Belum ada di sini. Tambahkan sekarang!

Firman Tuhan Harian - "Kepada Siapa Engkau Setia?" - Kutipan 332

Firman Tuhan Harian 658  2020-08-14

Setiap hari yang kamu jalani sekarang bersifat menentukan dan sangatlah penting bagi tempat tujuan dan nasibmu, jadi syukurilah segala sesuatu yang kamu sekalian miliki dan setiap menit yang berlalu. Engkau semua harus memanfaatkan segenap waktumu untuk meraih yang terbaik bagi diri sendiri, agar kamu sekalian tidak menjalani hidup ini dengan sia-sia. Mungkin engkau semua bingung mengapa Aku berkata seperti ini. Sesungguhnya, Aku tidak senang dengan tindakanmu sekalian. Karena harapan-Ku bagimu bukan hanya siapa dirimu yang sekarang. Jadi, Aku dapat mengatakannya seperti ini: Engkau semua berada di ambang bahaya. Seruanmu sekalian akan keselamatan dan aspirasi di masa lalu untuk mencari kebenaran dan terang sudah hampir berakhir. Inilah caramu membalas-Ku pada akhirnya, yaitu dengan sesuatu yang tak pernah Kuinginkan. Aku tidak akan mengatakan yang bukan fakta, karena kamu sekalian telah benar-benar mengecewakan-Ku. Mungkin kamu tidak ingin berhenti melakukannya dan tidak ingin menghadapi kenyataan, namun Aku benar-benar harus bertanya kepadamu sekalian: Sepanjang tahun-tahun ini, apa yang memenuhi hatimu? Kepada siapa engkau semua setia? Jangan katakan pertanyaan-Ku terlalu tiba-tiba, dan jangan tanyakan kenapa Aku bertanya begitu. Kamu sekalian harus tahu: semua itu karena Aku sangat mengenalmu, terlalu peduli kepadamu, dan sungguh-sungguh mengorbankan perasaan-Ku untuk perbuatanmu, sehingga Aku berulang kali bertanya kepada engkau semua dan menanggung derita yang tak terkira. Akan tetapi, pengorbanan-Ku dibalas dengan pengabaian dan penerimaan pasrah yang sungguh tak tertahankan. Kamu sekalian begitu mengabaikan-Ku; bagaimana mungkin Aku sama sekali tidak tahu? Kalau engkau semua percaya bahwa hal ini mungkin, itu hanya membuktikan lebih jauh bahwa kamu sekalian tidak memperlakukan-Ku dengan kebaikan hati. Maka sekarang Kukatakan bahwa engkau semua tengah menipu diri sendiri. Kamu sekalian sungguh pintar sampai-sampai tidak mengerti apa yang sedang kamu lakukan; lalu apa yang akan engkau semua gunakan untuk memberikan pertanggungjawaban kepada-Ku?

Pertanyaan yang paling mengkhawatirkan bagi-Ku adalah kepada siapa hatimu sekalian setia. Aku juga ingin agar masing-masing dari kamu sekalian menata pikiran dan bertanya kepada diri sendiri kepada siapa kamu setia dan bagi siapa kamu hidup. Mungkin engkau semua belum pernah memikirkan pertanyaan ini dengan saksama, jadi biarlah Aku menyingkapkan jawabannya bagimu.

Semua yang punya ingatan akan mengakui fakta ini: Manusia hidup untuk dirinya sendiri dan hanya setia kepada dirinya sendiri. Aku tidak percaya jawabanmu sekalian sepenuhnya benar, karena masing-masing dari engkau semua menjalani hidup masing-masing, dan berjuang menghadapi masalah masing-masing. Oleh karena itu, kamu sekalian setia kepada orang-orang yang kamu kasihi dan hal-hal yang menyenangkanmu, bukan kepada dirimu sepenuhnya. Karena dipengaruhi oleh orang, kejadian, dan hal-hal di sekitar, engkau semua tidak sepenuhnya setia kepada diri sendiri. Aku berkata seperti ini bukan untuk memuji kesetiaanmu pada diri sendiri, melainkan menguak kesetiaanmu pada satu hal. Karena selama bertahun-tahun ini, Aku tidak pernah menerima kesetiaan dari engkau semua. Kamu sekalian telah mengikut Aku selama bertahun-tahun, tanpa pernah sekali pun setia. Kamu sekalian justru hidup untuk orang-orang yang kamu sayangi dan hal-hal yang menyenangkan hatimu, begitu besarnya kasihmu pada hal-hal tersebut, sehingga kamu sekalian membawanya dalam hati dan tidak pernah meninggalkannya, kapan pun dan di mana pun. Engkau semua selalu bersemangat dan menyukai hal lain saat sedang mengikut Aku, atau mendengarkan firman-Ku. Jadi Aku berkata, engkau semua menggunakan kesetiaan yang Kutuntut darimu untuk menyayangi dan setia kepada hal-hal yang kamu sekalian senangi. Meskipun engkau mungkin mengorbankan satu atau dua hal bagi-Ku, itu sama sekali tidak dapat mewakili segenap dirimu, dan tidak menunjukkan bahwa kepada-Kulah kamu sekalian sungguh-sungguh setia. Kamu melibatkan diri dalam segala upaya yang kamu sekalian senangi: Beberapa orang setia kepada anak-anak mereka, beberapa lainnya kepada suami, istri, harta, pekerjaan, atasan, status, atau wanita. Kesetiaanmu kepada semua hal tersebut tidak pernah membuatmu lelah atau kesal; engkau semua justru semakin menginginkan lebih banyak dan lebih bagus, dari hal-hal yang kepadanya kamu setia, dan kamu tidak pernah merasa putus asa. Aku dan firman-Ku selalu didorong ke posisi terakhir dalam daftar hal-hal yang kamu sukai. Dan kamu sekalian tidak punya pilihan selain menempatkannya di posisi terakhir; beberapa orang darimu bahkan menyediakan posisi terakhir untuk hal-hal yang mereka pikir patut mendapat kesetiaan, meskipun belum mereka temukan. Mereka tidak pernah menyimpan Aku dalam hati. Mungkin kamu sekalian pikir Aku menuntut terlalu banyak atau menuduhmu tanpa alasan, tapi apakah kamu sekalian pernah berpikir, bahwa ketika kamu meluangkan saat-saat bahagia dengan keluarga, kamu sekalian tidak pernah sekali pun setia kepada-Ku? Di saat-saat seperti itu, tidakkah engkau semua merasa pedih? Saat hatimu dipenuhi dengan kebahagiaan karena telah menerima imbalan untuk kerja kerasmu, tidakkah kamu sekalian merasa kecewa karena tidak melengkapi diri sendiri dengan kebenaran yang memadai? Kapan kamu sekalian pernah menangis karena tidak mendapatkan persetujuan-Ku? Engkau semua mengerahkan segenap pikiran dan berjerih payah bagi anak-anakmu, tapi tidak pernah puas dan selalu yakin bahwa kamu belum benar-benar bekerja sepenuh hati bagi mereka, bahwa kamu belum mengerahkan segala upaya. Tapi kepada-Ku, kamu sekalian selalu bersikap acuh dan abai, sehingga Aku hanya hidup dalam ingatan tetapi tidak terpatri dalam hatimu sekalian. Kesetiaan dan jerih payah-Ku selamanya terabaikan olehmu, dan engkau semua tidak pernah berusaha untuk memahaminya. Kamu hanya sekadar merenung sejenak dan percaya bahwa itu saja sudah cukup. Jenis "kesetiaan" seperti ini bukanlah yang Kurindukan, melainkan sudah lama Kubenci. Akan tetapi, tak peduli apa pun yang Kukatakan, kamu hanya akan terus mengakui satu atau dua hal dan tidak dapat sepenuhnya menerimanya, karena engkau semua begitu percaya diri, dan selalu memilih dan memilah apa yang bisa diterima dari firman-Ku. Jika tetap seperti ini, Aku punya rencana cadangan untuk mengalahkan keyakinan dirimu, dan Aku akan menggunakannya sedemikian rupa sehingga kamu mengakui bahwa semua firman-Ku adalah benar dan tidak menyimpang dari fakta yang ada.

Dikutip dari "Kepada Siapakah Engkau Setia?"

Ketika bencana melanda, bagaimana seharusnya kita orang Kristen menghadapinya? Anda diundang untuk bergabung dengan pertemuan online kami, di mana kita dapat menyelidiki bersama dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Whatsapp
Hubungi kami via Messenger