Belum ada di sini. Tambahkan sekarang!

Firman Tuhan - Hakikat Daging yang Didiami oleh Tuhan (Kutipan 3)

Firman Tuhan - Hakikat Daging yang Didiami oleh Tuhan (Kutipan 3)

Mengapa Aku katakan bahwa makna inkarnasi tidak diselesaikan dalam pekerjaan Yesus? Karena Firman tidak sepenuhnya menjadi daging. Apa yang Yesus lakukan hanyalah satu bagian dari pekerjaan Tuhan dalam daging. Ia hanya melakukan pekerjaan penebusan dan bukan pekerjaan untuk sepenuhnya mendapatkan manusia. Untuk alasan ini, Tuhan telah menjadi daging sekali lagi di akhir zaman. Tahap pekerjaan ini juga dilakukan dalam daging biasa, dilakukan oleh manusia yang benar-benar normal, yang kemanusiaannya sama sekali tidak transenden. Dengan kata lain, Tuhan telah menjadi manusia yang seutuhnya, menjadi seseorang yang identitasnya adalah Tuhan, seorang manusia yang utuh, daging yang utuh, yang melakukan pekerjaan. Di mata manusia, Ia hanyalah daging yang sama sekali tidak transenden, seseorang yang sangat biasa yang dapat berbicara bahasa surgawi, yang tidak menunjukkan tanda-tanda ajaib, tidak melakukan mukjizat, apalagi mengungkapkan kebenaran terdalam mengenai agama di ruang-ruang pertemuan besar. Pekerjaan dari daging inkarnasi kedua tampak bagi orang-orang sama sekali berbeda dengan yang pertama, sedemikian berbedanya sehingga keduanya tampak tidak memiliki kesamaan sama sekali, dan tidak ada apa pun dari pekerjaan pertama yang dapat terlihat saat ini. Meskipun pekerjaan dari daging inkarnasi yang kedua berbeda dengan yang pertama, hal itu tidak membuktikan bahwa sumber Mereka bukanlah satu dan sama. Apakah sumber Mereka sama tergantung pada sifat dari pekerjaan yang dilakukan oleh daging tersebut dan bukan pada kulit luar Mereka. Selama tiga tahap pekerjaan-Nya, Tuhan telah berinkarnasi dua kali dan kedua pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi meresmikan dimulainya zaman yang baru, mengantarkan dimulainya pekerjaan yang baru; inkarnasi saling melengkapi satu dengan yang lain. Tidaklah mungkin bagi mata manusia untuk mengetahui bahwa kedua daging sebenarnya berasal dari sumber yang sama. Tak perlu dikatakan, semua itu di luar kemampuan mata atau pikiran manusia. Tetapi secara hakikat, Mereka adalah sama, karena pekerjaan Mereka berasal dari Roh yang sama. Apakah kedua daging inkarnasi muncul dari sumber yang sama tidaklah dapat dinilai oleh zaman dan tempat di mana Mereka dilahirkan, atau oleh faktor-faktor lain semacam itu, tetapi oleh pekerjaan ilahi yang diungkapkan oleh Mereka. Daging inkarnasi kedua tidak melakukan apa pun dari pekerjaan Yesus, karena pekerjaan Tuhan tidak mematuhi aturan apa pun, tetapi setiap kali pekerjaan itu membukakan jalan yang baru. Daging inkarnasi yang kedua tidak bertujuan untuk memperdalam atau memantapkan kesan daging yang pertama dalam pikiran manusia, tetapi untuk melengkapi dan menyempurnakannya, untuk memperdalam pengetahuan manusia akan Tuhan, mematahkan segala aturan yang ada dalam hati orang, dan menghapuskan gambaran Tuhan yang keliru dalam hati mereka. Dapat dikatakan bahwa tidak ada satu tahap pun dari pekerjaan Tuhan itu sendiri yang dapat memberi kepada manusia pengetahuan yang lengkap tentang Dia. Masing-masing hanya memberi sebagian, bukan keseluruhan. Meskipun Tuhan telah menyatakan watak-Nya secara penuh, oleh karena terbatasnya kemampuan pemahaman manusia, pengetahuannya akan Tuhan masih tetap tidak lengkap. Tidak mungkin, dengan menggunakan bahasa manusia, menyampaikan keseluruhan watak Tuhan; bagaimana mungkin satu tahap dari pekerjaan-Nya bisa menyatakan tentang Tuhan sepenuhnya? Ia bekerja dalam daging dalam kemanusiaan normal-Nya, dan orang hanya dapat mengenal-Nya melalui ekspresi keilahian-Nya, bukan melalui kulit luar tubuh-Nya. Tuhan datang ke dalam daging demi memungkinkan manusia mengenal-Nya melalui pekerjaan-Nya yang beragam, dan kedua tahap pekerjaan-Nya itu tidak serupa. Hanya dengan cara inilah, manusia dapat memiliki pengetahuan yang penuh tentang pekerjaan Tuhan dalam daging, tidak terbatas pada satu segi saja. Meskipun pekerjaan kedua daging inkarnasi berbeda, hakikat dari daging, dan sumber pekerjaan Mereka, adalah identik. Hanya saja, Mereka ada untuk melakukan dua tahap pekerjaan yang berbeda, dan muncul di dua zaman yang berbeda. Tak peduli apa pun itu, daging inkarnasi Tuhan memiliki hakikat dan asal yang sama─ini adalah kebenaran yang tidak dapat disangkal oleh siapa pun.

Dikutip [email protected]"Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"