Belum ada di sini. Tambahkan sekarang!

Lagu Pujian Penyembahan 2020 - Kidung Kerajaan (II) Tuhan Datang, Tuhan Adalah Raja

Lagu-lagu Pujian Gereja 6768  2019-05-23

Lagu Pujian Penyembahan 2020 - Kidung Kerajaan (II) Tuhan Datang, Tuhan Adalah Raja

Di saat yang luar biasa ini, saat yang menggembirakan,

di dalam surga dan bumi, semua menyanyikan pujian.

Siapa tak bergembira? Siapa tak bersuka?

Siapa tak terharu melihat hal ini?

Surga bukan lagi yang dulu tapi kerajaan surga.

Bumi bukan lagi yang dulu tapi adalah tempat kudus.

Setelah hujan deras, dunia kotor berubah.

Gunung dan air b'rubah.

Manusia dan semua ciptaan berubah.

Dengan mata mereka sendiri 'kan melihat wajah Tuhan,

dengan telinga m'reka sendiri 'kan dengar suara-Nya,

dan m'reka hidup di kehidupan dalam kerajaan.

Betapa indah dan manisnya, (betapa manis)

Takkan terlupakan tidak 'kan terlupakan.

Gunung-gunung yang diam, menari buat Tuhan!

Oh air yang diam, mengalir!

Manusia yang bermimpi, bangun dan kejarlah!

Tuhan Sang Raja, Dia datang.

Dalam nyala murka Tuhan, naga merah besar meronta-ronta.

Wajah Iblis 'kan t'rungkap dalam penghakiman Tuhan.

Dengan firman Tuhan yang tegas,

tak bisa sembunyi, manusia m'rasa malu,

teringat saat mengejek Tuhan,

s'lalu memegahkan diri, tak pernah taati Tuhan.

Lihatlah sekarang, siapa yang tak menangis?

Yang tak salahkan dirinya?

Di seluruh semesta, semua menangis,

dipenuhi sukacita dan tawa.

Gembira ria…

Gunung-gunung yang diam, menari buat Tuhan!

Oh air yang diam, mengalir!

Manusia yang bermimpi, bangun dan kejarlah!

Tuhan Sang Raja, Dia datang.

Rintik hujan berderai; salju tebal berjatuhan…

Manusia diliputi oleh suka dan duka.

Ada yang tertawa, yang menangis, dan yang berteriak riang…

Setiap orang tampaknya lupa. Apa ini g'rimis musim semi?

Atau panen raya di musim gugur? (Atau mekar musim panas?)

Ataukah musim dingin beku? (tak seorang pun yang tahu)

Awan berarakan di atas langit,

lautan bergelombang.

Anak-anak Tuhan menari ria; umat Tuhan melompat girang.

Para malaikat bekerja, (menggembalakan)

Di bumi manusia bekerja dengan keras dan s'mua makhluk bumi berkembang biak.

Gunung-gunung yang diam, menari buat Tuhan!

Oh air yang diam, mengalir!

Manusia yang bermimpi, bangun dan kejarlah!

Tuhan Sang Raja, Dia datang.

dari "Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru"