2. Apakah hanya mengasihi Tuhan di surga tanpa mengasihi Kristus di bumi berarti benar-benar mengasihi Tuhan

2. Apakah hanya mengasihi Tuhan di surga tanpa mengasihi Kristus di bumi berarti benar-benar mengasihi Tuhan

Firman Tuhan yang Relevan:

Hakikat Tuhan tidak hanya untuk manusia percaya kepada-Nya; terlebih dari itu, untuk manusia mengasihi-Nya. Namun, banyak orang yang percaya kepada Tuhan tidak mampu menemukan "rahasia" ini. Manusia tidak berani mengasihi Tuhan, mereka juga tidak berusaha untuk mengasihi Dia. Mereka tidak pernah menemukan bahwa ada begitu banyak hal yang patut dicintai tentang Tuhan; mereka tidak pernah mengetahui bahwa Tuhan adalah Tuhan yang mengasihi manusia, dan bahwa Dia adalah Tuhan untuk dikasihi oleh manusia. Keindahan Tuhan dinyatakan dalam pekerjaan-Nya: hanya ketika manusia mengalami pekerjaan-Nya, mereka dapat menemukan keindahan-Nya; hanya dalam pengalaman mereka yang nyata, mereka dapat menghargai keindahan Tuhan; dan tanpa mengamatinya dalam kehidupan nyata, tak seorang pun dapat menemukan keindahan Tuhan. Begitu banyak hal yang patut dikasihi tentang Tuhan, tetapi tanpa benar-benar terlibat dengan-Nya, manusia tidak mampu menemukan hal itu. Dengan kata lain, jika Tuhan tidak menjadi daging, manusia tidak akan mampu benar-benar berhubungan dengan-Nya, dan jika mereka tidak dapat betul-betul terlibat dengan-Nya, mereka juga tidak akan dapat mengalami pekerjaan-Nya—dan karenanya kasih mereka kepada Tuhan pun akan tercemar oleh banyak dusta dan imajinasi. Kasih kepada Tuhan yang di surga tidak senyata seperti kasih kepada Tuhan yang di bumi, karena pengetahuan manusia tentang Tuhan yang di surga dibangun di atas imajinasi mereka, bukan pada apa yang mereka saksikan dengan mata kepala mereka sendiri, dan apa yang telah mereka alami secara pribadi. Ketika Tuhan datang ke bumi, orang-orang dapat menyaksikan perbuatan-Nya yang nyata dan keindahan-Nya, dan mereka dapat menyaksikan segala sesuatu tentang watak-Nya yang nyata dan normal, yang ribuan kali lebih nyata daripada pengetahuan tentang Tuhan yang di surga. Sebesar apa pun orang mengasihi Tuhan yang di surga, tidak ada yang nyata tentang kasih ini, dan kasih ini penuh dengan gagasan manusia. Sekecil apa pun kasih mereka kepada Tuhan yang di bumi, kasih ini nyata; bahkan sekalipun hanya sedikit, kasih itu tetap saja nyata. Tuhan menyebabkan manusia mengenal Dia melalui pekerjaan nyata, dan melalui pengetahuan inilah Dia mendapatkan kasih mereka. Seperti halnya Petrus: jika dia tidak hidup bersama Yesus, mustahil baginya untuk memuja Yesus. Demikian juga, kesetiaannya terhadap Yesus dibangun di atas keterlibatannya dengan Yesus. Untuk membuat manusia mengasihi diri-Nya, Tuhan telah datang di antara manusia dan hidup bersama manusia, dan satu-satunya yang Dia inginkan agar manusia lihat dan alami adalah kenyataan diri Tuhan.

Dikutip dari "Mereka yang Mengasihi Tuhan akan Selamanya Hidup di Dalam Terang-Nya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Masalah terbesar dengan manusia adalah dia hanya mencintai hal-hal yang tidak dapat dilihat atau disentuhnya, hal-hal yang sangat misterius dan menakjubkan, dan hal-hal yang tidak terbayangkan oleh manusia dan tidak terjangkau oleh manusia biasa. Semakin tidak realistis hal-hal ini, semakin manusia menganalisisnya, bahkan mereka mengejarnya tanpa memedulikan yang lainnya, dan berusaha memperolehnya. Semakin tidak realistis hal-hal ini, semakin cermat manusia meneliti dan menganalisisnya, bahkan hingga menyusun gagasannya sendiri yang sangat lengkap tentang itu. Sebaliknya, semakin realistis sesuatu, semakin manusia meremehkannya; mereka hanya memandang rendah hal itu, dan bahkan menghinanya. Bukankah demikian sikapmu terhadap pekerjaan realistis yang Kulakukan saat ini? Semakin realistis pekerjaan itu, semakin engkau semua berprasangka buruk terhadapnya. Engkau tidak meluangkan waktu sedikit pun untuk memeriksanya, tetapi sama sekali mengabaikannya; engkau memandang rendah tuntutan yang berstandar rendah dan realistis ini, dan bahkan menyimpan banyak gagasan tentang Tuhan yang paling nyata ini, dan sama sekali tidak mampu menerima kenyataan dan kenormalan-Nya. Dengan demikian, bukankah engkau semua memiliki kepercayaan yang samar? Engkau semua memiliki kepercayaan yang tak tergoyahkan terhadap Tuhan yang samar pada zaman dahulu, dan tidak berminat pada Tuhan yang nyata di zaman sekarang. Bukankah ini karena Tuhan zaman dahulu dan Tuhan zaman sekarang berasal dari dua era yang berbeda? Bukankah ini juga karena Tuhan zaman dahulu adalah Tuhan yang agung dari surga, sedangkan Tuhan zaman sekarang adalah manusia yang kecil di bumi? Selain itu, bukankah ini karena Tuhan yang disembah oleh manusia pada zaman dahulu adalah Tuhan yang dilahirkan oleh gagasannya sendiri, sedangkan Tuhan zaman sekarang yang berwujud daging yang nyata, dihasilkan di bumi, dilahirkan di bumi? Akhirnya, bukankah ini karena Tuhan zaman sekarang terlalu nyata sehingga manusia tidak mengejar Dia? Karena apa yang dikehendaki Tuhan zaman sekarang dari manusia justru adalah hal-hal yang paling enggan dilakukan manusia, dan yang membuat mereka merasa malu. Bukankah hal ini membuat segalanya menjadi sulit bagi manusia? Bukankah hal ini menyingkapkan luka manusia? Dengan demikian, banyak dari mereka yang tidak mengejar kenyataan menjadi musuh Tuhan yang berinkarnasi, menjadi antikristus. Bukankah ini sebuah fakta yang jelas? Di masa lalu, ketika Tuhan belum menjadi daging, engkau mungkin adalah seorang pemuka agama, atau seorang percaya yang taat. Setelah Tuhan menjadi daging, banyak orang percaya yang taat itu tanpa sadar menjadi antikristus. Apakah engkau tahu apa yang sedang terjadi di sini? Dalam kepercayaanmu kepada Tuhan, engkau tidak berkonsentrasi pada kenyataan atau mengejar kebenaran, melainkan terobsesi dengan kebohongan—bukankah ini merupakan sumber yang paling jelas dari permusuhanmu kepada Tuhan yang berinkarnasi? Tuhan yang berinkarnasi disebut Kristus, jadi, bukankah semua orang yang tidak percaya kepada Tuhan yang berinkarnasi adalah antikristus? Jadi, apakah pribadi yang kaupercayai dan kasihi itu benar-benar adalah Tuhan dalam rupa manusia? Benarkah yang kaupercayai dan kasihi adalah Tuhan yang hidup dan bernapas ini, yang paling nyata dan sangat normal? Apa sebenarnya tujuan pengejaranmu? Apakah tujuan pengejaranmu berada di surga atau di bumi? Apakah tujuan pengejaranmu adalah gagasan atau kebenaran? Apakah tujuan pengejaranmu adalah Tuhan atau makhluk supernatural? Sebenarnya, kebenaran adalah pepatah kehidupan yang paling nyata, dan pepatah tertinggi di antara semua pepatah umat manusia. Karena inilah tuntutan Tuhan kepada manusia, dan merupakan pekerjaan yang dilakukan sendiri oleh Tuhan, sehingga itu disebut "pepatah kehidupan". Ini bukanlah pepatah yang dirangkum dari sesuatu, juga bukan kutipan terkenal dari seorang tokoh besar. Sebaliknya, ini adalah perkataan untuk umat manusia dari Tuan atas langit dan bumi dan segala sesuatu; ini bukan beberapa kata yang dirangkum oleh manusia, melainkan kehidupan yang melekat pada Tuhan. Dan itulah sebabnya ini disebut "yang tertinggi dari semua pepatah kehidupan". Pengejaran manusia untuk melakukan kebenaran merupakan pelaksanaan tugas mereka, yaitu pengejaran untuk memenuhi tuntutan Tuhan. Esensi dari tuntutan ini merupakan kebenaran yang paling nyata dari semua kebenaran, bukan doktrin kosong yang tidak dapat dicapai oleh siapa pun. Apabila yang kaukejar hanyalah doktrin dan tidak mengandung kenyataan, bukankah engkau memberontak terhadap kebenaran? Bukankah engkau adalah orang yang menyerang kebenaran? Bagaimana mungkin orang semacam itu bisa menjadi orang yang berupaya untuk mengasihi Tuhan? Orang yang tanpa kenyataan adalah orang yang mengkhianati kebenaran, dan pada dasarnya mereka semua adalah pemberontak!

Dikutip dari "Hanya Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya yang Dapat Memuaskan Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Engkau semua ingin menerima upah di hadapan Tuhan dan diperkenan oleh-Nya; semua orang mengharapkan hal-hal seperti itu ketika mereka mulai percaya kepada Tuhan, karena semua orang disibukkan dengan pengejaran akan hal-hal yang lebih tinggi, dan tak seorang pun mau tertinggal dari orang lain. Inilah keadaan manusia. Justru karena alasan ini, banyak di antaramu yang terus-menerus berusaha menjilat Tuhan yang di surga, tetapi sebenarnya, kesetiaan dan ketulusan hatimu kepada Tuhan jauh lebih rendah daripada kesetiaan dan ketulusan hatimu kepada dirimu sendiri. Mengapa Kukatakan ini? Karena Aku sama sekali tidak mengakui kesetiaanmu kepada Tuhan dan, selain itu, karena Aku menolak keberadaan Tuhan yang ada di dalam hatimu. Dengan kata lain, Tuhan yang kausembah, Tuhan yang samar yang kau kagumi, sama sekali tidak ada. Alasan Aku dapat mengatakan ini dengan sangat pasti adalah karena engkau semua terlalu jauh dari Tuhan yang sejati. Alasan kesetiaanmu adalah keberadaan berhala di dalam hatimu; sedangkan Aku, Tuhan yang tidak kaupandang sebagai Tuhan yang besar ataupun kecil, hanya engkau akui dengan kata-kata. Ketika Kukatakan engkau semua jauh dari Tuhan, maksud-Ku adalah engkau semua jauh dari Tuhan yang sejati, sementara Tuhan yang samar tampaknya dekat. Ketika Aku berkata, "tidak besar," ini mengacu pada bagaimana Tuhan yang kaupercayai pada saat ini tampaknya hanya merupakan pribadi tanpa kemampuan yang hebat, sosok pribadi yang tidak terlalu mulia. Dan ketika Aku berkata "tidak kecil," ini berarti bahwa, walaupun pribadi ini tidak dapat memanggil angin dan memerintahkan hujan, tetapi Dia dapat memanggil Roh Tuhan untuk melakukan pekerjaan yang mengguncangkan langit dan bumi, membuat manusia benar-benar terkecoh. Secara lahiriah, engkau semua tampak sangat taat kepada Kristus yang di bumi ini, tetapi pada hakikatnya, engkau tidak memiliki iman kepada-Nya, juga tidak mengasihi-Nya. Dengan kata lain, pribadi yang sebenarnya kaupercayai adalah Tuhan yang samar yang ada dalam perasaanmu, dan pribadi yang sebenarnya kaukasihi adalah Tuhan yang kaurindukan siang dan malam, tetapi yang tidak pernah kaulihat secara langsung. Terhadap Kristus ini, imanmu sangat kecil, dan kasihmu tidak ada apa-apanya. Iman berarti keyakinan dan kepercayaan, kasih berarti pemujaan dan kekaguman di dalam hati seseorang, keduanya tidak pernah bterpisah. Namun, iman dan kasihmu kepada Kristus yang sekarang ini sangat kurang akan hal ini. Dalam hal iman, bagaimanakah engkau beriman kepada-Nya? Dalam hal kasih, dengan cara apakah engkau mengasihi-Nya? Engkau semua sama sekali tidak memiliki pemahaman tentang watak-Nya, apalagi mengetahui hakikat-Nya, jadi bagaimana engkau beriman kepada-Nya? Di manakah kenyataan imanmu kepada-Nya? Bagaimana engkau mengasihi-Nya? Di mana kenyataan kasihmu untuk-Nya?

Dikutip dari "Cara Mengenal Tuhan yang di Bumi" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Selama bertahun-tahun bekerja, engkau semua telah melihat banyak kebenaran, tetapi apakah engkau tahu apa yang kedengaran di telinga-Ku? Berapa banyak di antaramu yang bersedia menerima kebenaran? Engkau semua percaya bahwa engkau bersedia membayar harga untuk kebenaran, tetapi berapa banyak dari antaramu yang telah benar-benar menderita bagi kebenaran? Tidak ada apa pun selain ketidakbenaran di dalam hatimu, yang membuat engkau semua percaya bahwa setiap orang, siapa pun mereka, sama curangnya dan bengkoknya—sampai pada titik di mana engkau bahkan percaya bahwa Tuhan yang berinkarnasi bisa, seperti manusia biasa, tidak memiliki hati yang baik atau kasih yang penuh kebajikan. Terlebih lagi, engkau semua percaya bahwa karakter yang mulia serta sifat yang penuh belas kasihan dan kemurahan hanya ada di dalam diri Tuhan yang di surga. Engkau semua percaya bahwa orang kudus semacam itu tidak ada, dan hanya kegelapan dan kejahatan yang menguasai bumi, sementara Tuhan adalah sosok yang dengannya manusia memercayakan kerinduan mereka untuk hal-hal yang baik dan indah, sosok legendaris yang direkayasa oleh mereka. Dalam pikiranmu, Tuhan yang di surga sangat layak dihormati, benar, dan agung, layak disembah dan dikagumi; sedangkan Tuhan yang di bumi ini hanyalah tokoh pengganti, dan alat, dari Tuhan yang di surga. Engkau percaya Tuhan ini tidak dapat disetarakan dengan Tuhan yang di surga, apalagi dibandingkan dengan-Nya. Dalam hal keagungan dan kehormatan Tuhan, itu adalah milik kemuliaan Tuhan yang di surga, tetapi dalam hal natur dan kerusakan manusia, itu adalah ciri-ciri yang menjadi bagian dari Tuhan yang di bumi. Tuhan yang di surga selamanya mulia, sedangkan Tuhan yang di bumi selamanya tidak penting, lemah, dan tidak kompeten. Tuhan yang di surga tidak dikuasai emosi, hanya dikuasai kebenaran, sedangkan Tuhan yang di bumi hanya memiliki motif yang egois dan sama sekali tidak memiliki keadilan atau nalar. Tuhan yang di surga tidak sedikit pun memiliki kebengkokan dan selamanya setia, sedangkan Tuhan yang di bumi selalu memiliki sisi tidak jujur. Tuhan yang di surga sangat mengasihi manusia, sedangkan Tuhan yang di bumi tidak memadai dalam menunjukkan kepedulian-Nya kepada manusia, bahkan mengabaikannya sepenuhnya. Pengenalan yang keliru ini telah lama tersimpan di dalam hatimu dan mungkin juga akan terus berlanjut di masa depan. Engkau semua memandang semua perbuatan Kristus dari sudut pandang orang jahat dan mengevaluasi semua pekerjaan-Nya, serta identitas dan hakikat-Nya, dari sudut pandang orang jahat. Engkau semua telah membuat kesalahan besar dan melakukan apa yang belum pernah dilakukan oleh mereka yang datang sebelum dirimu. Artinya, engkau semua hanya melayani Tuhan yang mulia di surga yang mengenakan mahkota di atas kepalan-Nya dan tidak pernah terlibat dengan Tuhan yang kauanggap remeh sehingga Dia tidak terlihat olehmu. Bukankah ini adalah dosamu? Bukankah ini adalah contoh klasik tentang pelanggaranmu terhadap watak Tuhan? Engkau semua menyembah Tuhan yang di surga. Engkau memuja pribadi-pribadi mulia dan menghormati orang-orang yang terkenal karena kefasihan bicara mereka. Engkau dengan senang hati diperintah oleh Tuhan yang memenuhi tanganmu dengan kekayaan, dan sangat mendambakan Tuhan yang dapat memenuhi setiap keinginanmu. Satu-satunya Pribadi yang tidak engkau sembah adalah Tuhan yang tidak mulia ini; satu-satunya hal yang kaubenci adalah bergaul dengan Tuhan ini yang tidak dapat dipandang oleh manusia mana pun. Satu-satunya hal yang tidak ingin kaulakukan adalah melayani Tuhan yang tidak pernah memberimu satu sen pun ini, dan satu-satunya Pribadi yang tidak mampu membuatmu merindukan-Nya adalah Tuhan yang tidak menyenangkan ini. Tuhan seperti ini tidak dapat membuatmu mampu memperluas wawasanmu, membuatmu merasa seolah-olah telah menemukan harta karun, apalagi memenuhi keinginanmu. Lalu, mengapa engkau mengikut Dia? Pernahkah engkau memikirkan pertanyaan seperti ini? Apa yang kaulakukan tidak hanya menyinggung Kristus ini; yang lebih penting lagi, itu menyinggung Tuhan yang di surga. Menurut-Ku, ini bukanlah tujuan imanmu kepada Tuhan!

Dikutip dari "Cara Mengenal Tuhan yang di Bumi" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Engkau semua merindukan Tuhan bersuka di dalam dirimu, tetapi engkau sangat jauh dari Tuhan. Apa masalahnya di sini? Engkau semua hanya menerima firman-Nya, tetapi tidak mau menerima penanganan atau pemangkasan-Nya, apalagi bisa menerima setiap pengaturan-Nya, memiliki iman yang utuh kepada-Nya. Lalu, apa masalahnya di sini? Dalam analisis terakhir, imanmu adalah cangkang telur kosong yang tidak akan pernah dapat menetaskan anak ayam. Karena imanmu tidak menghasilkan kebenaran atau memberimu kehidupan, melainkan telah memberimu khayalan tentang rezeki dan pengharapan. Rezeki dan pengharapan inilah yang menjadi tujuanmu percaya kepada Tuhan, bukan kebenaran dan kehidupan. Oleh karena itu Kukatakan bahwa perjalanan imanmu kepada Tuhan tidak lain adalah berusaha menjilat Tuhan melalui penghambaan palsu dan rasa tidak tahu malu, dan sama sekali tidak dapat dianggap sebagai iman yang sejati. Bagaimana mungkin anak ayam dilahirkan dari iman seperti ini? Dengan kata lain, apa yang bisa dicapai iman seperti ini? Tujuan imanmu kepada Tuhan adalah memanfaatkan Dia untuk mencapai tujuanmu sendiri. Bukankah ini merupakan fakta pelanggaranmu terhadap watak Tuhan? Engkau semua percaya akan keberadaan Tuhan yang di surga dan menyangkali keberadaan Tuhan yang di bumi, tetapi Aku tidak menerima pandanganmu; Aku hanya memuji orang-orang yang tetap teguh dan melayani Tuhan di bumi, tetapi tidak pernah memuji mereka yang tidak pernah mengakui Kristus yang ada di bumi. Betapa pun setianya orang-orang semacam itu kepada Tuhan yang di surga, pada akhirnya mereka tidak akan luput dari tangan-Ku yang menghukum orang jahat. Orang-orang ini adalah orang jahat; mereka adalah orang-orang jahat yang menentang Tuhan dan tidak pernah dengan senang hati menaati Kristus. Tentu saja, termasuk di antara mereka adalah semua orang yang tidak mengenal dan, lebih jauh lagi, tidak mengakui Kristus. Apakah engkau menganggap bahwa engkau dapat bertindak sesuka hatimu terhadap Kristus selama engkau setia kepada Tuhan yang di surga? Salah! Ketidakpedulianmu terhadap Kristus adalah ketidakpedulian terhadap Tuhan yang di surga. Betapa pun setianya engkau kepada Tuhan yang di surga, itu hanya omong kosong dan kepura-puraan, karena Tuhan yang di bumi tidak hanya penting bagi manusia untuk menerima kebenaran dan pengetahuan yang lebih mendalam, tetapi lebih dari itu, Tuhan yang di bumi berperan penting dalam penghukuman terhadap manusia dan sesudahnya dalam menangkap fakta untuk menghukum orang jahat. Sudahkah engkau memahami kesudahan yang mendatangkan manfaat dan yang membahayakan di sini? Sudahkah engkau mengalaminya? Aku berharap suatu hari nanti engkau semua akan memahami kebenaran ini: untuk mengenal Tuhan, engkau bukan saja harus mengenal Tuhan yang di surga tetapi, lebih penting lagi, Tuhan yang di bumi. Jangan salah menentukan prioritasmu atau membiarkan yang sekunder menggantikan yang utama. Hanya dengan cara inilah engkau dapat benar-benar membangun hubungan yang baik dengan Tuhan, menjadi semakin dekat kepada Tuhan, dan membawa hatimu semakin dekat kepada-Nya. Jika engkau telah beriman selama bertahun-tahun dan telah lama bergaul dengan-Ku, tetapi tetap jauh dari-Ku, Kukatakan itu pasti karena engkau sering menyinggung watak Tuhan, dan kesudahanmu akan sangat sulit untuk diperhitungkan. Jika bertahun-tahun bergaul dengan-Ku tidak hanya gagal mengubahmu menjadi orang yang memiliki kemanusiaan dan kebenaran, tetapi malah menanamkan jalan-jalanmu yang jahat ke dalam naturmu, dan engkau tidak hanya memiliki kecongkakan dua kali lipat lebih banyak dibandingkan sebelumnya, tetapi kesalahpahamanmu tentang diri-Ku juga berlipat ganda, sehingga engkau menganggap-Ku sebagai kaki tanganmu, maka Kukatakan bahwa penyakitmu tidak lagi di permukaan kulit, tetapi telah menembus tulangmu. Yang tersisa hanyalah menunggu dibuatnya pengaturan untuk pemakamanmu. Engkau tidak perlu memohon kepada-Ku untuk menjadi Tuhanmu saat itu, karena engkau telah melakukan dosa yang layak mendapatkan kematian, dosa yang tak terampuni. Bahkan seandainya Aku dapat berbelas kasihan kepadamu, Tuhan yang di surga akan bersikeras untuk mengambil nyawamu, karena pelanggaranmu terhadap watak Tuhan bukanlah masalah sepele, tetapi masalah yang sangat serius. Apabila waktunya tiba, jangan salahkan Aku karena tidak memberitahukannya kepadamu terlebih dahulu. Semuanya kembali ke hal ini: jika engkau bergaul dengan Kristus—Tuhan yang di bumi—sebagai manusia biasa, yaitu ketika kaupercaya bahwa Tuhan ini hanyalah manusia, pada saat itulah engkau akan binasa. Inilah satu-satunya peringatan-Ku bagi engkau semua.

Dikutip dari "Cara Mengenal Tuhan yang di Bumi" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dan apa yang paling Petrus sesali? Tak lama setelah Petrus mengatakan, "Engkau adalah Anak Tuhan yang hidup", Yesus mengajukan sebuah pertanyaan lain kepada Petrus (meskipun ini tidak dicatat di dalam Alkitab seperti ini). Yesus bertanya kepadanya: "Petrus! Pernahkah engkau mengasihi Aku?" Petrus memahami apa yang Dia maksudkan, dan berkata: "Tuhan! Aku pernah mengasihi Bapa di surga, tetapi aku mengakui tidak pernah mengasihi-Mu." Kemudian Yesus berkata: "Jika orang tidak mengasihi Bapa di surga, bagaimana mereka dapat mengasihi Anak di bumi? Dan jika orang tidak mengasihi Anak yang diutus oleh Bapa, bagaimana mereka dapat mengasihi Bapa di surga? Jika orang sungguh-sungguh mengasihi Anak di bumi, artinya mereka sungguh-sungguh mengasihi Bapa di surga." Ketika mendengar perkataan ini, Petrus menyadari kekurangannya. Petrus selalu merasa menyesal sampai meneteskan air mata atas perkataannya, "Aku pernah mengasihi Bapa di surga, tetapi aku tidak pernah mengasihi-Mu." Setelah kebangkitan dan kenaikan Yesus, Petrus merasakan penyesalan dan kesedihan yang jauh lebih besar atas perkataannya ini. Mengingat pekerjaannya di masa lalu serta tingkat pertumbuhannya saat ini, Petrus sering datang ke hadapan Yesus dalam doa, selalu merasa menyesal dan berutang karena tidak memenuhi kehendak Tuhan, dan tidak memenuhi standar Tuhan. Masalah-masalah ini menjadi beban terbesarnya. Petrus berkata: "Suatu hari aku akan mempersembahkan kepada-Mu segala yang kumiliki dan seluruh diriku, dan aku akan memberi-Mu apa pun yang paling berharga." Petrus berkata: "Tuhan! Aku hanya memiliki satu iman dan satu kasih. Hidupku tidak berharga, dan tubuhku tidak berharga. Aku hanya memiliki satu iman dan satu kasih. Aku memiliki iman kepada-Mu dalam pikiranku dan kasih kepada-Mu dalam hatiku; aku hanya memiliki dua hal ini untuk kuberikan kepada-Mu, dan tidak ada yang lain." Petrus sangat dikuatkan oleh perkataan Yesus, karena sebelum Yesus disalibkan, Dia berkata kepadanya: "Aku bukan berasal dari dunia ini, dan engkau juga bukan berasal dari dunia ini." Belakangan, ketika Petrus berada dalam kesakitan yang luar biasa, Yesus mengingatkannya: "Petrus, apakah engkau lupa? Aku bukan berasal dari dunia ini, dan hanya karena pekerjaan-Ku Aku pergi lebih awal. Engkau juga bukan berasal dari dunia ini, apakah engkau benar-benar sudah lupa? Aku telah mengatakannya kepadamu dua kali, apakah engkau tidak ingat?" Mendengar ini Petrus berkata: "Aku tidak lupa!" Kemudian Yesus berkata: "Engkau pernah menghabiskan masa-masa bahagia bersama-Ku di surga dan suatu masa di sisi-Ku. Engkau merindukan-Ku dan Aku merindukanmu. Walaupun makhluk ciptaan tidak layak di hadapan-Ku, bagaimana mungkin Aku tidak mengasihi orang yang tidak bersalah dan elok? Apakah engkau telah melupakan janji-Ku? Engkau harus menerima amanat-Ku di bumi; engkau harus memenuhi tugas yang Kupercayakan kepadamu. Suatu hari Aku pasti akan membawamu untuk berada di sisi-Ku." Setelah mendengar ini, Petrus semakin jauh dikuatkan, dan bahkan mendapatkan inspirasi yang lebih besar, sehingga ketika berada di kayu salib, Petrus mampu berkata: "Tuhan! Aku tidak cukup mengasihi-Mu! Sekalipun Engkau memintaku untuk mati, aku masih tidak cukup mengasihi-Mu! Ke mana pun Engkau mengirimkan jiwaku, apakah Engkau memenuhi janji-janji-Mu yang terdahulu atau tidak, apa pun yang Engkau lakukan setelahnya, aku mengasihi-Mu dan aku percaya kepada-Mu." Yang menjadi pegangannya adalah imannya, dan kasih sejati.

Dikutip dari "Cara Petrus Mengenal Yesus" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

2. Apakah hanya mengasihi Tuhan di surga tanpa mengasihi Kristus di bumi berarti benar-benar mengasihi Tuhan