Pembacaan Firman Tuhan - Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VIII Tuhan adalah Sumber Kehidupan bagi Segala Sesuatu (II) Bagian Empat

Makanan dan Minuman Sehari-hari yang Tuhan Persiapkan bagi Umat Manusia

Apakah ada yang Tuhan lakukan, entah hal besar atau kecil yang tidak memiliki nilai atau makna? Segala yang Dia lakukan memiliki nilai dan makna. Mari kita bahas hal ini dari pertanyaan yang sering dibicarakan orang. Banyak orang selalu bertanya: Mana yang lebih dulu ada, ayam atau telur? (Ayam.) Bagaimana engkau menjawabnya? Ayam ada lebih dulu, itu sudah pasti! Mengapa ayam lebih dulu ada? Mengapa bukan telur lebih dulu ada? Bukankah ayam menetas dari telur? Telur menetaskan ayam, ayam mengerami telur-telur. Setelah mengerami telur selama 21 hari, ayam menetas. Ayam lalu bertelur, dan ayam-ayam menetas lagi dari telur-telur itu. Jadi ayam atau telur yang lebih dulu ada? Engkau semua menjawab "ayam" dengan pasti. Mengapa demikian? (Alkitab berkata Tuhan menciptakan burung-burung dan hewan-hewan.) Hal itu berdasarkan Alkitab. Aku ingin engkau semua berbicara tentang pengetahuanmu sendiri untuk melihat apakah engkau semua memiliki pengetahuan nyata tentang perbuatan-perbuatan Tuhan. Apakah engkau semua yakin tentang jawabanmu atau tidak? (Tuhan menciptakan ayam, lalu memberinya kemampuan untuk berkembang biak, yang berarti kemampuan untuk mengerami telur, dan kemampuan untuk membuat hidup terus berlanjut.) Penafsiran ini kurang-lebih benar. Ayam ada terlebih dahulu, baru telur. Ini pasti. Ini bukan misteri yang terlalu mendalam, tetapi orang di dunia melihat hal ini sesuatu yang sangat mendalam dan menggunakan filosofi sebagai pemikiran mereka. Pada akhirnya mereka masih belum mendapatkan kesimpulan. Ini sama seperti ketika orang tidak tahu bahwa Tuhan menciptakan mereka. Mereka tidak mengetahui prinsip mendasar ini, juga tidak memiliki gagasan yang jelas tentang apakah telur atau ayam yang seharusnya ada terlebih dahulu. Mereka tidak tahu mana yang seharusnya lebih dulu ada, jadi mereka selalu tidak mampu menemukan jawabannya. Sangat normal jika ayam yang lebih dulu ada. Jika telur ada lebih dulu sebelum ayam, maka itu akan menjadi tidak normal! Ayam pasti lebih dulu ada. Ini adalah suatu hal yang begitu sederhana. Hal ini tidak memerlukanmu berpengetahuan sangat luas. Tuhan menciptakan semua hal ini. Maksud-Nya yang semula adalah agar manusia menikmatinya. Begitu ayam ada, telur dengan sendirinya mengikuti. Bukankah ini solusi yang semestinya? Jika telur yang diciptakan lebih dulu, bukankah telur perlu ayam untuk mengeraminya? Langsung menciptakan ayam adalah solusi yang jauh lebih tepat. Dengan demikian, ayam dapat bertelur dan mengerami anak-anak ayam di dalamnya, dan manusia juga memiliki ayam untuk dimakan. Sangat praktis! Cara Tuhan mengerjakan banyak hal adalah ringkas dan tidak rumit. Dari manakah asal telur? Telur berasal dari ayam. Tidak ada telur tanpa ayam. Tuhan menciptakan makhluk hidup! Manusia konyol dan menggelikan, selalu terbelit dalam hal-hal sederhana ini, dan bahkan pada akhirnya menghasilkan sejumlah kesalahan konyol. Sangat kekanak-kanakan! Hubungan antara telur dan ayam jelas: ayam yang lebih dulu ada. Itulah penjelasan yang paling benar, cara paling benar untuk memahaminya, dan jawaban yang paling benar. Inilah yang benar.

Apa yang baru kita bicarakan? Di awal, kita bicara mengenai lingkungan hidup manusia dan apa yang Tuhan lakukan, persiapkan dan tangani untuk lingkungan ini, juga hubungan antara segala sesuatu yang Tuhan persiapkan bagi umat manusia dan bagaimana Tuhan menangani hubungan-hubungan ini untuk mencegah segala hal menyebabkan bahaya bagi umat manusia. Tuhan juga menyelesaikan pengaruh negatif terhadap lingkungan umat manusia yang disebabkan oleh pelbagai elemen yang dibawa segala sesuatu, memungkinkan segala sesuatu untuk memaksimalkan fungsinya, dan menghasilkan lingkungan serta semua yang menguntungkan bagi umat manusia, memampukan umat manusia untuk beradaptasi terhadap lingkungan demikian dan meneruskan siklus reproduksi dan kehidupan secara normal. Selanjutnya makanan yang diperlukan oleh tubuh manusia, makanan dan minuman sehari-hari. Ini juga merupakan kondisi penting bagi kelangsungan hidup manusia. Ini berarti, tubuh manusia tidak dapat hidup hanya dengan bernapas, hanya dengan cahaya matahari atau angin, atau hanya suhu udara yang cocok. Mereka juga perlu mengisi perut mereka. Sesuatu untuk mengisi perut mereka juga telah dipersiapkan sepenuhnya oleh Tuhan bagi umat manusia, inilah sumber makanan umat manusia. Saat engkau sudah menyaksikan hasil bumi yang begitu kaya dan berlimpah—yakni sumber makanan dan minuman manusia—dapatkah engkau mengatakan bahwa Tuhan adalah sumber penyedia bagi umat manusia dan bagi segala ciptaan-Nya? Jika pada waktu penciptaan, Tuhan hanya menciptakan pohon dan rerumputan atau sejumlah makhluk hidup lainnya, dan jika berbagai makhluk hidup dan tanaman ini hanya diciptakan untuk dimakan oleh sapi dan domba, atau untuk zebra, kijang, dan berbagai jenis binatang lainnya, misalnya singa makan sesuatu seperti zebra dan rusa, dan harimau makan sesuatu seperti domba dan babi—tetapi tidak ada satu pun yang cocok untuk dimakan manusia, apakah hal itu bisa berjalan baik? Tidak akan. Umat manusia tidak akan mampu terus bertahan hidup. Bagaimana jika manusia hanya memakan daun-daun pepohonan? Akankah itu berjalan baik? Dapatkah manusia makan rumput yang dipersiapkan untuk kambing? Mungkin tidak apa-apa jika mereka hanya mencobanya sedikit, tetapi jika mereka terus memakannya dalam waktu lama, perut manusia tidak akan mampu menerimanya dan mereka tidak akan bertahan lama. Dan bahkan ada beberapa hal yang dapat dimakan oleh hewan, namun akan beracun jika manusia memakannya. Ada beberapa hal beracun yang dapat dimakan hewan tanpa memengaruhi mereka, namun manusia tidak dapat melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, Tuhan menciptakan manusia, jadi Tuhan paling tahu tentang prinsip dan struktur tubuh manusia serta apa yang dibutuhkan manusia. Tuhan mengenal komposisi dan kandungannya dengan sangat jelas, apa yang dibutuhkannya, juga bagaimana organ dalam tubuh manusia berfungsi, menyerap, menghilangkan dan bermetabolisme. Manusia tidak tahu jelas tentang hal ini dan kadang makan dan menambah dengan membabi buta. Mereka menambah terlalu banyak dan akhirnya menyebabkan ketidakseimbangan. Jika engkau makan dan menikmati hal-hal yang Tuhan persiapkan bagimu ini secara normal, tidak akan terjadi hal yang salah dengan dirimu. Meskipun kadang engkau sedang kesal dan peredaran darahmu tidak lancar, itu tidak masalah. Engkau hanya perlu makan jenis tanaman tertentu dan peredaran darah yang tidak lancar tadi akan dibersihkan. Tuhan telah mempersiapkan semuanya ini. Maka umat manusia jauh melebihi semua makhluk hidup lain di mata Tuhan. Tuhan mempersiapkan lingkungan hidup bagi semua jenis tanaman dan mempersiapkan makanan dan lingkungan hidup bagi segala jenis hewan, namun hanya kebutuhan umat manusia terhadap lingkungan hidup mereka yang paling ketat dan paling tidak toleran terhadap kelalaian. Jika tidak demikian, umat manusia tidak akan mampu terus bertumbuh dan berkembang biak serta hidup normal. Tuhan paling tahu dalam hati-Nya. Ketika Tuhan melakukan hal ini, Dia menempatkan arti penting pada hal tersebut, lebih dari hal lainnya. Mungkin engkau tidak mampu meraba pentingnya beberapa hal biasa yang engkau bisa lihat dan nikmati dalam hidupmu, atau sesuatu yang engkau lihat dan nikmati sejak lahir, tetapi Tuhan sudah membuat persiapan bagimu jauh di masa lalu atau secara rahasia. Tuhan telah semaksimal mungkin menghapus dan meminimalkan semua unsur negatif yang tidak menguntungkan bagi umat manusia dan berpotensi merugikan tubuh manusia. Apa yang dijelaskan hal ini? Apakah hal ini menjelaskan sikap Tuhan terhadap umat manusia saat Dia menciptakan manusia kali ini? Sikap apakah itu? Sikap Tuhan teliti dan serius, dan Dia tidak menolerir gangguan faktor atau keadaan apa pun atau kekuatan musuh apa pun di luar Tuhan. Dari hal ini engkau dapat melihat sikap Tuhan saat Dia menciptakan umat manusia dan dalam pengelolaan-Nya atas umat manusia saat ini. Seperti apakah sikap Tuhan? Lewat kehidupan dan lingkungan hidup yang dinikmati manusia, juga makanan dan minuman sehari-hari serta kebutuhan harian mereka, kita dapat melihat sikap bertanggungjawab Tuhan terhadap umat manusia sejak Dia menciptakan mereka, juga tekad Tuhan untuk menyelamatkan manusia saat ini. Dapatkah kita melihat autentisitas Tuhan lewat hal-hal ini? Dapatkah kita melihat keajaiban Tuhan? Dapatkah kita melihat sikap Tuhan yang tidak terselami? Dapatkah kita melihat kemahakuasaan Tuhan? Tuhan benar-benar menggunakan kemahakuasaan serta cara-cara-Nya yang bijaksana untuk menyediakan segalanya bagi umat manusia, juga menyediakan segala sesuatu. Berbicara mengenai hal ini, setelah Aku berbicara begitu banyak, mampukah engkau semua berkata bahwa Tuhan adalah sumber kehidupan segala sesuatu? (Ya.) Ini sudah pasti. Apakah engkau masih ragu? (Tidak.) Penyediaan Tuhan atas segalanya cukup untuk menunjukkan bahwa Tuhan adalah sumber kehidupan bagi segala sesuatu, karena Dia adalah sumber penyediaan yang memampukan segala sesuatu untuk ada, hidup, berkembang biak, dan melanjutkan hidup, dan tidak ada sumber lain di luar Tuhan Sendiri. Tuhan menyediakan seluruh kebutuhan segala sesuatu dan semua kebutuhan manusia, mulai dari kebutuhan lingkungan manusia yang paling mendasar, kebutuhan hidup mereka sehari-hari, atau kebutuhan akan kebenaran yang disediakan-Nya bagi roh manusia. Dari segala sudut pandang, jika berkaitan dengan identitas Tuhan dan status-Nya bagi umat manusia, hanya Tuhan sendirilah sumber kehidupan bagi segala sesuatu. Apakah ini benar? (Ya.) Ini berarti, Tuhan adalah Penguasa, Pemimpin, dan Penyedia dunia materi ini yang dapat dilihat orang dengan mata mereka dan rasakan. Bagi manusia, bukankah ini adalah identitas Tuhan? Ini sepenuhnya benar. Jadi saat engkau memandang burung-burung terbang di langit, engkau harus tahu bahwa Tuhan menciptakan makhluk yang dapat terbang. Namun ada makhluk hidup yang berenang dalam air, dan mereka pun bertahan hidup dengan cara yang berbeda-beda. Pepohonan dan tanaman yang hidup di tanah bertunas di musim semi dan berbuah dan daunnya rontok di musim gugur, dan pada saat musim dingin semua daunnya telah rontok dan tanaman-tanaman itu terus melewati musim dingin. Itulah cara mereka bertahan hidup. Tuhan menciptakan segala sesuatu, masing-masing hidup lewat bentuk dan cara yang berbeda serta menggunakan cara berbeda pula untuk menunjukkan kekuatan dan bentuk kehidupannya. Tidak masalah metode apa pun, semuanya berada di bawah kuasa Tuhan. Apakah tujuan Tuhan menguasai segala bentuk kehidupan dan juga makhluk hidup yang berbeda? Apakah bukan demi kelangsungan hidup manusia? (Ya.) Dia mengendalikan semua hukum kehidupan demi kelangsungan hidup umat manusia. Ini menunjukkan betapa pentingnya kelangsungan hidup manusia bagi Tuhan.

Umat manusia mampu bertahan hidup dan berkembang biak dengan normal sungguh merupakan hal yang paling penting bagi Tuhan. Oleh karena itu Tuhan terus menerus menyediakan bagi umat manusia dan semua makhluk. Dia menyediakan segalanya dengan cara yang berbeda, dan dalam keadaan memelihara kelangsungan segala sesuatu, Tuhan memampukan umat manusia agar terus maju untuk memelihara keberadaan normal manusia. Inilah kedua aspek yang kita bahas hari ini. Apakah kedua aspek ini? (Dari sudut pandang makro, Tuhan menciptakan lingkungan hidup bagi umat manusia. Itu aspek pertama. Tuhan juga menyiapkan semua hal-hal materi yang manusia butuhkan dan yang dapat manusia lihat dan sentuh.) Kita telah membahas topik utama lewat kedua aspek ini. Apakah topik utama kita? (Tuhan adalah Sumber Kehidupan bagi Segala Sesuatu.) Seharusnya engkau sekarang telah memiliki sedikit pemahaman mengapa Aku membahas hal ini dalam topik ini. Apakah ada diskusi yang tidak berhubungan dengan topik utama ini? Tidak ada, bukan? Setelah mendengar hal ini, beberapa dari antaramu memperoleh sedikit pemahaman dan merasa bahwa kata-kata ini sangat penting, namun yang lain mungkin hanya memiliki sedikit pemahaman harfiah dan merasa bahwa perkataan ini tidak penting. Terlepas dari bagaimana pemahamanmu sekarang ini, dalam perjalanan pengalamanmu nanti, akan tiba saatnya ketika pemahamanmu mencapai titik tertentu, yaitu ketika pengenalanmu akan perbuatan Tuhan dan Tuhan itu sendiri mencapai titik tertentu, engkau semua akan menggunakan perkataan praktismu sendiri untuk menyampaikan kesaksian yang bermakna dan benar tentang perbuatan-perbuatan Tuhan.

Aku pikir pemahamanmu sekarang masih cukup sederhana dan harfiah, namun apakah setelah mendengarkan Aku menyampaikan kedua aspek ini setidaknya engkau semua mampu mengenali metode-metode yang Tuhan gunakan untuk menyediakan bagi umat manusia atau hal-hal apa sajakah yang Tuhan sediakan bagi umat manusia? Apakah engkau semua memiliki konsep dasar juga pemahaman dasar? (Ya.) Namun apakah kedua aspek yang Kusampaikan ini berhubungan dengan Alkitab? (Tidak.) Apakah kedua hal ini berhubungan dengan penghakiman dan hajaran Tuhan di Zaman Kerajaan ini? (Tidak.) Lalu mengapa Aku menyampaikan kedua aspek ini? Apakah karena orang harus memahami keduanya untuk mengenal Tuhan? (Ya.) Adalah sangat penting untuk mengetahui kedua hal ini dan juga sangat penting untuk memahaminya. Jangan hanya dibatasi oleh Alkitab, dan jangan hanya terbatas pada penghakiman dan hajaran Tuhan untuk memahami segalanya tentang Tuhan. Apa tujuan di balik Aku mengatakan hal ini? Ini bertujuan agar orang mengetahui bahwa Tuhan bukan hanya Tuhan bagi umat pilihan-Nya. Engkau sekarang mengikuti Tuhan, dan Dia adalah Tuhanmu, namun bagi mereka di luar umat yang mengikuti-Nya, apakah Tuhan adalah Tuhan mereka? Apakah Tuhan adalah Tuhan atas semua orang selain mereka yang mengikuti Dia? Apakah Tuhan adalah Tuhan atas segala sesuatu? (Ya.) Lalu, apakah Tuhan melakukan pekerjaan-Nya dan melaksanakan tindakan-tindakan-Nya semata-mata bagi mereka yang mengikuti-Nya? (Tidak.) Apa ruang lingkupnya? Dari sudut pandang sempit, cakupannya adalah seluruh umat manusia dan di antara segala sesuatu. Dari sudut pandang luas, cakupannya seisi alam semesta. Jadi dapat kita katakan Tuhan melakukan pekerjaan-Nya dan melaksanakan tindakan-tindakan-Nya di antara seluruh umat manusia. Hal ini cukup untuk membuat orang mengetahui semua tentang Tuhan itu sendiri. Jika engkau ingin mengenal Tuhan dan sungguh-sungguh memahami-Nya, maka jangan hanya dibatasi pada ketiga tahap pekerjaan Tuhan, dan jangan hanya terbatas pada cerita-cerita pekerjaan yang pernah dilakukan oleh Tuhan. Jika engkau mencoba untuk mengenal-Nya dengan cara demikian, maka engkau membatasi Tuhan pada batas tertentu. Engkau terlalu sepele memahami Tuhan. Apa pengaruh konsekuensinya terhadapmu? Engkau tidak akan pernah mampu untuk mengenal keajaiban dan keagungan Tuhan, dan engkau tidak akan pernah mengenal kuasa dan kemahakuasaan Tuhan dan cakupan otoritas-Nya. Pemahaman seperti itu akan memengaruhi kemampuanmu untuk menerima kebenaran bahwa Tuhan adalah Penguasa segala sesuatu, juga pengetahuanmu tentang identitas dan status Tuhan. Dengan kata lain, jika pemahamanmu akan Tuhan dibatasi dalam cakupan, apa yang dapat engkau terima juga terbatas. Karena itulah engkau harus memperluas cakupan itu dan membuka cakrawalamu. Apakah itu adalah cakupan perbuatan Tuhan, pengelolaan Tuhan, dan aturan Tuhan, atau segala sesuatu yang dikuasai dan dikelola oleh Tuhan, engkau harus mengenal semuanya dan mengenal tindakan Tuhan di dalamnya. Lewat pemahaman yang seperti itu, engkau secara tidak sadar akan merasa bahwa Tuhan sedang berkuasa, mengelola dan menyediakan segala sesuatu di antaranya. Pada saat yang sama, engkau juga akan sungguh-sungguh merasakan bahwa dirimu adalah bagian dari segala sesuatu dan anggota segala sesuatu. Seperti Tuhan menyediakan segala sesuatu, engkau juga menerima kuasa dan penyediaan Tuhan. Ini merupakan suatu fakta yang tidak dapat disangkal oleh siapa pun. Segala sesuatu tunduk terhadap hukumnya sendiri, yang di bawah kuasa Tuhan, dan segala sesuatu memiliki hukum sendiri untuk bertahan hidup, yang juga ada di bawah kuasa Tuhan, sementara nasib umat manusia dan apa yang mereka butuhkan juga berkaitan erat dengan hukum dan penyediaan Tuhan. Karena itulah di bawah kekuasaan dan kendali Tuhan, umat manusia dan segala sesuatu saling terhubung, saling tergantung, dan saling terjalin. Inilah tujuan dan makna penciptaan Tuhan atas segala sesuatu. Engkau memahaminya sekarang, bukan? (Ya.) Dengan begitu, mari kita akhiri persekutuan hari ini. Selamat tinggal! (Terima kasih, Tuhan!)

2 Februari 2014

Beberapa materi dalam video ini berasal dari:

https://stockfootage.com/