Aku Memahami Kebohongan Pemerintah PKT yang Sebenarnya dan Kasih Tuhan Menarikku Kembali Kepada-Nya (Bagian 2)

Saudara Kemu, Korea Selatan

Saudara-saudari kemudian memutar video untukku, Kebenaran yang Terungkap Dibalik Kasus Zhaoyuan Pada 28 Mei. Video ini mengungkapkan beberapa aspek utama yang mencurigakan dari kasus tersebut dan kemudian membedahnya lapis demi lapis. Pikiranku benar-benar terserap di dalamnya dan aku melakukan analisisku sendiri tentang kasus ini bersamaan dengan diputarnya video tersebut untuk mencari tahu kebenarannya. Alisku berangsur-angsur rileks saat video berlanjut dan, saat aku melihat lapisan demi lapisan kebohongan tersingkap, aku menghela napas panjang. Aku menyadari bahwa Kasus Zhaoyuan 28 Mei dikarang sendiri oleh pemerintah PKT untuk melumpuhkan kepercayaan agama dan membasmi Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Para pelaku dalam kasus ini, Zhang Lidong, Zhang Fan, dan yang lainnya, menyangkal dengan mulut mereka sendiri kalau mereka adalah anggota Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, dan mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak berafiliasi dengan gereja tersebut. Namun, pemerintah PKT sepenuhnya mengabaikan kesaksian para tersangka dan terang-terangan menentang fakta, bersikeras bahwa kejahatan itu telah dilakukan oleh orang-orang dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Yang lebih aneh adalah bahwa bahkan tanpa pengadilan atau vonis pengadilan, pemerintah PKT bergegas memublikasikan kasus ini dan secara definitif menempatkan kasus ini pada Gereja Tuhan Yang Mahakuasa melalui TV dan media Internet, semua untuk menciptakan kegemparan publik demi menindas gereja dan memusnahkannya. Pemerintah PKT memfitnah gereja dan menciptakan kasus palsu sehingga dapat mulai menindas dan menangkapi secara gila-gilaan orang-orang Kristen di dalam gereja tanpa kendala. Sama seperti bagaimana mereka menindas gerakan mahasiswa pada tanggal 4 Juni 1989—mereka mula-mula mengarang rumor untuk menggambarkan gerakan patriotik mahasiswa sebagai kerusuhan kontrarevolusi, dan kemudian mereka mulai melakukan penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang. Dihadapkan pada fakta, aku akhirnya melihat dengan sangat jelas bahwa taktik pemerintah PKT untuk memberantas para pembangkang adalah pertama-tama mengarang rumor dan memutarbalikkan fakta, kemudian menyalahkan mereka, dan kemudian dengan keras menindas mereka. Dengan memutarbalikkan kebenaran, memutarbalikkan kenyataan, dan menyalahkan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, pemerintah PKT melakukannya agar orang-orang yang tidak tahu kebenaran percaya dengan kebohongannya dan akan salah paham terhadap gereja—pemerintah PKT sangat menjijikkan! Namun, sesuatu yang aku masih tidak mengerti adalah bahwa saudara-saudari di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa adalah orang-orang jujur ​​yang tidak seperti yang dikatakan di internet, jadi mengapa pemerintah PKT dengan gila-gilaan menganiaya gereja dan bersusah payah menempatkan kasus pembunuhan tersebut pada Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dan menangkap anggota-anggotanya? Apa yang sebenarnya terjadi?

Aku menyampaikan kebingunganku dan seorang saudari menjawab, dengan mengatakan, "Mari kita baca dua bagian dari firman Tuhan. 'Iblis mendapat ketenaran dengan memperdaya orang banyak. Ia sering kali menyatakan dirinya sebagai barisan terdepan dan teladan kebenaran. Di bawah panji menjaga kebenaran, ia mencelakakan manusia, memangsa jiwa mereka, dan menggunakan berbagai macam cara untuk membuat manusia tidak bergerak, memperdaya, dan menghasut manusia. Tujuannya adalah membuat manusia sepakat dan mengikuti tindakannya yang jahat, membuat manusia bergabung dengannya dalam menentang otoritas dan kedaulatan Tuhan. Namun, ketika seseorang bertumbuh dalam hikmat sehingga mengenali rencana, muslihatnya, dan sifatnya yang jahat, dan tidak ingin terus diinjak-injak dan ditipu olehnya lagi atau terus diperbudak olehnya, atau dihukum dan dihancurkan bersama dengannya, Iblis mengubah tampilannya yang terlihat kudus, dan membuka topeng palsunya untuk menyatakan wajah aslinya yang jahat, buruk, buas, dan kejam. Iblis tidak menyukai hal lain selain menghancurkan semua orang yang menolak mengikutinya dan menentang kekuatan jahatnya' ("Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). 'Alasan Iblis jengkel dan murka adalah: rencananya yang tak terkatakan telah diungkapkan; rencananya tidak mudah dihindari; ambisi liarnya dan keinginannya untuk menggantikan Tuhan dan bertindak sebagai Tuhan telah terpukul dan dihalangi; tujuannya mengendalikan seluruh umat manusia tidak ada apa-apanya dan tidak akan pernah bisa dicapai' ("Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Setelah membaca firman Tuhan tersebut, dia memberikan persekutuannya dengan mengatakan, "Firman Tuhan mengungkap akar penyebab mengapa Iblis menentang Tuhan dan membahayakan umat manusia. Jika kita kemudian menggunakan firman Tuhan untuk menganggap tindakan pemerintah PKT sebagai penentangan terhadap Tuhan dan penganiayaannya terhadap orang-orang Kristen, kita dapat melihat dengan jelas bahwa itu adalah perwujudan Iblis, si setan, dan rezim iblislah yang paling membenci kebenaran dan menentang Tuhan. Iblis benar-benar tidak akan memperbolehkan orang-orang untuk percaya kepada Tuhan atau mengambil jalan yang benar untuk menjadikan Tiongkok sebagai zona ateisme—mereka ingin menghapus semua kepercayaan agama. Ini terutama berlaku pada akhir zaman—inkarnasi Tuhan Yang Mahakuasa telah menampakkan diri dan bekerja di Tiongkok, mengungkapkan kebenaran untuk membawa terang bagi umat manusia. Orang-orang dari semua agama dan denominasi yang benar-benar percaya kepada Tuhan dan mencintai kebenaran, setelah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, menjadi yakin bahwa firman-firman itu adalah kebenaran, dan, satu demi satu, mereka menerima pekerjaan-Nya pada akhir zaman. Banyak orang telah memahami kebenaran dengan membaca firman Tuhan dan telah belajar bagaimana membedakan antara yang baik dan yang jahat. Dengan demikian mereka dapat melihat dengan jelas esensi kejahatan pemerintah PKT dan menjadi bersedia untuk menolaknya, dan mereka mulai mengejar kebenaran dan mengambil jalan yang benar dalam hidup. Saat pemerintah PKT melihat semakin banyak orang memperoleh iman kepada Tuhan dan mengikuti-Nya, matanya terbakar marah. Mereka dengan sia-sia berharap untuk menyeret orang-orang kembali ke kampnya agar dapat terus menjadi budaknya dan tetap tertindas. Untuk tujuan ini, pemerintah PKT dengan gila-gilaan menganiaya dan menindas Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dengan tidak hanya mengarang segala macam kebohongan untuk menyalahkan dan memfitnahnya, tetapi juga dengan menggunakan segala macam taktik tercela. Mereka telah mengeluarkan dokumen rahasia berkali-kali untuk memobilisasi sejumlah besar polisi bersenjata dan pasukan militer untuk dengan gila-gilaan menangkap dan menganiaya orang-orang Kristen dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dalam skala nasional dalam upaya tipuan untuk menghentikan penyebaran pekerjaan injil Tuhan dan sepenuhnya melenyapkan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Terutama selama beberapa tahun terakhir, semua jenis film dan video Injil yang diproduksi oleh Gereja Tuhan Yang Mahakuasa telah diunggah ke Internet satu demi satu dan injil kerajaan Tuhan telah menyebar ke seluruh dunia seperti api. Pemerintah PKT menyadari kesalahannya, mengetahui bahwa sejak berkuasa, mereka telah melakukan pembunuhan yang tak terhitung jumlahnya dan melakukan segala macam kejahatan; utang darahnya dari menganiaya orang-orang Kristen sangatlah berat. Mereka takut bahwa orang-orang di seluruh dunia akan menerima pekerjaan Tuhan, memahami kebenaran, dengan jelas melihat wajah jahatnya dan kemudian menolaknya, yang kemudian akan meninggalkannya tanpa pijakan apa pun di dunia. Maka ambisi liarnya untuk mengendalikan seluruh umat manusia dan menjadi tuhan akan hancur. Inilah mengapa penganiayaan oleh pemerintah PKT terhadap Gereja Tuhan Yang Mahakuasa telah meningkat. Mereka dengan cermat merancang Kasus Zhaoyuan 28 Mei untuk memfitnah gereja, dalam upaya untuk menggusarkan dan membingungkan mereka yang tidak tahu kebenaran agar membenci Tuhan dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, dan melakukan kejahatan bersamaan dengan itu. Kita dapat melihat dari sini bahwa pemerintah PKT itu jahat dan bertentangan dengan Surga, dan bahwa mereka benar-benar membenci Tuhan dan membenci kebenaran. Mereka adalah musuh Tuhan—sosok setan yang menentang Tuhan. Namun, Tuhan itu Mahakuasa dan hikmat-Nya dilakukan berdasarkan tipu daya Iblis. Wajah jelek pemerintah PKT terungkap oleh perlawanan dan penindasannya sendiri yang gila, dan umat pilihan Tuhan dapat melihat naturnya yang jahat dan reaksioner bahkan lebih jelas lagi. Mereka mengembangkan ketajaman terhadap naturnya yang tercela dan jahat, keinginan mereka untuk mengikuti Tuhan menjadi lebih kuat, dan mereka lebih memilih menyerahkan hidup mereka daripada berhenti mengikuti Tuhan. Ini menunjukkan bahwa sebiadab apa pun pemerintah PKT, mereka tidak dapat menghentikan orang percaya sejati untuk mengikuti Tuhan, apalagi mampu menghentikan pekerjaan Tuhan."

Setelah mendengar firman Tuhan Yang Mahakuasa dan persekutuan dari saudari ini, aku mengerti bahwa pemerintah PKT menganiaya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa karena esensi terdalamnya adalah membenci kebenaran dan merupakan musuh Tuhan. Mereka ingin mengendalikan orang-orang, membuat orang-orang berada dalam cengkeramannya, tetapi kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa berakar dalam di hati orang-orang. Pemerintah PKT tentu tidak ingin semua orang berjalan bersama Tuhan, jadi mereka melakukan apa pun untuk mengarang desas-desus untuk menipu masyarakat dan mengarang kasus-kasus palsu, memupuk kemarahan masyarakat untuk menganiaya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Begitulah Kasus Zhaoyuan 28 Mei muncul. Keraguanku tentang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa terhapus setelah aku memahami kebenaran. Namun, aku masih memiliki kekhawatiran: karena pemerintah PKT sangat menindas gereja, apakah aman bagi istriku untuk percaya kepada Tuhan?

Saudara-saudari kemudian memutarkan sebuah film untukku, Kebohongan Komunisme. Ada bagian firman Tuhan di dalamnya yang benar-benar menyentuh hatiku. "Kita percaya bahwa tidak ada negara atau kuasa apa pun yang dapat menghalangi tujuan yang ingin dicapai Tuhan. Orang-orang yang menghalangi pekerjaan Tuhan, menentang firman Tuhan, mengganggu dan mengacaukan rencana Tuhan pada akhirnya akan dihukum oleh-Nya. Dia yang menentang pekerjaan Tuhan pasti akan dikirim ke neraka; setiap negara yang menentang pekerjaan Tuhan akan dihancurkan; setiap bangsa yang bangkit untuk menentang pekerjaan Tuhan akan dihapuskan dari bumi ini, dan akan lenyap" ("Tuhan Mengendalikan Nasib Seluruh Umat Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Aku bisa merasakan otoritas dan kemegahan Tuhan dari firman-Nya. Tidak ada kekuatan jahat Iblis atau manusia mana pun yang dapat menghalangi pekerjaan Tuhan. Meskipun mereka yang berada dalam pemerintahan PKT memeras otak mereka untuk mendiskreditkan dan mengutuk Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, bahkan menangkap dan menganiaya saudara-saudari gereja dengan kejam, saudara-saudari tetap teguh percaya kepada Tuhan dan mengikuti-Nya, dan film-film Injil, karya-karya paduan suara, dan tari dan video lagu yang mereka hasilkan terus-menerus dirilis di internet, sama sekali tidak terhalangi oleh pemerintah PKT. Aku akhirnya melihat betapa mahakuasanya Tuhan dan tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan pekerjaan-Nya. Dalam kepercayaannya kepada Tuhan, istriku memiliki Tuhan sebagai kekuatan pendukungnya, jadi tidak ada yang perlu aku khawatirkan. Setelah memahami semua itu, kekhawatiran dan keraguan di hatiku semuanya lenyap. Sambil tersenyum, aku berkata kepada istriku, "Sudah benar bagimu untuk percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Aku sungguh buta sebelumnya—aku keliru percaya apa yang telah aku dengar dan membuatmu sangat menderita. Itu salahku. Mulai sekarang, aku akan sepenuhnya mendukungmu dalam imanmu." Air mata mengalir di matanya dan dia berkata dengan penuh emosi, "Syukurlah engkau dapat memahami kebohongan pemerintah PKT dan keluar dari kabut kebingungan. Ini bimbingan dan kepemimpinan Tuhan!"

Sejak saat itu aku mulai sesekali menonton video yang dibuat oleh Gereja Tuhan Yang Mahakuasa bersama istriku, dan aku mendengarkan perkataan istriku tentang imannya. Namun, aku masih merasa bahwa iman kepada Tuhan adalah kepercayaan yang sederhana. Tentu, aku bisa percaya kepada Tuhan dalam hatiku. Tetapi aku masih harus mencari nafkah dan membesarkan keluargaku, dan menyediakan uang yang cukup agar kami bisa menjalani kehidupan yang baik. Baru kemudian, setelah mengalami masalah kesehatan, aku mendapatkan pemahaman yang sama sekali baru tentang kepercayaan kepada Tuhan.

Sekitar senja pada suatu malam ketika keluarga kami sedang makan malam, aku mulai mengalami sakit perut yang parah dan butir-butir besar keringat dingin mulai mengalir di wajahku. Istriku dengan cepat membawaku ke rumah sakit, di sana aku didiagnosis mengalami pecah usus buntu. Itu situasi kritis yang membutuhkan operasi secepatnya. Aku merasakan ketidakberdayaan dan ketakutan yang belum pernah kurasakan sebelumnya—jika aku tidak berhasil, bagaimana istri dan putriku dapat bertahan di negara asing ini? Siapa yang akan ada untuk mereka? Melihat apa yang aku pikirkan, istriku memegang tanganku dan berkata, "Aku tahu apa yang engkau khawatirkan. Tuhan itu mahakuasa, dan segala sesuatu berada di tangan-Nya. Dia juga memiliki keputusan akhir tentang apakah operasi itu akan berhasil atau tidak. Kita harus bersandar kepada Tuhan dan, apa pun hasil operasinya nanti, kita tidak bisa menyalahkan Tuhan, tetapi harus tunduk pada pengaturan dan penataan-Nya." Aku mengangguk setelah mendengar apa yang dia katakan. Setelah pintu ruang operasi ditutup, aku menutup mata dan berdoa kepada Tuhan. "Ya Tuhan Yang Mahakuasa! Aku ketakutan. Kumohon berilah aku iman agar aku tidak lagi takut. Aku ingin bersandar kepada-Mu." Aku merasa ketakutanku berkurang setelah berdoa, dan kutipan firman Tuhan dari sebuah video kembali tebersit di benakku: "Segala sesuatu yang dimiliki manusia—kedamaian dan sukacita, berkat dan keselamatan pribadi—sesungguhnya semua itu berada di bawah pengendalian Tuhan, dan Dia membimbing serta menetapkan nasib setiap orang" ("Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Benar," pikirku. "Tuhan itu mahakuasa dan hidupku berada di tangan-Nya. Keberhasilan operasiku hari ini tergantung pada pengaturan dan penataan Tuhan, jadi dengan menyerahkan segalanya kepada Tuhan, tidak ada yang perlu aku khawatirkan." Firman Tuhan memberiku iman; hatiku yang gelisah ditenangkan, dan aku tidak lagi khawatir tentang kemungkinan kegagalan operasi. Perlahan-lahan aku kehilangan kesadaran di bawah pengaruh obat bius. Saat sadar, dokter mengatakan kepadaku bahwa operasinya sukses, dan aku tahu bahwa Tuhan telah melindungiku. Aku mengucapkan pujian dan syukurku kepada Tuhan terus-menerus.

Kemudian, aku membaca firman Tuhan ini: "Hal pertama yang harus mereka mengerti, ketika menginjakkan kaki di bumi, adalah dari mana datangnya manusia? Mengapa manusia hidup? Siapa yang mengatur nasib manusia? Siapa yang memberikan dan memiliki kedaulatan atas keberadaan manusia? Hal-hal inilah aset kehidupan yang sebenarnya, inilah dasar esensial bagi kelangsungan hidup manusia, dan bukannya pelajaran tentang bagaimana menghidupi keluarga atau cara memperoleh ketenaran dan kekayaan, bukan pelajaran tentang cara menjadi orang yang menonjol dibandingkan yang lain dan cara menjalani hidup yang lebih makmur, dan juga bukan pelajaran tentang cara mengungguli dan berhasil bersaing melawan yang lain. Walaupun berbagai keterampilan bertahan hidup yang dikuasai orang selama hidupnya dapat memberikan segunung kesenangan materiil, itu tidak akan bisa mendatangkan kedamaian dan ketenangan yang sejati di hati mereka, melainkan membuat mereka terus-menerus kehilangan arah, kesulitan mengendalikan diri mereka, kehilangan setiap kesempatan untuk belajar tentang arti hidup; dan mendatangkan kesulitan terpendam dalam menyongsong ajal dengan benar. Karena inilah, kehidupan orang menjadi berantakan. Sang Pencipta memperlakukan setiap orang dengan adil, memberikan setiap orang peluang seumur hidup untuk mengalami dan mengenal kedaulatan-Nya, tetapi hanya ketika ajal menjemput, hanya ketika bayangan kematian meliputi seseorang, barulah ia melihat terang—saat semuanya sudah terlambat" ("Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Hatiku menjadi cerah setelah membaca firman Tuhan ini dan aku mengerti bahwa kita tidak hanya hidup di bumi ini agar kita dapat menjalani kehidupan biasa-biasa saja untuk memberi makan keluarga kita dan menjadi sejahtera, atau membuat orang lain iri dan dipandang oleh orang lain, mencari popularitas dan keuntungan. Kita manusia adalah ciptaan Tuhan dan hanya dengan percaya dan menyembah Tuhan, mengejar dan memahami kebenaran, mencapai pengetahuan tentang Tuhan, dan memahami dengan jelas bahwa Tuhan mengatur semua hal dalam hidup kita dan bahwa nasib kita berada di tangan-Nya, kita dapat benar-benar mematuhi pengaturan dan penataan-Nya dan berperilaku dan bertindak sesuai dengan firman-Nya. Itulah satu-satunya cara untuk hidup bermakna dan bernilai; itulah satu-satunya cara untuk tidak menjalani hidup ini dengan sia-sia. Aku memikirkan kembali bagaimana perasaanku sebelumnya, bahwa iman kepada Tuhan adalah semacam kepercayaan yang sederhana, dan bahwa menghasilkan uang untuk keluargaku adalah apa yang harus aku lakukan dengan hidupku. Baru setelah aku menderita penyakit yang mengancam jiwa itu akhirnya aku tersadar. Sebanyak apa pun uang yang kita hasilkan atau setinggi apa pun status kita, ketika kita jatuh sakit, hal-hal itu tidak dapat meringankan penderitaan kita atau ketakutan dan ketidakberdayaan di lubuk hati kita. Di ambang kematian, uang, popularitas, dan kekayaan tidak mungkin bisa memberikan kembali kehidupan kita atau memanjangkan umur kita. Aku bersyukur kepada Tuhan—Dialah yang memberiku iman dan kekuatan melalui firman-Nya saat aku menghadapi penyakit dan merasa sangat takut dan tidak berdaya. Dia memberiku sesuatu untuk bersandar sehingga aku bisa menghadapi segala yang akan terjadi dengan tenang. Khususnya, hanya pemeliharaan dan perlindungan Tuhanlah yang memungkinkanku menjalani operasi tanpa kendala. Melalui pengalaman itu, aku benar-benar merasa bahwa Tuhan itu nyata dan hidup, bahwa Dia dapat menjadi bantuan dan dukungan kita kapan saja, dan bahwa Dia jugalah pertolongan kita yang kuat. Apa yang kita harus kejar sebagai manusia sepanjang hidup kita adalah kepercayaan kepada Tuhan, menyembah Tuhan, dan kita harus memahami dan tunduk pada pengaturan Tuhan. Itulah yang paling dibutuhkan oleh roh kita, dan itulah kehidupan paling bermakna yang harus kita kejar. Pengalaman itu juga mengubah kesanku yang keliru bahwa iman kepada Tuhan adalah semacam kepercayaan yang sederhana dan aku memutuskan untuk menerapkan imanku bersama istriku, untuk membaca firman Tuhan, dan mengambil jalan pengejaran terhadap kebenaran dan mengenal Tuhan.

Saudara-saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa mendengar bahwa aku jatuh sakit, sehingga mereka datang mengunjungiku di rumah sakit. Saat mereka mengetahui bahwa aku tidak akan mampu bekerja selama beberapa waktu dan keluarga kami tidak akan memiliki sumber pendapatan, mereka membantuku mengajukan permohonan dana bantuan dan mengajukan penggantian untuk sebagian besar biaya pengobatanku. Dalam masyarakat yang begitu dingin dan acuh tak acuh, bantuan saudara-saudari yang tulus benar-benar memberiku perasaan hangat, seolah-olah kami semua adalah bagian dari satu keluarga. Setelah tetap berhubungan dengan mereka selama beberapa waktu, aku melihat bahwa mereka semua adalah orang-orang sangat baik yang mengandalkan firman Tuhan dalam interaksi mereka dengan orang lain, bahwa mereka memperlakukan orang lain dengan tulus, jujur, ​​dan bermartabat dalam kata-kata dan tindakan mereka, dan bahwa kemanusiaan dan cara mereka menjalani hidup mereka persis seperti orang-orang Kristen seharusnya. Mereka sama sekali berbeda dari orang-orang yang bekerja denganku—hampir tidak ada orang seperti mereka yang tersisa di dunia ini. Aku merasa bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa benar-benar dapat mengubah orang dan membimbing kita ke jalan yang benar, dan aku merasa bahwa gereja ini penuh dengan kasih dan memberi orang-orang perasaan hangat yang luar biasa.

Aku memikirkan masa lalu ketika aku dibutakan oleh kebohongan pemerintah PKT dan terus-menerus menolak untuk mencari atau menyelidiki pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, dan bahkan menghalangi iman istriku, tetapi Tuhan tidak menyerah mencoba untuk menyelamatkanku. Dengan menggunakan firman-Nya yang dibacakan oleh saudara-saudari dan video yang mereka mainkan untukku, Tuhan mengizinkanku untuk memahami yang sebenarnya mengenai kebohongan pemerintah PKT dan melihat dengan jelas kebenaran jahat di belakang mereka. Ketika aku khawatir tentang hasil operasiku dan sedang hidup dalam ketakutan, firman Tuhan menerangi dan membimbingku, mereka memberiku iman dan kekuatan, dan memperbaiki sudut pandangku yang salah. Ketika aku tidak bisa bekerja setelah operasi, Tuhan membantu dan mendukungku melalui saudara-saudari. Aku mengalami kasih dan belas kasihan Tuhan untukku serta otoritas dan berharganya firman-Nya, dan aku dengan senang hati menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman. Sekarang, aku sering menghadiri kebaktian bersama istriku dan membaca firman Tuhan, dan hatiku puas dan penuh sukacita! Aku bersyukur kepada Tuhan karena telah menyelamatkanku!

Media Terkait