1. Yang dimaksud dengan perubahan watak dan perbedaan antara perubahan watak dan perubahan perilaku yang baik

1. Yang dimaksud dengan perubahan watak dan perbedaan antara perubahan watak dan perubahan perilaku yang baik

Firman Tuhan yang Relevan:

Perubahan watak manusia dicapai melalui berbagai jenis pekerjaan Tuhan; tanpa perubahan seperti itu dalam wataknya, manusia tidak akan dapat menjadi kesaksian bagi Tuhan dan berkenan di hati Tuhan. Perubahan watak manusia menandakan bahwa manusia telah membebaskan dirinya dari perbudakan Iblis dan dari pengaruh kegelapan, dan telah benar-benar menjadi teladan dan contoh pekerjaan Tuhan, seorang saksi Tuhan, dan orang yang berkenan di hati Tuhan. Pada zaman sekarang, Tuhan yang berinkarnasi telah datang untuk melakukan pekerjaan-Nya di bumi, dan Dia menuntut agar manusia mencapai pengetahuan tentang Dia, ketaatan kepada-Nya, menjadi kesaksian bagi-Nya, mengenal pekerjaan-Nya yang normal dan nyata, menaati semua firman dan pekerjaan-Nya yang tidak sesuai dengan pemahaman manusia, dan memberi kesaksian tentang semua pekerjaan yang Dia lakukan untuk menyelamatkan manusia serta semua perbuatan yang Dia capai untuk menaklukkan manusia. Orang-orang yang menjadi kesaksian bagi Tuhan harus memiliki pengetahuan tentang Tuhan; hanya kesaksian semacam inilah yang akurat dan nyata, dan hanya kesaksian semacam inilah yang dapat mempermalukan Iblis. Tuhan memakai orang-orang yang telah mengenal Dia melalui menjalani penghakiman dan hajaran, penanganan dan pemangkasan-Nya, untuk menjadi kesaksian bagi-Nya. Dia memakai orang-orang yang telah dirusak oleh Iblis untuk menjadi kesaksian bagi-Nya, dan demikian pula Dia memakai orang-orang yang wataknya telah berubah, dan yang dengan demikian telah mendapatkan berkat-Nya, untuk menjadi kesaksian bagi-Nya. Tuhan tidak membutuhkan manusia untuk memuji Dia dengan mulutnya. Dia juga tidak membutuhkan pujian dan kesaksian dari sekutu Iblis, yang belum diselamatkan oleh-Nya. Hanya orang-orang yang mengenal Tuhan yang memenuhi syarat untuk menjadi kesaksian bagi-Nya, dan hanya mereka yang telah mengalami perubahan watak yang memenuhi syarat untuk menjadi kesaksian bagi-Nya. Tuhan tidak akan membiarkan manusia dengan sengaja mempermalukan nama-Nya.

Dikutip dari "Hanya Mereka yang Mengenal Tuhan yang Bisa Menjadi Kesaksian bagi Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Watak orang berubah dengan firman Roh Kudus saat ini; jika engkau selalu berpaut pada pengalaman lamamu dan aturan-aturan di masa lalu, watakmu tidak dapat berubah. Jika firman yang Roh Kudus ucapkan pada zaman sekarang memerintahkan kepada semua orang untuk masuk ke dalam kehidupan kemanusiaan yang normal tetapi engkau tetap saja terpaku pada hal-hal lahiriah, dan bingung tentang kenyataan dan tidak menganggapnya serius, maka engkau adalah orang yang telah gagal untuk mengikuti pekerjaan Roh Kudus, orang yang belum masuk ke jalan yang dituntun oleh Roh Kudus. Apakah watakmu dapat berubah atau tidak, itu bergantung pada apakah engkau mengikuti firman yang Roh Kudus ucapkan pada zaman sekarang dan tergantung pada apakah engkau memiliki pengetahuan yang benar atau tidak. Ini tidak sama dengan apa yang engkau semua pahami sebelumnya. Perubahan watak yang engkau pahami sebelumnya adalah bahwa engkau, yang tadinya cepat menghakimi, sekarang sudah berhenti berbicara sembarangan berkat pendisiplinan Tuhan; tetapi itu hanyalah salah satu aspek perubahan. Sekarang ini, hal yang paling penting adalah mengikuti bimbingan Roh Kudus: mengikuti apa pun yang Tuhan katakan, dan menaati apa pun yang Dia katakan. Orang tidak dapat mengubah watak mereka sendiri; mereka harus menjalani penghakiman dan hajaran, penderitaan dan pemurnian oleh firman Tuhan, atau ditangani, didisiplinkan, dan dipangkas oleh firman-Nya. Hanya setelah itulah mereka dapat mencapai ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan, dan tidak lagi bersikap acuh tak acuh terhadap-Nya. Melalui pemurnian oleh firman Tuhan-lah, watak manusia berubah. Hanya melalui penyingkapan, penghakiman, pendisiplinan, dan penanganan oleh firman-Nya mereka tidak akan lagi berani bertindak gegabah, tetapi sebaliknya akan menjadi mantap dan tenang. Hal yang paling penting adalah mereka mampu untuk tunduk pada firman Tuhan zaman sekarang dan pekerjaan-Nya, bahkan sekalipun firman dan pekerjaan itu tidak sejalan dengan pemahaman manusia, mereka mampu menyingkirkan pemahaman tersebut dan dengan rela tunduk. Di masa lalu, pembahasan tentang perubahan watak terutama mengacu pada kemampuan untuk meninggalkan diri sendiri, membiarkan daging menderita, mendisiplinkan tubuh seseorang, dan membersihkan diri dari keinginan daging—yang merupakan salah satu jenis perubahan watak. Di masa sekarang, semua orang tahu bahwa ungkapan nyata perubahan watak adalah menaati firman Tuhan zaman sekarang dan sungguh-sungguh mengenal pekerjaan baru-Nya. Dengan cara ini, pemahaman orang-orang sebelumnya tentang Tuhan, yang diwarnai dengan gagasan mereka sendiri, dapat dihapus dan mereka bisa mendapatkan pengetahuan yang benar dan ketaatan kepada Tuhan—hanya inilah ungkapan perubahan watak yang sejati.

Dikutip dari "Orang-Orang Yang Wataknya Telah Berubah adalah Mereka yang Telah Masuk ke Dalam Kenyataan Firman Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Apa yang dimaksud dengan perubahan watak? Itu terjadi ketika seorang pencinta kebenaran, sementara mengalami pekerjaan Tuhan, menerima penghakiman dan hajaran firman-Nya dan mengalami segala macam penderitaan dan pemurnian. Orang semacam itu ditahirkan dari racun-racun iblis dalam dirinya, dan sepenuhnya melepaskan dirinya dari wataknya yang rusak, sehingga dia dapat tunduk pada firman Tuhan dan semua pengaturan dan rencana-Nya, tidak pernah lagi memberontak terhadap-Nya atau menentang-Nya. Inilah yang dimaksud dengan perubahan watak. ... Perubahan watak berarti bahwa seseorang, karena dia mencintai dan dapat menerima kebenaran, akhirnya mengetahui naturnya yang tidak taat yang menentang Tuhan; dia memahami bahwa manusia dirusak sedemikian dalam, dan dia mengakui kebodohan dan kecurangan manusia, dia mengenali kemiskinan dan kesedihan manusia, dan pada akhirnya mulai memahami natur esensi manusia. Dengan mengetahui semua ini, dia menjadi mampu untuk menyangkali dan mengesampingkan dirinya sepenuhnya, hidup menurut firman Tuhan, dan menerapkan kebenaran dalam segala sesuatu. Inilah orang yang mengenal Tuhan; inilah orang yang wataknya telah berubah.

Dikutip dari "Cara Mengenal Natur Manusia" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Perubahan dalam watak terutama mengacu pada perubahan natur seseorang. Hal-hal yang berkaitan dengan natur manusia tidak dapat dilihat dari perilaku lahiriah; hal-hal itu berkaitan secara langsung dengan nilai dan makna penting keberadaannya. Artinya, hal-hal tersebut secara langsung melibatkan pandangan seseorang mengenai kehidupan dan nilai-nilainya, hal-hal yang berada jauh di dalam jiwanya, dan esensinya. Jika seseorang tidak dapat menerima kebenaran, dia tidak akan mengalami perubahan dalam aspek-aspek ini. Hanya dengan mengalami pekerjaan Tuhan, sepenuhnya masuk ke dalam kebenaran, mengubah nilai-nilai dan pandangan seseorang tentang keberadaan dan kehidupan, menyelaraskan pandangan seseorang dengan pandangan Tuhan, dan menjadi mampu untuk sepenuhnya tunduk kepada Tuhan dan setia kepada-Nya, barulah watak seseorang dapat dikatakan telah berubah. Engkau mungkin tampak berusaha, engkau mungkin tangguh dalam menghadapi kesulitan, engkau mungkin dapat menjalankan pengaturan kerja dari yang di Atas, atau engkau mungkin dapat pergi ke mana pun engkau diperintahkan untuk pergi, tetapi semua ini hanyalah perubahan kecil dari perilaku dan tidak cukup untuk diperhitungkan sebagai perubahan dalam watakmu. Engkau mungkin mampu menempuh banyak jalan dan mengalami banyak kesulitan dan menanggung penghinaan besar; engkau mungkin merasa sangat dekat dengan Tuhan, dan bahwa Roh Kudus mungkin melakukan suatu pekerjaan di dalam dirimu. Namun, ketika Tuhan memintamu untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan gagasanmu, engkau mungkin tetap tidak tunduk; sebaliknya, engkau mungkin mencari-cari alasan, memberontak dan menentang Tuhan, bahkan sampai pada titik di mana engkau mengkritik dan memprotes Dia. Ini akan menjadi masalah yang serius! Ini hanya menunjukkan bahwa engkau masih memiliki sebuah natur yang menentang Tuhan, dan bahwa engkau belum mengalami perubahan apa pun.

Dikutip dari "Apa yang Harus Diketahui tentang Mengubah Watak Seseorang" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Perubahan dalam watak seseorang bukanlah perubahan dalam perilakunya, juga bukan perubahan lahiriah yang dibuat-buat atau perubahan sementara karena semangat; sebaliknya, ini adalah perubahan watak yang sejati yang memunculkan perubahan dalam perilaku. Perubahan perilaku seperti itu tidak sama dengan perubahan yang terlihat dalam perilaku dan tindakan lahiriah seseorang. Perubahan watak berarti engkau telah memahami dan mengalami kebenaran, dan kebenaran telah menjadi hidupmu. Di masa lalu, engkau memahami kebenaran tentang masalah ini, tetapi engkau tidak mampu menerapkan kebenaran tersebut; kebenaran hanyalah sebuah doktrin bagimu yang tidak melekat. Sekarang setelah watakmu berubah, engkau tidak hanya memahami kebenaran, tetapi engkau juga melakukan penerapan sesuai dengan kebenaran tersebut. Sekarang engkau dapat melepaskan hal-hal yang engkau sukai di masa lalu, hal-hal yang dahulu bersedia engkau lakukan, juga imajinasimu, dan gagasanmu. Engkau sekarang mampu melepaskan hal-hal yang sebelumnya tidak dapat engkau lepaskan. Inilah perubahan watak, dan inilah juga proses mengubah watakmu.

Dikutip dari "Apa yang Harus Diketahui tentang Mengubah Watak Seseorang" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Dalam upaya mengubah watakmu, engkau harus mencapai tahap tertentu dalam pemahamanmu tentang dirimu sendiri di mana engkau dapat menemukan racun Iblis yang ada di dalam naturmu sendiri. Engkau harus tahu apa artinya menentang Tuhan, serta apa artinya memberontak terhadap Tuhan, dan engkau harus belajar cara bersikap sesuai dengan kebenaran dalam segala hal. Engkau juga harus mendapatkan pemahaman tentang kehendak Tuhan dan tuntutan-Nya atas manusia. Engkau harus memiliki hati nurani dan nalar di hadapan Tuhan, engkau tidak boleh berbicara dengan sombong atau menipu Tuhan, dan engkau tidak lagi boleh melakukan apa pun untuk menentang Tuhan. Dengan demikian, engkau akan mengubah watakmu. Mereka yang wataknya telah berubah merasakan sikap hormat kepada Tuhan jauh di lubuk hati mereka, dan pemberontakan mereka terhadap Tuhan berangsur-angsur berkurang. Selain itu, dalam memenuhi tugasnya, mereka tidak lagi membutuhkan orang lain untuk mengkhawatirkan mereka, Roh Kudus juga tidak selalu perlu melakukan pekerjaan pendisiplinan dalam diri mereka. Mereka pada dasarnya dapat tunduk kepada Tuhan, dan kebenaran ada dalam cara pandang mereka tentang berbagai hal. Ini semua artinya sama dengan menjadi sesuai dengan Tuhan.

Dikutip dari "Hanya dengan Mengejar Kebenaran Orang Dapat Mencapai Perubahan dalam Wataknya" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Perubahan watak memiliki karakteristik, yaitu mampu tunduk pada apa yang benar dan sejalan dengan kebenaran. Tidak peduli siapa yang memberimu saran—apakah mereka masih muda atau sudah tua, apakah engkau bergaul dengan baik, dan apakah hubungan di antara engkau semua baik atau buruk—asalkan mereka mengatakan sesuatu yang benar dan sejalan dengan kebenaran, dan bermanfaat bagi pekerjaan keluarga Tuhan, maka engkau dapat mendengar, mengadopsi dan menerimanya, dan tidak terpengaruh oleh faktor lainnya. Inilah aspek pertama dari karakteristik tersebut. Pertama-tama engkau dapat menerima kebenaran, juga hal-hal yang benar dan sejalan dengan kebenaran. Karakteristik lainnya adalah mampu mencari kebenaran setiap kali engkau menghadapi masalah. Engkau tidak hanya dapat menerima kebenaran; engkau juga harus mampu mencarinya. Misalnya, jika engkau menghadapi masalah baru yang tidak dapat dipahami siapa pun, engkau dapat mencari kebenaran, mengerti apa yang harus engkau lakukan atau terapkan untuk membuat masalah itu sejalan dengan prinsip-prinsip kebenaran, dan memenuhi tuntutan Tuhan. Aspek lainnya adalah memperoleh kemampuan untuk memperhatikan kehendak Tuhan. Bagaimana engkau seharusnya memperhatikan kehendak-Nya? Ini tergantung pada tugas apa yang engkau lakukan dan tuntutan apa yang Tuhan tetapkan terhadapmu dalam tugasmu. Engkau harus memahami prinsip ini: laksanakan tugasmu sesuai tuntutan Tuhan, dan lakukan itu demi memuaskan Dia. Engkau juga harus memahami kehendak Tuhan dan hasil yang diharapkan dari tugasmu, dan engkau harus mampu bertindak dengan tanggung jawab dan kesetiaan. Semua ini adalah cara-cara untuk memperhatikan kehendak Tuhan. Jika engkau tidak tahu bagaimana memperhatikan kehendak Tuhan dalam hal yang engkau lakukan, engkau harus melakukan pencarian untuk melakukan hal itu, dan untuk memuaskan Dia. Jika engkau semua bisa menerapkan ketiga prinsip ini, mengukur cara sebenarnya engkau hidup berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, dan menemukan jalan penerapannya, engkau akan menangani urusan dengan cara yang berprinsip. Apa pun yang engkau hadapi dan apa pun masalah yang harus engkau tangani, engkau harus selalu mencari prinsip penerapan yang seharusnya kau terapkan, rincian apa saja yang tercakup dalam tiap-tiap prinsip tersebut, dan bagaimana prinsip-prinsip itu harus diterapkan sehingga engkau tidak akan melanggarnya. Setelah engkau memiliki pemahaman yang jelas tentang hal-hal ini, engkau akan secara alami mampu menerapkan kebenaran.

Dikutip dari "Hanya dengan Mengamalkan Kebenaran Engkau Dapat Melepaskan Belenggu Watak yang Rusak" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Dalam mengejar perubahan watakmu, engkau harus memahami apa yang tidak ada hubungannya dengan perubahan watak dan apa yang bukan dalam lingkup perubahan watak, tetapi yang hanya merupakan perilaku lahiriah yang baik. Engkau harus memahami apa yang Tuhan maksudkan ketika Dia berbicara tentang perubahan watak, dan memahami apa yang ingin Tuhan ubah dalam diri manusia. Orang harus memahami hal-hal ini. Apa yang kauanggap sebagai perubahan watak dan apa yang Tuhan katakan sebagai perubahan watak adalah dua hal yang berbeda, dua jalan. Jalan yang ada dalam pikiranmu, pada akhirnya, tidak akan memenuhi kehendak Tuhan. Yang Tuhan katakan sebagai perubahan watak adalah ketika seseorang, dengan cara menerapkan kebenaran dan dengan cara dihakimi dan dihajar, ditangani dan dipangkas, serta diuji dan dimurnikan oleh Tuhan, memperoleh pemahaman akan kehendak Tuhan dan kebenaran prinsip, dan hidup berdasarkan kebenaran prinsip, sampai mereka mencapai ketundukan dan memiliki hati yang hormat kepada Tuhan, tidak ada kesalahpahaman tentang Tuhan, dan memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan, serta sungguh-sungguh menyembah Dia. Yang Tuhan bicarakan adalah yang berkaitan dengan watak seseorang; lantas, apa yang dimaksud orang ketika mereka berbicara tentang perubahan watak? Yang dimaksud mereka adalah perilaku orang menjadi lebih baik, orang tampak jujur dan sesuai aturan, ucapannya beradab, dan mereka mengindahkan hati nurani mereka dalam hubungan mereka dengan orang lain serta memiliki standar moral. Apakah ada perbedaan antara hal ini dengan apa yang Tuhan katakan? Entah dalam berhubungan dengan orang atau segala sesuatu, semua doronganmu, prinsip-prinsip di balik tindakanmu, dan standar penilaianmu harus sesuai dengan kebenaran dan engkau harus mencari kebenaran prinsip. Hanya dengan cara demikianlah perubahan watak dapat dicapai. Jika engkau selalu menggunakan standar perilaku sebagai ukuran dan selalu berfokus pada perubahan perilaku lahiriah, tetapi tidak mencari kebenaran untuk menyelesaikan watakmu sendiri yang rusak, engkau tidak dapat memperoleh pengetahuan akan kebenaran dan kekudusan Tuhan, dalam hal ini, bagaimana engkau akan menghasilkan hati yang benar-benar menghormati Tuhan? Jika orang tidak bisa takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, maka tidak ada perilaku baik apa pun yang berarti bahwa mereka dapat benar-benar tunduk kepada Tuhan. Oleh karena itu, sebanyak apa pun perilaku baik yang dimiliki seseorang, itu tidak berarti telah terjadi perubahan pada watak orang tersebut.

Dikutip dari "Hanya Jika Orang Melakukan Kebenaran, Mereka Dapat Memiliki Kemanusiaan yang Normal" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Esensi perubahan dalam watak dan perubahan dalam perilaku berbeda, dan perubahan dalam penerapan juga berbeda—semuanya berbeda dalam hal esensi. Kebanyakan orang memberikan penekanan khusus pada perilaku dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan, sebagai akibatnya terjadi perubahan tertentu dalam perilaku mereka. Setelah mereka mulai percaya kepada Tuhan, mereka berhenti bersengketa dengan orang lain, mereka berhenti menghina dan bertengkar dengan orang, mereka berhenti merokok dan mabuk-mabukan, dan berhenti mencuri properti milik umum—apakah itu hanya sebuah paku atau kayu—dan bahkan mereka tidak lagi pergi ke pengadilan setiap kali mereka menderita kerugian atau diperlakukan tidak adil. Tidak diragukan, mereka memang mengalami beberapa perubahan perilaku. Karena, begitu mereka percaya kepada Tuhan, menerima jalan yang benar membuat manusia merasa sangat baik, dan karena mereka juga sekarang telah merasakan kasih karunia oleh pekerjaan Roh Kudus, mereka menjadi sangat bersemangat, dan bahkan tidak ada satu pun yang tidak bisa mereka tinggalkan atau tidak bisa mereka pikul. Meskipun demikian, setelah percaya selama tiga, lima, sepuluh, atau tiga puluh tahun, karena tidak ada perubahan dalam watak hidup mereka, pada akhirnya, mereka kembali jatuh lagi ke jalan-jalan mereka yang lama; kecongkakan dan keangkuhan mereka semakin terasa, mereka mulai bersaing untuk memperebutkan kekuasaan dan keuntungan, mereka mengingini uang gereja, mereka melakukan apa saja yang memuaskan kepentingan mereka, mereka menginginkan status dan kesenangan, dan mereka telah menjadi parasit di rumah Tuhan. Secara khusus, kebanyakan mereka yang melayani sebagai pemimpin ditinggalkan orang-orang. Dan fakta ini membuktikan apa? Perubahan yang hanya berkaitan dengan perilaku tidak akan bertahan; jika tidak ada perubahan dalam watak kehidupan seseorang, maka cepat atau lambat, sisi jahatnya akan tampak dengan sendirinya. Karena sumber perubahan dalam perilaku mereka adalah semangat, diikuti oleh sedikit pekerjaan Roh Kudus pada saat itu, sangat mudah bagi mereka untuk menjadi bersemangat, atau menunjukkan kebaikan pada suatu waktu. Seperti yang dikatakan orang tidak percaya, "Melakukan satu perbuatan baik itu mudah, yang sulit adalah melakukan perbuatan baik seumur hidup." Manusia tidak mampu melakukan perbuatan baik seumur hidup mereka. Perilaku mereka diarahkan oleh kehidupan, apa pun kehidupan mereka, begitu juga perilaku mereka dan hanya apa yang dinyatakan secara alamilah yang merepresentasikan kehidupan dan sifat seseorang. Hal-hal yang palsu tidak akan bertahan. Ketika Tuhan bekerja untuk menyelamatkan manusia, itu bukanlah untuk menghiasi manusia dengan sikap baik—pekerjaan Tuhan adalah untuk mengubah watak manusia, membuat mereka lahir kembali menjadi manusia baru. Oleh karena itu, penghakiman, hajaran, ujian, dan pemurnian Tuhan terhadap manusia semuanya bertujuan untuk mengubah wataknya, sehingga ia mencapai ketaatan dan kesetiaan mutlak kepada Tuhan, dan menyembah Tuhan secara normal. Inilah tujuan pekerjaan Tuhan. Memiliki sikap baik tidak sama dengan menaati Tuhan, apalagi menjadi serupa dengan Kristus. Perubahan dalam perilaku didasarkan pada doktrin dan lahir dari semangat—bukan didasarkan pada pengetahuan sejati akan Tuhan, atau akan kebenaran, dan perubahan itu tidak berdasar pada bimbingan Roh Kudus. Walau ada waktu-waktu di mana sebagian dari apa yang manusia lakukan diarahkan oleh Roh Kudus, ini bukanlah ungkapan kehidupan, apalagi dianggap sama dengan mengenal Tuhan, tidak peduli seberapa baik perilaku seseorang, hal itu tidak membuktikan mereka menaati Tuhan atau mereka melakukan kebenaran. Perubahan perilaku hanyalah ilusi sementara; itu hanyalah perwujudan dari semangat. Itu tidak bisa dianggap sebagai ungkapan kehidupan.

Dikutip dari "Perbedaan antara Perubahan Lahiriah dan Perubahan Watak" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Orang bisa berperilaku baik, tetapi itu tidak selalu berarti bahwa mereka memiliki kebenaran. Memiliki semangat hanya bisa membuat mereka menaati doktrin dan mengikuti aturan; orang-orang yang tidak memiliki kebenaran tidak mungkin dapat menyelesaikan masalah-masalah yang esensial, dan doktrin juga tidak dapat menggantikan posisi kebenaran. Orang-orang yang telah mengalami perubahan dalam watak mereka berbeda; mereka telah memahami kebenaran, mereka memahami semua masalah, mereka tahu cara bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan, cara bertindak sesuai dengan kebenaran prinsip, dan cara bertindak agar menyenangkan Tuhan, dan mereka memahami sifat dari kerusakan yang mereka perlihatkan. Ketika ide-ide dan gagasan mereka sendiri disingkapkan, mereka mampu bersikap arif dan meninggalkan daging. Demikianlah perubahan dalam watak itu disingkapkan. Hal yang utama mengenai orang yang telah mengalami perubahan watak adalah bahwa mereka telah dapat dengan jelas memahami kebenaran, dan ketika melakukan sesuatu, mereka melakukan kebenaran dengan cukup akurat dan mereka tidak sering memperlihatkan kerusakan. Secara umum, mereka yang wataknya telah berubah tampak sangat berakal sehat dan arif, dan karena pemahaman mereka akan kebenaran, mereka tidak memperlihatkan terlalu banyak sikap yang membenarkan diri sendiri atau kecongkakan. Mereka dapat melihat dan memahami di balik banyak dari kerusakan yang telah disingkapkan di dalam diri mereka, sehingga mereka tidak menjadi congkak. Mereka mampu memiliki pemahaman yang terukur tentang di mana kedudukan manusia, tentang cara berperilaku yang pantas, tentang cara menjadi taat, tentang apa yang harus dikatakan dan apa yang tidak boleh dikatakan, dan tentang apa yang harus dikatakan serta apa yang harus dilakukan dan kepada siapa itu dikatakan dan dilakukan. Inilah sebabnya dikatakan bahwa orang-orang seperti ini cukup berakal sehat. Mereka yang telah mengalami perubahan dalam watak mereka benar-benar hidup dalam keserupaan dengan manusia, dan mereka memiliki kebenaran. Mereka selalu mampu berbicara dan melihat berbagai hal sesuai dengan kebenaran, dan mereka berprinsip dalam segala sesuatu yang mereka lakukan; mereka tidak tunduk pada pengaruh orang, perkara, atau apa pun dan mereka semua memiliki pandangan mereka sendiri dan dapat mempertahankan kebenaran prinsip. Watak mereka relatif stabil, mereka tidak terombang-ambing, dan apa pun keadaan yang mereka hadapi, mereka mengerti cara melakukan tugas-tugas mereka dengan benar dan cara berperilaku untuk kepuasan Tuhan. Mereka yang wataknya benar-benar telah berubah tidak memusatkan perhatian pada apa yang harus dilakukan untuk membuat diri mereka tampak baik pada tingkat lahiriah—mereka telah mendapatkan kejelasan batin tentang apa yang harus dilakukan untuk menyenangkan Tuhan. Oleh karena itu, secara lahiriah, mereka mungkin tidak tampak menjadi begitu antusias atau telah melakukan sesuatu yang sangat hebat, tetapi segala sesuatu yang mereka lakukan bermakna, bernilai, dan membuahkan hasil yang nyata. Mereka yang wataknya telah berubah pasti memiliki banyak kebenaran, dan ini dapat ditegaskan melalui cara pandang mereka tentang berbagai hal dan tindakan mereka yang berprinsip. Mereka yang tidak memiliki kebenaran sama sekali belum mencapai perubahan apa pun dalam watak. Perubahan watak bukan berarti memiliki kemanusiaan yang telah matang dan berpengalaman; ini terutama merujuk pada kondisi ketika beberapa dari racun-racun iblis di dalam natur seseorang berubah sebagai hasil dari memperoleh pengenalan akan Tuhan dan pemahaman tentang kebenaran. Dengan kata lain, racun-racun Iblis itu ditahirkan, dan kebenaran yang disingkapkan oleh Tuhan berakar dalam diri orang-orang semacam itu, menjadi hidup mereka, dan menjadi satu-satunya dasar dari keberadaan mereka. Baru setelah itulah mereka menjadi manusia baru, dan karena itu, mengalami perubahan watak. Perubahan watak bukan berarti bahwa watak lahiriah orang menjadi lebih lembut daripada sebelumnya, bahwa mereka dahulu congkak tetapi sekarang dapat berkomunikasi dengan pantas, atau mereka dahulu tidak mau mendengarkan siapa pun tetapi sekarang dapat mendengarkan orang lain; perubahan-perubahan lahiriah semacam ini tidak dapat dikatakan sebagai perubahan watak. Tentu saja perubahan watak memang mencakup keadaan dan pengungkapan seperti itu, tetapi bahan yang paling penting adalah bahwa secara batin, hidup mereka telah berubah. Kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan benar-benar menjadi kehidupan mereka sendiri, racun iblis di dalamnya telah disingkirkan, dan berbagai cara pandang mereka telah berubah sepenuhnya—dan tak seorang pun di antara mereka yang sejalan dengan cara pandang dunia. Orang-orang ini dapat melihat rencana jahat dan racun si naga merah besar dengan jelas sebagaimana adanya; mereka telah memahami esensi sejati kehidupan. Jadi, nilai-nilai kehidupan mereka telah berubah, dan inilah jenis perubahan yang paling mendasar, serta esensi dari perubahan watak.

Dikutip dari "Perbedaan antara Perubahan Lahiriah dan Perubahan Watak" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Mencapai perubahan dalam watak orang bukanlah masalah sederhana; ini tidak berarti hanya mengalami sedikit perubahan dalam perilaku, mendapatkan sedikit pengetahuan tentang kebenaran, bisa berbicara sedikit tentang pengalaman seseorang dengan setiap aspek kebenaran, atau mengubah beberapa atau menjadi sedikit taat setelah didisiplinkan. Hal-hal ini bukan merupakan perubahan dalam watak hidup seseorang. Mengapa Aku mengatakan ini? Meskipun engkau mungkin sudah agak berubah, engkau masih belum benar-benar menerapkan kebenaran. Mungkin karena engkau berada di lingkungan yang cocok untuk sementara waktu, dan situasi yang menyenangkan, atau keadaanmu saat ini telah memaksamu, maka engkau pun berperilaku seperti ini. Selain itu, ketika kondisi pikiranmu stabil dan Roh Kudus bekerja, engkau mampu menerapkannya. Jika engkau sedang mengalami ujian, dan penderitaan sepanjang ujian seperti yang dialami Ayub, atau seperti Petrus yang diminta Tuhan untuk mati, akankah engkau mampu berkata, "Bahkan seandainya aku mati sesudah mengenal-Mu, itu tidak mengapa"? Perubahan watak tidak terjadi dalam semalam, dan begitu engkau memahami kebenaran, engkau tidak bisa serta-merta menerapkannya dalam setiap lingkungan. Ini melibatkan natur manusia. Terkadang sepertinya engkau sedang menerapkan kebenaran, tetapi pada kenyataannya, natur dari tindakanmu tidak menunjukkan bahwa engkau sedang melakukannya. Banyak orang memiliki cara-cara tertentu untuk berperilaku secara lahiriah, misalnya mereka sanggup mengesampingkan keluarga dan karier serta melaksanakan tugasnya, dan karenanya mereka yakin mereka sedang menerapkan kebenaran. Namun Tuhan tidak mengakui bahwa engkau sedang melakukan kebenaran. Jika segala sesuatu yang engkau lakukan mengandung motif pribadi dan itu dipalsukan, itu berarti engkau tidak sedang melakukan kebenaran; engkau hanya memperlihatkan perilaku yang dangkal. Sebenarnya, perilaku semacam ini mungkin akan dikutuk oleh Tuhan; itu tidak akan dipuji atau diingat oleh-Nya. Membedah ini lebih jauh, engkau sedang melakukan kejahatan dan perilakumu bertentangan dengan Tuhan. Secara lahiriah, engkau tidak sedang mengacaukan atau mengganggu apa pun dan engkau belum melakukan kerusakan yang nyata atau melanggar kebenaran apa pun. Itu tampaknya logis dan masuk akal, tetapi esensi dari tindakanmu berkaitan dengan melakukan kejahatan dan menentang Tuhan. Oleh karena itu, engkau harus memastikan apakah telah terjadi perubahan dalam watakmu dan apakah engkau sedang menerapkan kebenaran dengan melihat motif di balik tindakanmu dalam terang firman Tuhan. Itu tidak ditentukan oleh pandangan manusia mengenai apakah tindakanmu itu sesuai dengan imajinasi dan niat manusia, atau apakah itu sesuai dengan seleramu; hal-hal seperti itu tidak penting. Sebaliknya, itu tergantung kepada Tuhan yang berkata apakah engkau sedang menyelaraskan diri dengan kehendak-Nya atau tidak, apakah tindakanmu memiliki kebenaran kenyataan atau tidak, dan apakah tindakanmu memenuhi tuntutan dan standar-Nya atau tidak. Hanya dengan mengukur dirimu sendiri terhadap tuntuan Tuhan, barulah itu akurat. Perubahan dalam watak dan menerapkan kebenaran tidak sesederhana dan semudah yang orang bayangkan. Apakah engkau memahami ini sekarang? Apakah engkau memiliki pengalaman dengan ini? Ketika sampai pada esensi masalah, engkau mungkin tidak memahaminya; masuknya dirimu dalam hal ini terlalu dangkal. Engkau semua sibuk kian kemari sepanjang hari, dari fajar hingga petang, bangun awal dan tidur larut malam, tetapi engkau belum mencapai perubahan dalam watak hidupmu, dan engkau tidak dapat memahami apa yang berkaitan dengan perubahan seperti itu. Ini berarti masuknya dirimu dalam hal ini terlalu dangkal, bukan begitu? Terlepas dari berapa lama engkau sudah percaya kepada Tuhan, engkau mungkin tidak merasakan esensi dan hal-hal mendalam yang berkaitan dengan mencapai perubahan watak. Dapatkah dikatakan bahwa watakmu telah berubah? Bagaimana engkau tahu apakah Tuhan memujimu atau tidak? Setidaknya, engkau akan merasa luar biasa teguh dalam segala sesuatu yang engkau lakukan, dan engkau akan merasakan Roh Kudus membimbing dan mencerahkanmu dan bekerja dalam dirimu sementara engkau sedang memenuhi tugasmu, sedang melakukan pekerjaan apa pun di rumah Tuhan, atau melakukan yang biasanya engkau lakukan. Tingkah lakumu akan selaras dengan firman Tuhan, dan begitu engkau sudah mendapatkan suatu tingkat pengalaman tertentu, engkau akan merasa bahwa caramu bertindak di masa lalu relatif sesuai. Namun, jika sesudah mendapatkan pengalaman untuk jangka waktu tertentu, engkau merasa bahwa beberapa hal yang engkau lakukan di masa lalu tidak sesuai, dan engkau tidak puas dengannya, dan merasa bahwa memang tidak ada kebenaran dalam hal-hal yang engkau lakukan, maka ini membuktikan bahwa segala sesuatu yang engkau lakukan dilakukan untuk menentang Tuhan. Itu adalah bukti bahwa pelayananmu penuh dengan pemberontakan, penentangan, dan cara-cara bertindak manusia.

Dikutip dari "Apa yang Harus Diketahui tentang Mengubah Watak Seseorang" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Berada di tahap mana engkau semua sekarang? Artinya, engkau telah mengetahui bahwa sudut pandangmu salah, tetapi engkau tetap mengandalkan sudut pandangmu untuk hidup, dan engkau menggunakannya untuk menilai pekerjaan Tuhan dan mengkritik serta mempertimbangkan semua yang Tuhan lakukan, kedaulatan-Nya, dan keadaan yang Dia tempatkan untukmu, dan engkau mampu memperlakukan kedaulatan Tuhan menggunakan sudut pandangmu dan metodemu. Apakah ini arti menerapkan kebenaran? Apakah ini adalah hasil yang dicapai setelah watak orang diubah? Tidak, bukan. Engkau sekarang hanya mengakui bahwa firman Tuhan itu baik dan benar, dan, melihat perilaku lahiriahmu, engkau tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran, apalagi melakukan hal-hal yang mengkritik pekerjaan Tuhan. Engkau juga mampu tunduk pada pengaturan pekerjaan rumah Tuhan. Orang semacam itu telah berubah dari orang tidak percaya menjadi pengikut Tuhan dengan perilaku seperti orang kudus. Engkau berubah dari seseorang yang tanpa ragu hidup menurut falsafah Iblis, dan hidup menurut konsep, prinsip, dan pengetahuan Iblis kepada seseorang yang, setelah mendengar firman Tuhan, merasa firman Tuhan adalah baik, benar, dan kebenaran, seseorang yang ingin hidup menurut firman Tuhan, dan yang telah menerima firman Tuhan dan menjadikannya sebagai hidup mereka. Itulah jenis prosesnya—tidak lebih. Jadi, selama periode ini, perilaku dan caramu melakukan sesuatu pasti akan mengalami beberapa perubahan dan tentunya akan sangat berbeda dari sebelumnya. Namun, bagaimanapun berbedanya perilaku dan caramu, atau sebanyak apa pun perbedaannya, bagi Tuhan, apa yang terwujud dalam dirimu tidak lebih daripada perubahan dalam perilaku dan metodemu, perubahan dalam pemikiran dan sudut pandangmu, perubahan dalam keinginan terdalammu, dan perubahan dalam aspirasimu—tidak lebih dari ini. Engkau sekarang mungkin dapat, dengan upaya, mempersembahkan hidupmu untuk Tuhan, tetapi engkau tidak dapat mencapai ketaatan mutlak kepada Tuhan dalam hal yang menurutmu sangat tidak menyenangkan. Inilah perbedaan antara perubahan perilaku dan perubahan watak. Mungkin, hatimu yang baik memampukanmu untuk berperilaku sedemikian rupa sehingga engkau segera menyerahkan hidupmu untuk Tuhan, berkata, "Aku siap dan bersedia menyerahkan hidupku. Dalam hidup ini, aku tidak memiliki penyesalan dan keluhan! Aku telah meninggalkan perkawinanku, meninggalkan prospek duniawi, meninggalkan semua kemuliaan dan kekayaan, dan aku menerima keadaan yang telah Tuhan aturkan ini. Aku bisa menahan dan menerima semua ejekan dan hujatan dunia." Namun, yang perlu Tuhan lakukan hanyalah mengatur keadaan yang tidak sesuai dengan gagasanmu dan engkau kemudian berteriak kepada-Nya dan menentang Dia. Inilah perbedaan antara perubahan perilaku dan perubahan watak. Mungkin juga engkau dapat menyerahkan hidupmu untuk Tuhan dan meninggalkan orang-orang dan hal-hal yang paling kaucintai, atau hal yang hatimu paling tidak sanggup lepaskan—tetapi ketika engkau diminta untuk mengucapkan perkataan yang jujur kepada Tuhan dan menjadi orang yang jujur, engkau merasa sangat sulit dan tidak mampu melakukannya. Inilah perbedaan antara perubahan perilaku dan perubahan watak. Namun, mungkin engkau tidak mendambakan kenyamanan jasmani dalam hidup ini, tidak makan makanan enak ataupun mengenakan pakaian yang bagus, setiap hari engkau bekerja keras sampai kelelahan. Engkau dapat menahan berbagai macam penderitaan yang dibawa kepadamu oleh daging, tetapi ketika pengaturan Tuhan tidak sesuai dengan gagasanmu, engkau tidak dapat memahami, dan ketika engkau tidak dapat memahami, keluhan terhadap Tuhan muncul dalam dirimu, kesalahpahaman akan Dia muncul dalam dirimu, dan pada saat seperti itu, hubungan antara dirimu dan Tuhan akan semakin tegang sampai engkau ingin menjauhi dan mengkhianati-Nya dan tidak mampu tunduk sepenuhnya. Inilah perbedaan antara perubahan perilaku dan perubahan watak. Engkau dapat menyerahkan hidupmu untuk Tuhan, jadi mengapa engkau tidak bisa mengucapkan perkataan yang jujur kepada-Nya? Engkau dapat mengesampingkan segala sesuatu di luar dirimu, jadi mengapa engkau tidak dapat setia sepenuhnya pada amanat dan tugas yang telah Tuhan berikan kepadamu? Engkau dapat menyerahkan hidupmu untuk Tuhan, jadi mengapa, ketika engkau mengungkapkan perasaanmu dan menjaga hubunganmu dengan orang lain, engkau tidak dapat mengambil sikap untuk menjunjung tinggi pekerjaan Tuhan dan kepentingan-Nya? Engkau telah bersumpah di hadapan Tuhan untuk mengorbankan dirimu untuk Dia seumur hidupmu dan menerima penderitaan apa pun yang datang menghampirimu, jadi mengapa peristiwa engkau diberhentikan dari tugasmu membuatmu tenggelam ke dalam kenegatifan sedemikian rupa sehingga engkau tidak bisa bangkit selama berhari-hari? Hatimu penuh dengan penentangan dan keluhan serta kesalahpahaman—semuanya negatif. Apa yang sedang terjadi? Inilah perbedaan antara perubahan perilaku dan perubahan watak.

Dikutip dari "Dengan Menyelesaikan Gagasan Orang Barulah Orang Dapat Memasuki Jalur yang Benar dalam Kepercayaan kepada Tuhan (3)" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Apa dasar yang dahulu dipakai manusia untuk menjalani hidup? Semua orang hidup untuk diri mereka sendiri. Tiap orang memperjuangkan kepentingannya sendiri—inilah ringkasan dari natur manusia. Orang percaya kepada Tuhan demi diri mereka sendiri; mereka meninggalkan segala sesuatu, mengorbankan diri mereka bagi Dia, dan setia kepada Dia, tetapi mereka tetap melakukan semua hal ini demi diri mereka sendiri. Singkatnya, semua itu dilakukan dengan tujuan mendapatkan berkat bagi diri mereka sendiri. Di masyarakat, segala sesuatu dilakukan demi keuntungan pribadi; percaya kepada Tuhan semata-mata dilakukan untuk mendapatkan berkat. Demi mendapatkan berkat, orang meninggalkan segalanya dan mampu menanggung banyak penderitaan: semua ini merupakan bukti empiris dari natur manusia yang rusak. Namun, orang yang telah mengalami perubahan dalam wataknya berbeda; mereka percaya bahwa bagaimana hidup dengan bermakna, bagaimana melakukan tugasnya agar layak disebut manusia, bagaimana menyembah Tuhan, serta bagaimana memuaskan dan tunduk kepada Tuhan—semua ini—adalah landasan dari apa arti menjadi manusia dan merupakan suatu kewajiban yang telah ditetapkan oleh Surga dan diakui oleh bumi. Jika tidak, mereka tidak akan layak disebut manusia; hidup mereka akan menjadi hampa dan tidak ada artinya. Mereka merasa bahwa manusia harus hidup untuk memuaskan Tuhan, untuk melakukan tugas mereka dengan baik, dan untuk menjalani kehidupan yang bermakna sehingga jika sudah tiba waktunya untuk mereka mati sekalipun, mereka akan merasa puas dan tidak akan memiliki penyesalan sedikitpun, dan bahwa hidup yang telah mereka jalani tidaklah sia-sia. Dengan membandingkan kedua jenis situasi yang berbeda ini, orang dapat melihat bahwa yang disebutkan terakhir adalah salah satu orang yang wataknya telah berubah, dan karena watak hidupnya telah berubah, pandangannya terhadap kehidupan pasti juga telah berubah. Sekarang, setelah memiliki nilai-nilai yang berbeda, dia tidak akan pernah lagi hidup bagi dirinya sendiri, dan dia tidak akan pernah lagi percaya kepada Tuhan dengan tujuan untuk mendapatkan berkat. Orang semacam itu akan mampu berkata, "Jika aku mati setelah mengenal Tuhan, lalu apa arti kematian bagiku? Jika aku dapat mengenal Tuhan, aku akan mampu menjalani kehidupan yang bermakna, dan kemudian aku tidak akan hidup secara sia-sia dan aku juga tidak akan mati dengan penyesalan—aku tidak akan punya keluhan." Bukankah ini adalah pandangan yang berubah terhadap kehidupan? Oleh karena itu, penyebab utama perubahan dalam watak hidup seseorang adalah memiliki kebenaran dalam diri dan memiliki pengenalan akan Tuhan; oleh karena itu, pandangan seseorang tentang kehidupan berubah, dan nilai-nilai seseorang berbeda dari sebelumnya. Perubahan itu dimulai dari dalam, dan dari kehidupan seseorang; itu pasti bukan semata-mata perubahan lahiriah. Beberapa orang yang baru percaya, setelah mereka mulai percaya kepada Tuhan, meninggalkan perkara-perkara duniawi. Ketika kemudian mereka berjumpa dengan orang-orang tidak percaya, orang-orang percaya ini tidak banyak bicara, dan mereka jarang menghubungi kerabat dan teman-teman mereka yang belum percaya. Orang-orang tidak percaya itu berkata, "Orang ini telah berubah." Orang percaya itu lalu berpikir, "Watakku benar-benar telah berubah; orang-orang tidak percaya ini mengatakan bahwa aku telah berubah." Sebenarnya, sudahkah watak orang tersebut berubah? Yang dia wujudkan hanyalah perubahan lahiriah. Tidak ada perubahan yang nyata dalam hidupnya, dan natur jahatnya tetap berakar di dalam dirinya, sama sekali tak tersentuh. Terkadang, semangat manusia menyala-nyala oleh karena pekerjaan Roh Kudus; beberapa perubahan lahiriah mungkin terjadi, dan mereka mungkin melakukan beberapa perbuatan yang baik. Namun, hal ini tidak sama dengan mencapai perubahan watak. Jika engkau tidak memiliki kebenaran dan pandanganmu tentang segala sesuatu belum berubah, bahkan sampai tidak berbeda dari pandangan orang-orang tidak percaya, dan jika nilai-nilai serta pandangan hidupmu juga belum berubah, dan engkau bahkan tidak memiliki rasa hormat kepada Tuhan—yang setidaknya harus kaumiliki—itu berarti engkau sama sekali belum mencapai perubahan dalam watakmu.

Dikutip dari "Perbedaan antara Perubahan Lahiriah dan Perubahan Watak" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Ketika orang menempuh pengalaman sampai datangnya hari ketika pandangan mereka tentang kehidupan dan makna serta dasar dari keberadaan mereka telah sepenuhnya berubah, ketika mereka telah berubah sepenuhnya dan telah menjadi orang lain, bukankah ini luar biasa? Ini perubahan besar, perubahan yang menghancurkan bumi. Hanya ketika engkau menjadi tidak tertarik pada ketenaran dan kekayaan, status, uang, kesenangan, kekuasaan, dan kemuliaan dunia, dan dapat dengan mudah melupakannya, engkau akan memiliki keserupaan dengan manusia. Mereka yang pada akhirnya akan disempurnakan adalah kelompok orang seperti ini; mereka hidup demi kebenaran, hidup demi Tuhan, dan hidup demi keadilan. Inilah keserupaan dengan manusia yang sejati.

Dikutip dari "Orang Harus Memahami Bahwa Ada Persamaan dan Perbedaan di Antara Natur Manusia" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Jika orang dapat memuaskan Tuhan saat memenuhi tugasnya, berprinsip dalam perkataan dan tindakannya, serta dapat memasuki kebenaran kenyataan dalam setiap aspek kebenaran, maka dia adalah orang yang disempurnakan oleh Tuhan. Dapat dikatakan bahwa pekerjaan dan firman Tuhan telah sepenuhnya efektif bagi orang-orang semacam itu, bahwa firman Tuhan telah menjadi hidupnya, mereka telah memperoleh kebenaran, dan mereka dapat hidup sesuai dengan firman Tuhan. Setelah ini, natur daging mereka—yaitu, fondasi keberadaan mereka yang semula—akan terguncang dan runtuh. Setelah orang-orang memiliki firman Tuhan sebagai hidupnya, mereka akan menjadi manusia baru. Jika firman Tuhan menjadi hidup mereka, jika visi pekerjaan Tuhan, tuntutan-Nya atas manusia, penyingkapan-Nya kepada manusia, dan standar bagi kehidupan yang benar yang Tuhan tuntut dari mereka untuk dipenuhi menjadi hidup mereka, jika mereka hidup berdasarkan firman dan kebenaran ini, maka mereka disempurnakan oleh firman Tuhan. Orang-orang semacam itu dilahirkan kembali, dan telah menjadi manusia baru melalui firman Tuhan. Inilah jalan yang digunakan Petrus untuk mengejar kebenaran; inilah jalan untuk disempurnakan, disempurnakan oleh firman Tuhan, dan mendapatkan kehidupan dari firman Tuhan. Kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan menjadi kehidupannya, dan baru pada saat itulah dia menjadi orang yang memperoleh kebenaran.

Dikutip dari "Cara Menempuh Jalan Petrus" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

1. Yang dimaksud dengan perubahan watak dan perbedaan antara perubahan watak dan perubahan perilaku yang baik