4. Yang dimaksud dengan mengikuti Tuhan dan yang dimaksud dengan mengikuti manusia

4. Yang dimaksud dengan mengikuti Tuhan dan yang dimaksud dengan mengikuti manusia

Firman Tuhan yang Relevan:

Yang paling penting dalam mengikuti Tuhan adalah bahwa segala sesuatu haruslah sesuai dengan firman Tuhan zaman sekarang: entah engkau mengejar untuk masuk ke dalam hidup, entah memenuhi kehendak Tuhan, semuanya harus terpusat pada firman Tuhan zaman sekarang. Jika apa yang engkau bicarakan dan kejar tidak terpusat pada firman Tuhan zaman sekarang, berarti engkau adalah orang asing bagi firman Tuhan, dan sama sekali kehilangan pekerjaan Roh Kudus. Yang diinginkan Tuhan ialah orang-orang yang mengikuti jejak langkah-Nya. Sebagus dan semurni apa pun pemahamanmu sebelumnya, Tuhan tidak menginginkannya, dan jika engkau tidak mampu menyingkirkan hal-hal seperti itu, semua itu akan menjadi penghalang yang luar biasa untuk jalan masukmu di masa depan. Semua orang yang mampu mengikuti cahaya Roh Kudus saat ini, diberkati. Orang dari masa lalu juga mengikuti jejak langkah Tuhan, tetapi mereka tidak dapat mengikuti-Nya hingga sekarang ini; ini adalah berkat bagi orang-orang pada akhir zaman. Mereka yang dapat mengikuti pekerjaan Roh Kudus saat ini dan dapat mengikuti jejak langkah Tuhan, sampai sedemikian rupa hingga mereka mengikuti Tuhan ke mana pun Tuhan memimpin mereka—mereka inilah orang-orang yang diberkati Tuhan. Mereka yang tidak mengikuti pekerjaan Roh Kudus pada saat ini, mereka belum masuk ke dalam pekerjaan firman Tuhan, dan sebanyak apa pun mereka bekerja, atau sebesar apa pun penderitaan mereka, atau sebanyak apa pun mereka menyibukkan diri, tidak ada yang berarti bagi Tuhan, dan Tuhan tidak akan memuji mereka. Sekarang ini, semua orang yang mengikuti firman Tuhan zaman sekarang berada dalam aliran Roh Kudus; mereka yang tidak mengenal firman Tuhan zaman sekarang, berada di luar aliran Roh Kudus, dan orang-orang seperti itu tidak dipuji oleh Tuhan.

Dikutip dari "Kenalilah Pekerjaan Terbaru Tuhan dan Ikutilah Jejak Langkah-Nya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam firman bahwa "mereka yang mengikut Tuhan sampai akhir akan menerima keselamatan", arti kata "mengikut" adalah berdiri teguh di tengah kesengsaraan. Pada zaman sekarang, banyak orang menganggap mengikut Tuhan itu mudah, tetapi ketika pekerjaan Tuhan akan segera berakhir, engkau akan mengetahui arti "mengikut" yang sebenarnya. Hanya karena engkau masih mampu mengikut Tuhan sekarang ini setelah ditaklukkan, ini tidak membuktikan bahwa engkau adalah salah seorang dari antara mereka yang akan disempurnakan. Mereka yang tidak mampu bertahan dalam ujian, yang tidak mampu menang di tengah kesengsaraan, pada akhirnya tidak akan mampu berdiri teguh, sehingga tidak mampu pula mengikut Tuhan sampai akhirnya. Mereka yang sungguh-sungguh mengikut Tuhan mampu bertahan dalam ujian mereka, sedangkan mereka yang tidak sungguh-sungguh mengikut Tuhan tidak sanggup bertahan dalam ujian apa pun dari Tuhan. Cepat atau lambat, mereka akan disingkirkan, sedangkan para pemenang akan tetap tinggal di dalam kerajaan. Apakah manusia sungguh-sungguh mencari Tuhan atau tidak, itu ditentukan oleh ujian terhadap pekerjaannya, yaitu oleh ujian dari Tuhan, dan ini tidak ada kaitannya dengan keputusan manusia itu sendiri. Tuhan tidak menolak siapa pun begitu saja; segala yang Dia lakukan adalah untuk meyakinkan manusia sepenuhnya. Dia tidak melakukan apa pun yang tidak terlihat oleh manusia, atau pekerjaan apa pun yang tidak dapat meyakinkan manusia. Apakah keyakinan manusia itu benar atau salah dibuktikan oleh fakta dan tidak bisa ditentukan oleh manusia.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Penerapan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Apakah engkau tahu apa artinya mengikuti Tuhan? Tanpa penglihatan, jalan mana yang akan engkau tempuh? Dalam pekerjaan sekarang ini, kalau tidak memiliki penglihatan, engkau sama sekali tidak akan bisa disempurnakan. Kepada siapakah engkau percaya? Mengapa engkau percaya kepada-Nya? Mengapa engkau mengikuti Dia? Apakah engkau memandang imanmu seperti suatu permainan? Apakah engkau memperlakukan hidupmu layaknya mainan? Tuhan zaman sekarang adalah penglihatan yang terbesar. Seberapa banyak tentang Dia yang engkau ketahui? Seberapa banyak tentang Dia yang sudah engkau lihat? Setelah melihat Tuhan zaman sekarang, apakah dasar imanmu kepada Tuhan kuat? Apakah kaupikir bahwa selama engkau mengikuti Tuhan dengan bingung seperti ini, engkau akan memperoleh keselamatan? Apakah kaupikir engkau bisa menangkap ikan di air yang keruh? Apakah sesederhana itu? Berapa banyak gagasan tentang firman yang Tuhan katakan sekarang yang sudah kauabaikan? Apakah engkau memiliki penglihatan mengenai Tuhan zaman sekarang? Di mana letak pengertianmu mengenai Tuhan zaman sekarang? Engkau selalu percaya bahwa engkau bisa mendapatkan Dia[a] hanya dengan mengikuti-Nya, atau hanya dengan melihat-Nya, dan tidak ada seorang pun yang bisa menyingkirkanmu. Jangan berpikir bahwa mengikuti Tuhan adalah hal yang mudah. Kuncinya adalah engkau harus mengenal Dia, engkau harus mengetahui tentang pekerjaan-Nya, dan engkau harus memiliki keinginan untuk menanggung kesukaran demi Dia, memiliki keinginan untuk mengorbankan hidupmu bagi Dia, dan memiliki keinginan untuk disempurnakan oleh Dia. Inilah penglihatan yang harus kaumiliki. Penglihatan ini tidak akan kaumiliki jika engkau selalu berpikir tentang menikmati kasih karunia. Jangan mengira bahwa Tuhan di sini hanya untuk kesenangan manusia, dan hanya untuk melimpahkan kasih karunia atas manusia. Pikiranmu itu salah! Jika orang tidak bisa mempertaruhkan hidupnya untuk mengikuti Dia, dan jika orang tidak bisa meninggalkan seluruh harta duniawinya untuk mengikuti Dia, mereka pasti tidak akan bisa terus mengikuti Dia sampai akhir! Engkau harus memiliki penglihatan sebagai dasar. Jika suatu hari kemalangan menimpamu, apa yang seharusnya kaulakukan? Akankah engkau masih bisa terus mengikuti Dia? Jangan dengan enteng mengatakan apakah engkau bisa mengikuti sampai akhir. Lebih baik engkau membuka dahulu matamu lebar-lebar untuk melihat waktu seperti apakah sekarang ini. Meskipun sekarang engkau semua mungkin seperti tiang-tiang bait, akan tiba waktunya ketika semua tiang itu akan digerogoti cacing, menyebabkan bait itu roboh, karena pada saat ini, ada banyak sekali penglihatan yang tidak kaumiliki. Engkau semua hanya memperhatikan dunia kecilmu sendiri, dan engkau tidak tahu cara pencarian yang paling dapat diandalkan dan paling tepat. Engkau semua tidak mengindahkan penglihatan tentang pekerjaan sekarang ini, dan engkau juga tidak menyimpan hal-hal ini di dalam hatimu. Apakah engkau pernah mempertimbangkan bahwa suatu hari nanti Tuhanmu akan menempatkanmu di suatu tempat yang sangat asing? Bisakah kaubayangkan akan menjadi apakah engkau suatu hari nanti ketika Aku mungkin merenggut semuanya darimu? Apakah kekuatanmu pada hari itu akan sama seperti kekuatanmu sekarang? Apakah imanmu akan timbul kembali? Dalam mengikuti Tuhan, engkau harus mengetahui penglihatan yang terbesar ini, yaitu "Tuhan". Ini adalah hal yang paling penting.

Dikutip dari "Engkau Semua Harus Mengerti Pekerjaan Tuhan—Jangan Mengikuti dalam Keadaan Bingung!" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika mereka tidak memiliki masalah, ketika segalanya berjalan lancar bagi mereka, kebanyakan orang merasa bahwa Tuhan itu berkuasa, benar, dan indah. Ketika Tuhan menguji mereka, menangani mereka, mendidik mereka, dan mendisiplinkan mereka, ketika Dia meminta mereka untuk mengesampingkan kepentingan mereka sendiri, untuk berpaling dari daging mereka dan menerapkan kebenaran, ketika Tuhan bekerja di dalam diri mereka, serta mengatur dan memerintah atas nasib dan hidup mereka, mereka memberontak, dan menciptakan kerenggangan antara diri mereka dan Tuhan; mereka menciptakan konflik dan jurang pemisah antara diri mereka dan Tuhan. Pada saat-saat seperti itu, di dalam hati mereka, Tuhan sama sekali tidak indah; Dia sama sekali tidak berkuasa, karena apa yang Dia lakukan tidak memenuhi keinginan mereka. Tuhan membuat mereka sedih; Dia membuat mereka kesal; Dia mendatangkan kesakitan dan penderitaan kepada mereka; Dia membuat mereka merasa tidak menentu. Karena itu, mereka sama sekali tidak tunduk kepada Tuhan, malah memberontak terhadap-Nya dan menjauhi-Nya. Apakah mereka menerapkan kebenaran dengan melakukan ini? Apakah mereka mengikuti jalan Tuhan? Apakah mereka mengikut Tuhan? Tidak. Jadi, sebanyak apa pun gagasan dan imajinasimu tentang pekerjaan Tuhan, dan bagaimanapun engkau sebelumnya bertindak sesuai dengan kehendakmu sendiri dan memberontak terhadap Tuhan, jika engkau benar-benar mengejar kebenaran, dan menerima penghakiman dan hajaran firman Tuhan, serta menerima dirimu dipangkas dan ditangani oleh firman Tuhan; jika, dalam segala sesuatu yang Dia atur, engkau dapat mengikuti jalan Tuhan, menaati firman Tuhan, mencari kehendak-Nya, melakukan penerapan sesuai dengan firman dan kehendak-Nya, dapat berusaha untuk tunduk, dan dapat mengesampingkan semua kehendak, keinginan, pertimbangan, motivasi, dan penentanganmu sendiri kepada Tuhan—hanya dengan begitulah engkau mengikut Tuhan! Engkau mengatakan engkau mengikut Tuhan, tetapi semua yang kaulakukan, kaulakukan sesuai dengan kehendakmu sendiri. Dalam segala sesuatu yang kaulakukan, engkau memiliki tujuanmu sendiri, rencanamu sendiri; engkau tidak menyerahkannya pada kehendak Tuhan. Jadi, apakah Tuhan masih Tuhanmu? Jika Tuhan bukan Tuhanmu, berarti, ketika engkau mengatakan engkau mengikut Tuhan, bukankah ini adalah kata-kata kosong? Bukankah kata-kata seperti itu adalah upaya untuk mengelabui orang? Engkau mengatakan bahwa engkau mengikut Tuhan, tetapi semua tindakan dan perilakumu, pandanganmu akan kehidupan, nilai-nilaimu, dan sikap serta prinsip yang kaugunakan untuk melakukan pendekatan dan menangani masalah semuanya berasal dari Iblis—engkau menangani semua ini sepenuhnya sesuai dengan prinsip dan logika Iblis. Jadi, apakah engkau mengikut Tuhan?

... Cara paling sederhana untuk menggambarkan kepercayaan kepada Tuhan adalah percaya Tuhan itu ada, dan, di atas dasar ini, mengikuti-Nya, menaati-Nya, menerima kekuasaan, pengaturan, dan penataan-Nya, mendengarkan firman-Nya, hidup sesuai dengan firman-Nya, melakukan segala sesuatu menurut firman-Nya, menjadi makhluk ciptaan sejati, serta takut akan Dia dan menjauhi kejahatan; hanya inilah kepercayaan sejati kepada Tuhan. Inilah arti mengikut Tuhan. Engkau berkata bahwa engkau mengikut Tuhan, tetapi di dalam hatimu, engkau tidak menerima firman Tuhan, dan engkau tidak menerima kekuasaan, pengaturan, dan penataan-Nya. Jika engkau selalu memiliki gagasan tentang apa yang Tuhan lakukan, dan engkau selalu salah memahami apa yang Dia lakukan, dan mengeluh tentang hal itu; jika engkau selalu merasa tidak puas, dan engkau selalu mengukur dan melakukan pendekatan pada apa yang Dia lakukan dengan menggunakan gagasan dan imajinasimu sendiri; jika engkau selalu memiliki pemahamanmu sendiri—ini akan menyebabkan masalah. Engkau tidak sedang mengalami pekerjaan Tuhan, dan engkau tidak mungkin sungguh-sungguh mengikuti-Nya. Hal semacam itu bukanlah arti kepercayaan kepada Tuhan.

Dikutip dari "Kepercayaan pada Agama Tidak akan Membawa pada Keselamatan" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Sebagian orang tidak bersukacita dalam kebenaran, apalagi dalam penghakiman. Sebaliknya, mereka bersukacita dalam kekuasaan dan kekayaan; orang-orang seperti itu disebut para pencari kekuasaan. Mereka hanya mencari denominasi-denominasi di dunia yang berpengaruh dan mereka mencari para pendeta serta pengajar yang berasal dari seminari. Meskipun telah menerima jalan kebenaran, mereka hanya separuh percaya; mereka tidak mampu menyerahkan segenap hati dan pikiran mereka, mulut mereka mengatakan tentang mempersembahkan diri bagi Tuhan, tetapi mata mereka berfokus pada para pendeta dan pengajar yang termasyhur, dan mereka memandang Kristus sebelah mata. Hati mereka terpaku pada ketenaran, kemakmuran, dan kemuliaan. Mereka berpikir tidak mungkin orang yang sedemikian kecilnya mampu menaklukkan begitu banyak orang, orang yang sedemikian biasa-biasa saja mampu menyempurnakan manusia. Mereka berpikir tidak mungkin orang-orang ini yang bukan siapa-siapa di antara debu dan tumpukan kotoran adalah orang-orang Tuhan pilih. Mereka percaya jika orang-orang seperti itu adalah sasaran penyelamatan Tuhan, maka langit dan bumi akan jungkir balik dan semua orang akan tertawa terbahak-bahak. Mereka percaya jika Tuhan memilih orang-orang yang sedemikian tidak ada apa-apanya untuk disempurnakan, berarti orang-orang hebat itu akan menjadi Tuhan itu sendiri. Perspektif mereka tercemar oleh ketidakpercayaan; lebih dari sekadar tidak percaya, mereka sesungguhnya adalah binatang buas yang tidak masuk akal. Karena mereka hanya menghargai status, gengsi, dan kekuasaan, dan mereka hanya menjunjung tinggi kelompok dan denominasi yang besar. Mereka tidak sedikit pun menghargai orang-orang yang dipimpin oleh Kristus; mereka benar-benar pengkhianat yang telah berpaling dari Kristus, dari kebenaran, dan hidup.

Apa yang engkau kagumi bukanlah kerendahhatian Kristus, melainkan gembala-gembala palsu yang berkedudukan menonjol. Engkau tidak memuja keindahan ataupun hikmat Kristus, melainkan memuja orang-orang cabul yang bersekutu dengan dunia yang keji. Engkau menertawakan penderitaan Kristus yang tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya, tetapi mengagumi mayat-mayat yang berburu persembahan dan hidup dalam pesta pora. Engkau tidak bersedia menderita bersama Kristus, tetapi dengan senang hati pergi ke pelukan para antikristus yang sembrono itu, meskipun mereka hanya memberimu daging, kata-kata, dan kendali. Bahkan sekarang pun, hatimu masih mengarah kepada mereka, pada reputasi mereka, status mereka, dan pengaruh mereka. Dan lagi engkau terus memiliki sikap yang menganggap pekerjaan Kristus terlalu berat untuk dipahami dan engkau tidak bersedia menerimanya. Inilah mengapa Aku berkata bahwa engkau tidak memiliki iman untuk mengakui Kristus. Alasanmu mengikut Dia sampai hari ini hanyalah karena engkau tidak punya pilihan lain. Di dalam hatimu, selamanya menjulang banyak gambaran mulia; engkau tidak dapat melupakan setiap kata dan perbuatan mereka, juga perkataan serta tangan mereka yang berpengaruh. Di dalam hatimu, mereka selamanya agung dan selamanya pahlawan. Namun tidaklah demikian bagi Kristus zaman sekarang. Di dalam hatimu, Dia selamanya tidak penting, dan selamanya tidak layak untuk dihormati. Karena Dia terlalu biasa, pengaruhnya terlalu kecil, dan jauh dari mulia.

Bagaimanapun juga, Aku mengatakan bahwa semua orang yang tidak menghargai kebenaran adalah orang-orang tidak percaya dan pengkhianat kebenaran. Orang-orang seperti itu tidak akan pernah menerima perkenanan Kristus. Sudahkah engkau sekarang mengetahui seberapa banyak ketidakpercayaan yang ada dalam dirimu, dan seberapa banyak pengkhianatan terhadap Kristus yang ada dalam dirimu? Dengan demikian, Aku menasihatimu: karena engkau telah memilih jalan kebenaran, maka engkau harus mengabdikan dirimu sepenuh hati; jangan bimbang atau setengah hati. Engkau harus memahami bahwa Tuhan bukanlah milik dunia atau siapa pun, melainkan milik semua orang yang benar-benar percaya kepada-Nya, semua orang yang menyembah-Nya, dan semua orang yang mengabdikan diri serta setia kepada-Nya.

Dikutip dari "Apakah Engkau Benar-benar Orang yang Percaya kepada Tuhan?" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Apa pun level pemimpin dan pekerja di dalam gereja, jika engkau semua selalu memuja dan mengandalkan mereka dalam segala sesuatu untuk percaya kepada Tuhan dan memperoleh penyelamatan, motivasi ini sendiri salah. Apa pun kedudukan mereka di antara pimpinan, mereka tetaplah orang biasa, dan jika engkau memandang mereka sebagai atasanmu, jika engkau merasa bahwa kedudukan mereka lebih tinggi darimu, bahwa mereka lebih hebat atau lebih cakap daripada dirimu, dan bahwa mereka seharusnya memimpinmu, bahwa mereka terlihat lebih unggul dalam segala sesuatu bila dibandingkan dengan orang lain, itu keliru—itu adalah khayalanmu. Dan apa akibat dari khayalan ini? Khayalan ini, pemahaman yang keliru ini akan membuatmu secara tidak sadar mengukur pemimpinmu menggunakan persyaratan yang tidak realistis; pada saat yang sama, tanpa kausadari, engkau juga akan sangat tertarik pada apa yang disebut gaya khas dan perlente mereka, atau kemampuan dan bakat mereka, sedemikian rupa sehingga sebelum engkau menyadarinya, engkau memuja mereka, dan mereka telah menjadi Tuhanmu. Jalan itu, dari sejak mereka mulai menjadi panutanmu, objek pemujaanmu, sampai saat engkau menjadi salah satu pengikut mereka, adalah jalan yang akan membuatmu secara tidak sadar menjauh dari Tuhan. Dan bahkan saat engkau secara berangsur-angsur menjauh dari Tuhan, engkau masih akan yakin bahwa engkau sedang mengikuti Tuhan, berada di rumah Tuhan, dan berada di hadirat Tuhan. Namun, tanpa menyadarinya, engkau telah ditarik menjauh oleh seseorang yang telah dirusak Iblis, atau bahkan oleh seorang antikristus. Ini adalah keadaan yang sangat berbahaya. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah ini, engkau harus dapat secara akurat memahami berbagai watak antikristus dan cara mereka bekerja, serta natur dari tindakan mereka dan metode serta tipuan yang suka mereka gunakan; engkau juga harus memulai dengan memperbaiki dirimu sendiri. Percaya kepada Tuhan, tetapi memuja manusia bukanlah jalan yang benar. Beberapa orang mungkin berkata: "Yah, aku punya alasan untuk memuja para pemimpin—orang yang kupuja itu sejalan dengan gagasan dan imajinasiku." Mengapa engkau bersikeras memuja manusia meskipun engkau percaya kepada Tuhan? Pada akhirnya, siapakah yang akan menyelamatkanmu? Siapakah yang benar-benar mengasihimu dan melindungimu—tidak dapatkah engkau benar-benar menyadarinya? Engkau mengikut Tuhan dan mendengarkan firman-Nya, dan jika seseorang berbicara dan bertindak dengan benar, dan sesuai dengan kebenaran prinsip, apakah menaati kebenaran tidak cukup bagimu? Mengapa engkau begitu hina? Engkau bersikeras menemukan seseorang yang kaupuja untuk diikuti—mengapa engkau suka menjadi budak Iblis? Mengapa tidak menjadi hamba kebenaran saja? Perhatikan hal-hal yang baru saja disebutkan untuk melihat apakah seseorang memiliki nalar dan martabat atau tidak. Engkau harus memulai dengan memperbaiki dirimu sendiri, memperlengkapi dirimu dengan kebenaran yang membedakan berbagai orang dan peristiwa, mengembangkan kemampuan membedakan semua cara di mana setiap jenis peristiwa dan orang terwujud, mengetahui apa natur dan watak yang sedang disingkapkan dalam segala hal; engkau juga harus memahami orang macam apakah dirimu, orang-orang macam apakah yang ada di sekitarmu, dan orang-orang macam apakah yang memimpinmu. Engkau harus dapat memperlakukan mereka dengan tepat. Setelah engkau diperlengkapi dengan takaran tingkat pertumbuhanmu, engkau tidak akan mudah jatuh ke dalam tipu daya antikristus, engkau juga tidak akan takut pada tipu daya mereka.

Dikutip dari "Mereka Bertindak Licik, Berperilaku Individualistis dan Diktatorial, Tidak Pernah Berkomunikasi dengan Orang, dan Memaksa Orang untuk Mematuhi" dalam "Menyingkapkan Antikristus"

Sebanyak apa pun orang yang melaksanakan tugas mereka di sebuah gereja, apakah ada dua atau banyak orang, pada saat mereka kehilangan pekerjaan Roh Kudus, mereka tidak sedang mengalami pekerjaan Tuhan dan mereka tidak memiliki hubungan dengan Tuhan serta tidak memiliki bagian dalam pekerjaan Tuhan. Mereka telah menjadi kelompok agamawi. Bukankah orang-orang ini berada dalam bahaya besar? Mereka tidak pernah mencari kebenaran ketika menghadapi masalah dan mereka tidak bertindak sesuai dengan kebenaran prinsip, tetapi tunduk pada pengaturan dan manipulasi manusia. Bahkan ada banyak orang yang, saat melaksanakan tugasnya, tidak pernah berdoa atau mencari kebenaran prinsip; mereka hanya bertanya kepada orang lain dan melakukan apa yang orang lain katakan, bertindak berdasarkan petunjuk dari orang lain. Ke mana pun orang lain mungkin mengarahkan, ke sanalah mereka pergi. Dalam iman mereka, mereka merasa bahwa pencarian kebenaran itu samar dan merepotkan, sementara mengandalkan orang lain dan melakukan apa yang orang lain katakan itu mudah dan paling praktis sehingga mereka melakukan apa yang paling mudah dan tanpa penderitaan, bertanya kepada orang lain dan melakukan apa yang mereka katakan dalam segala hal. Akibatnya, bahkan setelah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, ketika menghadapi masalah, mereka tidak pernah sekali pun datang ke hadapan Tuhan, berdoa serta mencari kehendak-Nya dan kebenaran, dan kemudian memperoleh pemahaman akan kebenaran, dan bertindak serta berperilaku sesuai dengan kehendak Tuhan—mereka tidak pernah memiliki pengalaman seperti itu. Apakah orang-orang semacam itu benar-benar menerapkan iman kepada Tuhan? Aku bertanya-tanya: mengapa, begitu beberapa orang menjadi bagian dari suatu kelompok, mudah bagi mereka—secara lahiriah—untuk langsung berubah dari orang yang percaya kepada Tuhan menjadi orang yang percaya kepada manusia, dan dari orang yang mengikut Tuhan menjadi orang yang mengikut manusia? Mengapa mereka berubah begitu cepat? Mengapa mereka berperilaku seperti itu bahkan setelah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun? Mereka telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, tetapi anehnya, Tuhan tidak pernah memiliki tempat di hati mereka. Mereka tidak pernah memiliki hubungan apa pun dengan Tuhan. Tindakan, perkataan, kehidupan, perilaku dan cara menangani masalah, bahkan kinerja tugas dan pelayanan mereka kepada Tuhan—semua yang mereka lakukan, semua perilaku yang mereka singkapkan, semua yang mereka ungkapkan, dan bahkan setiap pemikiran atau ide mereka—tak satu pun dari hal ini yang berkaitan dengan kepercayaan kepada Tuhan. Jadi, apakah orang ini adalah salah satu dari orang percaya sejati? Dapatkah lamanya kepercayaan orang kepada Tuhan menyingkapkan seberapa besarnya tingkat pertumbuhan mereka dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan? Apakah lamanya kepercayaan orang kepada Tuhan adalah bukti apakah mereka memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan atau tidak? Sama sekali tidak.

Dikutip dari "Hanya Jika Engkau Selalu Hidup di Hadirat Tuhan, Engkau Dapat Menempuh Jalan Keselamatan" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Tidak peduli berapa banyak orang yang percaya kepada Tuhan, begitu kepercayaan mereka didefinisikan oleh Tuhan sebagai agama atau kelompok, maka Tuhan telah menetapkan bahwa mereka tidak dapat diselamatkan. Mengapa Aku mengatakan ini? Dalam kelompok atau kerumunan orang yang tidak memiliki pekerjaan dan bimbingan Tuhan dan yang tidak menyembah Dia sama sekali, siapa yang mereka sembah? Siapa yang mereka ikuti? Di dalam hati mereka mengakui Tuhan, tetapi pada kenyataannya, mereka tunduk pada manipulasi dan kendali manusia. Kelihatannya, mereka mungkin mengikuti seseorang, tetapi pada dasarnya, mereka mengikuti Iblis, setan; mereka mengikuti kekuatan yang memusuhi Tuhan, yang berseteru dengan Tuhan. Akankah Tuhan menyelamatkan sekelompok orang seperti ini? (Tidak.) Mengapa? Apakah mereka mampu bertobat? (Tidak.) Mereka mengibarkan bendera iman, menjalankan usaha manusia, melakukan pengelolaan mereka sendiri, dan mereka bertentangan dengan rencana pengelolaan Tuhan untuk keselamatan umat manusia. Kesudahan akhir mereka adalah dibenci dan ditolak oleh Tuhan; Tuhan tidak mungkin menyelamatkan orang-orang ini, mereka tidak mungkin bertobat, mereka telah ditangkap oleh Iblis—mereka sepenuhnya berada di tangan Iblis. Dalam hal imanmu, apakah lamanya kepercayaanmu kepada Tuhan menentukan apakah engkau dipuji oleh Dia atau tidak? Apakah tata cara keagamaan dan peraturan yang kaupatuhi itu penting? Apakah Tuhan memperhatikan cara-cara penerapan yang dilakukan orang? Apakah Dia memperhatikan ada berapa banyak orang yang hadir? Dia telah memilih satu bagian dari umat manusia; bagaimana Dia menilai apakah mereka dapat dan harus diselamatkan? Dia mendasarkan keputusan ini pada jalan yang orang-orang ini tempuh. Pada Zaman Kasih Karunia, walaupun kebenaran yang Tuhan sampaikan kepada manusia lebih sedikit dan kurang spesifik dibandingkan pada masa kini, Dia masih dapat menyempurnakan manusia pada saat itu, dan keselamatan masih dimungkinkan. Dan bagi orang-orang di zaman ini, yang telah mendengar banyak kebenaran, dan telah memahami kehendak Tuhan, jika manusia tidak mampu mengikuti jalan Tuhan dan tidak mampu menempuh jalan keselamatan, apa yang akan menjadi kesudahan akhir mereka? Kesudahan akhir mereka akan sama dengan mereka yang percaya kepada agama Kristen dan agama Yahudi; tidak akan ada perbedaan. Inilah watak Tuhan yang benar! Terlepas dari berapa banyak khotbah yang pernah engkau dengar, dan berapa banyak kebenaran yang engkau pahami, jika akhirnya engkau tetap mengikuti manusia dan mengikuti Iblis, dan akhirnya, engkau masih tidak mampu mengikuti jalan Tuhan dan tidak mampu takut kepada Tuhan dan menjauhi kejahatan, orang seperti ini akan dibenci dan ditolak oleh Tuhan. Secara lahiriah, orang-orang yang dibenci dan ditolak oleh Tuhan ini dapat berbicara banyak tentang kata-kata tertulis dan doktrin, tetapi mereka tidak mampu menyembah Tuhan; mereka tidak mampu takut kepada Tuhan dan menjauhi kejahatan, dan tidak mampu untuk taat sepenuhnya kepada Tuhan. Di mata Tuhan, Tuhan mendefinisikan mereka sebagai agama, hanya sebagai sekelompok manusia, dan sebagai tempat tinggal Iblis. Mereka secara kolektif disebut sebagai komplotan Iblis, dan mereka benar-benar dibenci oleh Tuhan.

Dikutip dari "Hanya Jika Engkau Selalu Hidup di Hadirat Tuhan, Engkau Dapat Menempuh Jalan Keselamatan" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Sebaiknya orang-orang yang mengklaim dirinya mengikuti Tuhan itu membuka matanya dan melihat baik-baik, siapa yang sesungguhnya mereka percayai: benarkah Tuhan yang engkau percayai, ataukah Iblis? Jika engkau tahu bahwa yang engkau percayai bukanlah Tuhan melainkan berhalamu, sebaiknya engkau tidak mengklaim dirimu sebagai orang percaya. Jika engkau benar-benar tidak tahu siapa yang engkau percayai, sekali lagi, sebaiknya engkau tidak mengklaim dirimu sebagai orang percaya. Mengaku-aku dirimu orang percaya adalah penghujatan! Tak seorang pun yang memaksamu untuk percaya kepada Tuhan. Jangan katakan engkau semua percaya kepada-Ku; Aku sudah muak mendengar perkataan seperti itu, dan tidak ingin mendengarnya lagi, karena yang engkau semua percayai adalah berhala-berhala di dalam hatimu dan para perundung lokal yang ada di antaramu. Mereka yang menggelengkan kepala ketika mendengar kebenaran, yang menyeringai ketika mendengarkan pembicaraan tentang kematian, semuanya adalah keturunan Iblis, dan merekalah orang-orang yang akan disingkirkan. Di dalam gereja, ada banyak orang yang tidak memiliki ketajaman rohani. Ketika sesuatu yang menyesatkan terjadi, tanpa disangka-sangka mereka berdiri di pihak Iblis; mereka bahkan merasa tersinggung ketika disebut kaki tangan Iblis. Meskipun orang bisa menyebut mereka tidak memiliki ketajaman rohani, mereka selalu berdiri di sisi yang tidak memiliki kebenaran, mereka tidak pernah berdiri di pihak kebenaran di saat genting, mereka tidak pernah bangkit dan membela kebenaran. Apakah mereka benar-benar tidak memiliki ketajaman rohani? Mengapa mereka tanpa disangka-sangka memihak Iblis? Mengapa mereka tidak pernah mengatakan sepatah kata pun yang adil dan masuk akal dalam mendukung kebenaran? Benarkah situasi ini tercipta sebagai akibat kebingungan mereka yang sementara? Semakin orang tidak memiliki ketajaman rohani, semakin mereka tidak mampu berdiri di pihak kebenaran. Hal ini menunjukkan apa? Bukankah itu menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak memiliki ketajaman rohani mencintai kejahatan? Bukankah itu menunjukkan bahwa mereka adalah keturunan Iblis yang setia? Mengapa mereka selalu dapat berdiri di pihak Iblis dan seia sekata dengan Iblis? Setiap perkataan dan perbuatan mereka, serta ekspresi wajah mereka, cukup untuk membuktikan bahwa mereka bukanlah pencinta kebenaran; sebaliknya, mereka adalah orang-orang yang membenci kebenaran. Bahwa mereka dapat berdiri di pihak Iblis, itu cukup untuk membuktikan bahwa Iblis sangat menyayangi setan-setan kecil ini, yang menghabiskan seluruh hidup mereka berjuang demi kepentingan Iblis. Bukankah semua fakta ini terlampau jelas? Jika engkau benar-benar orang yang mencintai kebenaran, lalu mengapa engkau tidak memedulikan orang-orang yang melakukan kebenaran, dan mengapa engkau justru segera mengikuti orang-orang yang tidak melakukan kebenaran begitu mereka melihatmu? Masalah macam apa ini? Aku tak peduli apakah engkau memiliki ketajaman rohani atau tidak. Aku tidak peduli berapa harga yang telah kaubayar. Aku tidak peduli sebesar apa kekuatanmu, dan Aku tidak peduli apakah engkau adalah perundung lokal ataukah pemimpin yang mengibarkan panji-panji. Jika kekuatanmu besar, itu hanya karena Iblis membantumu dengan kekuatannya. Jika gengsimu tinggi, itu semata karena terlalu banyak orang di sekitarmu yang tidak melakukan kebenaran. Jika engkau belum diusir hingga saat ini, itu karena saat ini bukanlah waktu untuk pekerjaan pengusiran; sebaliknya, sekarang ini adalah waktu untuk pekerjaan penyisihan. Tidak perlu buru-buru mengusirmu saat ini. Aku hanya menunggu datangnya hari ketika Aku akan menghukummu setelah engkau disingkirkan. Barang siapa tidak melakukan kebenaran akan disingkirkan!

Dikutip dari "Peringatan Bagi Orang yang Tidak Melakukan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Catatan kaki:

a. Naskah asli tidak mengandung kata "Dia".

4. Yang dimaksud dengan mengikuti Tuhan dan yang dimaksud dengan mengikuti manusia