Belum ada di sini. Tambahkan sekarang!

Firman Tuhan Harian - "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" - Kutipan 103

Firman Tuhan Harian 484  2020-07-15

Apakah pada tahap ini Tuhan yang berinkarnasi mengalami kesukaran, atau melakukan pelayanan-Nya, Ia melakukannya untuk melengkapi makna dari inkarnasi, karena ini merupakan inkarnasi Tuhan yang terakhir. Tuhan hanya dapat berinkarnasi dua kali. Tidak ada yang ketiga. Inkarnasi yang pertama adalah laki-laki, inkarnasi yang kedua adalah perempuan, dan dengan demikian citra daging Tuhan pun lengkap dalam pikiran manusia. Selain itu, kedua inkarnasi telah menyelesaikan pekerjaan Tuhan dalam daging. Pertama kalinya Tuhan berinkarnasi, Ia memiliki kemanusiaan yang normal, untuk melengkapi makna inkarnasi. Kali ini pun Ia memiliki kemanusiaan yang normal, namun makna dari inkarnasi ini berbeda: Maknanya lebih dalam, dan pekerjaan-Nya pun memiliki makna penting yang lebih mendalam. Alasan Tuhan kembali menjadi daging adalah untuk melengkapi makna inkarnasi. Ketika Tuhan telah sepenuhnya mengakhiri tahap pekerjaan-Nya ini, seluruh makna inkarnasi, yaitu, pekerjaan Tuhan dalam daging, akan menjadi lengkap, dan tidak akan ada lagi pekerjaan yang dilakukan dalam daging. Artinya, mulai dari sekarang Tuhan tidak akan pernah lagi datang ke dalam daging untuk melakukan pekerjaan-Nya. Hanya untuk menyelamatkan dan menyempurnakan umat manusialah Tuhan melakukan pekerjaan inkarnasi. Dengan kata lain, bukan sesuatu yang biasa bagi Tuhan untuk datang dalam daging, kecuali untuk melakukan pekerjaan. Dengan datang dalam daging untuk bekerja, Ia menunjukkan kepada Iblis bahwa Tuhan adalah daging, manusia normal, manusia biasa—namun Ia dapat memerintah atas dunia, dapat mengalahkan Iblis, menebus umat manusia, menaklukkan umat manusia! Tujuan pekerjaan Iblis adalah merusak umat manusia, sementara tujuan pekerjaan Tuhan adalah menyelamatkan umat manusia. Iblis menjebak manusia ke dalam jurang tak berdasar, sementara Tuhan menyelamatkannya dari sana. Iblis membuat semua manusia menyembahnya, sementara Tuhan membuat mereka tunduk kepada kekuasaan-Nya, karena Dia adalah Tuhan atas ciptaan. Semua pekerjaan ini dicapai melalui kedua inkarnasi Tuhan. Daging-Nya pada hakikatnya merupakan persatuan antara kemanusiaan dan keilahian dan memiliki kemanusiaan yang normal. Jadi, tanpa daging inkarnasi Tuhan, Tuhan tidak akan mendapatkan hasil apa-apa dalam menyelamatkan umat manusia, dan tanpa kemanusiaan yang normal dari daging-Nya, pekerjaan-Nya dalam daging tetap tidak bisa berhasil. Hakikat inkarnasi Tuhan adalah Ia harus memiliki kemanusiaan yang normal; karena jika tidak, akan bertentangan dengan maksud Tuhan yang semula dalam berinkarnasi.

Dikutip dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika bencana melanda, bagaimana seharusnya kita orang Kristen menghadapinya? Anda diundang untuk bergabung dengan pertemuan online kami, di mana kita dapat menyelidiki bersama dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Whatsapp
Hubungi kami via Messenger