3. Cara orang seharusnya makan dan minum firman Tuhan dan merenungkan firman Tuhan

3. Cara orang seharusnya makan dan minum firman Tuhan dan merenungkan firman Tuhan

Firman Tuhan yang Relevan:

Sekarang adalah Zaman Kerajaan. Mengenai apakah engkau telah memasuki zaman yang baru ini atau belum, itu tergantung dari apakah engkau telah memasuki realitas firman Tuhan, apakah firman-Nya telah menjadi kehidupan kenyataanmu. Firman Tuhan diberitakan kepada setiap orang sehingga, pada akhirnya, semua orang akan hidup di dunia firman Tuhan dan firman-Nya akan mencerahkan dan menerangi tiap-tiap orang dari dalam batinnya. Jika, selama waktu ini, engkau ceroboh dalam membaca firman Tuhan, dan tidak tertarik dengan firman-Nya, hal itu menunjukkan bahwa ada kondisimu salah. Jika engkau tidak dapat memasuki Zaman Firman, Roh Kudus tidak bekerja dalam dirimu; jika engkau sudah memasuki zaman ini, Dia akan melakukan pekerjaan-Nya. Apa yang dapat engkau lakukan pada permulaan Zaman Firman ini untuk memperoleh pekerjaan Roh Kudus? Di zaman ini, dan di tengah-tengahmu, Tuhan akan menggenapkan kenyataan berikut ini: bahwa setiap orang akan hidup dalam firman Tuhan, akan dapat melakukan kebenaran, dan akan mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh; bahwa semua orang akan menggunakan firman Tuhan sebagai dasar dan realitas mereka, dan akan memiliki hati yang menghormati Tuhan; dan melalui melakukan firman Tuhan, manusia kemudian akan menggunakan kekuasaan raja bersama-sama dengan Tuhan. Inilah pekerjaan yang akan dicapai oleh Tuhan. Bisakah engkau bertahan tanpa membaca firman Tuhan? Dewasa ini, ada banyak orang yang merasa bahwa mereka tidak tahan bahkan satu atau dua hari pun tanpa membaca firman Tuhan. Mereka harus membaca firman-Nya setiap hari, dan jika waktunya tidak memungkinkan, mendengarkannya akan cukup. Inilah perasaan yang Roh Kudus berikan kepada orang, dan inilah cara Dia mulai menggerakkan mereka. Artinya, Dia mengatur orang melalui firman sehingga mereka dapat masuk ke dalam realitas firman Tuhan. Jika, setelah satu hari saja tanpa makan dan minum firman Tuhan, engkau merasakan kegelapan dan kehausan, dan tidak tahan, ini menunjukkan bahwa engkau telah digerakkan oleh Roh Kudus, dan bahwa Dia tidak berpaling darimu. Maka, engkau adalah orang yang berada di aliran ini. Namun, jika setelah satu atau dua hari tanpa makan dan minum firman Tuhan, engkau tidak merasakan apa-apa, jika engkau tidak haus, dan sama sekali tidak tersentuh, ini menunjukkan bahwa Roh Kudus telah berpaling darimu. Maka, ini berarti ada sesuatu yang tidak beres dengan keadaan batiniahmu; engkau belum memasuki Zaman Firman, dan engkau adalah salah seorang yang sudah jauh tertinggal. Tuhan menggunakan firman untuk memerintah orang; engkau merasa senang jika makan dan minum firman Tuhan, dan jika tidak melakukannya, engkau tidak mempunyai jalan yang harus diikuti. Firman Tuhan menjadi makanan orang dan kekuatan yang menggerakkan mereka. Alkitab mengatakan bahwa "Manusia hidup bukan hanya dari roti, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan." Dewasa ini, Tuhan akan menyelesaikan pekerjaan ini, dan Dia akan menggenapkan kenyataan ini di dalam engkau sekalian. Bagaimana mungkin di masa lampau orang bisa tahan berhari-hari tidak membaca firman Tuhan dan bisa makan dan bekerja seperti biasa, tetapi tidak demikian halnya sekarang? Di zaman ini, Tuhan terutama menggunakan firman untuk mengatur segalanya. Melalui firman Tuhan, manusia dihakimi dan disempurnakan, lalu akhirnya dibawa ke dalam kerajaan. Hanya firman Tuhan yang dapat membekali kehidupan manusia, dan hanya firman Tuhan yang dapat memberi terang kepada manusia dan jalan kepada pengamalan, khususnya di Zaman Kerajaan. Selama engkau tidak menyimpang dari realitas firman Tuhan, makan dan minum firman-Nya setiap hari, Tuhan akan dapat menyempurnakanmu.

Pengejaran kehidupan bukanlah sesuatu yang dapat diburu-buru; pertumbuhan kehidupan tidak terjadi hanya dalam waktu satu atau dua hari. Pekerjaan Tuhan itu normal dan praktis, dan ada proses yang harus dilalui. Butuh tiga puluh tiga setengah tahun bagi Yesus yang berinkarnasi untuk menyelesaikan pekerjaan penyaliban-Nya—apalagi menyucikan manusia dan mengubah kehidupan mereka, yang merupakan pekerjaan paling sulit! Bukan tugas yang mudah untuk membentuk manusia normal yang memanifestasikan Tuhan. Ini khususnya berlaku bagi orang-orang yang lahir di negeri si naga merah yang sangat besar, yang berkualitas buruk dan membutuhkan firman dan pekerjaan Tuhan selama jangka waktu panjang. Jadi jangan tidak sabar untuk melihat hasilnya. Engkau harus proaktif dalam makan dan minum firman Tuhan, dan mengerahkan upaya lebih besar pada firman Tuhan. Apabila engkau selesai membaca firman-Nya, engkau harus dapat menerapkannya dalam pengamalan sesungguhnya, bertumbuh dalam pengetahuan, wawasan, kebijaksanaan, dan hikmat dalam firman Tuhan. Melalui ini, engkau akan berubah tanpa menyadarinya. Jika engkau dapat menerapkan prinsip makan dan minum firman Tuhan, membacanya, mengenalnya, mengalaminya, dan melakukannya, engkau akan mencapai kedewasaan tanpa menyadarinya. Ada orang-orang yang mengatakan bahwa mereka tidak dapat melakukan firman Tuhan bahkan setelah membacanya. Mengapa engkau terburu-buru? Ketika engkau mencapai tingkat pertumbuhan tertentu, engkau akan dapat melakukan firman-Nya. Akankah seorang anak berusia empat atau lima tahun mengatakan bahwa dia tidak dapat menafkahi atau menghormati orang tuanya? Engkau harus mengenali sejauh mana tingkat pertumbuhanmu saat ini. Lakukan hal yang dapat engkau lakukan, dan hindari menjadi seseorang yang mengganggu pengelolaan Tuhan. Makan dan minum saja firman Tuhan, dan jadikanlah itu sebagai prinsipmu mulai sekarang. Sementara itu, jangan khawatir tentang apakah Tuhan dapat menjadi lengkap. Jangan dahulu menyelidikinya. Makan dan minum saja firman Tuhan ketika firman itu datang kepadamu, dan Tuhan pasti akan melengkapimu. Namun, ada suatu prinsip yang olehnya engkau harus makan dan minum firman-Nya. Jangan melakukannya secara membabi buta. Dalam makan dan minum firman Tuhan, di satu sisi, carilah firman yang harus engkau ketahui—yaitu yang terkait dengan penglihatan—dan di sisi lain, carilah firman yang harus engkau terapkan dalam kenyataan—yakni hal yang harus engkau masuki. Satu aspek berhubungan dengan pengetahuan, dan aspek lainnya dengan jalan masuk. Setelah engkau memahami keduanya—apabila engkau telah memahami hal yang harus engkau ketahui dan hal yang harus engkau lakukan—engkau akan mengetahui cara makan dan minum firman Tuhan.

Dikutip dari "Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam prinsip-prinsip makan dan minum firman Tuhan, yang satu berhubungan dengan pengetahuan, dan yang lainnya tentang jalan masuk. Firman manakah yang harus engkau ketahui? Engkau harus mengetahui firman yang berhubungan dengan penglihatan (misalnya, yang berkaitan dengan zaman apa yang pekerjaan Tuhan masuki sekarang, hal apa yang hendak Tuhan capai sekarang, apa yang dimaksud dengan inkarnasi, dan sebagainya; semua ini berhubungan dengan penglihatan). Apa yang dimaksud dengan jalan yang harus dimasuki manusia? Ini mengacu pada firman Tuhan yang harus dilakukan dan dimasuki manusia. Hal tersebut di atas adalah dua aspek dari makan dan minum firman Tuhan. Mulai sekarang, makan dan minumlah firman Tuhan dengan cara ini. Jika engkau memiliki pemahaman yang jelas tentang firman-Nya mengenai penglihatan, tidak perlu lagi untuk terus membaca di sepanjang waktu. Yang paling penting adalah makan dan minum lebih banyak firman tentang jalan masuk, seperti bagaimana cara menujukan hatimu kepada Tuhan, bagaimana menenangkan hatimu di hadapan-Nya, dan bagaimana meninggalkan daging. Hal-hal inilah yang harus engkau lakukan. Tanpa mengetahui cara makan dan minum firman Tuhan, persekutuan yang benar adalah mustahil. Begitu engkau mengetahui cara makan dan minum firman-Nya, ketika engkau telah memahami apa yang menjadi kuncinya, persekutuan akan menjadi bebas, dan apa pun masalah yang timbul, engkau akan dapat bersekutu dan memahami realitas. Jika saat mempersekutukan tentang firman Tuhan engkau tidak memiliki realitas, berarti engkau belum memahami apa yang menjadi kuncinya, yang menunjukkan bahwa engkau tidak tahu bagaimana cara makan dan minum firman Tuhan. Beberapa orang mungkin merasa bahwa membaca firman Tuhan itu melelahkan, yang bukan merupakan keadaan normal. Hal yang normal adalah jangan pernah lelah membaca firman Tuhan, selalu merasa haus akan firman itu, dan selalu menyadari firman-Nya begitu menyenangkan. Inilah cara seseorang yang sungguh-sungguh telah masuk memakan dan meminum firman Tuhan. Ketika engkau merasa bahwa firman Tuhan sangat praktis dan persis yang harus dimasuki oleh manusia; apabila engkau merasa bahwa firman-Nya sangat berguna dan bermanfaat bagi manusia, bahwa firman adalah perbekalan kehidupan manusia—Roh Kuduslah yang memberikan perasaan ini kepadamu, dan Roh Kuduslah yang menggerakkanmu. Ini membuktikan bahwa Roh Kudus sedang bekerja dalam dirimu dan bahwa Tuhan tidak berpaling darimu. Beberapa orang, yang menganggap bahwa Tuhan selalu berbicara, menjadi lelah dengan firman-Nya, dan mengira bahwa tidak ada konsekuensinya apakah mereka membacanya atau tidak—yang bukanlah keadaan yang normal. Mereka tidak memiliki hati yang haus untuk memasuki realitas, dan orang-orang seperti itu tidak haus atau tidak mementingkan agar dapat disempurnakan. Setiap kali engkau merasa tidak haus akan firman Tuhan, ini menunjukkan bahwa engkau tidak berada dalam keadaan yang normal. Di masa lalu, apakah Tuhan telah berpaling darimu dapat ditentukan oleh apakah engkau merasa damai dalam batinmu, dan apakah engkau mengalami kenikmatan. Sekarang kuncinya adalah apakah engkau haus akan firman Tuhan, apakah firman-Nya adalah realitasmu, apakah engkau setia, dan apakah engkau mampu melakukan segala yang dapat engkau lakukan bagi Tuhan. Dengan kata lain, manusia dihakimi oleh realitas firman Tuhan. Tuhan mengarahkan firman-Nya kepada seluruh umat manusia. Jika engkau bersedia membacanya, Dia akan mencerahkanmu, tetapi jika tidak, Dia tidak akan melakukannya. Tuhan menerangi orang-orang yang lapar dan haus akan kebenaran, dan Dia mencerahkan mereka yang mencari Dia. Ada orang yang mengatakan bahwa Tuhan tidak menerangi mereka bahkan setelah mereka membaca firman-Nya. Tetapi dengan cara bagaimanakah engkau membaca firman ini? Jika engkau membaca firman-Nya layaknya orang yang memacu kudanya sambil mengamati bunga dan tidak mementingkan realitas, bagaimana mungkin Tuhan mencerahkanmu? Bagaimana mungkin seseorang yang tidak menghargai firman Tuhan disempurnakan oleh-Nya? Jika engkau tidak menghargai firman Tuhan, engkau tidak akan memiliki kebenaran ataupun realitas. Jika engkau menghargai firman-Nya, engkau akan dapat menerapkan kebenaran, dan hanya dengan demikian engkau akan memiliki realitas. Inilah sebabnya engkau harus makan dan minum firman Tuhan setiap saat, entah sibuk atau tidak, situasinya merugikan atau tidak, dan apakah engkau sedang diuji atau tidak. Secara keseluruhan, firman Tuhan adalah dasar dari keberadaan manusia. Tidak seorang pun bisa berpaling dari firman Tuhan, tetapi harus makan firman-Nya sebagaimana mereka makan tiga kali sehari. Mungkinkah disempurnakan dan didapatkan oleh Tuhan bisa sesederhana itu? Entah engkau mengerti atau tidak saat ini, dan apakah engkau memiliki wawasan ke dalam pekerjaan Tuhan ataukah tidak, engkau harus makan dan minum firman Tuhan sebanyak mungkin. Inilah yang dimaksud masuk dengan cara yang proaktif. Setelah membaca firman Tuhan, segeralah lakukan apa yang dapat engkau masuki, dan sisihkan untuk sementara waktu apa yang tidak dapat engkau lakukan. Mungkin ada banyak firman Tuhan yang tidak dapat engkau pahami pada awalnya, tetapi setelah dua atau tiga bulan, bahkan mungkin satu tahun, engkau akan memahaminya. Bagaimana ini bisa terjadi? Ini karena Tuhan tidak dapat menyempurnakan manusia dalam satu atau dua hari. Sering kali, ketika membaca firman-Nya, engkau mungkin tidak langsung mengerti. Saat itu, firman Tuhan tidak ubahnya seperti teks belaka; engkau harus mengalaminya beberapa waktu lamanya sebelum mampu memahaminya. Tuhan telah begitu banyak berfirman, engkau harus melakukan yang terbaik untuk makan dan minum firman-Nya, dan kemudian, tanpa kausadari, engkau akan menjadi paham, dan tanpa kausadari, Roh Kudus akan mencerahkanmu. Ketika Roh Kudus mencerahkan manusia, sering kali tanpa manusia menyadarinya. Dia mencerahkan dan membimbingmu apabila engkau haus dan mencari. Prinsip kerja Roh Kudus terpusat pada firman Tuhan yang engkau makan dan minum. Semua orang yang tidak mementingkan firman Tuhan dan selalu memiliki sikap yang berbeda terhadap firman-Nya—dengan pikiran keruh, mereka yakin bahwa tidak ada bedanya entah mereka membaca firman-Nya atau tidak—adalah mereka yang tidak memiliki realitas. Baik pekerjaan Roh Kudus maupun pencerahan-Nya tidak dapat dilihat pada orang semacam itu. Orang-orang seperti ini hanya berbuat ala kadarnya, penuh kepura-puraan tanpa kualifikasi sejati, seperti Tuan Nanguo dalam cerita kiasan.[a]

Dikutip dari "Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Setiap kali makan dan minum suatu bagian firman Tuhan, jika engkau mampu memahami pekerjaan yang tengah dilakukan-Nya, dan mampu mempelajari cara berdoa, cara bekerja sama, dan cara memperoleh jalan masuk, barulah engkau mencapai hasil dari makan dan minum firman Tuhan. Ketika engkau mampu menemukan jalan masuk dari firman Tuhan, dan mampu memahami dinamika pekerjaan Tuhan saat ini dan arah pekerjaan Roh Kudus, engkau sudah memasuki jalur yang benar. Jika engkau belum memahami poin-poin utama ketika makan dan minum firman Tuhan, dan setelahnya engkau tetap belum mampu menemukan jalan untuk melakukan penerapan, itu menunjukkan bahwa engkau masih belum tahu cara makan dan minum firman Tuhan dengan benar dan bahwa engkau belum menemukan cara atau prinsip untuk melakukannya.

Dikutip dari "Perhatikan Kehendak Tuhan Agar Dapat Mencapai Kesempurnaan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika engkau makan dan minum firman Tuhan, engkau harus mengukur realitas keadaanmu sendiri berdasarkan firman Tuhan. Artinya, ketika engkau menemukan kekurangan dalam perjalanan pengalaman nyatamu, engkau harus mampu menemukan jalan penerapan, mampu berpaling dari motivasi dan pemahamanmu yang salah. Jika engkau selalu berupaya melakukan hal-hal ini dan mencurahkan hatimu untuk mencapainya, engkau akan memiliki jalan untuk kauikuti, engkau tidak akan merasa hampa, dan dengan demikian engkau akan mampu mempertahankan keadaan yang normal. Hanya setelah itulah, engkau akan menjadi seseorang yang menanggung beban dalam hidupmu sendiri, seseorang yang memiliki iman. Mengapa beberapa orang, setelah membaca firman Tuhan, tidak mampu menerapkan firman Tuhan tersebut? Bukankah karena mereka tidak bisa memahami hal-hal yang terpenting? Bukankah karena mereka tidak menganggap serius kehidupan? Alasan mereka tidak dapat memahami hal-hal penting dan tidak memiliki jalan untuk menerapkannya adalah karena pada saat mereka membaca firman Tuhan, mereka tidak mampu menghubungkannya dengan keadaan mereka sendiri, mereka juga tidak dapat menguasai keadaan mereka sendiri. Beberapa orang berkata: "Aku membaca firman Tuhan dan menghubungkannya dengan keadaanku, dan aku tahu bahwa aku rusak dan berkualitas rendah, tetapi aku tidak mampu memuaskan kehendak Tuhan." Engkau baru melihat permukaannya saja; ada banyak hal nyata yang tidak kauketahui: bagaimana mengesampingkan kenikmatan daging, bagaimana mengesampingkan sikap merasa diri benar, bagaimana mengubah dirimu sendiri, bagaimana masuk ke dalam hal-hal ini, bagaimana meningkatkan kualitasmu, dan dari aspek mana engkau memulai. Engkau hanya memahami beberapa hal di permukaannya saja, dan satu-satunya yang engkau ketahui adalah bahwa engkau memang sangat rusak. Ketika bertemu dengan saudara-saudarimu, engkau berbicara tentang betapa rusaknya dirimu, dan tampaknya engkau mengenal dirimu sendiri serta memikul beban yang berat bagi hidupmu. Sebenarnya, watakmu yang rusak itu belum berubah, yang membuktikan bahwa engkau belum menemukan jalan penerapanmu.

Dikutip dari "Penerapan (7)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Semakin engkau memperhatikan kehendak Tuhan, semakin besar beban yang kautanggung, dan semakin besar beban yang kautanggung, semakin kaya pula pengalamanmu. Saat engkau memperhatikan kehendak Tuhan, Dia akan memberikan beban kepadamu, kemudian memberi engkau pencerahan tentang perkara yang telah dipercayakan-Nya kepadamu. Saat Tuhan memberimu beban ini, engkau akan memperhatikan seluruh kebenaran yang terkait dengannya saat makan dan minum firman Tuhan. Jika engkau memiliki beban yang berhubungan dengan kehidupan saudara-saudarimu, inilah beban yang telah dipercayakan Tuhan kepadamu, dan engkau akan senantiasa memikul beban ini dalam doa harianmu. Hal yang Tuhan lakukan telah dipikulkan kepadamu, dan engkau mau menjalankan apa yang Tuhan ingin lakukan; itulah artinya mengambil beban Tuhan sebagai bebanmu sendiri. Pada titik ini, dalam makan dan minummu akan firman Tuhan, engkau akan berfokus pada jenis persoalan ini, dan engkau akan berpikir: Bagaimana caraku memecahkan masalah ini? Bagaimana aku bisa membantu saudara-saudariku untuk mencapai kelepasan dan menemukan sukacita rohani? Engkau juga akan berfokus pada memecahkan masalah-masalah ini saat menyampaikan persekutuan, dan ketika makan dan minum firman Tuhan, engkau akan berfokus pada makan dan minum firman Tuhan yang berhubungan dengan masalah-masalah ini. Engkau juga memanggul beban ini saat makan dan minum firman-Nya. Begitu engkau memahami tuntutan Tuhan, engkau akan memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang jalan mana yang harus dilalui. Inilah pencerahan dan penerangan Roh Kudus yang didatangkan oleh bebanmu, dan ini juga merupakan bimbingan Tuhan yang telah dianugerahkan kepadamu. Mengapa Aku berkata demikian? Jika engkau tidak memiliki beban, engkau tidak akan memberi perhatian saat makan dan minum firman Tuhan; ketika engkau makan dan minum firman Tuhan saat tengah memikul beban, engkau dapat memahami esensinya, menemukan jalanmu, dan memperhatikan kehendak Tuhan. Karena itu, dalam doamu, engkau harus memohon kepada Tuhan agar memikulkan lebih banyak beban atasmu dan mempercayakan perkara yang lebih besar kepadamu, sehingga di masa depan, engkau akan lebih memiliki jalan untuk pengamalan; sehingga makan dan minummu akan firman Tuhan mendatangkan dampak yang lebih besar; sehingga engkau semakin mampu memahami esensi firman-Nya; dan agar engkau lebih mampu digerakkan oleh Roh Kudus.

Dikutip dari "Perhatikan Kehendak Tuhan Agar Dapat Mencapai Kesempurnaan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Makan dan minum firman Tuhan dapat memampukanmu untuk memahami kebenaran, hanya jika itu dilakukan dengan cara yang benar. Namun, hanya memahami kebenaran tidak berarti engkau dapat memasuki kenyataan kebenaran. Beberapa orang memiliki kualitas yang baik, tetapi mereka tidak mencintai kebenaran; meskipun mereka dapat memahami sedikit kebenaran, mereka tidak menerapkannya. Dapatkah orang seperti itu memasuki kenyataan kebenaran? Memahami kebenaran tidaklah semudah memahami doktrin. Untuk memahami kebenaran, engkau harus tahu bagaimana makan dan minum firman Tuhan. Contohnya, makan dan minum bagian firman Tuhan mengenai kebenaran tentang mengasihi Tuhan. Firman Tuhan berkata: "Sesuai dengan namanya, 'kasih' mengacu pada emosi yang murni dan tanpa cela, di mana engkau menggunakan hatimu untuk mengasihi, merasakan, dan memperhatikan. Dalam kasih tidak ada persyaratan, tidak ada penghalang, dan tidak ada jarak. Dalam kasih tidak ada kecurigaan, tidak ada tipu daya, tidak ada kelicikan. Dalam kasih tidak ada transaksi untuk meraih keuntungan dan tak ada kekotoran." Beginilah cara Tuhan mendefinisikan kasih, dan inilah kebenaran. Namun, siapakah yang harus engkau kasihi? Apakah engkau harus mengasihi suamimu? Istrimu? Saudara dan saudarimu? Tidak. Ketika Tuhan berbicara tentang kasih, Dia tidak berbicara tentang kasih kepada sesamamu manusia, melainkan tentang kasih manusia kepada Tuhan. Kasih seperti ini adalah kasih yang sejati. Bagaimana seharusnya engkau memahami kebenaran ini? Ini artinya Tuhan menginginkan orang-orang untuk tidak meragukan-Nya atau menjauhkan diri mereka dari-Nya, tetapi untuk memiliki kasih yang murni dan tanpa cela kepada-Nya. "Tanpa cela" artinya tanpa adanya keinginan yang berlebihan dan tanpa mengajukan tuntutan yang berlebihan kepada Tuhan, dan tanpa membuat alasan apa pun. Ini artinya Dia adalah yang terutama di dalam hatimu; ini artinya hanya firman-Nya yang memenuhi hatimu. Ini adalah suatu emosi yang murni dan tanpa cela. Emosi ini memenuhi tempat tertentu di dalam hatimu; engkau selalu memikirkan Tuhan serta merindukan-Nya, dan dapat mengingat diri-Nya setiap saat. Mengasihi artinya mengasihi dengan hatimu. Mengasihi dengan hatimu terdiri dari memperhatikan, memedulikan, dan merindukan. Untuk dapat mengasihi dengan hatimu, engkau harus melewati proses pengenalan. Saat ini, sementara engkau masih memiliki sedikit pengenalan akan Tuhan, engkau harus menggunakan hatimu untuk mendambakan-Nya, merindukan-Nya, menaati-Nya, memperhatikan-Nya, berdoa kepada-Nya, dan berseru kepada-Nya; bahkan engkau harus mampu turut memikirkan apa yang Dia pikirkan dan khawatirkan. Engkau harus segenap hati dalam melakukan hal-hal ini. Jangan sekadar di bibir saja, berkata: "Tuhan! Aku melakukan ini untuk-Mu, aku melakukan itu untuk-Mu!" Hanya mengasihi dan memuaskan Tuhan dengan hatimu adalah hal yang nyata. Meskipun engkau tidak mengatakannya dengan lantang, engkau memiliki Tuhan di dalam hatimu, engkau memikirkan Dia di dalam hatimu. Engkau sanggup meninggalkan suamimu, istrimu, anak-anakmu, orangtuamu; tetapi hatimu tidak sanggup jika tanpa Tuhan. Tanpa Tuhan, engkau sama sekali tidak dapat hidup. Ini artinya engkau memiliki kasih, dan engkau memiliki Tuhan di dalam hatimu. "Engkau menggunakan hatimu untuk mengasihi, merasakan, dan memperhatikan." Hal ini meliputi banyak hal. Kasih sejatilah yang Tuhan kehendaki dari manusia; dengan kata lain, engkau harus mengasihi dan memedulikan Dia dengan hatimu, dan selalu memikirkan-Nya. Ini bukan berarti hanya menyuarakan kata-kata, juga bukan berarti caramu mengungkapkan dirimu sendiri dengan sikapmu; sebaliknya, ini terutama berarti bahwa engkau melakukan hal-hal dengan hatimu, dan membiarkan hatimu mengendalikan semua tindakanmu. Dengan melakukan hal-hal dengan cara seperti ini, tidak ada motivasi, tidak ada pemalsuan, dan tidak ada kecurigaan; hati yang seperti ini adalah hati yang jauh lebih murni. Bagaimanakah keraguan di dalam hatimu diungkapkan? Keraguan di dalam hati diungkapkan ketika engkau selalu berpikir, "Apakah benar bagi Tuhan untuk melakukan ini? Mengapa Tuhan mengatakan ini? Jika tidak ada alasan bagi Tuhan mengatakan hal ini, aku tidak akan menaatinya. Jika tidak adil bila Tuhan melakukan hal ini, aku tidak akan menaatinya. Aku akan berhenti memikirkannya untuk saat ini." Tidak menyimpan keraguan artinya mengakui bahwa apa pun yang Tuhan katakan dan lakukan adalah benar, dan dengan Tuhan tidak ada benar atau salah. Manusia harus menaati Tuhan, memperhatikan Tuhan, memuaskan Tuhan, dan turut memikikan apa yang Tuhan pikirkan dan khawatirkan. Terlepas dari apakah segala sesuatu yang Tuhan lakukan tampak berarti bagimu atau tidak, apakah hal itu sesuai dengan gagasan dan imajinasi manusia, dan terlepas dari apakah hal itu masuk akal bagi manusia, engkau dapat selalu menaati dan memiliki hati yang menghormati serta tunduk terhadap hal-hal tersebut. Bukankah penerapan yang seperti itu sesuai dengan kebenaran? Bukankah hal itu merupakan perwujudan dan penerapan kasih? Oleh sebab itu, dari firman Tuhan engkau tidak memahami kehendak dan maksud Tuhan di balik perkataan-Nya, jika engkau tidak memahami tujuan dan hasil yang ingin dicapai oleh firman-Nya, jika engkau tidak memahami apa yang ingin dicapai dan disempurnakan oleh firman-Nya dalam diri manusia, jika engkau tidak memahami perkara-perkara ini, hal tersebut membuktikan bahwa engkau belum memahami kebenaran. Mengapa Tuhan mengatakan hal itu? Mengapa Dia berbicara dengan nada seperti itu? Mengapa Dia begitu sungguh-sungguh dan terus-terang dalam setiap perkataan yang Dia ucapkan? Mengapa Dia memilih untuk menggunakan kata-kata tertentu? Apakah engkau tahu? Jika engkau tidak dapat menjawabnya dengan yakin, itu berarti engkau tidak memahami kehendak Tuhan atau maksud-Nya, engkau tidak memahami konteks yang ada di balik firman-Nya. Jika engkau tidak memahami hal ini, lalu bagaimana engkau bisa mendapatkan kebenaran? Mendapatkan kebenaran berarti memahami makna Tuhan melalui setiap firman yang Dia ucapkan; itu berarti engkau mampu melakukan firman Tuhan segera setelah engkau memahaminya, sehingga firman Tuhan dapat dihidupi olehmu dan menjadi realitasmu. Setelah engkau memiliki pemahaman yang menyeluruh akan firman Tuhan barulah engkau dapat benar-benar memahami kebenaran.

Dikutip dari "Hanya Mereka yang Memiliki Kebenaran Kenyataan yang Dapat Memimpin" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Jika engkau ingin melaksanakan tugasmu dengan baik, engkau harus terlebih dahulu memahami kebenaran dan berusaha lebih keras untuk mencari kebenaran. Satu bagian yang sangat penting dari mencari kebenaran adalah belajar bagaimana merenungkan firman Tuhan. Tujuan merenungkan firman Tuhan adalah untuk memahami arti sebenarnya di balik perkataan ini: melalui pencarian, engkau akan mengetahui makna perkataan Tuhan, apa yang Dia tuntut dan apa kehendak-Nya dalam firman ini—inilah arti memahami kenyataan kebenaran. Begitu engkau memahami kenyataan kebenaran, engkau akan mampu memahami prinsip-prinsip penerapan, dan dengan demikian, engkau juga akan memperoleh jalan masuk ke dalam kebenaran kenyataan. Dengan cara ini dan tanpa menyadarinya, engkau akan dicerahkan dalam hal-hal yang sebelumnya tidak kaupahami, engkau akan mendapatkan wawasan baru dan semua itu akan secara berangsur-angsur menjadi kenyataanmu.

Dikutip dari "Hanya dengan Sering Merenungkan Kebenaran Engkau Dapat Memiliki Jalan untuk Maju" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Jika engkau ingin mengejar kebenaran, jika engkau ingin memahami dan mendapatkan kebenaran, maka engkau harus belajar bagaimana berdiam diri di hadapan Tuhan, bagaimana merenungkan kebenaran, dan bagaimana merenungkan firman Tuhan. Apakah ada formalitas yang harus diikuti supaya dapat merenungkan kebenaran? Apakah ada aturannya? Apakah ada batasan waktu? Apakah engkau harus melakukannya di suatu tempat tertentu? Tidak—firman Tuhan dapat direnungkan kapan pun dan di mana pun. Jika engkau semua menghabiskan lebih sedikit waktu untuk pikiran kosongmu dan lamunan khayalmu dan menggunakan waktu itu untuk merenungkan kebenaran, berapa banyak waktu dalam sehari yang tidak akan terbuang percuma? Apa yang orang lakukan ketika mereka membuang-buang waktu? Mereka menghabiskan waktu sepanjang hari untuk mengobrol dan bergosip, hanya melakukan apa yang menarik minat mereka, terlibat dalam hal-hal yang tidak penting, hanya memikirkan hal-hal yang tidak berguna seiring berlalunya waktu, dan membayangkan apa yang akan terjadi dengan masa depan mereka, di mana kerajaan masa depan akan berada, di mana letak neraka—bukankah ini adalah hal-hal yang tidak penting? Jika waktu ini digunakan untuk hal-hal positif—jika engkau berdiam diri di hadapan Tuhan, menghabiskan lebih banyak waktu untuk merenungkan firman Tuhan dan mempersekutukan kebenaran, merenungkan setiap tindakanmu, dan menghadapkannya kepada Tuhan untuk pemeriksaan-Nya, dan kemudian memperhatikan apakah masih ada masalah-masalah besar yang gagal kausadari atau kaukenali, memperhatikan secara khusus pada area-area kritis tersebut di mana engkau paling memberontak kepada Tuhan, dan mencari firman Tuhan yang sesuai untuk mengatasinya—maka engkau akan berangsur-angsur memasuki kebenaran kenyataan.

Apa yang tercakup dalam merenungkan firman Tuhan? Ini mencakup merenungkan apa yang disebut istilah dan doktrin rohani yang sering engkau semua ucapkan, dan prinsip rohani tentang penerapan yang seringkali kauyakini benar, dan berdoa lalu membaca firman Tuhan: "Aku memahami dengan jelas mengenai teori dari frasa-frasa dan istilah-istilah rohani ini, aku memiliki pemahaman yang baik tentang makna harfiahnya, tetapi bagaimana dengan kenyataannya? Bagaimana aku menerapkannya?" Itulah cara merenungkan firman Tuhan; mulailah dari aspek ini. Jika, ketika mereka percaya kepada Tuhan, orang tidak tahu bagaimana merenungkan firman-Nya, mereka akan memiliki kesulitan besar untuk masuk ke dalam dan memahami kebenaran. Jika orang tidak mampu untuk sungguh-sungguh memahami kebenaran, mampukah mereka memasuki kebenaran kenyataan? Jika mereka tidak mampu untuk memasuki kebenaran kenyataan, dapatkah mereka memperoleh kebenaran? Jika orang tidak mampu memperoleh kebenaran, dan tidak dapat memasuki kebenaran kenyataan, dapatkah mereka memuaskan kehendak Tuhan? Itu akan sangat sulit. Ambillah sebagai contoh kalimat yang sering diulang-ulang yaitu "takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan": engkau harus merenungkan kata-kata ini, dan berkata kepada dirimu sendiri, "Apa arti takut akan Tuhan? Jika aku mengatakan sesuatu yang salah, apakah ini takut akan Tuhan atau bukan? Apakah berbicara seperti itu berarti melakukan kejahatan, atau melakukan kebaikan? Apakah itu diingat oleh Tuhan? Apakah itu dikutuk oleh Tuhan? Apa saja hal-hal yang merupakan kejahatan? Apakah gagasan, motivasi, pemikiran, pandangan, dorongan dan asal muasal di balik hal-hal yang kuucapkan dan kulakukan, berbagai watak yang kuungkapkan—apakah hal-hal ini dianggap jahat? Yang mana dari hal-hal itu yang diperkenan oleh Tuhan? Yang mana yang dibenci oleh Tuhan? Yang mana yang dikutuk oleh Tuhan? Dalam perkara apa ada kemungkinan besar aku akan membuat kesalahan serius?" Semua ini layak dipertimbangkan. Apakah engkau merenungkan kebenaran secara teratur? Berapa banyak waktu yang telah engkau semua sia-siakan? Berapa banyak perkara mengenai kebenaran, mengenai iman kepada Tuhan, mengenai jalan masuk kehidupan, mengenai takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan yang telah kaurenungkan? Ketika perenunganmu akan firman Tuhan atau perkara-perkara yang menyangkut iman kepada Tuhan dan kebenaran menghasilkan buah, engkau semua akan memperoleh jalan masuk kehidupan. Engkau semua masih tidak tahu bagaimana merenungkan hal-hal ini pada saat ini, dan engkau belum memperoleh jalan masuk kehidupan. Ketika seseorang telah memperoleh jalan masuk kehidupan, dan mampu merenungkan firman Tuhan, dan merenungkan masalah-masalah, itu berarti mereka telah mulai memasuki kebenaran kenyataan.

Dikutip dari "Hanya dengan Sering Merenungkan Kebenaran Engkau Dapat Memiliki Jalan untuk Maju" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Apa arti firman Tuhan? Firman Tuhan adalah realitas dari segala hal yang positif; firman Tuhan adalah jalan, kebenaran, dan hidup yang Tuhan anugerahkan kepada manusia. Firman Tuhan bukanlah doktrin, slogan, atau argumen, juga bukan semacam falsafah dan pengetahuan. Sebaliknya, firman Tuhan berkaitan dengan kehidupan dan keberadaan manusia, dengan perilaku dan wataknya, dengan semua yang disingkapkan manusia, serta gagasan dan pendapat yang terkandung dalam hati manusia dan yang ada dalam pikirannya. Jika perenunganmu akan firman Tuhan terlepas dari hal-hal ini, dan jika engkau terlepas dari hal-hal ini sementara engkau membaca firman-Nya dan mendengarkan khotbah dan persekutuan, yang dapat engkau pahami akan sangat dangkal dan terbatas. Engkau harus mempelajari cara merenungkan firman Tuhan. Ini sangat penting. Ada banyak cara untuk merenungkan firman Tuhan: engkau dapat membacanya dalam hati dan berdoa di dalam hatimu, mencari pencerahan dan penerangan dari Roh Kudus; engkau juga dapat bersekutu serta berdoa dan kemudian membaca firman Tuhan bersama-sama orang yang mengejar kebenaran; dan tentu saja, engkau dapat menggabungkan persekutuan dan khotbah ke dalam perenunganmu untuk memperdalam pemahaman dan pengetahuanmu akan firman Tuhan. Caranya banyak dan beragam. Singkatnya, apabila dalam membaca firman Tuhan, orang ingin memperoleh pemahaman akan firman Tuhan, maka sangatlah penting untuk merenungkan serta berdoa dan kemudian membaca firman Tuhan. Tujuan dari berdoa dan kemudian membaca firman Tuhan bukanlah agar kita mampu mendeklamasikannya, juga bukan untuk menghafalkannya; sebaliknya, tujuannya adalah untuk mendapatkan pemahaman yang akurat akan firman ini setelah berdoa dan kemudian membaca firman Tuhan dan merenungkannya, dan untuk mengetahui makna dari firman yang diucapkan oleh Tuhan ini, serta maksud-Nya. Tujuannya adalah untuk menemukan di dalam firman itu jalan yang atasnya orang harus melakukan penerapan, dan untuk menjaga agar dia tidak mengambil jalannya sendiri. Selain itu, tujuannya adalah agar mampu membedakan antara berbagai macam keadaan dan jenis-jenis orang yang disingkapkan dalam firman Tuhan, agar mampu menemukan jalan penerapan yang akurat yang dapat digunakan untuk memperlakukan setiap jenis orang. Pada saat yang sama, tujuannya adalah untuk menghindari agar tidak tersesat dan menginjakkan kaki di jalan yang Tuhan benci. Segera setelah engkau mempelajari cara berdoa dan kemudian membaca firman Tuhan serta cara merenungkan firman Tuhan, dan sering melakukannya, baru setelah itulah firman Tuhan dapat berakar di dalam hatimu dan menjadi hidupmu.

Dikutip dari "persekutuan Tuhan"

Terlepas dari aspek realitas kebenaran mana yang telah engkau dengar, jika engkau menentangnya, jika engkau melakukan firman ini dalam hidupmu sendiri, dan memasukkannya ke dalam penerapanmu sendiri, engkau pasti akan mendapatkan sesuatu, dan pasti akan berubah. Jika engkau memasukkan firman ini ke dalam perutmu, dan menghafalnya di otakmu, engkau tidak akan pernah berubah. Saat mendengarkan khotbah, engkau seharusnya merenung sebagai berikut: "Keadaan seperti apa yang dimaksud oleh firman ini? Aspek esensi apa yang firman maksudkan? Dalam hal apa aku harus menerapkan aspek kebenaran ini? Setiap kali aku melakukan sesuatu yang berhubungan dengan aspek kebenaran ini, apakah aku sedang melakukan penerapan sesuai dengan firman? Dan ketika aku menerapkannya, apakah keadaanku sesuai dengan firman ini? Jika tidak, lalu apakah aku harus mencari, bersekutu, atau menunggu?" Apakah engkau melakukan penerapan dengan cara ini dalam hidupmu? Jika tidak, itu berarti hidupmu tanpa Tuhan dan tanpa kebenaran. Engkau hidup menurut huruf-huruf yang tertulis dan doktrin atau berdasarkan kepentingan, keyakinan, dan antusiasmemu sendiri. Orang yang tidak memiliki kebenaran sebagai kenyataan adalah orang yang tidak memiliki kenyataan, dan orang yang tidak memiliki firman Tuhan sebagai kenyataan mereka adalah orang yang belum memasuki firman-Nya.

Dikutip dari "Pengamalan Paling Mendasar untuk Menjadi Orang Jujur" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Jika orang tidak mengerahkan upaya untuk menerapkan kebenaran, cepat atau lambat mereka akan jatuh dan mereka akan bergumul untuk berdiri teguh. Ini karena ketika ujian menimpa mereka, solusinya tidak terletak pada beberapa huruf-huruf yang tertulis dan doktrin. Huruf-huruf yang tertulis dan doktrin tidak dapat menyelesaikan masalah nyata! Engkau harus memiliki pemahaman yang jelas akan setiap kebenaran, secara teratur merenungkannya sehingga engkau memahaminya di dalam hatimu dan mengetahuinya secara menyeluruh; baru pada saat itulah engkau akan tahu apa yang harus dilakukan ketika sesuatu terjadi padamu. Namun, bisakah engkau mendapatkan kebenaran ini jika engkau tidak merenungkannya? Jika engkau tidak merenungkannya, sebanyak apa pun kebenaran yang kaudengar, atau sebanyak apa pun engkau mengucapkannya, engkau tidak akan pernah memahami melampaui makna harfiahnya. Makna harfiah ini akan sering kali memberimu khayalan bahwa imanmu kepada Tuhan telah membuahkan hasil dan bahwa tingkat pertumbuhanmu sangat besar karena engkau memiliki semangat dan energi—tetapi segera setelah sesuatu terjadi padamu, engkau akan mendapati bahwa makna harfiah ini tidak dapat menjamin bahwa engkau akan berhasil melewati setiap ujian dengan lancar. Orang sering merasa kebingungan ketika sesuatu terjadi pada mereka, berpikir, "Apa yang harus kulakukan tentang hal ini? Aku harus bergegas mencari firman Tuhan dan mengenali berbagai prinsip. Aspek kebenaran manakah yang sesuai dengan hal ini?" Pada saat seperti itulah engkau akan menyadari bahwa engkau telah memperlengkapi dirimu dengan terlalu sedikit kebenaran, bahwa engkau terlalu sedikit memahami kebenaran kenyataan. Orang sering kali hanya menyadari hal ini ketika mereka membutuhkan kebenaran. Ketika mereka tidak membutuhkan kebenaran, mereka selalu merasa bahwa mereka telah memperlengkapi diri mereka dengan banyak kebenaran, bahwa mereka melimpah dengan kebenaran. Melimpah dengan apakah mereka? Mereka melimpah dengan huruf-huruf yang tertulis dan doktrin yang dangkal. Mereka keliru jika merasa bahwa mereka melimpah dengan kebenaran; jika engkau merasa bahwa engkau melimpah dengan kebenaran, engkau dalam bahaya. Namun, jika engkau merasa bahwa engkau bukan apa-apa, bahwa ada banyak hal yang tidak kaupahami, barulah engkau akan dapat merenung bagaimana untuk masuk. Jika engkau selalu merasa engkau telah memiliki kebenaran, bahwa engkau melimpah dengan kebenaran, bahwa engkau memiliki cukup, bahwa engkau mengenal dirimu sendiri dan mengasihi Tuhan, serta dapat melakukan segalanya untuk Tuhan, ini adalah tanda bahaya. Semakin engkau memikirkan hal ini, semakin ini membuktikan bahwa engkau tidak memahami apa pun, bahwa engkau sama sekali kehilangan kebenaran kenyataan. Renungkanlah dengan saksama tentang hal ini. Belajarlah bagaimana merenungkan kebenaran; ini adalah bagian yang sangat penting dari kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan.

Dikutip dari "Hanya dengan Sering Merenungkan Kebenaran Engkau Dapat Memiliki Jalan untuk Maju" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Catatan kaki:

a. Naskah asli tidak mengandung frasa "cerita kiasan."

3. Cara orang seharusnya makan dan minum firman Tuhan dan merenungkan firman Tuhan