Belum ada di sini. Tambahkan sekarang!

Lagu Rohani Kristen 2020 - Persembahkan Korban Paling Berharga kepada Tuhan

Lagu Rohani Kristen 2020 - Persembahkan Korban Paling Berharga kepada Tuhan


Setelah bertahun-tahun berlalu,

setelah mengalami beratnya pemurnian dan hajaran,

manusia menjadi letih,

manusia menjadi letih.

Meskipun manusia telah kehilangan "kemuliaan" dan "keromantisan" masa lampau,

tanpa diketahuinya,

ia mulai memahami prinsip tentang perilaku manusia,

dan mulai menghargai tahun-tahun pengabdian Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia,

dan mulai menghargai tahun-tahun pengabdian Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia.


Manusia perlahan-lahan mulai membenci kebrutalannya sendiri.

Ia mulai membenci betapa liarnya dia,

dan semua kesalahpahamannya terhadap Tuhan,

serta tuntutan-tuntutannya yang tidak masuk akal terhadap-Nya.

Waktu tidak dapat diputar kembali.

Peristiwa masa lalu menjadi kenangan yang sangat disesalkan bagi manusia,

dan perkataan serta kasih Tuhan menjadi kekuatan pendorong dalam kehidupan baru manusia.

Waktu tidak dapat diputar kembali.

Peristiwa masa lalu menjadi kenangan yang sangat disesalkan bagi manusia,

dan perkataan serta kasih Tuhan menjadi kekuatan pendorong dalam kehidupan baru manusia.


Luka batin manusia semakin pulih hari demi hari, kekuatannya kembali,

dan ia bangkit dan memandang wajah Yang Mahakuasa ...

dan mendapati bahwa Dia selalu berada di sisiku,

dan senyuman dan raut wajah-Nya yang indah masih begitu menggetarkan perasaan.

Hati-Nya masih menaruh perhatian pada umat manusia yang diciptakan-Nya,

dan tangan-Nya masih sehangat dan sekuat semula.


Seolah-olah manusia kembali lagi ke Taman Eden,

tetapi kali ini manusia tidak lagi mendengarkan godaan si ular,

tidak lagi berpaling dari wajah Yahweh.

Manusia berlutut di hadapan Tuhan,

melihat wajah Tuhan yang tersenyum,

dan memberikan pengorbanannya yang paling berharga—

Oh! Tuhanku, Tuhanku!

Manusia berlutut di hadapan Tuhan,

melihat wajah Tuhan yang tersenyum,

dan memberikan pengorbanannya yang paling berharga—

Oh! Tuhanku, Tuhanku!

Manusia berlutut di hadapan Tuhan,

melihat wajah Tuhan yang tersenyum,

dan memberikan pengorbanannya yang paling berharga—

Oh! Tuhanku, Tuhanku!

Oh! Tuhanku, Tuhanku!


dari "Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru"

Ketika bencana melanda, bagaimana seharusnya kita orang Kristen menghadapinya? Anda diundang untuk bergabung dengan pertemuan online kami, di mana kita dapat menyelidiki bersama dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Whatsapp
Hubungi kami via Messenger