Firman Tuhan Membimbingku Membebaskan Diri Dari Jerat

Oleh Saudari Tian’na, Hong Kong

Melihat sekilas bagian firman Tuhan, “Tahukah Engkau? Tuhan Telah Melakukan Hal yang Hebat di antara Manusia,” aku tidak bisa tidak mengingat pengalamanku dua tahun yang lalu saat membebaskan diri dari ikatan kabar bohong dan kembali ke hadapan Tuhan.

Aku dan keluargaku semuanya tinggal di Hong Kong. Ayah mertua dan adik iparku (adik laki-laki suamiku) keduanya percaya kepada Tuhan Yesus. Adik iparku adalah seorang pendeta di sebuah gereja, jadi saudara-saudari dari gerejanya sering kali datang ke rumah kami untuk berkunjung di mana mereka akan berdoa bersama dan menyanyikan lagu-lagu pujian bagi Tuhan. Dan kemudian pada bulan Desember 2014, seorang teman baikku memberitahuku bahwa dia juga percaya kepada Tuhan. Dipengaruhi oleh keluarga dan teman-temanku, entah bagaimana, aku menjadi tertarik dengan kepercayaan kepada Tuhan. Suatu hari tak lama sesudahnya, aku bertemu Saudari Peipei, jemaat gereja lainnya. Dia supel dan ramah. Dia sangat senang ketika mengetahui bahwa beberapa keluarga dan temanku percaya kepada Tuhan dan mengundangku untuk mengunjungi rumahnya, di mana dia memperkenalkanku kepada Saudari Chen Hui. Selama beberapa pertemuan, Saudari Chen membagikan kepadaku kebenaran tentang Tuhan yang menciptakan segala sesuatu dan kedaulatan-Nya atas segala sesuatu serta asal usul Iblis, dan sebagainya. Hal-hal yang dia katakan kepadaku benar-benar membuatku tertarik dan membuatku merasa sangat senang. Aku sangat suka mendengarkan mereka membagikan pengalaman dan pemahaman mereka tentang iman, dan benar-benar ingin membagikan kebahagiaan ini kepada orang lain. Suatu hari, karena tidak mampu menahan diri, aku menceritakan keinginanku untuk menjadi orang percaya kepada keluargaku. Berita itu dengan cepat menyebar ke adik iparku; dia menelepon dan bertanya mengapa aku tiba-tiba percaya kepada Tuhan dan juga berkata, “Ada sebuah gereja bernama Kilat dari Timur, dan mereka memberikan kesaksian di mana-mana bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali. Mereka telah mencuri banyak jemaat yang setia dari setiap denominasi. Jangan terlalu lengah tentang itu; jangan berhubungan dengan mereka.” Dia kemudian menanyaiku berulang-ulang, apakah orang-orang yang membagikan Injil kepadaku telah memberiku sebuah buku, dan berulang kali menasihatiku untuk lebih berhati-hati tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan kepercayaan. Perkataan adik iparku terus berseliweran di pikiranku, membuatku merasa kebingungan. Di satu sisi, adik iparku mencegahku mencari gereja yang berbeda, tetapi di sisi lain, aku benar-benar menikmati apa yang dibagikan Saudari Chen tentang kepercayaan kepada Tuhan. Aku merasa seperti makan buah simalakama, dan sama sekali tidak tahu apakah aku harus terus berhubungan dengan Saudari Chen.

Jadi, aku mulai menjelajahi Internet untuk mencari khotbah beberapa pendeta untuk didengarkan. Aku melihat banyak informasi di Internet tentang Kilat dari Timur, tetapi aku tidak begitu memperhatikannya; aku sepenuhnya berfokus untuk menemukan khotbah-khotbah yang bagus. Aku mendengarkan dan membandingkan banyak khotbah dan pada akhirnya, aku tetap berpendapat bahwa Saudari Chen dan khotbah-khotbah lainnya adalah yang terbaik, karena itu lebih banyak membagikan tentang menjadi saksi bagi Tuhan, dan mendengarkan itu semua memberiku pemahaman yang lebih baik tentang Tuhan. Setelah mempertimbangkannya, aku memutuskan untuk terus mendengarkan persekutuan Saudari Chen. Pada hari-hari selanjutnya, dia menceritakan kepadaku kisah tentang Musa yang memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, Abraham mengorbankan Ishak, Tuhan Yesus disalibkan bagi umat manusia, pengalaman Petrus, Lazarus dibangkitkan dan memuliakan Tuhan, dan masih banyak lagi. Kisah-kisah Alkitab yang luar biasa ini sangat menarik bagiku dan memberiku pemahaman yang lebih mendalam tentang pekerjaan yang telah Tuhan lakukan. Seusai setiap pertemuan, aku menantikan dengan antusias untuk pertemuan selanjutnya.

Sebulan kemudian selama pertemuan, Saudari Chen membacakan beberapa ayat Alkitab dan satu bagian firman Tuhan Yang Mahakuasa kepadaku. Dalam Alkitab dikatakan: “Tetapi sama seperti pada zaman Nuh, begitu juga saat kedatangan Anak Manusia. Karena seperti pada zaman sebelum banjir besar itu mereka makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan tidak tahu sampai banjir besar itu datang, dan membinasakan mereka semua; begitu juga saat kedatangan Anak Manusia” (Matius 24:37–39). Tuhan Yang Mahakuasa berkata: “Lihatlah kembali ke zaman bahtera Nuh: Umat manusia sudah sangat rusak, menyimpang dari berkat Tuhan, tidak lagi dipedulikan oleh Tuhan, dan telah kehilangan janji-janji Tuhan. Mereka hidup dalam kegelapan, tanpa terang Tuhan. Sewajarnya sifat mereka menjadi tak bermoral, membiarkan diri mereka terperosok dalam kerusakan yang mengerikan. Orang-orang seperti ini tidak bisa lagi menerima janji Tuhan. Mereka tidak layak untuk menyaksikan wajah Tuhan, ataupun mendengar suara Tuhan, karena mereka telah meninggalkan Tuhan, mencampakkan segala yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka, dan melupakan ajaran-ajaran Tuhan. Hati mereka semakin lama semakin melenceng dari Tuhan, dan bersamaan dengan itu, mereka menjadi sangat bobrok melampaui segala alasan dan kemanusiaan, dan mereka menjadi semakin jahat. Dengan begitu, mereka menjadi semakin dekat dengan kematian, dan jatuh ke dalam murka dan hukuman Tuhan. Hanya Nuh yang menyembah Tuhan dan menjauhi kejahatan, dan karena itu dia dapat mendengar suara Tuhan, dan mendengar petunjuk-petunjuk Tuhan. Dia membangun bahtera itu berdasarkan petunjuk firman Tuhan, dan mengumpulkan segala macam makhluk hidup. Lalu, setelah semuanya siap, Tuhan melepaskan penghancuran-Nya atas dunia. Hanya Nuh dan tujuh anggota keluarganya yang selamat dari penghancuran ini, karena Nuh menyembah Yahweh dan menjauhi kejahatan.

Lalu lihatlah ke zaman sekarang ini: Orang benar seperti Nuh, yang menyembah Tuhan dan menjauhi kejahatan, tidak ada lagi. Namun, Tuhan masih bermurah hati terhadap umat manusia ini, dan meluputkan umat manusia di akhir zaman ini. Tuhan menantikan kemunculan orang-orang yang merindukan-Nya. Ia mencari orang-orang yang dapat mendengar firman-Nya, orang-orang yang tidak melupakan amanat-Nya, dan mempersembahkan hati dan tubuh mereka kepada-Nya. Ia mencari orang-orang yang begitu taat seperti orang yang lugu di hadapan-Nya, dan tidak menolak-Nya” (“Tuhan Mengendalikan Nasib Seluruh Umat Manusia” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”). Saudari Chen mengatakan dalam persekutuannya: “Orang-orang pada zaman Nuh ‘makan dan minum, kawin dan mengawinkan’; mereka tidak bermoral dan rusak, serta tidak mendengarkan firman Tuhan atau menyembah Tuhan. Sebaliknya, mereka menyembah berhala dan berbuat dosa sampai pada puncaknya. Agar dapat dapat menyelamatkan manusia pada waktu itu, Tuhan memanggil Nuh untuk membangun bahtera dan memberi tahu orang-orang bahwa air bah akan memusnahkan dunia. Namun meskipun setelah Nuh mengkhotbahkan ini selama lebih dari seratus tahun, tidak seorang pun yang percaya kepada firman Tuhan dan tidak ada yang bertobat kepada Tuhan. Karena itu, Tuhan menggunakan air bah untuk memusnahkan manusia pada zaman itu. Manusia pada akhir zaman bahkan lebih rusak daripada manusia pada zaman Nuh. Seluruh masyarakat rusak secara moral dan semakin jahat dari hari ke hari. Tingkat perceraian tetap tinggi, kejahatan sudah biasa terjadi, ditambah pornografi, perjudian, dan narkoba telah mengikis jiwa manusia. Manusia menjadi semakin licik, serakah, jahat, kejam, dan egois. Tidak seorang pun yang peduli tentang memiliki hati nurani atau menjadi orang yang baik dan jujur, tetapi mereka hanya mementingkan makan, minum, bersenang-senang, dan menukar kekuasaan untuk seks, atau seks untuk kekuasaan. Manusia sudah bosan dengan kebenaran dan meninggikan kejahatan. Mereka sangat menikmati kesenangan dosa, dan mereka telah lama mencapai titik yang layak dimusnahkan oleh Tuhan. Semua tanda ini menunjukkan bahwa akhir zaman telah tiba. Sekarang Tuhan Yesus telah datang kembali dan inkarnasi-Nya yang kedua hidup di dunia. Dia telah mengucapkan semua kebenaran untuk penyucian dan penyelamatan umat manusia; Dia datang untuk menyelamatkan kita sepenuhnya, manusia yang sangat rusak. Kasih dan belas kasihan Tuhan bagi umat manusia sangat besar!” Mendengar saudari itu mengucapkan perkataan ini sungguh menggetarkanku dan aku berpikir dalam hati: “Kita semua adalah orang yang sangat jahat dan seharusnya dimusnahkan Tuhan sejak lama. Hanya berkat belas kasihan Tuhan kita beruntung dapat masuk ke dalam rumah Tuhan, membaca firman yang telah Tuhan ucapkan, dan memiliki kesempatan untuk mengenal Tuhan. Sungguh berkat yang luar biasa!” Aku berulang kali bersyukur kepada Tuhan karena membimbingku dan telah mengizinkanku untuk ikut serta dalam pekerjaan akhir zaman Tuhan dan mendapatkan kesempatan untuk keselamatan. Tepat saat aku akan pergi, saudari itu memberiku sebuah buku firman Tuhan. Sambil mengepit buku itu dengan kedua tangan, aku sangat tersentuh sehingga aku mulai menangis. Aku bertekad untuk mengikuti Tuhan dengan segenap kemampuanku.

Suatu hari setelah menyalakan komputerku, aku melihat sebuah situs yang mengatakan sesuatu tentang Kilat dari Timur. Terdorong oleh keingintahuan, aku mengklik tautan tersebut dan melihat beberapa propaganda negatif tentang Kilat dari Timur dari pemerintah PKT (Partai Komunis Tiongkok) dan komunitas keagamaan. Ketika aku menyadari bahwa “Kilat dari Timur” yang disebutkan di situs tersebut adalah pekerjaan akhir zaman Tuhan Yang Mahakuasa yang telah diberitakan oleh Saudari Chen kepadaku, aku kaget dan merasa sangat bingung: mungkinkah aku telah tersesat dalam kepercayaanku? Apa yang harus aku lakukan? Namun, aku ingat bagaimana setiap kali aku berhubungan dengan Saudari Chen dan yang lainnya, mereka semua sangat penuh kasih kepadaku dan sama sekali tidak seperti yang dikatakan di Internet. Aku teringat ketika aku pertama kali mulai membaca firman Tuhan dan dijamah oleh kasih Tuhan—firman itu memiliki otoritas dan kuasa, jadi bagaimana mungkin itu bukan pernyataan dan suara Tuhan? Lalu aku mengeluarkan buku firman Tuhan dengan maksud untuk membacanya, tetapi aku tidak bisa mendapatkan kembali perasaan awal di mana aku merasa tersentuh—Tuhan telah menyembunyikan wajah-Nya dariku. Yang bisa kulihat hanyalah kertas putih dan kata-kata yang tertulis. Setiap propaganda negatif yang kulihat di Internet melintas di benakku satu per satu. Aku kehabisan akal. Aku terus bertanya-tanya, “Apakah aku harus percaya ini, atau tidak? Apakah Kilat dari Timur adalah pekerjaan Tuhan? Bagaimana jika Kilat dari Timur benar-benar adalah pekerjaan Tuhan? Jika aku tidak menerapkan kepercayaan ini, bukankah aku akan kehilangan kesempatan untuk mengenal Tuhan dan diselamatkan? Namun jika itu palsu dan aku hanya mengikutinya secara membabi buta, bukankah itu berarti aku telah ditipu? Haruskah aku terus menyelidikinya, atau tidak?” Semua pertanyaan ini terus menggangguku dan bahkan membuatku tidak bersemangat untuk bekerja. Aku benar-benar ingin mendiskusikannya dengan keluargaku dan meminta nasihat kepada mereka, tetapi aku teringat tentang bagaimana adik iparku menasihatiku berulang-ulang untuk berhati-hati, dan tidak begitu saja berkeliling mencari gereja lain. Jika kepercayaanku benar-benar keliru, bukankah mereka akan menghakimiku dengan lebih keras? Jadi, aku membuang gagasan untuk mendiskusikannya dengan keluargaku walaupun kondisi pikiranku telah mencapai titik terendah, aku sangat menderita secara emosional, dan aku benar-benar merasa bingung. Aku merasa sangat jauh dari sukacita dan kelegaan yang kurasakan beberapa hari sebelumnya ketika bersekutu dengan para saudari itu.

Karena tidak ada lagi tempat untuk mengadu, aku mencoba berdoa dan mencari Tuhan, memercayakan setiap kesulitan dan rasa tidak aman di hatiku kepada Tuhan, dan memohon pencerahan-Nya. Setelah berdoa, sesuatu yang pernah dikatakan Saudari Chen tiba-tiba muncul di benakku: ketika Tuhan Yesus dilahirkan, karena Raja Herodes takut kehilangan takhtanya pada saat itu, dia memerintahkan agar semua anak laki-laki di seluruh kota di bawah usia dua tahun untuk dibunuh. Ketika Tuhan Yesus membagikan ajaran-Nya, para pemimpin dalam kepercayaan Yahudi dengan gila-gilaan menentang dan mengutuk Dia karena mereka takut orang-orang percaya akan mengikuti Tuhan Yesus, dan mereka akan kehilangan posisi mereka. Mereka tahu betul bahwa tidak ada manusia biasa yang mampu melakukan mukjizat seperti yang dilakukan Tuhan Yesus, tetapi mereka dengan sengaja memfitnah Dia, berkata bahwa Dia mengusir setan-setan dengan pertolongan Beelzebul. Mereka juga menuduh Tuhan Yesus melakukan penghujatan. Akhirnya, mereka bekerja sama dengan pemerintah Romawi untuk menyalibkan Tuhan Yesus. Dan kini, tindakan gila pemerintah PKT dan komunitas keagamaan terhadap Tuhan Yang Mahakuasa sama persis dengan yang dilakukan oleh pemerintah Romawi dan para pemimpin agama Yahudi di Zaman Kasih Karunia terhadap Tuhan Yesus. Jalan yang benar telah mengalami penindasan sejak zaman dahulu. Setiap kali Tuhan datang untuk bekerja, Dia menderita penganiayaan dari dunia keagamaan serta kekuasaan yang ada. Namun, tidak seorang pun yang bisa menghalangi pekerjaan Tuhan. Pada akhirnya, Tuhan Yesus tetap menyelesaikan pekerjaan-Nya untuk disalibkan dan menyelamatkan umat manusia serta Injil-Nya tersebar ke seluruh dunia. Dan kini, pemerintah Tiongkok dan komunitas keagamaan telah mengarang begitu banyak kabar bohong di Internet yang mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa dan pekerjaan-Nya, tetapi Injil kerajaan-Nya tetap tersebar dengan cepat. Jika ini bukan pekerjaan Tuhan, bukankah itu pasti sudah dilenyapkan oleh pemerintah Tiongkok sejak lama? Kemudian terpikir olehku bahwa setiap kali aku bertemu dengan Saudari Chen dan yang lainnya, mereka telah bersikap sangat tulus kepadaku, dan semua persekutuan mereka memuliakan Tuhan dan menjadi kesaksian untuk Tuhan. Mereka tidak pernah berbicara tentang hal-hal duniawi atau tentang hal-hal yang tidak bermanfaat bagi kehidupan manusia. Itu semua telah memberikan bimbingan dan pertolongan yang positif kepadaku. Sebelum aku menyadarinya, keraguan dalam hatiku, entah bagaimana, tersingkir, jadi aku berdoa lagi kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh: “Tuhan! Jika benar-benar Engkau yang telah datang kembali, kumohon tuntunlah aku untuk mengetahui pekerjaan-Mu dan kembali di hadapan-Mu.” Benar saja, Tuhan mendengar doaku.

Di bawah bimbingan Roh Kudus, aku membuka buku firman Tuhan, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia dan melihat tulisan ini, “Tahukah Engkau? Tuhan Telah Melakukan Hal yang Hebat di antara Manusia,” di mana Tuhan Yang Mahakuasa berkata: “Ketahuilah bahwa tanpa keberadaan daging ini, seluruh umat manusia akan menghadapi bencana yang tak terelakkan dan kesulitan melepaskan diri dari hukuman Tuhan yang lebih berat bagi umat manusia di akhir zaman. Tanpa kelahiran daging yang biasa ini, engkau semua akan berada dalam keadaan, di mana engkau tidak dapat menemukan kehidupan maupun kematian, bagaimanapun engkau mencarinya. Tanpa keberadaan daging ini, engkau sekarang ini tidak akan bisa menerima kebenaran dan tidak bisa datang ke hadapan takhta Tuhan. Sebaliknya, engkau akan dihukum Tuhan karena dosa-dosamu yang keji. Tahukah engkau? Kalau bukan karena kembalinya Tuhan menjadi daging, tak seorang pun akan dapat diselamatkan, dan kalau bukan karena kedatangan daging ini, Tuhan pasti sudah mengakhiri zaman lama sejak dahulu. Jadi, apakah engkau masih dapat menolak inkarnasi Tuhan yang kedua ini? Mengingat engkau bisa mendapatkan sangat banyak manfaat dari orang biasa ini, mengapa engkau tidak segera saja menerima-Nya?” “Pekerjaan Tuhanlah yang tidak dapat engkau pahami. Jika engkau tidak dapat mengerti apakah keputusanmu benar atau mengetahui apakah pekerjaan Tuhan dapat berhasil, mengapa engkau tidak mencoba saja peruntunganmu dan melihat apakah orang biasa ini bisa menjadi pertolongan besar bagimu, dan apakah Tuhan telah melakukan pekerjaan yang hebat.” Syukur kepada Tuhan! Aku merasa jauh lebih tenang setelah membaca firman Tuhan—semua ini pasti benar! Aku menyadari bahwa karena aku tidak terbiasa dengan pekerjaan Tuhan dan tidak dapat sepenuhnya memahami semua hal di Internet, mengapa tidak mencoba peruntunganku? Mengapa tidak melanjutkan penyelidikanku lebih dalam dan kemudian sampai pada suatu kesimpulan? Kalau itu benar-benar penampakan dan pekerjaan Tuhan, maka jika aku menolaknya, bukankah itu adalah penolakan terhadap Tuhan? Bukankah itu akan menjadi penyesalan seumur hidup? Aku memutuskan untuk pergi menemui Saudari Chen keesokan harinya dan melanjutkan pencarian dan penyelidikanku.

Ketika aku bertemu Saudari Chen, aku menceritakan pengalamanku selama beberapa hari terakhir dengannya dan bertanya kepadanya apa yang sebenarnya terjadi dengan Kilat dari Timur. Dia membacakan dua bagian firman Tuhan kepadaku: “Ketika semua orang memperhatikan, ketika semua hal diperbarui dan dihidupkan kembali, ketika setiap orang tunduk kepada Tuhan tanpa keraguan, dan bersedia memikul tanggung jawab berat dari beban Tuhan—ini adalah saat kilat dari Timur memancar, menyinari semua dari Timur hingga ke Barat, menakutkan seluruh bumi dengan kedatangan cahaya ini; dan pada saat inilah, Tuhan sekali lagi memulai hidup baru-Nya …. Yang berarti, di dunia Timur, dari saat kesaksian tentang Tuhan Itu Sendiri dimulai, sampai saat Dia mulai bekerja, sampai saat keilahian mulai menggunakan kekuasaan yang berdaulat di seluruh penjuru bumi—inilah tiang cahaya yang memancarkan cahaya gemilang dari sang kilat dari Timur itu, yang terus memancar ke seluruh alam semesta. Saat ketika negara-negara di bumi menjadi kerajaan Kristus adalah saat ketika seluruh alam semesta diterangi. Sekaranglah waktunya kilat dari Timur memancar: Tuhan yang berinkarnasi mulai bekerja, dan, selain itu, berfirman secara langsung dalam keilahian. Dapat dikatakan bahwa saat Tuhan mulai berfirman di bumi adalah saat kilat dari Timur muncul. Lebih tepat lagi, saat air hidup mengalir dari takhta—saat perkataan dari takhta mulai diucapkan—adalah tepatnya saat perkataan dari ketujuh Roh secara resmi mulai diucapkan” (“Bab 12, Penafsiran Rahasia Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”). “Hanya ketika terang dari Timur perlahan memutih, kegelapan di seluruh bumi mulai berubah menjadi terang, barulah pada saat itu manusia menyadari bahwa Aku sudah lama pergi dari Israel dan bangkit lagi di Timur. Setelah dulu pernah turun ke Israel dan kemudian meninggalkannya, Aku tidak bisa dilahirkan di Israel lagi, karena pekerjaan-Ku memimpin seluruh alam semesta, dan lagi, kilat menyambar langsung dari Timur ke Barat. Karena alasan inilah Aku turun di Timur dan membawa Kanaan kepada orang-orang di Timur. Aku ingin membawa orang-orang dari seluruh bumi ke tanah Kanaan, dan karena itu Aku terus menyampaikan perkataan-perkataan di tanah Kanaan untuk mengendalikan seluruh alam semesta. Saat ini, tidak ada terang di seluruh bumi selain di Kanaan, dan semua manusia terancam bahaya kelaparan dan kedinginan. Aku memberikan kemuliaan-Ku kepada Israel lalu mengambilnya kembali, dan setelah itu Aku membawa orang Israel ke Timur, dan semua manusia ke Timur. Aku membawa mereka semua pada terang supaya mereka dapat dipersatukan kembali dengan terang itu, dan menjadi terhubung dengan terang itu, dan tidak perlu lagi mencari-cari terang itu. Aku akan membuat semua orang yang mencari melihat terang lagi dan melihat kemuliaan yang dahulu Kuperlihatkan di Israel. Aku akan membuat mereka melihat bahwa dulu sekali Aku sudah datang di atas awan putih ke tengah-tengah umat manusia, membuat mereka melihat awan putih yang tak terhitung jumlahnya dan buah dalam gugusan-gugusan yang melimpah. Terlebih lagi, Aku akan membuat mereka melihat Yahweh, Tuhan Israel. Aku akan membuat mereka memandang kepada Guru atas kaum Yahudi, Mesias yang dirindukan, dan penampakan-Ku sepenuhnya, yaitu Aku yang telah dianiaya oleh raja-raja di sepanjang masa. Aku akan bekerja atas seluruh alam semesta dan Aku akan melakukan pekerjaan yang hebat, menyatakan seluruh kemuliaan-Ku dan semua perbuatan-Ku kepada manusia di akhir zaman. Aku akan memperlihatkan wajah kemuliaan-Ku dalam kepenuhannya kepada orang-orang yang menantikan Aku bertahun-tahun lamanya, kepada orang-orang yang merindukan kedatangan-Ku di atas awan putih, kepada Israel yang merindukan penampakan-Ku sekali lagi, dan kepada seluruh umat manusia yang menganiaya Aku, supaya semua orang tahu bahwa sudah lama Aku mengambil kemuliaan-Ku dan membawanya ke Timur, jadi kemuliaan-Ku itu bukan lagi berada di Yudea. Sebab akhir zaman telah tiba!” (“Deru Tujuh Guruh—Menubuatkan Bahwa Injil Kerajaan Akan Tersebar ke Seluruh Alam Semesta” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

Dia kemudian membagikan ini dalam persekutuan: “Kita dapat melihat dari firman Tuhan bahwa pekerjaan Tuhan dan firman pada akhir zaman adalah kilat yang datang dari Timur. ‘Kilat’ mengacu pada terang, dan ‘terang’ mengacu pada firman Tuhan; yaitu, kedatangan Tuhan kembali pada akhir zaman adalah inkarnasi-Nya sebagai Anak Manusia, menampakkan diri dan bekerja pertama kali di dunia Timur, di Tiongkok, mengucapkan firman dan mnciptakan sekelompok pemenang. Dan kemudian Injil-Nya tentang akhir zaman dengan cepat menyebar ke dunia Barat, sehingga semua orang di seluruh dunia dapat menerima keselamatan Tuhan pada akhir zaman. Ini menggenapi apa yang dikatakan dalam Matius 24:27: ‘Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak.‘ Selain itu, waktu Tuhan untuk bekerja pada akhir zaman itu singkat dan berjalan dengan cepat, seperti halnya kilat. Hanya dalam dua dekade, Injil kerajaan Tuhan telah menyebar ke seluruh daratan Tiongkok dan menyebar ke berbagai negara di dunia. Kilat dari Timur adalah firman dan pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan. Tuhan Yang Mahakuasa adalah Anak Manusia yang menampakkan diri di hadapan manusia pada akhir zaman, seperti yang dinubuatkan dalam Alkitab; Dia melakukan pekerjaan baru pada akhir zaman. Semua orang yang tidak menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman akan disingkirkan oleh pekerjaan Roh Kudus.” Ketika aku mendengar ini barulah aku menyadari bahwa Kilat dari Timur mengacu pada pekerjaan Tuhan, pada kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan, dan itu adalah penampakan Tuhan pada akhir zaman! Tuhan pertama kali menampakkan diri dan mulai bekerja di Tiongkok, suatu kekuatan politik yang ateis. Dia pertama-tama menaklukkan dan menyempurnakan sekelompok orang menjadi para pemenang di Tiongkok, dan kemudian memperluas ini ke dunia Barat dan bahkan ke seluruh dunia, sehingga umat pilihan Tuhan dari segala bangsa dan semua tempat dapat menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman dan memperoleh penyucian dan penyelamatan Tuhan, sepenuhnya mewujudkan rencana pengelolaan Tuhan selama enam ribu tahun. Bukankah ini adalah manifestasi dari hikmat-Nya? Jika bukan Tuhan sendiri yang mengucapkan firman untuk menyingkapkan semua misteri ini, aku tidak akan pernah mengerti!

Saudari Chen melanjutkan persekutuannya: “Namun, diperhadapkan dengan penampakan dan pekerjaan Tuhan, tidak hanya para pemimpin dari semua denominasi itu gagal untuk mencari dan menyelidikinya, tetapi mereka dengan gila-gilaan mengutuk, menentang, dan menghujat Tuhan; mereka secara terbuka menyebarkan kabar bohong untuk mencoreng nama Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dan bergabung dengan pemerintah PKT yang ateis untuk secara membabi buta memaksa, menangkap, dan menganiaya orang-orang yang mengikuti Tuhan Yang Mahakuasa dalam upaya menghalangi penyebaran Injil kerajaan Tuhan Yang Mahakuasa, menghancurkan pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, dan menghentikan orang percaya untuk kembali kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Sama seperti pemerintah Romawi dan para pemimpin Yahudi yang menentang, mengutuk, dan menyalibkan Tuhan Yesus, mereka semua adalah setan-setan jahat yang membenci kebenaran, membenci Tuhan, dan adalah musuh bagi Tuhan. Mereka tahu bahwa firman yang diucapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran dan memiliki otoritas dan kuasa. Setelah firman ini menyebar ke seluruh dunia, semua orang yang mencintai kebenaran dan haus akan penampakan Tuhan akan berpaling kepada Tuhan Yang Mahakuasa dan menyembah Dia. Kemudian, tidak seorang pun yang akan terus mengikuti mereka. Oleh karena itu, kini setelah Tuhan sekali lagi berinkarnasi untuk bekerja demi menyelamatkan umat manusia, pemerintah PKT yang ateis dan kekuatan antikristus dari komunitas keagamaan sedang berusaha mati-matian untuk menghalangi dan menghancurkan pekerjaan Tuhan. Mereka menggunakan segala macam cara dan metode tercela untuk mengikat dan menipu orang, mencegah mereka mencari dan menyelidiki jalan yang benar. Sama seperti ketika kau memunculkan keraguan tentang pekerjaan Tuhan setelah melihat kabar bohong itu di Internet—tujuan Iblis adalah membuat kita semua meragukan Tuhan. Dia ingin kita menyangkal dan mengkhianati Tuhan, kehilangan keselamatan-Nya, dan kembali ke bawah wilayah kekuasaannya, untuk mencapai tujuan jahatnya yaitu mengendalikan dan merusak manusia secara permanen. Sebagaimana yang firman Tuhan ungkapkan: ‘Tuhan bekerja, Tuhan peduli kepada seseorang, memperhatikan seseorang, dan Iblis membuntuti setiap langkah-Nya. Siapa pun yang disukai Tuhan, Iblis juga memperhatikan, mengikuti di belakang. Jika Tuhan menginginkan orang ini, Iblis akan melakukan segala daya untuk menghalangi Tuhan, menggunakan berbagai cara jahat untuk menggoda, mengganggu, dan menggagalkan pekerjaan yang Tuhan lakukan untuk mencapai tujuan tersembunyinya. Apa tujuan Iblis? Iblis tidak ingin Tuhan memiliki siapa pun; Iblis menginginkan semua yang diinginkan Tuhan, merasuki mereka, mengendalikan mereka, menguasai mereka sehingga mereka menyembahnya, sehingga mereka melakukan tindakan jahat bersamanya. Bukankah ini maksud Iblis yang jahat?‘ (“Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IV” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”). Kita harus melihat melampaui tipu muslihat Iblis menurut firman Tuhan; kita harus dengan jelas melihat esensi jahat Iblis sebagai musuh Tuhan dan menghalangi orang kembali kepada Tuhan. Kita harus melihat niat jahatnya untuk memiliki dan melahap manusia secara keseluruhan, sehingga kita tidak kehilangan kesempatan untuk diselamatkan oleh Tuhan.” Melalui pembacaan firman Tuhan dan mendengarkan persekutuan saudari itu, aku benar-benar mengerti bahwa semua kabar bohong di Internet itu berasal dari Iblis. Aku melihat bahwa semua itu adalah jerat dan perangkap yang Iblis telah atur untuk menghalangi orang menyelidiki jalan yang benar dan kembali kepada Tuhan. Jika aku kurang memiliki kepekaan terhadap semua kabar bohong itu, aku pasti telah ditawan oleh Iblis. Persekutuan saudari itu memberiku pemahaman yang benar tentang Kilat dari Timur, bahwa itu adalah penampakan dan pekerjaan Tuhan. Sekarang aku memiliki kepekaan terhadap cara tercela yang dilakukan oleh kekuatan jahat Iblis dari pemerintah PKT dan komunitas keagamaan untuk menyerang Tuhan; aku juga telah melihat bahwa jalan yang benar telah ditekan sejak zaman dahulu. Yang mengherankan, gangguan Iblis justru memberiku pemahaman yang lebih besar tentang pekerjaan Tuhan dan juga memungkinkanku untuk mendapatkan kepekaan sejati atas Iblis, dan menolaknya. Hikmat Tuhan memang dilaksanakan berdasarkan strategi Iblis. Syukur kepada Tuhan!

Sesampainya di rumah, aku mulai menonton video Gereja Tuhan Yang Mahakuasa di Internet. Aku menonton sepuluh video paduan suara secara berturut-turut dan juga beberapa pembacaan firman Tuhan dan beberapa film Injil. Segala sesuatu yang disampaikan oleh semua video dan film ini adalah kebenaran, dan kesaksian yang mereka sampaikan adalah penampakan Tuhan dan pekerjaan akhir zaman-Nya. Semua video dan film ini membuatku melihat ketulusan dan keindahan Tuhan, dan mendapatkan pengetahuan tentang watak benar Tuhan. Melihat bahwa firman yang diucapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran dan benar-benar mampu mengubah, menahirkan, dan menyelamatkan manusia, membuatku dapat menemukan jalan menuju kerajaan surga—itu memberiku pengharapan akan keselamatan. Ketika adik iparku belakangan mengetahui bahwa aku telah menerima pekerjaan akhir zaman Tuhan Yang Mahakuasa, dia datang beberapa kali untuk menggangguku, dan bahkan mengumpulkan beberapa orang di gereja untuk melakukannya juga. Dia juga mengulang-ulang banyak berita negatif dari Internet dalam upaya untuk membingungkanku dan membuatku melepaskan kepercayaanku kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Namun, aku telah sepenuhnya yakin dengan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa dan kabar bohong itu tidak berpengaruh kepadaku. Mengingat ke masa lalu, sungguh adalah bimbingan Tuhan yang memungkinkanku untuk memahami beberapa kebenaran; selangkah demi selangkah aku membebaskan diri dari belenggu dan ikatan kabar bohong dan membangun landasan di atas jalan yang benar. Syukur kepada Tuhan atas keselamatan dan perlindungan-Nya bagiku, dan karena membimbingku ke dalam rumah Tuhan!

Media Terkait