2. Yang dimaksud dengan perbuatan jahat dan cara perbuatan jahat diwujudkan

2. Yang dimaksud dengan perbuatan jahat dan cara perbuatan jahat diwujudkan

Firman Tuhan yang Relevan:

Standar apa yang digunakan untuk menilai apakah perbuatan seseorang itu baik atau buruk? Itu tergantung pada apakah engkau, dalam pemikiran, ungkapan, dan tindakanmu, memiliki kesaksian dalam hal menerapkan kebenaran dan hidup dalam kebenaran kenyataan atau tidak. Jika engkau tidak memiliki kenyataan ini atau tidak hidup di dalamnya, engkau pastilah seorang pelaku kejahatan. Bagaimana Tuhan memandang pelaku kejahatan? Pemikiran dan tindakan lahiriahmu tidak menjadi kesaksian untuk Tuhan, juga tidak mempermalukan atau mengalahkan Iblis; sebaliknya, pemikiran dan tindakan lahiriahmu mempermalukan Tuhan, dan penuh dengan tanda-tanda yang menyebabkan Tuhan menjadi malu. Engkau tidak bersaksi bagi Tuhan, tidak mengorbankan dirimu untuk Tuhan, engkau juga tidak memenuhi tanggung jawab dan kewajibanmu kepada Tuhan; sebaliknya, engkau bertindak demi kepentinganmu sendiri. Apa arti dari "demi kepentinganmu sendiri"? Demi Iblis. Karena itu, pada akhirnya, Tuhan akan berkata, "Pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan." Di mata Tuhan, engkau belum melakukan perbuatan baik, tetapi sebaliknya, perilakumu telah berubah menjadi jahat. Engkau tidak akan diberi upah dan Tuhan tidak akan mengingatmu. Bukankah ini sama sekali sia-sia?

Dikutip dari "Serahkanlah Hatimu yang Sejati kepada Tuhan, maka Engkau Dapat Memperoleh Kebenaran" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Watak manusia telah menjadi sangat jahat, akalnya telah menjadi sangat tumpul, dan hati nuraninya telah sepenuhnya diinjak-injak oleh si jahat dan sudah sejak lama bukan lagi merupakan hati nurani manusia yang asli. Manusia bukan saja tidak tahu berterima kasih kepada Tuhan yang berinkarnasi karena melimpahkan begitu banyak kasih karunia dan hidup kepada umat manusia, tetapi mereka bahkan merasa benci kepada Tuhan karena memberi kepada mereka kebenaran; itu karena manusia tidak memiliki sedikit pun ketertarikan pada kebenaran sehingga dia menjadi semakin membenci Tuhan. Manusia bukan saja tak mampu menyerahkan hidupnya bagi Tuhan yang berinkarnasi, tetapi mereka juga berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari-Nya, dan menuntut keuntungan yang puluhan kali lebih besar dari apa yang telah manusia berikan kepada Tuhan. Orang yang memiliki hati nurani dan akal seperti itu mengira bahwa ini bukan masalah besar, dan tetap saja percaya bahwa mereka telah berkorban begitu banyak untuk Tuhan, dan bahwa Tuhan telah memberi kepada mereka terlalu sedikit. Ada orang-orang yang setelah memberi-Ku semangkuk air, mengulurkan tangan mereka dan meminta-Ku membayar mereka seharga dua mangkuk susu, atau memberi-Ku sebuah kamar untuk satu malam, tetapi menuntut-Ku membayar sewa untuk beberapa malam. Dengan kemanusiaan seperti itu, dan hati nurani seperti itu, bagaimana mungkin engkau semua masih ingin mendapatkan kehidupan? Engkau sungguh makhluk celaka yang hina! Kemanusiaan semacam ini dalam diri manusia dan hati nurani semacam ini dalam diri manusia adalah penyebab Tuhan yang berinkarnasi harus mengembara ke seluruh penjuru negeri, tanpa menemukan tempat untuk berteduh. Mereka yang benar-benar memiliki hati nurani dan kemanusiaan seharusnya menyembah dan dengan sepenuh hati melayani Tuhan yang berinkarnasi bukan karena seberapa banyak pekerjaan yang telah Dia lakukan, tetapi bahkan seandainya Dia tidak melakukan pekerjaan sama sekali. Inilah yang seharusnya dilakukan oleh mereka yang memiliki akal yang sehat, dan inilah tugas manusia. Kebanyakan orang bahkan membicarakan tentang syarat dalam pelayanan mereka kepada Tuhan: mereka tidak peduli apakah Dia adalah Tuhan ataukah manusia, dan mereka hanya membicarakan tentang syarat mereka sendiri, dan hanya berusaha memuaskan keinginan mereka sendiri. Ketika engkau memasak untuk-Ku, engkau menagih biaya pelayanan, ketika engkau berlari untuk-Ku, engkau meminta upah lari, ketika engkau bekerja untuk-Ku, engkau menuntut upah kerja, ketika engkau mencuci pakaian-Ku, engkau menagih upah mencuci, ketika engkau menyediakan kebutuhan gereja engkau menuntut biaya pemulihan, ketika engkau berbicara, engkau menuntut upah pembicara, ketika engkau memberikan buku-buku, engkau menuntut biaya distribusi, dan ketika engkau menulis, engkau menuntut upah menulis. Mereka yang telah Aku tangani bahkan menuntut imbalan dari-Ku, sementara mereka yang telah dipulangkan menuntut ganti rugi atas kerusakan pada nama mereka; mereka yang belum menikah menuntut mas kawin, atau ganti rugi untuk masa muda mereka yang hilang; mereka yang membunuh ayam menuntut upah tukang daging, mereka yang menggoreng makanan menuntut upah menggoreng, dan mereka yang membuat sup menuntut pembayaran untuk itu juga .... Inilah kemanusiaanmu yang luhur dan kuat itu, dan inilah tindakan yang ditentukan oleh hati nuranimu yang hangat itu. Di manakah akalmu? Di manakah kemanusiaanmu? Biar Kuberitahukan kepadamu! Jika engkau terus seperti ini, Aku akan berhenti bekerja di antaramu. Aku tidak akan bekerja di antara kawanan binatang liar dalam wujud manusia, Aku tidak akan menderita demi sekelompok orang yang wajah lembutnya menyembunyikan hati yang liar, Aku tidak akan menanggung derita demi sekawanan hewan seperti itu yang sama sekali tidak memiliki sedikit pun kemungkinan untuk diselamatkan. Hari ketika Aku memalingkan diri-Ku darimu adalah hari ketika engkau semua mati, itu adalah hari ketika kegelapan mendatangimu, dan hari ketika engkau semua ditinggalkan oleh terang! Biar Kuberitahukan kepadamu! Aku tidak akan pernah berbaik hati kepada kelompok orang seperti dirimu, sekelompok orang yang bahkan lebih rendah dari binatang! Ada batas untuk firman dan tindakan-Ku, dan dengan kemanusiaan dan hati nuranimu yang seperti itu, Aku tidak akan melakukan lebih banyak pekerjaan, karena engkau semua terlalu kurang memiliki hati nurani, engkau semua telah membuat-Ku menanggung terlalu banyak rasa sakit, dan perilaku tercelamu terlalu menjijikkan bagi-Ku. Orang-orang yang begitu kurang dalam kemanusiaan dan hati nurani tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk diselamatkan; Aku tidak akan pernah menyelamatkan orang yang tidak berperasaan dan tidak tahu berterima kasih seperti itu. Ketika hari-Ku tiba, Aku akan selamanya menghujankan nyala api-Ku yang menghanguskan ke atas anak-anak ketidaktaatan yang pernah membangkitkan murka-Ku yang ganas, Aku akan menjatuhkan hukuman kekal-Ku kepada semua binatang tersebut yang pernah melontarkan makian kepada-Ku dan meninggalkan-Ku, dengan api amarah-Ku Aku akan terus-menerus membakar anak-anak ketidaktaatan yang pernah makan dan hidup bersama-Ku tetapi tidak percaya kepada-Ku, yang menghina dan mengkhianati Aku. Aku akan menjatuhkan hukuman-Ku kepada semua orang yang membangkitkan kemarahan-Ku, Aku akan menghujankan seluruh amarah-Ku ke atas binatang-binatang tersebut yang pernah ingin berdiri setara di samping-Ku tetapi tidak menyembah atau menaati-Ku; tongkat yang Aku gunakan untuk memukul manusia akan dihantamkan kepada semua binatang itu yang pernah menikmati pemeliharaan-Ku dan pernah menikmati segala misteri yang Aku ucapkan, dan yang pernah berusaha mengambil kenikmatan materiel dari Aku. Aku tidak akan mengampuni siapa pun yang mencoba untuk mengambil tempat-Ku; Aku tidak akan mengampuni siapa pun yang berusaha merebut makanan dan pakaian dari-Ku. Untuk saat ini, engkau semua tetap bebas dari bahaya dan terus melewati batas dalam tuntutan yang engkau semua ajukan kepada-Ku. Ketika hari kemurkaan tiba, engkau semua tidak akan lagi mengajukan tuntutan terhadap-Ku; pada saat itu, Aku akan membiarkanmu "menikmati" dirimu sendiri sepuas hatimu, Aku akan memaksa wajahmu untuk tunduk hingga ke tanah, dan engkau semua tidak akan pernah bisa bangun lagi! Cepat atau lambat, Aku akan "melunasi" utang ini kepadamu—dan Aku berharap engkau semua sabar menunggu kedatangan hari ini.

Dikutip dari "Memiliki Watak yang Tidak Berubah Berarti Memusuhi Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Aku telah mengungkapkan begitu banyak firman, dan telah pula mengungkapkan kehendak dan watak-Ku, meskipun demikian, manusia masih saja tidak dapat mengenal-Ku dan memercayai-Ku. Dengan kata lain, mereka tetap saja tidak mampu menaati-Ku. Orang-orang yang hidup dalam Alkitab, orang-orang yang hidup di dalam hukum Taurat, orang-orang yang hidup berdasarkan salib, orang-orang yang hidup menurut doktrin, orang-orang yang hidup di tengah pekerjaan yang Kulakukan sekarang—yang mana di antara mereka yang sesuai dengan-Ku? Engkau semua hanya berpikir tentang menerima berkat dan upah, tetapi tidak pernah memikirkan bagaimana sebenarnya dapat sesuai dengan-Ku, atau bagaimana mencegah dirimu dari melawan-Ku. Aku sangat kecewa kepadamu, sebab Aku telah memberi begitu banyak kepadamu, tetapi Aku mendapatkan begitu sedikit darimu. Tipu dayamu, kecongkakanmu, keserakahanmu, keinginanmu yang berlebihan, pengkhianatanmu, ketidaktaatanmu—yang mana di antara semua ini yang dapat luput dari perhatian-Ku? Engkau semua sembrono terhadap-Ku, membodohi-Ku, menghina-Ku, memperdayai-Ku, menuntut-Ku dan memeras-Ku dalam hal korban—bagaimana mungkin kejahatan seperti ini luput dari penghukuman-Ku? Semua kejahatanmu ini adalah bukti permusuhanmu terhadap-Ku dan adalah bukti ketidaksesuaianmu dengan-Ku. Setiap orang di antaramu yakin bahwa engkau semua sangat sesuai dengan-Ku, tetapi jika memang demikian adanya, lalu kepada siapakah bukti yang tak terbantahkan itu ditujukan? Engkau semua yakin dirimu memiliki ketulusan dan kesetiaan paling besar kepada-Ku. Engkau semua menganggap dirimu begitu baik hati, penuh belas kasihan, dan telah sangat berbakti kepada-Ku. Engkau semua berpikir bahwa engkau telah berbuat cukup banyak untuk-Ku. Namun pernahkah engkau semua membandingkan keyakinan ini dengan perilakumu sendiri? Kukatakan bahwa engkau sangat angkuh, sangat serakah, sangat asal-asalan; tipu daya yang kaupakai untuk membodohi-Ku sangat cerdik, dan engkau memiliki banyak niat dan cara yang keji. Kesetiaanmu terlalu kecil, kesungguhanmu terlalu remeh, dan hati nuranimu bahkan sangat kurang. Ada terlalu banyak kejahatan di dalam hatimu, dan tak seorang pun yang terluput dari kejahatanmu, bahkan Aku pun tidak. Engkau mengesampingkan-Ku demi kepentingan anak-anakmu, atau suamimu, atau demi kepentinganmu sendiri. Bukannya memedulikan Aku, engkau malah mengurusi keluargamu, anak-anakmu, statusmu, masa depanmu, dan kepuasanmu sendiri. Kapan engkau pernah memikirkan-Ku ketika engkau berbicara atau bertindak? Pada hari-hari yang dingin, pikiran engkau semua tertuju kepada anak-anak, suami, istri, atau orang tuamu. Pada hari-hari yang panas, Aku juga tidak mendapat tempat dalam pikiranmu. Saat melakukan tugasmu, engkau memikirkan kepentinganmu sendiri, keselamatanmu sendiri, anggota keluargamu. Apa yang pernah kaulakukan yang adalah untuk-Ku? Kapan engkau pernah memikirkan-Ku? Kapan engkau pernah mengabdikan dirimu, berapa pun harganya, untuk-Ku dan pekerjaan-Ku? Mana bukti kesesuaianmu dengan-Ku? Mana kenyataan kesetiaanmu kepada-Ku? Mana kenyataan ketaatanmu kepada-Ku? Kapan niatmu pernah bukan demi mendapatkan berkat-Ku? Engkau semua membodohi dan menipu-Ku, engkau semua bermain-main dengan kebenaran, engkau menutupi keberadaan kebenaran, dan mengkhianati hakikat kebenaran. Apa yang menantikanmu di masa depan dengan menentang-Ku seperti ini? Engkau hanya mencari kesesuaian dengan Tuhan yang samar, dan hanya mencari kepercayaan yang samar, tetapi engkau tidak sesuai dengan Kristus. Tidakkah kejahatanmu akan menerima pembalasan yang setimpal seperti yang selayaknya diterima orang fasik? Pada waktu itu, engkau semua akan menyadari bahwa tak seorang pun yang tidak sesuai dengan Kristus dapat luput pada hari kemurkaan, dan engkau semua akan melihat jenis pembalasan yang akan ditimpakan atas orang-orang yang bertentangan dengan Kristus.

Dikutip dari "Engkau Harus Mencari Cara agar Sesuai dengan Kristus" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Jika engkau menggunakan pemahamanmu sendiri untuk mengukur dan membatasi Tuhan, seolah-olah Tuhan adalah patung tanah liat yang tidak berubah, dan jika engkau sepenuhnya membatasi Tuhan dengan menggunakan batasan Alkitab dan menempatkan Dia dalam suatu lingkup kerja yang terbatas, ini membuktikan bahwa engkau semua telah mengutuk Tuhan. Karena orang Yahudi di zaman Perjanjian Lama menganggap Tuhan sebagai berhala, suatu wujud tak berubah yang mereka simpan di dalam hati mereka, seolah-olah Tuhan hanya bisa disebut Mesias, dan hanya Dia yang disebut Mesias yang bisa menjadi Tuhan, dan karena manusia melayani dan menyembah Tuhan seolah-olah Dia adalah patung tanah liat (tak bernyawa), mereka memaku Yesus saat itu di kayu salib, menjatuhkan hukuman mati kepada-Nya—dengan demikian Yesus yang tidak bersalah itu pun dihukum mati. Tuhan sama sekali tidak bersalah atas pelanggaran apa pun, tetapi manusia menolak mengampuni-Nya, dan bersikeras menjatuhkan hukuman mati kepada-Nya, sehingga Yesus pun disalibkan. Manusia selalu yakin bahwa Tuhan tidak berubah, dan membatasi Dia berdasarkan dari satu kitab saja, yaitu Alkitab, seolah-olah manusia memiliki pemahaman yang sempurna tentang pengelolaan Tuhan, seolah-olah manusia sudah memegang segala sesuatu yang Tuhan kerjakan dalam genggaman tangannya. Manusia sangat tidak masuk akal, sangat congkak, dan mereka semua ahli membesar-besarkan perkara. Betapapun hebatnya pengetahuanmu tentang Tuhan, Aku tetap berkata bahwa engkau tidak mengenal Dia, bahwa engkau adalah orang yang paling menentang Tuhan, dan bahwa engkau telah mengutuk Tuhan, karena engkau sama sekali tidak sanggup menaati pekerjaan Tuhan dan berjalan di jalan untuk disempurnakan Tuhan. Mengapa Tuhan tidak pernah puas dengan tindakan manusia? Karena manusia tidak mengenal Tuhan, karena manusia mempunyai terlalu banyak gagasan, dan karena pengetahuannya akan Tuhan sama sekali tidak selaras dengan kenyataan, melainkan secara membosankan mengulang-ulang tema yang sama tanpa variasi serta menggunakan pendekatan yang sama untuk setiap situasi. Karena itu, setelah turun ke bumi di zaman sekarang ini, Tuhan sekali lagi dipaku di kayu salib oleh manusia. Manusia sungguh kejam! Kelicikan dan intrik, perampasan dan perebutan satu sama lain, persaingan demi ketenaran dan kekayaan, pembantaian satu sama lain—kapankah semuanya ini akan berakhir? Sekalipun Tuhan telah mengucapkan ratusan ribu kata, tak seorang pun yang tersadar. Manusia bertindak hanya demi kepentingan keluarga dan putra-putri mereka, demi karier, prospek masa depan, kedudukan, kesombongan, dan uang, demi makanan, pakaian, dan kedagingan mereka. Namun adakah seorang pun yang tindakannya benar-benar demi kepentingan Tuhan? Bahkan di antara mereka yang bertindak demi Tuhan, hanya sedikit yang mengenal Tuhan. Berapa banyak orang yang tidak bertindak demi kepentingan diri mereka sendiri? Berapa banyak yang tidak menindas atau mengucilkan sesamanya untuk melindungi kedudukan mereka sendiri? Untuk alasan ini, Tuhan telah dijatuhi hukuman mati secara paksa berkali-kali, dan hakim kejam yang tak terhitung banyaknya telah menghukum Dia dan sekali lagi memakukan Dia di kayu salib. Berapa banyak yang bisa disebut orang benar karena mereka benar-benar bertindak demi Tuhan?

Dikutip dari "Orang Jahat Pasti akan Dihukum" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Saat ini, engkau menyaksikan begitu banyak perbuatan Tuhan, tetapi engkau tetap menolak, memberontak, dan tidak tunduk; engkau menyimpan banyak hal di dalam dirimu dan melakukan apa pun yang engkau inginkan. Engkau mengikuti nafsu dan pilihanmu sendiri; ini semua adalah pemberontakan dan penentangan. Kepercayaan apa pun kepada Tuhan demi kedagingan dan nafsu manusia, juga demi kesukaan diri sendiri, dunia, dan Iblis, adalah cemar; itu bersifat menentang dan memberontak. Dewasa ini, ada segala macam kepercayaan yang berbeda-beda: beberapa orang mencari tempat berlindung dari bencana, dan yang lain berusaha mendapatkan berkat; beberapa ada yang ingin memahami berbagai misteri, sementara yang lain mencari uang. Semua ini adalah bentuk penentangan dan semuanya adalah penghujatan! Mengatakan bahwa seseorang menentang atau memberontak—bukankah ini mengacu pada perilaku semacam itu? Banyak orang hari-hari ini bersungut-sungut, mengeluh, atau bersikap menghakimi. Itu semua adalah hal-hal yang dilakukan oleh orang jahat; itu adalah contoh-contoh penentangan dan pemberontakan manusia. Orang-orang seperti itu dikuasai dan dipenuhi oleh Iblis.

Dikutip dari "Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana Seluruh Umat Manusia Telah Berkembang Hingga Hari Ini" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Mereka di antara saudara-saudari yang selalu menyebarkan kenegatifan mereka adalah kaki tangan Iblis dan mereka mengacaukan gereja. Orang-orang seperti ini suatu hari kelak harus diusir dan disingkirkan. Dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan, jika orang tidak memiliki hati yang menghormati Tuhan, jika mereka tidak memiliki hati yang taat kepada Tuhan, mereka bukan saja tidak akan mampu melakukan pekerjaan apa pun bagi-Nya, tetapi justru sebaliknya, mereka akan menjadi orang-orang yang mengganggu pekerjaan Tuhan dan yang menentang Dia. Percaya kepada Tuhan, tetapi tidak menaati ataupun menghormati-Nya, dan malah menentang Dia, adalah hal paling memalukan sebagai orang percaya. Apabila orang-orang percaya hanya asal-asalan dan tidak menjaga perkataan dan tingkah laku mereka, sama seperti orang tidak percaya, maka mereka bahkan lebih jahat daripada orang tidak percaya; mereka tipikal setan. Mereka yang menyebarkan omongan beracun dan jahat di dalam gereja, mereka yang menyebarkan rumor, menimbulkan ketidakharmonisan, dan membentuk kelompok-kelompok ekslusif di antara saudara-saudari—mereka haruslah diusir dari gereja. Namun, karena saat ini adalah masa pekerjaan Tuhan yang berbeda, orang-orang ini dibatasi, sebab mereka pasti menghadapi penyisihan. Semua orang yang telah dirusak oleh Iblis memiliki watak yang rusak. Beberapa orang semata-mata memiliki watak yang rusak, sementara beberapa orang lainnya berbeda: mereka bukan saja memiliki watak Iblis yang rusak, tetapi natur mereka juga luar biasa jahat. Bukan saja perkataan dan perbuatan mereka menyingkapkan watak Iblis dan rusak mereka; lebih dari itu, orang-orang ini adalah Iblis si setan yang asli. Perilaku mereka mengganggu dan mengacaukan pekerjaan Tuhan, menghalangi jalan masuk saudara-saudari ke dalam kehidupan, dan menghancurkan kehidupan bergereja yang normal. Cepat atau lambat, serigala-serigala berbulu domba ini harus disingkirkan; sikap yang tak kenal ampun, sikap penolakan, harus diterapkan atas para kaki tangan Iblis ini. Hanya inilah artinya berdiri di pihak Tuhan, dan mereka yang gagal melakukannya sedang berkubang dalam lumpur bersama Iblis.

Dikutip dari "Peringatan Bagi Orang yang Tidak Melakukan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Setiap gereja memiliki jemaat yang mendatangkan masalah bagi gereja atau ikut campur dalam pekerjaan Tuhan. Mereka semua adalah Iblis yang telah menyusupi rumah Tuhan dengan menyamar. Orang-orang seperti itu sangat mahir bersandiwara: mereka datang dengan penuh hormat ke hadapan-Ku, menunduk dan membungkuk, hidup layaknya anjing kudisan, dan mempersembahkan "segalanya" demi mencapai tujuan pribadi mereka—tetapi di hadapan saudara-saudari, mereka menunjukkan sisi buruk mereka. Ketika melihat orang-orang yang melakukan kebenaran, mereka menyerang dan mendorong orang-orang itu agar tersingkir; ketika melihat orang-orang yang lebih hebat dari diri mereka, mereka menyanjung dan memuji orang-orang itu. Mereka berkeliaran dalam gereja. Dapat dikatakan bahwa para "perundung lokal", para "anjing piaraan" seperti ini, ada di kebanyakan gereja. Mereka bertindak jahat bersama-sama, saling mengedip dan memberi kode rahasia, dan tak seorang pun di antara mereka yang melakukan kebenaran. Siapa pun yang paling berbisa, dialah "kepala setan", dan siapa pun yang paling bergengsi, memimpin mereka, mengibarkan panji mereka tinggi-tinggi. Orang-orang ini merajalela di gereja, menyebarkan kenegatifan mereka, menghembuskan kematian, melakukan dan mengatakan apa pun sesuka mereka, dan tak seorang pun yang berani menghentikan mereka. Mereka meluap-luap dengan watak Iblis. Begitu mereka mulai menimbulkan kekacauan, hawa kematian langsung masuk ke dalam gereja. Orang-orang dalam gereja yang melakukan kebenaran disingkirkan, tidak mampu untuk memberikan yang terbaik, sementara mereka yang mengganggu gereja dan menyebarkan kematian merajalela di dalamnya—dan lebih dari itu, sebagian besar orang mengikuti mereka. Gereja seperti ini benar-benar dikuasai Iblis; Iblislah raja mereka. Apabila jemaat tidak bangkit dan menolak kepala setan ini, cepat atau lambat mereka juga akan hancur. Mulai sekarang, harus ada tindakan tegas terhadap gereja-gereja semacam ini. Jika orang-orang yang mampu melakukan sedikit kebenaran tidak berusaha untuk melakukannya, gereja itu akan dihapuskan. Jika suatu gereja tidak memiliki seorang pun yang bersedia melakukan kebenaran dan tak seorang pun yang bisa memberikan kesaksian bagi Tuhan, gereja tersebut haruslah sepenuhnya dikucilkan, dan hubungannya dengan gereja-gereja lain harus diputuskan. Ini disebut "mengubur kematian"; inilah artinya mengusir Iblis. Jika di sebuah gereja terdapat beberapa perundung lokal, dan mereka diikuti oleh "lalat-lalat kecil" yang sama sekali tidak memiliki ketajaman rohani, dan jika para jemaat, bahkan setelah memahami kebenaran, tetap tidak mampu menolak belenggu dan manipulasi dari para perundung ini, maka semua orang bodoh ini akan disingkirkan pada akhirnya. Lalat-lalat kecil ini mungkin tidak melakukan sesuatu yang mengerikan, tetapi mereka bahkan lebih curang, lebih licik, dan pintar mengelak, dan setiap orang yang seperti ini akan disingkirkan. Tak seorang pun yang akan tersisa!

Dikutip dari "Peringatan Bagi Orang yang Tidak Melakukan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Banyak orang di belakang-Ku mendambakan berkat berupa status, mereka melahap makanan dengan rakus, mereka suka tidur dan memberi perhatian kepada daging, selalu takut bahwa tidak ada jalan keluar bagi daging. Mereka tidak melakukan fungsi normal mereka di gereja, melainkan menjadi pembonceng, atau menasihati saudara-saudari mereka dengan menggunakan firman-Ku, mereka memerintah orang lain dari posisi otoritas. Orang-orang ini terus berkata bahwa mereka sedang melakukan kehendak Tuhan, mereka selalu berkata bahwa mereka adalah sahabat karib Tuhan—bukankah ini menggelikan? Jika engkau memiliki niat yang benar, tetapi tidak mampu melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, artinya engkau sedang bersikap bodoh; tetapi jika niatmu tidak benar, dan engkau tetap berkata bahwa engkau melayani Tuhan, artinya engkau adalah orang yang menentang Tuhan, dan engkau patut dihukum oleh Tuhan! Aku tidak punya simpati terhadap orang semacam itu! Di rumah Tuhan, mereka adalah pembonceng, selalu mendambakan kenyamanan daging, dan tidak memperhatikan kepentingan Tuhan. Mereka selalu mencari apa yang baik untuk mereka, dan mereka tidak menghiraukan kehendak Tuhan. Mereka tidak menerima pemeriksaan Roh Tuhan dalam apa pun yang mereka lakukan. Mereka selalu mengatur siasat dan memperdaya saudara-saudari mereka dan bermuka dua, seperti seekor rubah di kebun anggur, selalu mencuri anggur dan menginjak-injak kebun anggur. Mungkinkah orang seperti itu menjadi sahabat karib Tuhan? Apakah engkau layak menerima berkat Tuhan? Engkau tidak bertanggung jawab atas hidupmu dan gereja, apakah engkau layak menerima amanat Tuhan? Siapa berani memercayai seseorang sepertimu? Jika engkau melayani seperti ini, mungkinkah Tuhan berani memercayakan kepadamu tugas yang lebih besar? Bukankah ini menyebabkan penundaan pada pekerjaan?

Dikutip dari "Bagaimana Melayani dalam Keselarasan dengan Kehendak Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Mereka yang hanya memikirkan dagingnya dan yang menikmati kenyamanan; mereka yang sepertinya percaya tetapi tidak benar-benar percaya; mereka yang terlibat dalam perdukunan dan sihir; mereka yang kacau balau, compang-camping dan lusuh; mereka yang mencuri persembahan bagi Yahweh dan harta milik-Nya; mereka yang menyukai suap; mereka yang bermimpi naik ke surga; mereka yang congkak dan sombong, yang berjuang hanya untuk ketenaran dan kekayaan pribadi; mereka yang menyebarkan kata-kata kurang ajar, mereka yang menghujat Tuhan itu sendiri; mereka yang tidak melakukan apa pun selain menghakimi dan menghujat Tuhan itu sendiri; mereka yang membentuk kelompok dan mencari kebebasan; mereka yang meninggikan dirinya di atas Tuhan; laki-laki dan perempuan muda, setengah baya, dan lebih tua yang sembrono yang terjerat dalam percabulan; laki-laki dan perempuan yang menikmati ketenaran dan kekayaan pribadi serta mengejar status pribadi di antara orang lain; orang-orang yang tidak bertobat yang terjerat dalam dosa—bukankah mereka semua tidak dapat diselamatkan? Percabulan, keadaan penuh dosa, perdukunan, sihir, kata-kata kotor, dan kata-kata kurang ajar, semuanya itu menimbulkan kerusuhan di antaramu; dan kebenaran serta kata-kata kehidupan diinjak-injak di tengah-tengahmu, bahasa yang kudus tercemar di antaramu. Engkau orang-orang kafir, penuh dengan kekotoran dan ketidaktaatan! Akan bagaimanakah kesudahan akhirmu? Bagaimana mereka yang mencintai daging, yang melakukan sihir dalam kedagingan, dan yang terjerat dalam dosa percabulan bisa memiliki keberanian untuk terus hidup! Tidakkah engkau tahu bahwa orang-orang sepertimu adalah belatung yang tak dapat diselamatkan? Apa hakmu menuntut ini dan itu? Sampai saat ini, tidak ada sedikit pun perubahan dalam diri mereka yang tidak mencintai kebenaran dan yang hanya mencintai daging—bagaimana orang-orang semacam ini dapat diselamatkan? Mereka yang tidak mencintai jalan kehidupan, yang tidak meninggikan Tuhan dan menjadi kesaksian bagi-Nya, yang membuat rencana licik demi status mereka sendiri, yang meninggikan diri sendiri—bukankah mereka masih tetap sama, bahkan sampai hari ini? Bernilaikah menyelamatkan mereka? Apakah engkau dapat diselamatkan atau tidak, bukanlah tergantung pada seberapa hebat senioritasmu atau berapa tahun engkau telah bekerja, apalagi tergantung pada berapa banyak kredensial yang telah engkau bangun. Sebaliknya, itu tergantung pada apakah pengejaranmu telah membuahkan hasil. Engkau harus tahu bahwa mereka yang diselamatkan adalah "pohon" yang berbuah, bukan pohon dengan dedaunan rimbun dan bunga berlimpah tetapi tidak menghasilkan buah. Bahkan seandainya engkau telah menghabiskan waktu bertahun-tahun berkeliaran di jalan, apa pentingnya itu? Di manakah kesaksianmu? Rasa hormatmu kepada Tuhan jauh lebih kecil daripada cintamu kepada dirimu sendiri dan hasratmu yang penuh nafsu—bukankah orang semacam ini adalah orang yang hina? Bagaimana mungkin mereka dapat menjadi contoh dan model keselamatan? Naturmu sulit untuk diubah, engkau terlalu pemberontak, engkau tidak dapat diselamatkan! Bukankah orang-orang semacam itu adalah mereka yang akan disingkirkan? Bukankah saat ketika pekerjaan-Ku selesai adalah saat tibanya hari terakhirmu? Aku telah melakukan begitu banyak pekerjaan dan mengucapkan begitu banyak firman di antaramu—berapa banyakkah dari semua itu yang sudah benar-benar masuk ke telingamu? Seberapa banyak dari semua itu yang pernah kautaati? Ketika pekerjaan-Ku berakhir, itu akan menjadi saat ketika engkau berhenti menentang-Ku, ketika engkau berhenti berdiri melawan Aku. Saat Aku bekerja, engkau semua terus-menerus bertindak melawan Aku; engkau semua tidak pernah menaati firman-Ku. Aku melakukan pekerjaan-Ku, dan engkau melakukan "pekerjaanmu" sendiri, mendirikan kerajaan kecilmu sendiri. Engkau semua tak lain hanyalah sekawanan rubah dan anjing, yang melakukan segala sesuatu yang bertentangan dengan-Ku! Engkau terus-menerus berusaha menarik ke dalam pelukanmu mereka yang menawarkan cinta tak terbagi kepadamu—di manakah rasa hormatmu? Semua yang engkau lakukan penuh tipu daya! Engkau tidak memiliki ketaatan ataupun rasa hormat, dan semua yang engkau lakukan menipu dan menghujat! Dapatkah orang-orang semacam itu diselamatkan? Laki-laki yang cabul dan penuh nafsu birahi selalu ingin menarik pelacur genit untuk kenikmatan mereka sendiri. Aku sama sekali tidak akan menyelamatkan setan-setan cabul seperti itu. Aku membencimu setan-setan najis, dan nafsu birahimu serta kegenitanmu itu akan menjerumuskanmu ke dalam neraka. Apa yang bisa engkau semua katakan untuk membela dirimu? Engkau semua adalah setan-setan najis dan roh-roh jahat yang sangat memuakkan! Engkau menjijikkan! Bagaimana mungkin sampah seperti itu diselamatkan? Dapatkah mereka yang terjerat dalam dosa tetap diselamatkan? Hari ini, kebenaran, jalan, dan kehidupan ini tidak menarik bagimu; sebaliknya, engkau semua tertarik pada keadaan penuh dosa; pada uang; pada kedudukan; pada ketenaran dan keuntungan; pada kenikmatan daging; pada ketampanan laki-laki dan pesona perempuan. Apa yang membuatmu memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kerajaan-Ku? Citramu bahkan lebih besar daripada citra Tuhan, statusmu bahkan lebih tinggi daripada status Tuhan, belum lagi prestisemu di antara manusia—engkau semua telah menjadi berhala yang disembah manusia. Bukankah engkau telah menjadi penghulu malaikat? Ketika kesudahan manusia disingkapkan, yang juga merupakan saat pekerjaan penyelamatan akan mendekati akhirnya, banyak orang di antaramu akan menjadi mayat-mayat yang tidak bisa diselamatkan dan harus disingkirkan.

Dikutip dari "Penerapan (7)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Apa yang engkau semua lihat hari ini hanyalah pedang tajam dari mulut-Ku. Engkau belum melihat tongkat di tangan-Ku atau api yang Kupakai untuk menghanguskan manusia, dan itulah sebabnya engkau semua masih tetap angkuh dan kelewat batas di hadirat-Ku. Itulah sebabnya engkau masih menentang-Ku di rumah-Ku, berbantah dengan lidah manusiamu tentang apa yang sudah Kuucapkan dengan mulut-Ku. Manusia tidak takut akan Aku, dan meskipun dia terus saja bermusuhan dengan-Ku hingga saat ini, dia tetap tidak merasa takut sama sekali. Engkau memiliki lidah dan gigi orang yang tidak benar di mulutmu. Perkataan dan perbuatanmu seperti perkataan dan perbuatan si ular yang menggoda Hawa hingga jatuh dalam dosa. Terhadap satu sama lain engkau menuntut mata ganti mata dan gigi ganti gigi, dan engkau bergumul di hadirat-Ku untuk memperebutkan kedudukan, kemasyhuran, dan keuntungan diri sendiri, tetapi engkau tidak tahu bahwa diam-diam Aku mengawasi kata-kata dan perbuatanmu. Bahkan sebelum engkau semua datang ke hadirat-Ku, Aku sudah mengetahui apa yang ada di dasar hatimu. Manusia selalu berharap untuk dapat lolos dari genggaman tangan-Ku dan menghindar dari pengamatan mata-Ku, tetapi kata-kata dan perbuatannya tak pernah luput dari-Ku. Justru, Aku sengaja membiarkan kata-kata dan perbuatan itu tertangkap mata-Ku, sehingga Aku bisa menghajar ketidakbenaran manusia dan menjatuhkan penghakiman atas pemberontakannya. Dengan demikian, kata-kata dan perbuatan manusia yang terselubung selalu tampak di hadapan takhta penghakiman-Ku, dan penghakiman-Ku tidak pernah meninggalkan manusia, sebab pemberontakannya sudah melampaui batas.

Dikutip dari "Pekerjaan Menyebarkan Injil Juga Merupakan Pekerjaan Menyelamatkan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Masing-masing dari antaramu telah naik ke tempat tertinggi di antara orang banyak; engkau telah naik sehingga menjadi nenek moyang orang banyak. Engkau bersikap sangat seenaknya dan berlari liar di antara semua belatung mencari tempat yang tenang dan berusaha memangsa belatung yang lebih kecil daripadamu. Engkau jahat dan kejam dalam hatimu, melebihi bahkan hantu-hantu yang telah tenggelam ke dasar laut. Engkau hidup di dasar tumpukan sampah, mengganggu belatung-belatung dari atas sampai ke dasar sampai mereka tidak merasakan kedamaian, saling berkelahi satu sama lain sebentar dan kemudian tenang. Engkau semua tidak tahu tempatmu, tetapi engkau tetap berkelahi dengan sesamamu di tumpukan sampah. Apa yang bisa engkau dapatkan dari pergumulan seperti itu? Jika engkau semua benar-benar memiliki sikap yang menghormati Aku dalam hatimu, bagaimana engkau bisa berkelahi dengan sesamamu di belakang-Ku? Seberapa pun tingginya statusmu, bukankah engkau sebenarnya adalah cacing kecil yang bau di tumpukan sampah? Akankah engkau mampu menumbuhkan sayap dan menjadi burung merpati di langit? Engkau semua, cacing kecil bau, engkau mencuri persembahan dari mezbah-Ku, dari Yahweh; dengan melakukannya, bisakah engkau menyelamatkan nama baikmu yang sudah hancur, cemar, dan menjadi umat Israel yang terpilih? Engkau orang jahat yang tidak tahu malu! Persembahan di mezbah itu dipersembahkan orang-orang kepada-Ku, sebagai ungkapan kasih dari mereka yang menghormati Aku. Semua itu adalah untuk berada di bawah kendali-Ku dan untuk Kupakai, jadi bagaimana mungkin engkau bisa merampok burung tekukur yang telah dipersembahkan orang-orang kepada-Ku? Apakah engkau tidak takut menjadi seorang Yudas? Apakah engkau tidak takut tanahmu bisa menjadi tanah darah? Engkau yang tidak tahu malu! Apakah engkau berpikir burung tekukur yang dipersembahkan orang-orang adalah untuk mengenyangkan perutmu, belatung? Apa yang telah Kuberikan kepadamu adalah apa yang Aku dengan puas dan rela memberikannya kepadamu; apa yang belum Kuberikan kepadamu berada dalam kekuasaan-Ku. Engkau sama sekali tidak boleh mencuri persembahan-Ku. Pribadi yang bekerja adalah Aku, Yahweh—Tuhan atas seluruh ciptaan dan manusia mempersembahkan korban karena Aku. Apakah engkau berpikir ini adalah untuk membayar semua yang sibuk engkau lakukan? Engkau benar-benar tidak tahu malu! Untuk siapa engkau bersikap sibuk? Bukankah itu untuk dirimu sendiri? Mengapa engkau mencuri persembahan-Ku? Kenapa engkau mencuri uang dari kantong uang-Ku? Bukankah engkau anak-anak Yudas Iskariot? Persembahan untuk Aku, Yahweh, adalah untuk dinikmati para imam. Apakah engkau imam? Engkau berani dengan diam-diam memakan persembahan-Ku dan bahkan menaruhnya di meja; engkau sama sekali tidak berharga! Engkau orang-orang celaka yang tidak bernilai! Api-Ku, Api Yahweh akan menghanguskanmu!

Dikutip dari "Ketika Daun-daun yang Berguguran Kembali ke Akarnya, Engkau Akan Menyesali Semua Kejahatan yang Telah Engkau Perbuat" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Aku sudah bekerja dan berfirman dengan cara ini di antaramu, Aku telah mengorbankan begitu banyak tenaga dan upaya, tetapi kapan engkau pernah mendengarkan apa yang Kukatakan kepadamu dengan sedemikian jelasnya? Kapan engkau pernah bersujud di hadapan-Ku, yang adalah Yang Mahakuasa? Mengapa engkau memperlakukan Aku seperti ini? Mengapa segala sesuatu yang engkau katakan dan lakukan menyulut amarah-Ku? Mengapa hatimu begitu keras? Pernahkah Aku memukulmu? Mengapa engkau semua tidak melakukan apa pun selain membuat-Ku sedih dan cemas? Apakah engkau semua sedang menantikan hari murka-Ku, Aku yang adalah Yahweh, untuk menghampirimu? Apakah engkau menunggu-Ku melepaskan amarah yang disulut oleh ketidaktaatanmu? Bukankah segala sesuatu yang Kulakukan adalah untukmu? Namun, engkau semua selalu memperlakukan Aku, Yahweh, seperti ini: mencuri korban persembahan-Ku, membawa pulang persembahan di mezbah-Ku ke sarang serigala untuk memberi makan anak-anaknya dan keturunannya; orang-orang berkelahi satu sama lain, saling menantang dengan tatapan marah dengan membawa pedang dan tombak, melemparkan firman-Ku, yang adalah Yang Mahakuasa, ke dalam jamban agar menjadi kotor seperti tinja. Di manakah integritasmu? Kemanusiaanmu sudah menjadi seperti hewan buas! Hatimu sudah lama berubah menjadi batu. Tidak tahukah engkau bahwa saat ketika hari murka-Ku tiba akan menjadi saat ketika Aku menghakimi kejahatan yang engkau lakukan saat ini terhadap-Ku, yang adalah Yang Mahakuasa? Apa menurutmu dengan mengelabui-Ku seperti ini, dengan membuang firman-Ku ke kubangan lumpur dan tidak mendengarkannya—apa menurutmu dengan bertindak seperti ini di belakang-Ku, engkau bisa luput dari tatapan murka-Ku? Tidak tahukah engkau semua bahwa engkau sudah terlihat oleh mata-Ku, Yahweh, saat engkau mencuri korban persembahan-Ku dan menginginkan harta-Ku? Tidak tahukah engkau bahwa ketika engkau semua mencuri korban persembahan-Ku, engkau melakukannya di depan mezbah tempat korban persembahan dipersembahkan? Bagaimana mungkin engkau yakin bahwa dirimu cukup cerdas untuk mengelabui-Ku dengan cara ini? Bagaimana mungkin murka-Ku melewatkan dosamu yang keji itu? Bagaimana mungkin kemarahan-Ku yang menyala-nyala melewatkan perbuatan jahatmu? Kejahatan yang engkau lakukan hari ini tidak membuka jalan keluar bagimu, melainkan menumpukkan hajaran bagi hari esokmu; mendatangkan hajaran dari-Ku, yang adalah Yang Mahakuasa, terhadap dirimu. Bagaimana mungkin perbuatan jahatmu dan perkataanmu yang jahat luput dari hajaran-Ku? Bagaimana mungkin doamu sampai ke telinga-Ku? Bagaimana mungkin Aku membukakan jalan keluar bagi ketidakbenaranmu? Bagaimana mungkin Aku melepaskan perbuatan jahatmu yang menentang Aku? Bagaimana mungkin Aku tidak memotong lidahmu yang berbisa seperti ular? Engkau semua tidak memohon kepada-Ku demi kebenaranmu, tetapi malah menimbun murka-Ku sebagai akibat dari ketidakbenaranmu. Bagaimana mungkin Aku mengampunimu? Di mata-Ku, Yang Mahakuasa, perkataan dan tindakanmu kotor. Mata-Ku, Aku yang adalah Yang Mahakuasa, memandang ketidakbenaranmu sebagai hajaran tiada berkesudahan. Bagaimana mungkin hajaran dan penghakiman-Ku yang adil berlalu darimu?

Dikutip dari "Tak Satu pun yang Berasal dari Daging Dapat Luput pada Hari Kemurkaan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Renungkan kembali masa lalu: kapan tatapan-Ku pernah marah dan suara-Ku pernah keras terhadapmu? Kapan Aku pernah berdebat denganmu? Kapan Aku pernah menegurmu tanpa alasan? Kapan Aku pernah menegurmu di depan mukamu? Bukankah demi pekerjaan-Ku, Aku memohon kepada Bapa-Ku agar menghindarkanmu dari setiap pencobaan? Mengapa engkau semua memperlakukan Aku seperti ini? Pernahkah Aku menggunakan otoritas-Ku untuk meremukkan dagingmu? Mengapa engkau semua membalas-Ku seperti ini? Setelah bersikap plin-plan terhadap-Ku, engkau tidak dingin atau panas, dan kemudian engkau mencoba membujuk-Ku dan menyembunyikan segala sesuatu dari-Ku, dan mulutmu penuh dengan ketidakbenaran. Apa menurutmu lidahmu bisa menipu Roh-Ku? Apa menurutmu lidahmu bisa luput dari murka-Ku? Apa menurutmu lidahmu dapat menjatuhkan penghakiman sesuka hatimu terhadap perbuatan-Ku, Aku yang adalah Yahweh? Apakah Aku adalah Tuhan yang dihakimi oleh manusia? Mungkinkah Aku membiarkan belatung kecil menghujat-Ku seperti itu? Bagaimana mungkin Aku menempatkan keturunan pembangkang seperti ini di tengah berkat-berkat-Ku yang kekal? Perkataan dan tindakanmu sudah sejak lama tersingkap dan mengutuk dirimu. Ketika Aku membentangkan langit dan menciptakan segala sesuatu, Aku tidak membiarkan makhluk apa pun ikut serta sekehendak mereka, apalagi membiarkan apa pun mengganggu pekerjaan-Ku dan pengelolaan-Ku sesuka hatinya. Aku tidak menoleransi manusia atau benda apa pun; bagaimana mungkin Aku membiarkan mereka yang kejam dan tidak manusiawi terhadap-Ku tetap hidup? Bagaimana mungkin Aku mengampuni mereka yang memberontak terhadap firman-Ku? Bagaimana mungkin Aku membiarkan mereka yang tidak taat kepada-Ku tetap hidup? Bukankah nasib manusia berada di tangan-Ku, yang adalah Yang Mahakuasa? Bagaimana mungkin Aku menganggap ketidakbenaran dan ketidaktaatanmu hal yang kudus? Bagaimana mungkin dosamu mengotori kekudusan-Ku? Aku tidak dikotori oleh kenajisan orang-orang tidak benar, Aku juga tidak menikmati persembahan orang-orang tidak benar. Jika engkau setia terhadap-Ku, yang adalah Yahweh, mungkinkah engkau akan mengambil persembahan korban untuk dirimu dari mezbah-Ku? Mungkinkah engkau akan menggunakan lidah berbisamu untuk menghujat nama-Ku yang kudus? Mungkinkah engkau memberontak terhadap firman-Ku dengan cara ini? Mungkinkah engkau akan memperlakukan kemuliaan dan nama-Ku yang kudus sebagai alat untuk melayani Iblis, si jahat? Hidup-Ku diberikan untuk kenikmatan orang-orang kudus. Bagaimana mungkin Aku membiarkanmu mempermainkan hidup-Ku sesuka hatimu, dan menggunakan hidup-Ku sebagai alat konflik di antara engkau semua? Bagaimana engkau bisa begitu tidak berperasaan, dan begitu kurang dalam hal kebaikan, dalam caramu bersikap terhadap-Ku? Tidak tahukah engkau bahwa Aku sudah menuliskan perbuatan jahatmu dalam firman kehidupan ini? Bagaimana mungkin engkau luput pada hari kemurkaan saat Aku menghajar Mesir? Bagaimana mungkin Aku membiarkanmu melawan dan menentang-Ku dengan cara ini, berulang kali? Kuberitahukan kepadamu dengan jelas, pada saat hari tersebut tiba, hajaranmu akan jauh lebih berat daripada hajaran Mesir! Bagaimana mungkin engkau luput dari hari murka-Ku?

Dikutip dari "Tak Satu pun yang Berasal dari Daging Dapat Luput pada Hari Kemurkaan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

2. Yang dimaksud dengan perbuatan jahat dan cara perbuatan jahat diwujudkan