2. Yang dimaksud dengan orang yang curang dan bagaimana perwujudannya

2. Yang dimaksud dengan orang yang curang dan bagaimana perwujudannya

Firman Tuhan yang Relevan:

Ketika manusia hidup dalam watak jahat mereka yang rusak, apa pun yang mereka lakukan, mereka akan berpura-pura, mengemas diri, dan menggunakan trik curang; mereka akan menggunakan kecurangan dalam segala sesuatu, mereka percaya bahwa segala sesuatu dapat dicurangi dengan menggunakan tipu muslihat. Ada orang-orang yang menyimpan kecurangan bahkan ketika melakukan sesuatu yang biasa seperti membeli sesuatu. Misalnya, orang ini membeli sepasang sepatu yang sangat modis. Dia berpikir: "Jika saudara-saudari melihatku mengenakan sepatu ini, mereka pasti akan mengatakan bahwa aku tidak menggunakan uangku untuk hal-hal yang berharga, jadi aku tidak akan memakai sepatu ini di depan mereka. Aku akan menunggu untuk memakainya saat kami tidak mengadakan pertemuan, dan aku akan menunggu sampai sepatu itu tidak trendi lagi dan terlihat tidak berharga sebelum memakainya." Bagaimanapun engkau bertindak dalam hal ini, bukankah engkau—bagaimanapun engkau memandangnya—sedang berbuat curang dengan pola pikirmu yang penuh perhitungan ini? Engkau sudah hidup dalam kecurangan, engkau sudah siap untuk bertindak dengan cara seperti ini. Jadi, mengapa engkau berbuat curang? Apakah engkau sedang dikendalikan oleh motivasi dan tujuanmu sendiri? Dan apakah tujuanmu ini valid? Apa esensi dari tujuanmu? Watak jahatmu itulah yang mengendalikanmu, bukan? Engkau memakai taktik tertentu dan berbuat curang untuk mencapai tujuanmu, bukan? Engkau bertindak dengan cara tertentu di depan orang dan dengan cara lain di belakang mereka. Engkau sedang memainkan trik dan bermuka dua—perilaku semacam ini adalah berbuat curang. Apa pendapat engkau semua mengenai hal ini: orang yang curang itu bodoh, bukan? Mengapa begitu beberapa orang diminta untuk menganalisis diri mereka sendiri, mereka menjadi stres? Itu karena tipu daya mereka yang licik tampak bodoh, janggal, dan tercela—tipu daya mereka terlalu memalukan untuk ditunjukkan kepada orang lain, tipu daya mereka adalah perbuatan tidak jujur dari orang-orang yang hina. Hal-hal yang dilakukan orang yang curang tidak akan pernah bisa disingkapkan agar dilihat semua orang. Mengapa demikian? Karena, begitu mereka akan menyingkapkan diri, mereka tiba-tiba menyadari: "Bagaimana aku bisa begitu bodoh untuk melakukan hal tersebut? Bagaimana aku bisa begitu menjijikkan?" Bahkan mereka merasa jijik terhadap diri mereka sendiri. Namun, ketika mereka akan menyingkapkan diri, mereka tidak dapat menahan diri untuk tidak berbuat curang—mereka selalu ingin berperilaku seperti itu; karena mereka pada dasarnya adalah orang yang curang, dan apa pun yang mereka lakukan, mereka menyingkapkan natur mereka yang curang secara alami—bahkan dalam hal yang sangat kecil, mereka akan menyingkapkan natur mereka yang curang. Mereka tidak bisa menahan diri dalam hal apa pun; inilah kelemahan mereka. ... Orang yang curang tidak berdaya selain menyingkapkan kecurangan mereka, dan selain itu, mereka melakukannya kapan pun dan di mana pun. Ini bukanlah sesuatu yang perlu mereka pelajari, atau yang membutuhkan ajaran orang lain; dalam hal yang sangat sederhana sekalipun, di mana mereka tidak perlu berbohong atau berbuat licik, mereka akan tetap mengambil jalan yang licik dan mengarang kebohongan untuk menipu orang.

Dikutip dari "Pengamalan Paling Mendasar untuk Menjadi Orang Jujur" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Ciri utama dari orang yang curang adalah bahwa mereka tidak pernah terbuka ketika bersekutu dengan siapa pun; mereka menyembunyikan diri mereka sangat dalam. Selain itu, tak seorang pun yang dapat mengetahui apakah yang sedang mereka katakan benar atau salah. Terlebih lagi, mereka sangat pandai berpura-pura dan menyesatkan; mereka berpura-pura menjadi orang yang baik, orang yang berbudi luhur, orang yang jujur, orang yang dikasihi dan dihormati oleh orang lain. Saat berinteraksi dengan mereka, engkau tidak akan pernah tahu apa yang sedang mereka pikirkan di dalam hati mereka; mereka tidak memberi tahu seorang pun tentang pandangan atau sikap mereka yang sebenarnya terhadap segala sesuatu, dan bahkan orang terdekat mereka pun tidak tahu. Mereka tidak membuka hati; mereka tidak menyingkapkan diri mereka yang sebenarnya. Tidak hanya itu, mereka juga berpura-pura memiliki kemanusiaan, menjadi sangat rohani, mengejar kebenaran. Tak seorang pun yang akan berpikir mereka sedang berpura-pura.

Dikutip dari "Mereka Tidak Percaya pada Keberadaan Tuhan dan Menyangkal Esensi Kristus (Bagian Satu)" dalam "Menyingkapkan Antikristus"

Jika engkau adalah orang yang curang, engkau akan selalu waspada dan curiga terhadap semua orang dan segala hal, dan dengan demikian imanmu kepada-Ku akan dibangun di atas dasar kecurigaan. Aku tidak pernah bisa membenarkan iman seperti ini. Tanpa memiliki iman yang sejati, engkau bahkan lebih tidak memiliki kasih sejati. Dan jika engkau cenderung meragukan Tuhan dan berspekulasi tentang diri-Nya sesuka hatimu, maka tak diragukan lagi, engkau adalah orang yang paling curang di antara manusia. Engkau memikirkan apakah Tuhan dapat menjadi seperti manusia atau tidak: penuh dosa yang tak terampuni, berpikiran picik, tak memliki kejujuran dan nalar, kurang memiliki rasa keadilan, penuh dengan taktik yang kejam, pengkhianat dan licik, serta senang dengan kejahatan dan kegelapan, dan sebagainya. Bukankah alasan manusia memiliki pemikiran seperti itu karena mereka sama sekali tidak memiliki pengenalan akan Tuhan? Iman seperti ini adalah sama dengan dosa! Bahkan ada beberapa orang yang meyakini bahwa orang-orang yang menyenangkan-Ku tidak lain adalah para penyanjung dan penjilat, dan bahwa mereka yang tidak memiliki kemampuan seperti ini tidak akan diterima di rumah Tuhan dan akan kehilangan tempat mereka di sana. Apakah hanya ini pengenalan yang telah kauperoleh selama bertahun-tahun? Apakah ini yang telah kauperoleh? Dan pengenalanmu tentang diri-Ku tidak berhenti pada kesalahpahaman ini; yang bahkan lebih buruk lagi adalah penghujatanmu terhadap Roh Tuhan dan fitnah terhadap surga. Inilah sebabnya Kukatakan bahwa iman seperti imanmu hanya akan menyebabkan engkau semua menyimpang lebih jauh dari-Ku dan semakin menentang-Ku.

Dikutip dari "Cara Mengenal Tuhan yang di Bumi" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Seseorang mungkin tidak pernah terbuka dan mengomunikasikan apa yang mereka pikirkan dengan orang lain. Dan dalam semua yang mereka lakukan, mereka tidak pernah berkonsultasi dengan orang lain, melainkan tertutup, tampaknya waspada terhadap orang lain di setiap kesempatan. Mereka menutup diri seerat mungkin. Bukankah ini orang yang licik? Misalnya, mereka memiliki ide yang menurut mereka cerdik, dan berpikir, "Aku akan menyimpannya sendiri untuk saat ini. Jika aku membagikannya, engkau semua bisa menggunakannya dan mencuri ide itu. Aku akan menahan diri untuk membagikannya." Atau jika ada sesuatu yang tidak sepenuhnya mereka pahami, mereka akan berpikir: "Aku tidak akan angkat bicara sekarang. Bagaimana jika aku melakukannya dan seseorang mengatakan sesuatu yang lebih tinggi, bukankah aku akan terlihat seperti orang bodoh? Semua orang akan melihat diriku yang sebenarnya, melihat kelemahanku dalam hal ini. Aku tidak boleh mengatakan apa pun." Jadi, apa pun perspektif atau alasannya, apa pun motif yang mendasarinya, mereka takut semua orang akan melihat diri mereka yang sebenarnya. Mereka selalu melakukan pendekatan terhadap tugas mereka dan orang-orang, hal-hal, dan peristiwa dengan perspektif dan sikap semacam ini. Watak macam apakah ini? Watak yang bengkok, licik, dan jahat. Di luarnya, mereka sepertinya telah mengatakan segalanya kepada orang lain, yakni apa yang mereka yakin bisa mereka katakan, tetapi di dalam hatinya, mereka menahan beberapa hal. Mereka tidak pernah mengatakan hal-hal yang menyinggung reputasi dan kepentingan mereka—tidak kepada siapa pun, bahkan kepada orang tua mereka. Mereka tidak pernah mengatakan hal-hal ini. Ini adalah masalah!

Dikutip dari "Hanya Jika Orang Melakukan Kebenaran, Mereka Dapat Memiliki Kemanusiaan yang Normal" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Ada orang-orang yang tidak mengatakan yang sebenarnya kepada siapa pun. Terkadang, mereka sendiri bahkan tidak mengetahui apakah yang mereka katakan itu benar atau salah—mereka sendiri bingung. Ketika mereka berbicara kepada orang lain, mereka selalu memeras otak untuk memikirkan konsekuensi dari perkataan mereka. Sebelum mereka mengatakan sesuatu, mereka mengevaluasi dan memprediksi apa yang mungkin dihasilkan jika mengatakan sesuatu dengan satu cara, dan apa yang mungkin dihasilkan jika mengatakannya dengan cara lain, dan apa yang akan mengelabui orang lain dan membuat mereka tidak memahami kebenaran yang paling mendasar. Watak apakah ini? Ini adalah kecurangan. Mudahkah bagi seseorang untuk mengubah wataknya yang curang? Tidak ada watak yang mudah diubah. Beberapa orang, setelah sesuatu tentang diri mereka sendiri tersingkap, mereka berpikir: "Aku membiarkan mereka mengetahui pemikiranku yang sebenarnya. Ini buruk. Aku harus menemukan cara untuk membalikkan hal ini—mengatakannya dengan cara yang berbeda sehingga mereka tidak tahu yang sebenarnya." Beginilah cara mereka berpikir dan merencanakan, dan ketika mereka akan bertindak, mereka menyingkapkan sejenis watak: curang. Mereka akan melakukan sesuatu yang jahat. Bahkan sebelum melakukan apa pun, mereka telah menyingkapkan kecurangan mereka. Ini adalah sejenis watak. Tidak peduli apakah engkau telah mengatakan sesuatu atau tidak, atau apakah engkau telah melakukan sesuatu atau tidak—watak ini selalu ada di dalam dirimu, mengendalikanmu, membuatmu menipu dan menggunakan tipu muslihat, mempermainkan orang, menutupi kebenaran, serta mengemas dirimu dengan baik. Ini adalah kecurangan. Hal-hal spesifik apa yang dilakukan orang yang curang? Misalkan, katakanlah dua orang sedang mengobrol, dan yang satu berkata, "Aku telah melewati beberapa keadaan baru-baru ini, dan aku merasa bahwa tahun-tahun kepercayaanku kepada Tuhan selama ini benar-benar sia-sia. Aku adalah orang gagal! Miskin, menyedihkan! Aku belum melakukan tugasku dengan baik selama beberapa waktu. Aku akan berusaha untuk memperbaiki diriku di masa depan." Efek seperti apa yang akan dihasilkan dari perkataan mereka ini? Orang lain mendengar perkataan itu dan berpikir: "Orang ini telah bertobat—sepenuhnya bertobat. Ini pertobatan sejati. Aku yakin sekali. Mereka telah berubah menjadi lebih baik. Mereka bahkan berkata bahwa mereka gagal sebagai manusia dan bahwa masalah yang mereka hadapi baru-baru ini semuanya diatur oleh Tuhan. Mereka mampu untuk tunduk." Dengan memunculkan efek seperti itu kepada si pendengar, apakah tujuan si pembicara telah tercapai? (Ya.) Jadi, apakah keadaan mereka yang sebenarnya adalah persis seperti yang mereka katakan? Belum tentu. Apa yang mereka katakan menghasilkan efek seperti itu, tetapi apa yang mereka lakukan tidaklah seperti yang mereka katakan. Tujuan mereka dalam mengatakan hal ini adalah cara mereka mengatakannya, hasil yang ingin mereka capai. Pada saat berbicara, mereka selalu berusaha untuk mencapai sesuatu, mereka selalu memiliki motif tertentu, mereka selalu menggunakan metode atau kata-kata tertentu untuk mencapai tujuan mereka sendiri. Watak macam apa ini? Ini adalah kecurangan, dan ini sangat berbahaya! Dan sebenarnya, mereka tidak menyadari sedikit pun bahwa mereka jahat, miskin dan menyedihkan. Mereka hanya menggunakan bahasa dan kata-kata rohani tertentu untuk memenangkan hatimu, untuk memberimu pandangan yang baik tentang mereka sehingga engkau merasa bahwa mereka telah mengenal diri mereka sendiri dan bertobat. Bukankah mencapai efek seperti itu adalah kecurangan?

Dikutip dari "Enam Aspek Watak Rusak yang Harus Dipahami untuk Mencapai Perubahan Watak" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Ketika orang yang curang menerapkan kebenaran, apakah mereka terlibat dalam kecurangan? Menerapkan kebenaran menuntut mereka untuk membayar harga, melepaskan kepentingan mereka sendiri, mengungkapkan diri mereka kepada orang lain. Namun, mereka menyembunyikan sesuatu; ketika mereka berbicara, mereka hanya memberitahukan setengahnya, dan menahan sisanya. Orang lain harus selalu menebak apa yang mereka maksudkan, selalu harus menghubungkan semua yang mereka katakan untuk mengetahui maksud mereka. Mereka selalu memberi diri mereka ruang untuk bermanuver, mereka memberi diri mereka ruang gerak. Begitu orang lain melihat bahwa orang ini curang, mereka tidak mau bergaul dengan dia, mereka selalu berhati-hati ketika berurusan dengan dia, dan tidak memercayai apa pun yang dia katakan, bertanya-tanya apakah yang dia katakan itu benar atau salah, dan seberapa banyak itu telah tercemar. Akibatnya, di dalam hati mereka, orang-orang sering kali kehilangan kepercayaan kepada dia, bobotnya di dalam hati orang sangat kecil, atau tidak ada bobot sama sekali. Begitulah status dan bobotmu di hati orang. Karena itu, bagaimana engkau akan dipandang oleh Tuhan di hadirat-Nya? Dibandingkan dengan manusia, Tuhan memandang manusia dengan lebih akurat, lebih tajam, dan lebih realistis.

Dikutip dari "Pengamalan Paling Mendasar untuk Menjadi Orang Jujur" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Engkau selalu memikirkan dagingmu dan prospekmu sendiri, engkau selalu ingin mengurangi penderitaan daging, mengerahkan lebih sedikit upaya, lebih sedikit mengabdikan diri, membayar harga lebih sedikit, dan engkau selalu memberi dirimu sendiri ruang untuk bermanuver—dan inilah sikap curangmu. Ketika engkau mengorbankan diri untuk Tuhan, engkau juga berpikir dua kali, berkata: "Wah! Mengabdikan diriku untuk Tuhan? Aku masih harus mencari nafkah yang baik; apa yang akan kulakukan jika pekerjaan Tuhan tidak berakhir? Jadi, aku tidak akan memberikan diriku sepenuhnya. Kita tidak tahu kapan firman Tuhan akan digenapi, jadi aku harus berhati-hati, aku harus berpikir dua kali. Setelah aku mengatur kehidupan keluargaku, dan setelah aku mengatur prospek masa depanku dan mempersiapkan semuanya, aku akan mengabdikan diriku kepada Tuhan." Sikap tertutup seperti itu juga merupakan kecurangan, dan berbuat curang, dan itu bukanlah sikap yang jujur. Ketika berinteraksi dengan saudara-saudarinya, beberapa orang takut saudara-saudarinya mengetahui kesulitan di dalam hati mereka, dan bahwa saudara-saudari itu akan memiliki sesuatu untuk dikatakan tentang mereka atau memandang rendah mereka. Ketika berbicara, mereka selalu berusaha memberikan kesan bahwa mereka benar-benar bersemangat, bahwa mereka benar-benar menginginkan Tuhan, dan benar-benar ingin melakukan kebenaran, tetapi sebenarnya, dalam hatinya, mereka sangat lemah dan pasif. Mereka berpura-pura kuat, sehingga tidak seorang pun bisa melihat diri mereka yang sebenarnya. Ini juga adalah penipuan. Intinya, apa pun yang engkau lakukan—apakah itu dalam kehidupanmu, saat melayani Tuhan, atau melaksanakan tugasmu—jika engkau memperlihatkan wajah palsu kepada orang-orang dan menggunakannya untuk menyesatkan mereka, untuk membuat mereka mengagumimu atau tidak memandang rendah dirimu, engkau sedang bersikap curang.

Dikutip dari "Pengamalan Paling Mendasar untuk Menjadi Orang Jujur" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Apa pendapat engkau semua mengenai hal ini: hidup berdampingan dengan orang yang curang itu melelahkan, bukan? (Ya.) Apakah itu melelahkan bagi mereka? Itu juga melelahkan bagi mereka karena bersikap curang berbeda dengan bersikap jujur. Orang jujur itu sederhana—pemikiran mereka tidak terlalu rumit. Namun, berkenaan dengan orang yang curang, mereka selalu harus berbicara secara berputar-putar, tidak pernah berterus terang dalam apa pun yang mereka katakan. Itu juga melelahkan bagi mereka; selalu menipu dan menutupi kebohongan mereka itu melelahkan. Mereka selalu memeras otak dan pikiran mereka, takut melakukan kesalahan saat lalai. Tahukah engkau sejauh mana beberapa orang akan menipu? Mereka bersaing dengan semua orang. Mereka berjuang sampai stres berat dan bahkan tidak bisa tidur di malam hari. Dari sini orang bisa melihat tingkat kecurangan mereka. Menjalani hidup sebagai orang yang jujur tidaklah melelahkan: orang yang jujur mengatakan apa pun yang ada di dalam pikiran mereka, mereka mengungkapkan apa pun yang sedang mereka pikirkan, dan mereka bertindak berdasarkan apa pun yang sedang mereka pikirkan, mencari kehendak Tuhan dalam segala sesuatu dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Hanya mungkin ada hal-hal di mana mereka tidak tahu apa pun, jadi di masa depan mereka harus lebih bijak dan tidak boleh berhenti bertumbuh. Namun, orang yang curang tidak seperti ini. Mereka hidup berdasarkan falsafah Iblis dan berdasarkan natur dan esensi mereka yang curang. Orang yang curang harus berhati-hati dalam segala sesuatu yang mereka lakukan agar tidak ketahuan orang lain; dalam segala sesuatu yang mereka lakukan, mereka harus menggunakan metode mereka sendiri, dan memakai kecurangan serta tipu muslihat mereka yang serong, untuk menutupi sifat asli mereka, karena takut bahwa cepat atau lambat mereka akan menyingkapkan diri mereka sendiri—dan jika mereka membuka kedok mereka sendiri, mereka harus berusaha untuk memperbaiki keadaan. Ada kalanya, saat mereka berusaha untuk menyelamatkan kedok mereka, itu tidak begitu mudah, dan ketika segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik, mereka menjadi sangat marah, takut orang lain akan mengetahui diri mereka yang sebenarnya. Dan ketika itu terjadi, mereka merasa telah kehilangan muka di depan orang lain, dan kemudian mereka harus memikirkan sesuatu untuk dikatakan guna memperbaiki situasi itu. Semua ini terjadi berulang kali—bukankah mereka akan merasa ini melelahkan? Otak mereka terus berputar; jika tidak, dari mana asal semua perkataan mereka? Jika engkau jujur dan bebas dari motif tersembunyi dalam perkataan dan perbuatan, apa pun yang kaulakukan sudah selesai begitu engkau melakukannya, tanpa perlu khawatir tentang menunjukkan sifat aslimu. Jika demikian, bagaimana mungkin engkau bisa kelelahan? Namun, selalu ada motif tersembunyi di balik hal-hal yang dikatakan dan dilakukan oleh orang yang curang, dan begitu semua itu tersingkap, mereka berusaha memikirkan cara untuk memperbaiki kedok mereka, dan kemudian mereka akan memakai tampilan luar yang lain untuk mengelabuimu dengan membuatmu berpikir bahwa itu merupakan hal yang sama sekali berbeda. Ini sangat melelahkan bagi mereka. Dalam interaksimu dengan mereka, engkau merasakan betapa bodohnya mereka karena bertindak seperti ini, dan betapa tidak perlunya mereka mengatakan semua hal ini. Ada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu mereka jelaskan, engkau pun sebenarnya tidak akan memikirkan apa pun tentang hal-hal tersebut, tetapi mereka tetap menjelaskan, dan berusaha memperbaiki keadaan, sampai engkau muak mendengarkan penjelasan mereka. Mereka pun sendiri merasa bahwa tidak akan terlalu melelahkan jika mereka tidak harus menjelaskan semuanya. Otak mereka selalu bekerja untuk mencari cara guna menghindari kesalahpahaman terhadap mereka, memikirkan bagaimana meyakinkanmu bahwa tidak ada niat buruk di balik perkataan atau tindakan mereka terhadap dirimu sehingga engkau bisa menerima dan memercayai mereka. Karena itu, mereka terus memikirkannya. Ketika mereka tidak bisa tidur di malam hari, mereka memikirkannya; pada siang hari, jika mereka tidak bisa makan, mereka memikirkannya; atau, saat berkonsultasi dengan orang lain tentang masalah lain, mereka masih berusaha menyelidiki hal ini. Mereka akan selalu berpura-pura untuk membuatmu merasa bahwa mereka bukanlah orang semacam itu, bahwa mereka adalah orang yang baik, atau untuk membuatmu merasa bahwa bukan ini yang mereka maksudkan. Seperti inilah sikap orang yang curang.

Dikutip dari "Pengamalan Paling Mendasar untuk Menjadi Orang Jujur" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Hal-hal yang berhubungan dengan natur manusia bukanlah hal-hal yang dilakukan hanya pada saat dalam kelemahan, tetapi terus-menerus dilakukan sepanjang hidup. Segala sesuatu yang dilakukan seseorang membawa aromanya, membawa unsur-unsur naturnya. Sekalipun terkadang unsur-unsur tersebut tidak terlihat, semua itu ada di dalam dirinya. Contohnya, ketika orang yang curang berbicara secara jujur dalam satu kejadian, sebenarnya masih ada hal-hal yang disembunyikan dan ada kecurangan yang tercampur di dalamnya. Seorang yang curang akan mempermainkan siapa saja, termasuk kerabatnya—bahkan anak-anaknya sendiri. Tidak peduli betapa pun engkau jujur terhadapnya, ia akan mencoba untuk menipumu. Inilah wajah sebenarnya dari sifatnya—ia memiliki sifat ini. Sulit untuk berubah dan ia selalu seperti itu. Seorang yang jujur terkadang mungkin mengatakan sesuatu yang licik dan curang, tetapi orang seperti itu biasanya relatif jujur; ia menangani berbagai urusan dengan jujur dan tidak mengambil keuntungan secara tidak adil dari orang lain dalam urusannya dengan mereka. Ketika ia berbicara dengan orang lain, ia tidak mengatakan sesuatu dengan sengaja untuk menguji mereka; ia dapat membuka hatinya dan berkomunikasi dengan orang lain, dan semua orang mengatakan bahwa ia cukup jujur. Ada kalanya ia berbicara agak curang; itu hanyalah perwujudan dari watak yang rusak dan tidak merepresentasikan naturnya, karena ia bukan tipe orang yang penuh tipu daya.

Dikutip dari "Cara Mengenal Natur Manusia" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Di antara golongan orang yang merupakan para antikristus itu, tipu muslihat yang telah berurat akar adalah salah satu ciri utama yang disingkapkan oleh kemanusiaan mereka. Melalui bahasa mereka, melalui segala sesuatu yang mereka katakan, dan cara mereka mengatakannya, cara pengungkapan mereka, makna dalam perkataan mereka serta motivasi di baliknya, orang melihat bahwa para antikristus tidak memiliki kemanusiaan yang normal, bahwa mereka tidak memiliki kejujuran yang Tuhan tuntut dari kemanusiaan yang normal. Selain itu, tipu muslihat yang telah berurat akar dalam kemanusiaan orang-orang ini jauh lebih serius daripada kebohongan dan tipu daya orang biasa. Ini bukanlah jenis watak rusak biasa atau perwujudan dari jenis kemanusiaan abnormal yang biasa; kebohongan mereka keluar lebih mudah daripada kebanyakan orang, dan kebohongan mereka lebih terlatih. Ketika kebanyakan orang berbohong, mereka harus mengarang kebohongan tersebut, mereka harus memikirkannya dengan saksama; tetapi orang semacam ini tidak perlu mengarang apa pun atau memikirkannya: mereka membuka mulut mereka dan keluarlah kebohongan itu—dan sebelum engkau menyadarinya, engkau telah ditipu. Kebohongan dan penipuan mereka begitu hebatnya sehingga dibutuhkan waktu dua atau tiga hari bagi orang yang lambat bereaksi untuk menyadari bahwa mereka telah ditipu; baru setelah itulah mereka menyadari apa yang dimaksud orang ini. Orang yang berpikir lamban, atau orang yang ber-IQ rendah, mungkin masih belum bisa memahaminya setelah beberapa tahun; mereka mungkin tidak pernah tahu apa yang dia maksudkan dengan perkataan itu sepanjang hidup mereka. Antikristus terbiasa berbohong: apa karakter kemanusiaan mereka? Jelas, karakter ini bukanlah sesuatu yang menjadi bagian dari kemanusiaan yang normal. Tepatnya, itu adalah natur setan. Tipu muslihat, kebohongan, dan tipu daya mereka yang telah berurat akar: apakah cara-cara ini dipelajari di sekolah? Apakah cara-cara ini adalah hasil dari ekses pengetahuan? Apakah cara-cara ini digunakan mereka karena ajaran dan pengaruh orang tua? (Tidak.) Cara-cara ini ini adalah natur bawaan mereka. Mereka dilahirkan dengan cara-cara ini; tak seorang pun yang memaksakan cara-cara ini kepada mereka, juga tak seorang pun yang mengajari mereka cara-cara ini. Inilah diri mereka apa adanya—terbiasa berbohong. Dan selain itu, mereka tidak pernah merasa malu atau sedih dengan kebohongan mereka, mereka tidak pernah merasa menderita atau gelisah. Bukan hanya mereka tidak merasa sedih dengan kebohongan mereka, mereka justru sering menganggap diri mereka sangat pandai, sangat cerdas; mereka merasa beruntung, bangga, dan diam-diam merasa gembira karena mereka mampu memanipulasi dan menipu orang lain dengan menggunakan kebohongan dan taktik lainnya. Para antikristus adalah golongan orang yang selalu menggunakan kebohongan untuk memanipulasi dan menipu orang lain. Ketika mereka telah selesai mendengarkan khotbah dan persekutuan orang lain tentang bagaimana menjadi orang yang jujur, apakah mereka merasa sedih? Apakah mereka merasa bersalah? (Tidak.) Dan bagaimana orang dapat mengetahui bahwa mereka tidak merasa bersalah, bahwa mereka tidak merasa sedih? Dengan melihat fakta bahwa mereka tidak pernah menganalisis diri mereka sendiri. Mereka tidak pernah terbuka dan mengungkapkan kebohongan mereka sendiri, juga tidak pernah mengakui bahwa mereka bersikap tidak jujur. Selain itu, mereka terus berbohong dan menipu orang jika mereka merasa perlu untuk melakukannya. Begitulah natur mereka, dan tidak mungkin untuk mengubahnya. Natur ini bukanlah ungkapan kemanusiaan yang normal; tepatnya, itu adalah natur setan.

Dikutip dari "Lampiran Empat: Meringkas Karakter Kemanusiaan Para Antikristus dan Esensi Watak Mereka (Bagian Satu)" dalam "Menyingkapkan Antikristus"

2. Yang dimaksud dengan orang yang curang dan bagaimana perwujudannya