bahwa ada Tuhan, bahwa Tuhan berkuasa atas semua hal dan menguasai nasib umat manusia, jika mereka percaya bahwa manusia dibimbing oleh Tuhan sepanjang hidup mereka, bahwa Dia dapat mengubah nasib manusia dan dapat membimbing mereka menempuh jalan di depan, dengan kepercayaan seperti ini apakah mereka kemudian salah satu orang yang hidup atau bukan? (Bukan, mereka bukan salah satu orang yang hidup.) Jadi, orang seperti apa orang yang hidup itu? Kenyataan seperti apa yang dimiliki orang hidup? Segala yang engkau ungkapkan, segala yang engkau pikirkan, dan segala yang engkau lakukan adalah untuk menaati Tuhan dan menjauhi kejahatan. Lebih tepatnya, setiap perbuatan dan pikiranmu tidak dikutuk oleh Tuhan atau dibenci dan ditolak oleh Tuhan, melainkan diperkenan dan dipuji oleh Tuhan. Inilah yang dilakukan orang hidup, dan juga apa yang harus dilakukan orang hidup.

Dikutip dari "Hanya Benar-benar Taat yang Merupakan

Kepercayaan yang Sesungguhnya"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Mereka yang hidup di bawah pengaruh kegelapan adalah mereka yang hidup di tengah kematian, merekalah yang dikuasai Iblis. Tanpa diselamatkan Tuhan dan dihakimi serta dihajar oleh Tuhan, orang-orang tidak bisa lari dari pengaruh kematian, mereka tidak bisa menjadi hidup. Orang-orang mati ini tidak bisa menjadi kesaksian untuk Tuhan, mereka juga tidak bisa digunakan oleh Tuhan, apalagi masuk ke kerajaan-Nya. Tuhan menginginkan kesaksian orang hidup, bukan orang mati, dan Ia meminta orang hidup bekerja untuk-Nya, bukan yang mati. "Orang-orang mati" adalah mereka yang menentang dan memberontak terhadap Tuhan, mereka yang mati rasa dalam rohnya dan tidak memahami firman-firman Tuhan, mereka yang tidak melakukan kebenaran dan sama sekali tidak setia terhadap Tuhan, dan mereka adalah orang-orang yang hidup di bawah wilayah kekuasaan Iblis dan dieksploitasi oleh Iblis. Orang-orang mati menunjukkan diri mereka dengan berdiri sebagai lawan kebenaran, memberontak terhadap Tuhan, dan menjadi rendah, hina, jahat, brutal, penipu, serta busuk. Meski orang-orang seperti ini makan dan minum firman Tuhan, mereka tidak mampu hidup dalam firman Tuhan; mereka hidup, tetapi mereka adalah orang-orang mati yang berjalan, mayat-mayat yang bernapas. Orang-orang mati benar-benar tidak bisa memuaskan Tuhan, apalagi mematuhi-Nya sepenuhnya. Mereka hanya bisa menipu Dia, menghujat Dia, dan mengkhianati Dia, dan semua aspek kehidupan mereka memperlihatkan sifat Iblis. Jika orang ingin menjadi pribadi-pribadi yang hidup dan menjadi kesaksian untuk Tuhan serta diterima Tuhan, mereka harus menerima penyelamatan Tuhan. Mereka harus tunduk terhadap penghakiman dan hajaran-Nya, dan menerima pemangkasan serta penanganan Tuhan dengan senang hati. Hanya dengan cara inilah mereka bisa melakukan semua kebenaran yang diwajibkan oleh Tuhan, dan hanya dengan cara inilah mereka akan mendapatkan penyelamatan Tuhan serta menjadi manusia-manusia hidup yang sesungguhnya. Manusia yang hidup diselamatkan oleh Tuhan, telah dihakimi dan dihajar oleh Tuhan. Mereka mau mendedikasikan diri dan dengan bahagia menyerahkan nyawa bagi Tuhan. Mereka juga rela mempersembahkan seluruh hidup mereka bagi Tuhan. Hanya saat manusia yang hidup menjadi kesaksian untuk Tuhanlah Iblis bisa dipermalukan. Hanya orang-orang yang hidup yang bisa menyebarkan pekerjaan Injil Tuhan, hanya orang-orang yang hidup yang mencari hati Tuhan, dan hanya orang-orang yang hidup yang merupakan manusia sejati. Awalnya, manusia yang dibuat oleh Tuhan itu hidup, tetapi karena perusakan oleh Iblis, manusia menjadi mati dan hidup di bawah pengaruh Iblis, jadi mereka mati tanpa roh. Mereka menjadi musuh yang menentang Tuhan, mereka menjadi alat Iblis, dan mereka menjadi tawanan Iblis. Semua orang hidup yang diciptakan Tuhan telah menjadi mati, jadi Tuhan kehilangan kesaksian-Nya, dan Ia kehilangan manusia, yang Ia ciptakan dan merupakan satu-satunya yang memiliki napas kehidupan-Nya. Jika Tuhan ingin memenangkan kembali kesaksian-Nya dan mereka yang dibuat oleh tangan-Nya sendiri tetapi telah ditawan Iblis, Ia harus membangkitkan mereka agar mereka menjadi manusia-manusia yang hidup kembali, dan Ia harus mengklaim ulang mereka agar mereka hidup dalam terang-Nya. Orang-orang mati adalah mereka yang tidak punya roh, mati rasa secara ekstrem, dan menentang Tuhan. Terlebih lagi, mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Orang-orang ini tidak punya keinginan sedikit pun untuk mematuhi Tuhan: mereka hanya memberontak terhadap-Nya dan menentang-Nya, dan sama sekali tidak punya kesetiaan. Orang-orang yang hidup adalah mereka yang rohnya telah dilahirkan kembali, yang tahu mematuhi Tuhan, dan setia kepada Tuhan. Mereka dikuasai kebenaran dan menjadi kesaksian, dan hanya orang-orang inilah yang menyenangkan bagi Tuhan di dalam rumah-Nya.

Dikutip dari "Sudahkah Engkau Hidup Kembali?"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Terlepas dari apa yang Tuhan lakukan atau cara Dia melakukannya, terlepas dari biayanya atau tujuan-Nya, tujuan dari tindakan-Nya itu tidak berubah. Tujuan Tuhan adalah untuk mengerjakan firman Tuhan, tuntutan Tuhan, dan kehendak Tuhan dalam diri manusia. Dengan kata lain, tujuannya adalah mengerjakan dalam diri manusia semua yang Tuhan anggap positif sesuai dengan langkah-langkah-Nya, memampukan manusia untuk memahami hati Tuhan dan memahami hakikat Tuhan, dan memampukannya menaati kedaulatan dan pengaturan Tuhan, sehingga dengan demikian memungkinkan manusia untuk mencapai sikap yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan—yang kesemuanya merupakan salah satu aspek dari tujuan Tuhan dalam semua yang Dia lakukan. Aspek lainnya adalah bahwa karena Iblis adalah kontras dan objek yang melayani dalam pekerjaan Tuhan, manusia sering diserahkan kepada Iblis. Ini adalah cara yang Tuhan gunakan agar manusia dapat melihat kejahatan, keburukan, dan kebencian Iblis di tengah pencobaan dan serangan Iblis, sehingga menyebabkan manusia membenci Iblis dan mampu mengetahui dan mengenali apa yang negatif. Proses ini membuat mereka dapat secara bertahap membebaskan diri dari kendali Iblis dan dari tuduhan, campur tangan, dan serangan Iblis—sampai, oleh karena firman Tuhan, oleh karena pengetahuan dan ketaatan mereka kepada Tuhan, dan iman mereka kepada Tuhan serta sikap mereka yang takut akan Dia, mereka menang atas serangan Iblis dan menang atas tuduhan Iblis. Hanya setelah itulah, mereka akan benar-benar dilepaskan dari kekuasaan Iblis. Pembebasan manusia berarti bahwa Iblis telah dikalahkan, berarti bahwa mereka tidak lagi menjadi santapan di mulut Iblis—berarti bahwa alih-alih menelan mereka, Iblis telah melepaskan mereka. Ini karena orang-orang seperti ini jujur, karena mereka memiliki iman, ketaatan, dan sikap takut akan Tuhan, dan karena mereka sepenuhnya memutuskan hubungan dengan Iblis. Mereka mempermalukan Iblis, mereka membuat Iblis menjadi takut, dan mereka benar-benar mengalahkan Iblis. Keyakinan mereka dalam mengikuti Tuhan, dan ketaatan serta sikap mereka yang takut akan Tuhan mengalahkan Iblis, dan membuat Iblis sepenuhnya melepaskan mereka. Hanya orang-orang seperti inilah yang sudah benar-benar didapatkan oleh Tuhan, dan inilah yang merupakan tujuan utama Tuhan dalam menyelamatkan manusia. Jika ingin diselamatkan dan ingin sepenuhnya didapatkan oleh Tuhan, maka semua orang yang mengikuti Tuhan harus menghadapi pencobaan dan serangan besar maupun kecil dari Iblis. Mereka yang keluar dari pencobaan dan serangan ini dan mampu mengalahkan Iblis sepenuhnya adalah mereka yang telah diselamatkan oleh Tuhan. Ini berarti, mereka yang telah diselamatkan bagi Tuhan adalah mereka yang telah mengalami ujian Tuhan, dan yang telah dicobai dan diserang oleh Iblis berulang kali. Mereka yang telah diselamatkan bagi Tuhan memahami kehendak dan tuntutan Tuhan, dan mampu menerima kedaulatan dan pengaturan Tuhan, dan mereka tidak meninggalkan jalan takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan di tengah pencobaan Iblis. Mereka yang diselamatkan bagi Tuhan memiliki kejujuran, mereka baik hati, mereka bisa membedakan antara kasih dan kebencian, mereka memiliki rasa keadilan dan bersikap rasional, dan mereka mampu memedulikan Tuhan serta menghargai semua yang berasal dari Tuhan. Orang-orang semacam itu tidak diikat, dimata-matai, dituduh, ataupun disiksa oleh Iblis, mereka sepenuhnya bebas, mereka telah dibebaskan dan dilepaskan sepenuhnya.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

VI. Perbedaan Antara Diselamatkan pada Zaman Kasih Karunia dan Keselamatan Penuh pada Zaman Kerajaan