Belum ada di sini. Tambahkan sekarang!

Firman Tuhan Harian - "Makna Menjadi Seorang Pribadi Sejati" - Kutipan 349

Firman Tuhan Harian 381  2020-08-14

Umat manusia telah berkembang melalui puluhan ribu tahun sejarah sehingga berada di tempat seperti sekarang ini. Namun, umat manusia sejati ciptaan-Ku telah lama mengalami kemerosotan. Mereka telah berhenti menjadi manusia seperti yang Aku inginkan, sehingga kemanusiaan seperti yang tampak di mata-Ku, tidak lagi pantas disebut umat manusia. Mereka cenderung menjadi sampah umat manusia dalam cengkeraman Iblis, bagai bangkai busuk berjalan yang berjiwa dan berbaju Iblis. Manusia sedikit pun tidak memercayai keberadaan-Ku, dan mereka tidak menyambut kedatangan-Ku. Umat manusia menanggapi permintaan-Ku dengan enggan, menyetujuinya sementara waktu, dan mereka tidak dengan tulus berbagi suka dan duka bersama-Ku. Karena orang-orang memandang-Ku sebagai sosok misterius, mereka dengan terpaksa berpura-pura tersenyum kepada-Ku, berusaha mengambil hati sosok yang berkuasa. Ini karena manusia tidak memiliki pengetahuan tentang pekerjaan-Ku, terlebih akan apa yang menjadi kehendak-Ku saat ini. Aku akan bersikap jujur kepada engkau sekalian: Apabila waktunya tiba, penderitaan setiap orang yang menyembah-Ku akan lebih ringan daripada penderitaanmu. Tingkat imanmu kepada-Ku sesungguhnya tidak melebihi iman dari Ayub—bahkan iman orang Farisi Yahudi melebihi iman engkau sekalian—dan dengan demikian, jika hari kiamat tiba, penderitaan engkau sekalian akan lebih besar daripada penderitaan kaum Farisi tersebut ketika dicela oleh Yesus, daripada penderitaan 250 pemimpin yang melawan Musa, dan daripada penderitaan Sodom yang terpanggang api kehancuran. Ketika Musa memukul batu, dan air yang dianugerahkan oleh Yahweh tepercik keluar, itu karena imannya. Ketika Daud memainkan lira saat memuji-Ku sebagai Yahweh—dengan hati gembira—itu karena imannya. Ketika Ayub kehilangan ternaknya yang memenuhi pegunungan dan segala kekayaan yang tak terkira jumlahnya, dan tubuhnya dipenuhi dengan barah yang busuk, itu karena imannya. Ketika ia dapat mendengar suara-Ku, Yahweh, dan melihat kemuliaan-Ku, Yahweh, itu karena imannya. Bahwa Petrus dapat mengikut Yesus Kristus, itu karena imannya. Bahwa ia bersedia disalibkan demi Aku dan memberikan kesaksian mulia, itu juga karena imannya. Ketika Yohanes melihat citra mulia Anak Manusia, itu karena imannya. Ketika ia melihat penglihatan akan akhir zaman, itu semata-mata karena imannya. Penyebab mengapa begitu banyak bangsa yang disebut Kafir telah memperoleh pewahyuan-Ku, dan menjadi tahu bahwa Aku telah kembali sebagai manusia untuk melakukan pekerjaan-Ku di antara manusia, itu juga karena iman mereka. Mereka yang tercambuk oleh firman keras-Ku namun juga terhibur olehnya, dan yang diselamatkan—bukankah mereka mendapatkannya karena iman mereka? Mereka yang percaya pada-Ku namun masih mengalami kesusahan, tidakkah mereka juga ditolak oleh dunia? Mereka yang hidup di luar firman-Ku, melarikan diri dari derita ujian, apakah mereka semua tidak terlunta-lunta ke seluruh penjuru dunia? Mereka mirip dedaunan musim gugur yang melayang ke sana kemari, tiada tempat untuk mendarat, terlebih memiliki firman penghiburan-Ku. Walaupun hajaran dan pemurnian-Ku tidak menyertai mereka, bukankah mereka pengemis yang terus berkelana dari satu tempat ke tempat lain, menyusuri jalanan di luar kerajaan surga? Apakah dunia benar milikmu untuk bermukim? Benarkah engkau dengan menghindari hajaran-Ku, dapat memperoleh sedikit senyum kepuasan dari dunia? Sungguhkah engkau dapat menggunakan kenikmatan fanamu untuk menutupi kekosongan hati yang tidak dapat disembunyikan? Engkau dapat membodohi setiap orang dalam keluargamu, namun engkau tidak pernah dapat membodohi-Ku. Karena imanmu terlalu kecil, sampai hari ini, engkau masih tidak berdaya untuk menemukan satu pun kesukaan yang hidup tawarkan. Aku mendesakmu: lebih baik secara tulus menjalani separuh hidupmu demi Aku daripada menghabiskan seluruh hidupmu dalam kehidupan yang biasa saja dan disibukkan oleh pekerjaan kedagingan, dengan menanggung semua penderitaan yang nyaris tak dapat ditanggung oleh manusia. Apa gunanya terlalu memandang tinggi dirimu sendiri dan lari dari hajaran-Ku? Apa gunanya bersembunyi dari hajaran sesaat-Ku hanya untuk menuai rasa malu dan hukuman yang kekal? Pada kenyataannya, Aku tidak memaksa siapa pun untuk tunduk kepada kehendak-Ku. Jika seorang manusia sungguh-sungguh bersedia tunduk kepada semua rencana-Ku, Aku tidak akan memperlakukannya dengan buruk. Namun, Aku mengharuskan semua orang untuk percaya kepada-Ku, seperti Ayub percaya kepada-Ku, Yahweh. Jika iman engkau sekalian melebihi Tomas, iman engkau sekalian akan mendapatkan penghargaan dari-Ku, dalam kesetiaan engkau sekalian, engkau akan mendapatkan kebahagiaan-Ku, dan engkau pasti akan menemukan kemuliaan-Ku dalam hari-hari engkau sekalian. Akan tetapi, orang-orang yang percaya kepada dunia dan percaya kepada setan, telah mengeraskan hatinya, sama seperti penduduk kota Sodom, dengan mata yang kemasukan butiran pasir yang terbawa angin dan tawaran dari setan di mulut mereka, dengan pikiran kotor yang telah lama dimiliki oleh si jahat yang telah merebut dunia. Pikiran mereka hampir sepenuhnya dimiliki oleh setan dari zaman kuno. Karena itu, iman umat manusia telah hilang bersama angin, dan mereka tidak mampu untuk sekedar memperhatikan pekerjaan-Ku. Mereka hanya bisa melakukan upaya lemah untuk mengatasi ataupun menganalisa asal-asalan, karena mereka telah lama dirusak oleh racun Iblis.

Dikutip dari "Makna Menjadi Seorang Pribadi Sejati"

Ketika bencana melanda, bagaimana seharusnya kita orang Kristen menghadapinya? Anda diundang untuk bergabung dengan pertemuan online kami, di mana kita dapat menyelidiki bersama dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Whatsapp
Hubungi kami via Messenger