Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mungkin Manusia yang Telah Membatasi Tuhan dalam Gagasannya Dapat Menerima Penyingkapan Tuhan?" - Kutipan 278

Firman Tuhan Harian 517  2020-06-24

Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mungkin Manusia yang Telah Membatasi Tuhan dalam Gagasannya Dapat Menerima Penyingkapan Tuhan?" - Kutipan 278

Orang Yahudi pada saat itu semua membaca dari Perjanjian Lama dan mengetahui nubuatanYesaya bahwa seorang bayi laki-laki akan dilahirkan di dalam palungan. Lalu, mengapa, dengan pengetahuan ini, mereka tetap menganiaya Yesus? Bukankah ini karena sifat pemberontak dan ketidaktahuan mereka akan pekerjaan Roh Kudus? Pada saat itu, orang Farisi percaya bahwa pekerjaan Yesus tidak seperti yang mereka ketahui tentang bayi laki-laki yang dinubuatkan itu. Manusia masa ini menolak Tuhan karena pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi tidak sesuai dengan Alkitab. Bukankah substansi pemberontakan mereka terhadap Tuhan sama saja? Dapatkah engkau menjadi orang yang menerima tanpa keraguan semua pekerjaan Roh Kudus? Jika ini pekerjaan Roh Kudus, aliran itu benar. Engkau harus menerimanya tanpa keraguan sedikit pun, daripada memilih-milih apa yang harus diterima. Jika engkau memperoleh sedikit pengetahuan dari Tuhan dan berlaku curiga terhadap-Nya, bukankah ini tindakan yang benar-benar tak masuk akal? Hal yang harus engkau lakukan adalah menerima setiap pekerjaan, tanpa perlu mencari bukti lebih jauh dari Alkitab, selama pekerjaan itu berasal dari Roh Kudus, sebab engkau percaya kepada Tuhan untuk mengikuti Dia, bukan untuk menyelidiki-Nya. Engkau tidak perlu mencari bukti lain mengenai Aku untuk menunjukkan bahwa Aku adalah Tuhanmu. Sebaliknya, engkau seharusnya berusaha menilai apakah Aku bermanfaat bagimu. Inilah kuncinya. Sekalipun engkau menemukan banyak bukti tidak terbantahkan dalam Alkitab, hal itu tak dapat membawamu seutuhnya ke hadapan-Ku. Engkau adalah orang yang hidup dalam kungkungan Alkitab, dan bukan di hadapan-Ku. Alkitab tak dapat menolongmu mengenal-Ku maupun memperdalam kasihmu kepada-Ku. Meskipun Alkitab menubuatkan seorang bayi laki-laki akan lahir, tak seorang pun dapat menyelami di dalam siapa nubuat ini akan digenapi, sebab manusia tidak memahami pekerjaan Tuhan, dan inilah yang membuat orang Farisi menentang Yesus. Beberapa orang mengetahui bahwa pekerjaan-Ku berkaitan dengan kepentingan manusia, tetapi mereka terus meyakini bahwa Yesus dan Aku adalah dua pribadi yang sama sekali terpisah dan bertentangan satu sama lain. Pada waktu itu, Yesus hanya menyampaikan kepada murid-muridnya serangkaian khotbah pada Zaman Kasih Karunia, misalnya cara melakukan, berkumpul, cara meminta dalam doa, cara memperlakukan orang lain, dan sebagainya. Pekerjaan yang dilakukan-Nya adalah pekerjaan Zaman Kasih Karunia, dan Ia hanya menguraikan bagaimana seharusnya murid-murid dan orang-orang yang mengikuti-Nya melakukannya. Ia hanya melakukan pekerjaan Zaman Kasih Karunia, dan sama sekali tidak melakukan pekerjaan akhir zaman. Ketika Yahweh menurunkan hukum Taurat Perjanjian Lama pada Zaman Hukum Taurat, mengapa Ia tidak melakukan pekerjaan Zaman Kasih Karunia pada waktu itu? Mengapa Ia tidak menjelaskan lebih dahulu pekerjaan Zaman Kasih Karunia? Bukankah hal itu akan membantu penerimaan manusia? Ia hanya menubuatkan bahwa seorang bayi laki-laki akan lahir dan berkuasa, tetapi Ia tidak melakukan lebih dahulu pekerjaan Zaman Kasih Karunia. Pekerjaan Tuhan dalam setiap zaman memiliki batasan-batasan yang jelas; Ia hanya melakukan pekerjaan zaman sekarang dan tidak pernah melakukan pekerjaan zaman selanjutnya terlebih dahulu. Hanya dengan cara inilah pekerjaan-Nya yang mewakili setiap zaman diperlihatkan. Yesus hanya berbicara tentang tanda-tanda akhir zaman, bagaimana cara untuk dapat bersabar dan dapat diselamatkan, bagaimana cara bertobat dan mengaku dosa, serta bagaimana cara memikul salib dan menanggung penderitaan. Tidak pernah Ia berbicara mengenai perkara-perkara yang harus dimasuki manusia pada akhir zaman atau bagaimana cara agar dapat memuaskan kehendak Tuhan. Dengan demikian, bukankah suatu tindakan yang keliru bila mencari pekerjaan Tuhan pada akhir zaman dalam Alkitab? Apa yang dapat engkau pahami dengan sekadar memegang Alkitab di tanganmu? Entah penafsir Alkitab atau pengkhotbah, siapa yang dapat mengetahui lebih dahulu pekerjaan yang terjadi saat ini?

Dikutip dari "Bagaimana Mungkin Manusia yang Telah Membatasi Tuhan dalam Gagasannya Dapat Menerima Penyingkapan Tuhan?"

Ketika bencana melanda, bagaimana seharusnya kita orang Kristen menghadapinya? Anda diundang untuk bergabung dengan pertemuan online kami, di mana kita dapat menyelidiki bersama dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Whatsapp
Hubungi kami via Messenger