Belum ada di sini. Tambahkan sekarang!

Firman Tuhan Harian - "Hanya dengan Mengejar Kebenaran Orang Dapat Mencapai Perubahan dalam Wataknya" - Kutipan 556

Firman Tuhan Harian 316  2020-10-20

Hanya dengan mengejar kebenaran, orang dapat mencapai perubahan dalam wataknya: ini adalah sesuatu yang harus orang pahami dan orang harus memahaminya secara menyeluruh. Jika engkau tidak memiliki cukup pemahaman tentang kebenaran, dengan mudah engkau akan menyimpang dan tersesat. Jika engkau ingin bertumbuh dalam hidupmu, engkau harus mencari kebenaran dalam segala sesuatu. Apa pun yang sedang engkau lakukan, engkau harus mencari tahu bagaimana berperilaku agar sejalan dengan kebenaran, dan menemukan noda apa yang ada dalam dirimu yang melanggar kebenaran; engkau harus memiliki pemahaman yang jelas mengenai hal-hal ini. Apa pun yang sedang engkau lakukan, engkau harus mempertimbangkan apakah hal itu memiliki nilai atau tidak. Engkau dapat melakukan hal-hal yang bermakna, tetapi tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak bermakna. Berkaitan dengan hal-hal yang bisa atau tidak bisa engkau lakukan, jika hal-hal itu bisa dilepaskan, engkau harus melepaskannya. Atau jika engkau telah melakukannya sejangka waktu, lalu mendapati bahwa engkau harus melepaskannya, maka buatlah keputusan cepat dan lepaskanlah itu secepatnya. Inilah prinsip yang harus kauikuti dalam segala sesuatu yang engkau lakukan. Ada orang-orang yang mengajukan pertanyaan ini: mengapa mencari kebenaran dan menerapkannya begitu sulit—seakan engkau mendayung melawan arus, dan akan terseret mundur jika engkau berhenti mendayung maju? Mengapa benar-benar jauh lebih mudah untuk melakukan hal-hal yang jahat dan tidak berarti—semudah mendayung perahu ke hilir? Mengapa seperti itu? Itu karena natur manusia adalah mengkhianati Tuhan. Natur Iblis telah mengambil tempat dominan dalam diri manusia, dan ini adalah suatu kekuatan yang reaksional. Manusia dengan natur yang mengkhianati Tuhan, tentu saja sangat mudah untuk melakukan hal-hal yang mengkhianati Dia, dan tindakan positif secara alami sulit untuk mereka lakukan. Hal ini ditentukan sepenuhnya oleh natur dan esensi manusia. Begitu engkau benar-benar memahami kebenaran dan mulai mencintai kebenaran dari dalam dirimu, engkau akan memiliki kekuatan untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan kebenaran. Ini kemudian menjadi normal, dan bahkan mudah dan menyenangkan, dan engkau merasa bahwa melakukan apa pun yang negatif membutuhkan usaha besar. Ini karena kebenaran telah mendapatkan tempat dominan dalam hatimu. Jika engkau benar-benar memahami kebenaran tentang hidup manusia dan tentang menjadi semacam apa orang seharusnya—bagaimana agar menjadi orang yang terbuka dan berterus terang, seorang yang jujur, seorang yang menjadi kesaksian bagi Tuhan dan melayani Dia—maka engkau tidak akan pernah lagi mampu melakukan tindakan jahat yang menentang Dia, atau memainkan peran sebagai pemimpin palsu, pekerja palsu, atau antikristus. Bahkan sekalipun Iblis menipumu, atau seseorang yang jahat mendesakmu, engkau tetap tidak akan melakukannya; tidak peduli siapa pun yang berusaha memaksamu, engkau tetap tidak akan bertindak seperti itu. Jika orang mendapatkan kebenaran, dan kebenaran itu menjadi hidup mereka, mereka menjadi mampu untuk membenci kejahatan dan merasakan kejijikan dalam diri mereka terhadap hal-hal negatif. Akan sulit bagi mereka untuk melakukan kejahatan, karena watak hidup mereka telah berubah dan mereka telah disempurnakan oleh Tuhan.

Jika engkau benar-benar memiliki kebenaran di dalam dirimu, jalan yang engkau tempuh akan secara alami menjadi jalan yang benar. Tanpa kebenaran, akan mudah bagimu untuk melakukan kejahatan, dan engkau akan melakukannya meskipun engkau sendiri tidak mau. Misalnya, jika kecongkakan dan kesombongan ada dalam dirimu, engkau akan merasa mustahil untuk berhenti menentang Tuhan; engkau akan merasa terdorong untuk menentang Dia. Engkau tidak akan melakukannya dengan sengaja; engkau akan melakukannya di bawah dominasi naturmu yang congkak dan sombong. Kecongkakan dan kesombonganmu akan membuatmu memandang rendah Tuhan dan menganggap-Nya tak berarti; itu akan mengakibatkanmu untuk meninggikan diri sendiri, membuatmu selalu menonjolkan diri, dan pada akhirnya duduk di tempat Tuhan dan memberi kesaksian bagi dirimu sendiri. Pada akhirnya engkau akan mengubah ide, pemikiran, dan gagasanmu sendiri menjadi kebenaran yang harus disembah. Lihatlah betapa banyak kejahatan yang dilakukan manusia di bawah dominasi natur mereka yang congkak dan sombong! Untuk bisa mengatasi tindakan jahatnya, mereka harus terlebih dahulu mengatasi masalah dalam natur mereka. Tanpa perubahan dalam watak, tidaklah mungkin untuk mendatangkan penyelesaian fundamental atas masalah ini. Ketika engkau memiliki pemahaman tentang Tuhan, ketika engkau bisa melihat kerusakanmu sendiri dan mengenali kehinaan dan kejelekanmu, kecongkakan dan kesombonganmu engkau akan merasa jijik, mual, dan tertekan. Engkau akan dengan secara sadar mampu melakukan hal-hal untuk memuaskan Tuhan dan dengan melakukan hal ini, engkau akan merasa nyaman. Engkau akan secara sadar mampu menjadi saksi bagi Tuhan dan dengan melakukan hal ini, engkau akan merasakan kenikmatan. Engkau akan secara sadar membuka topengmu, menyingkapkan kejelekanmu sendiri dan dengan melakukan hal ini, engkau akan merasa baik dalam batinmu dan merasa dirimu berada dalam keadaan pikiran yang lebih baik. Oleh karena itu, langkah pertama mengejar perubahan watakmu adalah berusaha memahami firman Tuhan dan masuk ke dalam kebenaran. Hanya dengan memahami kebenaran engkau bisa mendapatkan kepekaan; hanya dengan kepekaan engkau bisa memahami segala hal secara menyeluruh; hanya dengan memahami segala hal secara menyeluruh, engkau bisa meninggalkan daging, dan setahap demi setahap, berada di jalan yang benar dalam kepercayaanmu kepada Tuhan. Ini berkaitan dengan bagaimana keteguhan hati orang pada saat mereka mengejar kebenaran. Jika orang benar-benar berteguh hati, maka sesudah enam bulan atau satu tahun dia akan mulai berada di jalur yang benar. Dalam tiga atau lima tahun, dia akan melihat hasilnya, dan akan merasa bahwa dia membuat kemajuan dalam hidupnya. Jika engkau percaya kepada Tuhan tetapi tidak mengejar kebenaran, maka engkau bisa saja percaya selama sepuluh tahun tanpa mengalami perubahan apa pun. Pada akhirnya, engkau akan berpikir bahwa inilah tepatnya apa yang dimaksud dengan percaya kepada Tuhan; engkau akan berpikir bahwa itu adalah kurang lebih sama dengan bagaimana engkau hidup sebelumnya di dunia, dan bahwa menjadi hidup itu tidak ada artinya. Ini benar-benar menunjukkan bahwa tanpa kebenaran, hidup itu hampa. Engkau mungkin bisa mengucapkan beberapa kata doktrin, tetapi engkau akan tetap merasa tidak nyaman dan tidak tenang. Jika orang memiliki pengetahuan tentang Tuhan, tahu bagaimana menjalani hidup yang berarti, dan bisa melakukan hal-hal yang memuaskan Tuhan, maka mereka akan merasa bahwa inilah hidup yang nyata, bahwa hanya dengan hidup seperti ini hidup mereka berarti, dan bahwa mereka harus hidup seperti ini untuk memberikan sedikit kepuasan kepada Tuhan dan merasa bersyukur. Jika mereka bisa secara sadar memuaskan Tuhan, menerapkan kebenaran, mengabaikan diri mereka sendiri, meninggalkan gagasan mereka sendiri, dan menjadi taat dan penuh peduli terhadap kehendak Tuhan—jika mereka mampu melakukan semua hal ini secara sadar—maka inilah apa yang dimaksud dengan menerapkan kebenaran secara tepat, dan menerapkan kebenaran secara nyata, dan ini sangat berbeda dengan kepercayaan mereka sebelumnya pada imajinasi mereka dan kelekatan mereka pada doktrin dan aturan. Sesungguhnya, sangat melelahkan untuk melakukan apa pun ketika mereka tidak memahami kebenaran, sangat melelahkan untuk mematuhi doktrin dan aturan, dan sangat melelahkan tidak memiliki tujuan dan melakukan sesuatu secara buta. Hanya dengan kebenaran mereka bisa bebas—ini bukan kebohongan—dan dengan kebenaran, mereka bisa melakukan hal-hal dengan mudah dan gembira. Mereka yang memiliki keadaan seperti ini adalah orang-orang yang memiliki kebenaran; mereka adalah orang-orang yang wataknya telah diubah.

Dikutip dari "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Ketika bencana melanda, bagaimana seharusnya kita orang Kristen menghadapinya? Anda diundang untuk bergabung dengan pertemuan online kami, di mana kita dapat menyelidiki bersama dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Whatsapp
Hubungi kami via Messenger