Firman Tuhan Harian - "Cara Mengenal Natur Manusia" - Kutipan 561

Klip Film Unggulan 0  2020-11-02

Seluruh umat manusia telah dirusak oleh Iblis, dan natur manusia adalah mengkhianati Tuhan. Namun, di antara semua manusia yang telah dirusak oleh Iblis, ada sebagian orang yang mampu tunduk pada pekerjaan Tuhan dan menerima kebenaran; inilah orang-orang yang dapat memperoleh kebenaran dan mencapai perubahan watak. Ada juga orang-orang yang tidak berfokus mencari kebenaran. Mereka sudah puas hanya dengan memahami doktrin; mereka mendengar doktrin yang bagus dan menaatinya, dan setelah memahaminya, mereka dapat melaksanakan tugas mereka—sampai titik tertentu. Orang-orang ini melakukan apa yang diperintahkan dan memiliki kemanusiaan yang rata-rata. Mereka bersedia, sampai batas tertentu, untuk berkorban, meninggalkan keduniawian, dan menanggung penderitaan. Namun, mereka tidak bersungguh-sungguh dalam hal kebenaran; mereka percaya bahwa sudah cukup jika mereka tidak berbuat dosa, dan tidak pernah mampu memahami esensi kebenaran. Jika orang-orang semacam itu pada akhirnya dapat berdiri teguh, mereka juga dapat diselamatkan, tetapi watak mereka tidak dapat diubah. Jika engkau ingin disucikan dari kerusakan dan mengalami perubahan dalam watak hidupmu, engkau harus mencintai kebenaran dan memiliki kemampuan untuk menerima kebenaran. Apa artinya menerima kebenaran? Menerima kebenaran menunjukkan bahwa apa pun jenis watak rusak yang kaumiliki, atau racun si naga merah yang sangat besar mana yang ada dalam naturmu, engkau mengakuinya ketika itu disingkapkan oleh firman Tuhan, dan tunduk pada firman Tuhan ini; engkau menerimanya tanpa syarat, tanpa mencari-cari alasan apa pun atau berusaha memilah dan memilih, dan engkau mulai mengenal dirimu sendiri berdasarkan pada apa yang Dia katakan. Inilah artinya menerima firman Tuhan. Apa pun yang Dia katakan, sebanyak apa pun perkataan-Nya yang mungkin menembus hatimu, dan apa pun firman yang Dia pakai, engkau dapat menerimanya selama apa yang Dia katakan adalah kebenaran, dan engkau dapat mengakuinya selama itu sesuai dengan kenyataan. Engkau dapat tunduk pada firman Tuhan terlepas dari seberapa dalam engkau memahaminya, dan engkau menerima dan tunduk pada terang yang disingkapkan oleh Roh Kudus dan yang dipersekutukan oleh saudara-saudarimu. Ketika orang semacam itu telah mengejar kebenaran sampai pada titik tertentu, dia dapat memperoleh kebenaran dan mencapai perubahan dalam wataknya. Bahkan jika mereka yang tidak mencintai kebenaran mungkin memiliki sisi kemanusiaan yang baik, dalam hal berhubungan dengan kebenaran, mereka adalah orang yang bodoh dan tidak memperlakukannya dengan serius. Meskipun mereka mungkin mampu melakukan beberapa perbuatan baik, dan dapat mengorbankan dirinya untuk Tuhan, serta mampu melepaskan keduniawian, mereka tidak dapat mencapai perubahan watak. Sebagai perbandingan, kemanusiaan Petrus hampir sama dengan kemanusiaan rasul-rasul lain dan saudara-saudarinya, tetapi dia menonjol dalam pengejarannya yang sungguh-sungguh akan kebenaran; dia merenungkan semua yang Yesus katakan dengan sungguh-sungguh. Yesus bertanya, "Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Petrus menjawab dengan jujur, "Aku hanya mengasihi Bapa yang di surga, tetapi belum mengasihi Tuhan yang di bumi." Kemudian dia memahami, berpikir, "Ini tidak benar; Tuhan yang di bumi adalah Tuhan yang di surga. Bukankah Tuhan yang di surga dan Tuhan yang di bumi adalah Tuhan yang sama? Jika aku hanya mengasihi Tuhan yang di surga, artinya kasihku tidak nyata; aku harus mengasihi Tuhan yang di bumi, karena hanya dengan demikianlah kasihku menjadi nyata." Jadi, Petrus memahami arti sesungguhnya dari apa yang Yesus katakan dengan merenungkan perkataan-Nya. Untuk mengasihi Tuhan, dan agar kasih ini menjadi nyata, orang harus mengasihi Tuhan yang berinkarnasi di bumi. Mengasihi Tuhan yang samar-samar dan tidak terlihat bukanlah hal yang realistis atau nyata, sedangkan mengasihi Tuhan yang nyata dan terlihat adalah kebenaran. Dari perkataan Yesus, Petrus mendapatkan kebenaran dan pemahaman akan kehendak Tuhan. Jelaslah bahwa kepercayaan Petrus kepada Tuhan hanya difokuskan pada mengejar kebenaran; pada akhirnya, dia memiliki kasih kepada Tuhan yang nyata—Tuhan yang di bumi. Petrus sangat bersungguh-sungguh dalam pengejarannya akan kebenaran. Setiap kali Yesus menasihati dirinya, dia merenungkan perkataan Yesus dengan sungguh-sungguh. Mungkin dia merenung selama berbulan-bulan, setahun, atau bahkan bertahun-tahun sampai Roh Kudus menerangi dirinya dan dia memahami arti firman Tuhan; dengan cara ini, Petrus memasuki kebenaran, dan setelah itu, watak hidupnya diubahkan dan diperbarui. Jika seseorang tidak mengejar kebenaran, dia tidak akan pernah memahaminya. Engkau dapat mengucapkan huruf-huruf yang tertulis dan doktrin sepuluh ribu kali, tetapi semua itu tetap hanya merupakan huruf-huruf tertulis dan doktrin. Beberapa orang hanya berkata, "Kristus adalah jalan, kebenaran, dan hidup." Bahkan jika engkau mengulangi kata-kata ini sepuluh ribu kali, itu tetap tidak berguna; engkau tidak memahami artinya. Mengapa dikatakan bahwa Kristus adalah jalan, kebenaran, dan hidup? Dapatkah engkau menjelaskan pengetahuan yang telah kauperoleh tentang hal ini dari pengalaman? Sudahkah engkau masuk ke dalam realitas jalan, kebenaran, dan hidup? Tuhan telah mengucapkan firman-Nya sehingga engkau semua dapat mengalaminya dan memperoleh pengetahuan; hanya mengucapkan huruf-huruf tertulis dan doktrin tidaklah berguna. Engkau hanya bisa mengenal dirimu sendiri setelah engkau memahami dan memasuki firman Tuhan. Jika engkau tidak memahami firman Tuhan, engkau tidak dapat mengenal dirimu sendiri. Engkau hanya bisa memiliki kemampuan membedakan dan memahami berbagai hal jika engkau memiliki kebenaran; tanpa kebenaran, engkau tidak bisa melakukannya. Engkau hanya dapat benar-benar memahami suatu masalah jika engkau memiliki kebenaran; tanpa kebenaran, engkau tidak dapat memahami suatu masalah. Engkau hanya bisa mengenal dirimu sendiri jika engkau memiliki kebenaran; tanpa kebenaran, engkau tidak bisa mengenal dirimu sendiri. Watakmu hanya bisa berubah jika engkau memiliki kebenaran; tanpa kebenaran, watakmu tidak bisa berubah. Setelah engkau memiliki kebenaran barulah engkau dapat melayani sesuai dengan kehendak Tuhan; tanpa kebenaran, engkau tidak bisa melayani sesuai dengan kehendak Tuhan. Setelah engkau memiliki kebenaran barulah engkau dapat menyembah Tuhan; tanpa kebenaran, penyembahanmu tidak lebih daripada sebuah pertunjukan ritual keagamaan. Semua hal ini bergantung pada mendapatkan kebenaran dari firman Tuhan.

Dikutip dari "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Ketika bencana melanda, bagaimana seharusnya kita orang Kristen menghadapinya? Anda diundang untuk bergabung dengan pertemuan online kami, di mana kita dapat menyelidiki bersama dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Whatsapp
Hubungi kami via Messenger