2. Orang seperti apa yang dapat memperoleh pekerjaan Roh Kudus dan orang seperti apa yang tidak dapat memperolehnya

2. Orang seperti apa yang dapat memperoleh pekerjaan Roh Kudus dan orang seperti apa yang tidak dapat memperolehnya

Firman Tuhan yang Relevan:

Pekerjaan Roh Kudus selalu bergerak maju, dan semua orang yang berada di dalam aliran Roh Kudus harus pula bergerak maju lebih dalam dan berubah, langkah demi langkah. Mereka tidak boleh berhenti di tahap tertentu. Hanya mereka yang tidak mengenal pekerjaan Roh Kuduslah yang akan tetap bertahan di dalam pekerjaan-Nya yang semula, dan tidak menerima pekerjaan Roh Kudus yang baru. Hanya mereka yang tidak taatlah yang tidak mampu mendapatkan pekerjaan Roh Kudus. Jika penerapan yang dilakukan manusia tidak mengikuti kecepatan pekerjaan Roh Kudus yang baru, maka penerapan manusia ini pasti akan terpisah dari pekerjaan zaman sekarang dan pasti tidak sesuai dengan pekerjaan zaman sekarang. Orang-orang yang ketinggalan zaman ini sama sekali tidak mampu menyelesaikan kehendak Tuhan, apalagi menjadi orang-orang yang pada akhirnya akan menjadi kesaksian bagi Tuhan. Selain itu, seluruh pekerjaan pengelolaan tidak bisa diselesaikan di antara sekelompok orang semacam ini. Bagi mereka yang dahulu pernah berpegang teguh pada hukum Taurat Yahweh, dan mereka yang dahulu pernah menderita karena salib, jika mereka tidak bisa menerima tahap pekerjaan pada akhir zaman, ini berarti segala sesuatu yang telah mereka lakukan akan menjadi sia-sia dan tidak berguna. Ungkapan yang paling jelas dari pekerjaan Roh Kudus adalah merangkul saat ini dan sekarang, bukan berpegang teguh pada masa lampau. Mereka yang belum mengikuti pekerjaan zaman sekarang, dan yang telah terpisah dari penerapan zaman sekarang, adalah orang-orang yang menentang dan yang tidak menerima pekerjaan Roh Kudus. Orang-orang semacam ini menentang pekerjaan Tuhan di masa sekarang. Meskipun mereka berpegang pada terang di masa yang lampau, tidak dapat disangkal bahwa mereka tidak mengenal pekerjaan Roh Kudus. Mengapa ada semua pembahasan tentang perubahan dalam penerapan yang harus dilakukan manusia, perbedaan antara penerapan manusia di masa lampau dan penerapan di masa sekarang, tentang bagaimana penerapan dilakukan di zaman yang sebelumnya dan bagaimana penerapan itu dilakukan di masa sekarang? Pemisahan seperti itu dalam penerapan manusia selalu dibahas karena pekerjaan Roh Kudus selalu bergerak maju secara konstan, dan karena itu penerapan manusia pun dituntut untuk senantiasa berubah. Jika manusia terjebak terus di satu tahap tertentu, ini membuktikan bahwa dia tidak mampu mengikuti pekerjaan Tuhan yang baru dan terang yang baru; ini tidak membuktikan bahwa rencana pengelolaan Tuhan itu belum berubah. Mereka yang berada di luar aliran Roh Kudus selalu berpikir diri mereka benar, padahal sebenarnya, pekerjaan Tuhan di dalam diri mereka telah lama berhenti, dan pekerjaan Roh Kudus telah meninggalkan mereka. Pekerjaan Tuhan telah lama dipindahkan ke kelompok manusia yang lain, kelompok di mana Tuhan bermaksud untuk menyelesaikan pekerjaan baru-Nya. Karena mereka yang agamawi ini tidak mampu menerima pekerjaan Tuhan yang baru dan hanya berpegang pada pekerjaan yang lama di masa lampau, maka Tuhan telah meninggalkan orang-orang ini, dan melakukan pekerjaan baru-Nya dalam diri orang-orang yang menerima pekerjaan yang baru ini. Inilah orang-orang yang bekerja sama di dalam pekerjaan Tuhan yang baru, dan hanya dengan cara inilah pengelolaan-Nya akan terselesaikan. Pengelolaan Tuhan selalu bergerak maju, dan penerapan yang harus dilakukan manusia pun selalu naik lebih tinggi. Tuhan senantiasa bekerja, dan manusia selalu memiliki kebutuhan, sehingga keduanya mencapai puncaknya dan Tuhan dan manusia mencapai kesatuan yang utuh. Inilah ungkapan selesainya pekerjaan Tuhan, dan inilah hasil akhir dari seluruh pengelolaan Tuhan.

Di setiap tahap pekerjaan Tuhan, terdapat pula tuntutan yang sesuai bagi manusia. Semua orang yang berada di dalam aliran Roh Kudus memiliki kehadiran dan pendisiplinan Roh Kudus, sedangkan semua orang yang tidak berada di dalam aliran Roh Kudus berada di bawah kendali Iblis serta tidak memiliki pekerjaan Roh Kudus. Orang-orang yang berada di dalam aliran Roh Kudus adalah mereka yang menerima pekerjaan Tuhan yang baru, yang bekerja sama di dalam pekerjaan Tuhan yang baru. Jika orang-orang yang berada di dalam aliran ini tidak mampu bekerja sama dan tidak mampu melakukan kebenaran yang dituntut oleh Tuhan selama zaman sekarang ini, mereka akan didisiplinkan dan kemungkinan terburuknya mereka akan ditinggalkan oleh Roh Kudus. Mereka yang menerima pekerjaan Roh Kudus yang baru akan hidup di dalam aliran Roh Kudus, dan mereka akan menerima pemeliharaan dan perlindungan Roh Kudus. Mereka yang mau melakukan kebenaran akan dicerahkan oleh Roh Kudus sedangkan mereka yang tidak mau melakukan kebenaran akan didisiplinkan oleh Roh Kudus, dan bahkan mungkin akan dihukum. Terlepas dari orang jenis apa mereka, asalkan mereka berada di dalam aliran Roh Kudus, Tuhan akan bertanggung jawab bagi mereka yang menerima pekerjaan-Nya yang baru demi nama-Nya. Mereka yang memuliakan nama-Nya dan mau melakukan firman-Nya akan menerima berkat-Nya; mereka yang tidak taat kepada-Nya dan tidak melakukan firman-Nya akan menerima hukuman-Nya. Orang-orang yang berada di dalam aliran Roh Kudus adalah mereka yang menerima pekerjaan yang baru, dan karena mereka telah menerima pekerjaan yang baru, mereka harus bekerja sama secara tepat dengan Tuhan dan tidak boleh berlaku sebagai pemberontak yang tidak melaksanakan tugasnya. Inilah satu-satunya tuntutan Tuhan bagi manusia. Tidak demikian halnya dengan orang-orang yang tidak mau menerima pekerjaan yang baru: mereka berada di luar aliran Roh Kudus, dan pendisiplinan serta teguran Roh Kudus tidak berlaku bagi mereka. Sepanjang hari, orang-orang semacam ini hidup di dalam daging, mereka hidup di dalam pikiran mereka, dan segala sesuatu yang mereka lakukan adalah berdasarkan pada doktrin yang dihasilkan oleh analisis dan penelitian otak mereka sendiri. Ini bukanlah apa yang dituntut dalam pekerjaan baru Roh Kudus, apalagi kerja sama dengan Tuhan. Mereka yang menolak pekerjaan Tuhan yang baru tidak memiliki hadirat Tuhan, dan terlebih lagi, tanpa berkat dan perlindungan Tuhan. Kebanyakan perkataan dan tindakan mereka berpegang pada tuntutan masa lalu dari pekerjaan Roh Kudus; semua itu adalah doktrin, bukan kebenaran. Doktrin dan peraturan semacam itu cukup membuktikan bahwa berkumpulnya orang-orang ini tidak lain adalah agama; mereka bukanlah orang-orang yang terpilih atau objek pekerjaan Tuhan. Persekutuan dari orang-orang yang ada di antara mereka hanya bisa disebut kongres besar agama, dan tidak bisa disebut gereja. Ini adalah fakta yang tidak bisa diubah. Mereka tidak memiliki pekerjaan Roh Kudus yang baru; yang mereka lakukan tampaknya berbau agama, yang mereka hidupi seolah-olah penuh dengan agama; tetapi mereka tidak memiliki hadirat dan pekerjaan Roh Kudus, apalagi memenuhi syarat untuk menerima pendisiplinan atau pencerahan Roh Kudus. Orang-orang ini adalah mayat-mayat dan belatung yang sama sekali tanpa kerohanian. Mereka tidak memiliki pengetahuan akan sifat pemberontakan dan pertentangan manusia, tidak memiliki pengetahuan akan semua perbuatan jahat manusia, apalagi mengenal semua pekerjaan Tuhan dan kehendak Tuhan di masa kini. Mereka semua adalah orang-orang yang bodoh, orang-orang hina, dan mereka adalah sampah yang tidak pantas disebut orang percaya! Tidak ada apa pun yang mereka lakukan yang berhubungan dengan pengelolaan Tuhan, apalagi merusak rencana Tuhan. Perkataan dan tindakan mereka terlalu menjijikkan, terlalu menyedihkan, dan sama sekali tidak pantas disebutkan. Tidak ada hal apa pun yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak berada di dalam aliran Roh Kudus yang memiliki keterkaitan dengan pekerjaan Roh Kudus yang baru. Karena itu, apa pun yang mereka lakukan, mereka tidak memiliki pendisiplinan Roh Kudus, dan terlebih lagi, tidak memiliki pencerahan Roh Kudus. Karena mereka semua adalah orang-orang yang tidak mencintai kebenaran, yang telah dibenci dan ditolak oleh Roh Kudus.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Penerapan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tuhan bekerja di dalam diri mereka yang berusaha mencari dan menghargai firman-Nya. Semakin engkau menghargai firman Tuhan, semakin Roh-Nya akan bekerja di dalam dirimu. Semakin seseorang menghargai firman Tuhan, semakin besar kesempatannya untuk disempurnakan oleh Tuhan. Tuhan menyempurnakan mereka yang sungguh-sungguh mengasihi-Nya, dan Dia menyempurnakan mereka yang hatinya damai di hadapan-Nya. Menghargai semua pekerjaan Tuhan, menghargai pencerahan Tuhan, menghargai hadirat Tuhan, menghargai pemeliharaan dan perlindungan Tuhan, menghargai bagaimana firman Tuhan menjadi realitas dan pemeliharaan dalam hidupmu—semua ini paling menyenangkan hati Tuhan. Jika engkau menghargai pekerjaan Tuhan, yakni jika engkau menghargai semua pekerjaan yang telah Tuhan lakukan untukmu, Dia akan memberkatimu dan menjadikan semua milikmu berlipat ganda. Jika engkau tidak menghargai firman Tuhan, Dia tidak akan bekerja bagimu, tetapi Dia hanya akan memberimu sedikit rahmat-Nya karena imanmu, atau memberkatimu dengan sedikit kekayaan dan sedikit keselamatan untuk keluargamu. Engkau harus berusaha menjadikan firman Tuhan realitas hidupmu, serta mampu memuaskan Dia dan memperkenan hati-Nya; engkau tidak semestinya hanya berusaha menikmati rahmat-Nya. Tidak ada yang lebih penting bagi orang percaya selain menerima pekerjaan Tuhan, meraih kesempurnaan, dan menjadi orang-orang yang melakukan kehendak Tuhan. Inilah tujuan yang harus engkau kejar.

Dikutip dari "Tuhan Menyempurnakan Orang-Orang yang Berkenan di Hati-Nya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tuhan telah begitu banyak berfirman, engkau harus melakukan yang terbaik untuk makan dan minum firman-Nya, dan kemudian, tanpa kausadari, engkau akan menjadi paham, dan tanpa kausadari, Roh Kudus akan mencerahkanmu. Ketika Roh Kudus mencerahkan manusia, sering kali tanpa manusia menyadarinya. Dia mencerahkan dan membimbingmu apabila engkau haus dan mencari. Prinsip kerja Roh Kudus terpusat pada firman Tuhan yang engkau makan dan minum. Semua orang yang tidak mementingkan firman Tuhan dan selalu memiliki sikap yang berbeda terhadap firman-Nya—dengan pikiran keruh, mereka yakin bahwa tidak ada bedanya entah mereka membaca firman-Nya atau tidak—adalah mereka yang tidak memiliki realitas. Baik pekerjaan Roh Kudus maupun pencerahan-Nya tidak dapat dilihat pada orang semacam itu. Orang-orang seperti ini hanya berbuat ala kadarnya, penuh kepura-puraan tanpa kualifikasi sejati, seperti Tuan Nanguo dalam cerita kiasan.[a]

Dikutip dari "Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Orang seperti apakah yang dicerahi oleh Roh Kudus? Orang yang memiliki pikiran yang tajam dan halus. Ketika mereka diberikan sebuah perasaan atau pencerahan, mereka dapat merasakan bahwa ini adalah pekerjaan Roh Kudus dan bahwa Tuhan-lah yang melakukannya. Terkadang, mereka dapat mengetahui segera setelah mereka ditegur oleh Roh Kudus, jadi mereka mengekang diri mereka. Inilah orang yang dicerahi oleh Roh Kudus. Jika seseorang sembrono dan tidak memahami hal-hal rohani, mereka tidak menyadari ketika mereka diberikan sebuah perasaan. Mereka tidak memperhatikan pekerjaan Roh Kudus dan karena itu Roh Kudus tidak berusaha mencerahkan mereka lagi. Jika mereka tetap tidak meresponi bahkan setelah tiga atau empat kali upaya, Roh Kudus tidak akan bekerja lagi atas mereka. Mengapa beberapa orang merasa gelap, tertekan, lemah, kehilangan pencerahan Roh Kudus di dalam diri mereka ketika semakin jauh mereka melangkah? Tidak ada apa pun selain hal-hal yang mati, doktrin yang mati, di dalamnya, jadi bagaimana mungkin mereka merasa bersemangat? Orang tidak bertahan lama dengan hanya mengandalkan antusiasmenya. Engkau harus memahami kebenaran untuk memiliki kekuatan. Oleh karena itu, dalam imanmu kepada Tuhan, engkau harus memiliki pikiran yang halus, engkau harus memperlakukan firman Tuhan dengan serius, dan berfokus untuk mengenal dirimu sendiri. Engkau harus memahami kehendak Tuhan melalui pemahaman kebenaran, melalui pengetahuan dan pengalaman, hanya dengan begitulah engkau akan mendapatkan pekerjaan Roh Kudus. Pekerjaan Roh Kudus itu sangat nyata. Beberapa orang memiliki kemampuan untuk memahami kebenaran, tetapi mereka tidak memiliki pengalaman pribadi dari pekerjaan Roh Kudus Di waktu mendatang, engkau harus berfokus pada perasaan yang paling halus, terang yang paling halus. Setiap kali sesuatu terjadi padamu, engkau harus mengamatinya dan melakukan pendekatan dari sudut pandang kebenaran, dan dengan melakukannya, engkau akan berangsur-angsur menginjakkan kaki ke jalur yang benar.

Dikutip dari "Pandanglah Segala Sesuatu dari Mata Kebenaran" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Jika dalam kepercayaan orang kepada Tuhan, mereka tidak memberikan hati mereka kepada-Nya dan jika hati mereka tidak berada di dalam Dia dan tidak memperlakukan beban-Nya sebagai beban mereka sendiri, maka segala sesuatu yang mereka lakukan adalah tindakan yang mendustai Tuhan, tindakan yang khas dilakukan oleh orang-orang agamawi, dan tidak dapat menerima pujian dari Tuhan. Tuhan tidak dapat memperoleh apa pun dari orang semacam ini; orang semacam ini hanya dapat berfungsi sebagai kontras bagi pekerjaan Tuhan, seperti dekorasi dalam rumah Tuhan, sesuatu yang berlebihan dan tidak berguna. Tuhan tidak memakai orang seperti ini. Dalam diri orang seperti ini, bukan saja tidak ada sedikit pun kesempatan bagi Roh Kudus untuk bekerja, tetapi mereka juga tidak bernilai sedikit pun untuk disempurnakan. Tipe orang ini, sebenarnya, adalah mayat berjalan. Orang-orang semacam itu tidak memiliki apa pun yang dapat digunakan oleh Roh Kudus, tetapi sebaliknya, mereka semua telah dikuasai dan sangat dalam dirusak oleh Iblis. Tuhan akan menyingkirkan orang-orang ini. Sekarang ini, dalam memakai manusia, Roh Kudus tidak hanya memakai bagian-bagian yang diinginkan dari mereka untuk menyelesaikan sesuatu, Dia juga menyempurnakan dan mengubah bagian-bagian yang tidak diinginkan dari mereka. Jika hatimu dapat dicurahkan kepada Tuhan dan tetap tenang di hadapan-Nya, engkau akan memiliki kesempatan dan kualifikasi untuk dipakai oleh Roh Kudus, untuk menerima pencerahan dan penerangan Roh Kudus, dan bahkan terlebih lagi, engkau akan memiliki kesempatan untuk Roh Kudus memperbaiki kekuranganmu. Ketika engkau memberikan hatimu kepada Tuhan, pada sisi positif, engkau bisa mencapai jalan masuk yang lebih dalam dan mendapatkan wawasan yang lebih tinggi; pada sisi negatif, engkau akan memiliki lebih banyak pemahaman mengenai kesalahan dan kekuranganmu sendiri, engkau akan lebih bersemangat dalam upayamu memuaskan kehendak Tuhan, dan engkau tidak akan pasif, melainkan akan masuk secara aktif. Dengan demikian, engkau akan menjadi orang yang tepat. Dengan asumsi bahwa hatimu mampu untuk tetap tenang di hadapan Tuhan, kunci mengenai apakah engkau menerima pujian dari Roh Kudus atau tidak dan apakah engkau menyenangkan Tuhan atau tidak, terletak pada apakah engkau dapat masuk secara aktif. Ketika Roh Kudus mencerahkan seseorang dan memakainya, hal itu tidak pernah membuat orang tersebut menjadi negatif, tetapi akan selalu membuat mereka maju secara aktif. Meskipun orang ini memiliki kelemahan, dia mampu menghindarkan dirinya agar tidak menjalani kehidupan berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut. Mereka mampu menghindarkan tertundanya pertumbuhan dalam hidup mereka, dan terus berupaya untuk memuaskan kehendak Tuhan. Ini adalah sebuah standar. Jika engkau mampu mencapai standar ini, itu cukup membuktikan bahwa engkau telah memperoleh hadirat Roh Kudus. Jika orang selalu negatif, dan jika bahkan setelah menerima pencerahan dan mulai mengenal diri sendiri, mereka tetap negatif dan pasif dan tidak mampu bangkit dan bertindak sejalan dengan Tuhan, maka orang jenis ini adalah orang yang sekadar menerima kasih karunia Tuhan, tetapi Roh Kudus tidak menyertai mereka. Ketika orang bersikap negatif, ini berarti bahwa hati mereka belum berbalik kepada Tuhan dan roh mereka belum digerakkan oleh Roh Tuhan. Hal ini seharusnya dipahami oleh semua orang.

Dikutip dari "Sangatlah Penting untuk Membangun Hubungan yang Normal dengan Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan Roh Kudus mengandung prinsip, dan bersyarat. Pada orang macam apakah Roh Kudus biasanya bekerja? Apa yang harus dimiliki seseorang untuk mendapatkan pekerjaan Roh Kudus? Dalam imannya, orang harus memahami dengan jelas bahwa setidaknya dia harus memiliki hati nurani dan hati yang jujur. Hanya setelah engkau memiliki hati yang jujur—serta hati nurani dan nalar yang harus dimiliki natur manusia—barulah Roh Kudus dapat bekerja dalam dirimu. Orang-orang selalu mengatakan bahwa Tuhan melihat ke dalam hati seseorang dan mengamati segalanya. Namun, orang-orang tidak pernah mengetahui mengapa beberapa orang tidak pernah mendapatkan pencerahan dari Roh Kudus, mengapa mereka tidak pernah mendapatkan anugerah, mengapa mereka tidak pernah memiliki sukacita, mengapa mereka selalu negatif dan tertekan, dan mengapa mereka tidak mampu bersikap positif. Lihatlah keadaan mereka. Aku pastikan kepadamu bahwa setiap orang dari orang-orang ini tidak memiliki hati nurani yang berfungsi atau hati yang jujur. Mereka yang memiliki damai sejahtera dan sukacita, yang selalu aktif dan selalu bertambah baik dalam pelaksanaan tugas mereka, yang selalu mendapatkan sesuatu, yang selalu memiliki pemahaman, dan yang setelah suatu periode waktu selalu mendapatkan sesuatu dari usaha mereka—apakah yang mereka dapatkan itu, diperoleh melalui khayalan mereka? Apakah hal-hal tersebut diperoleh dari mempelajari berbagai buku? Bagaimana semua itu diperoleh? Dapatkah pekerjaan Roh Kudus disingkirkan? (Tidak.) Pekerjaan Roh Kudus adalah hal utama. Ketika engkau memiliki hati yang jujur, dan hati nurani serta nalar yang adalah prasyarat kemanusiaan seseorang, Tuhan akan memperhatikanmu. Sudahkah engkau semua memahami pola tentang cara Roh Kudus bekerja? Roh Kudus biasanya bekerja dalam diri mereka yang hatinya jujur, dan Dia bekerja ketika manusia terlibat masalah dan sedang mencari kebenaran. Tuhan tidak akan mengindahkan mereka yang tidak memiliki sedikit pun nalar atau hati nurani manusia. Jika seseorang sangat jujur tetapi, selama suatu periode waktu, hatinya berpaling dari Tuhan, ia tidak memiliki kerinduan untuk menjadi lebih baik, ia jatuh ke dalam keadaan negatif dan tidak keluar dari keadaan itu, jika ia tidak berdoa atau mencari kebenaran untuk mengatasi keadaannya, dan ia tidak bekerja sama, maka Roh Kudus tidak akan bekerja di dalam dirinya selama keadaan dirinya yang sesekali berada dalam kegelapan seperti itu atau selama kemundurannya yang sementara tersebut. Maka, bagaimana mungkin seseorang tanpa kesadaran kemanusiaan mengalami pekerjaan Roh Kudus dalam dirinya? Itu bahkan lebih tidak mungkin lagi. Jadi, apa yang harus dilakukan oleh orang-orang semacam itu? Apakah ada satu cara yang dapat mereka ikuti? Mereka harus dengan tulus bertobat dan menjadi orang yang jujur. Bagaimana orang bisa menjadi seorang yang jujur? Lalu, apa yang harus dilakukan orang-orang ini? Mereka harus sungguh-sungguh bertobat. Pertama, hatimu harus terbuka kepada Tuhan, dan engkau harus mencari kebenaran dari Tuhan; begitu engkau memahami kebenaran, engkau bisa menerapkannya. Engkau kemudian dapat tunduk pada pengaturan Tuhan dan mengizinkan Tuhan menguasaimu. Hanya dengan cara inilah engkau akan dipuji oleh Tuhan. Engkau pertama-tama harus menyingkirkan keangkuhan dan kesombonganmu sendiri, serta meninggalkan kepentinganmu sendiri. Setelah itu, curahkanlah seluruh tubuh dan jiwamu ke dalam tugasmu dan ke dalam pekerjaan bersaksi bagi Tuhan, dan kemudian perhatikanlah bagaimana Tuhan menuntunmu, perhatikan apakah damai sejahtera dan sukacita timbul di dalam dirimu, apakah engkau memiliki penegasan ini. Engkau pertama-tama harus menyerahkan dirimu, membuka hatimu kepada Tuhan, dan menyingkirkan hal-hal yang engkau sukai dan hargai. Jika engkau terus berpegang pada hal-hal itu sambil mengajukan permohonan kepada Tuhan, akankah engkau dapat memperoleh pekerjaan Roh Kudus? Pekerjaan Roh Kudus itu bersyarat, dan Tuhan adalah Tuhan yang membenci kejahatan dan kudus. Jika manusia selalu berpegang pada hal-hal ini, terus-menerus menutup diri terhadap Tuhan dan menolak pekerjaan dan bimbingan-Nya, maka Tuhan akan berhenti bekerja dalam diri mereka. Bukan berarti bahwa Tuhan harus bekerja di dalam diri setiap orang, atau bahwa Dia akan memaksamu untuk melakukan ini atau itu. Dia tidak memaksamu. Pekerjaan roh jahat adalah memaksa manusia melakukan ini dan itu, dan bahkan merasuki dan mengendalikan orang. Roh Kudus bekerja dengan sangat lembut; Dia menggerakkanmu, dan engkau tidak merasakan hal itu. Engkau hanya merasa seolah tanpa menyadarinya engkau jadi memahami atau menyadari akan sesuatu. Inilah cara Roh Kudus menggerakkan orang, dan jika mereka tunduk, mereka akan mendapati diri mereka mampu untuk sungguh-sungguh bertobat.

Dikutip dari "Serahkanlah Hatimu yang Sejati kepada Tuhan, maka Engkau Dapat Memperoleh Kebenaran" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Di lubuk hatinya, orang menyembunyikan beberapa keadaan buruk—kenegatifan, kelemahan, dan tekanan jiwa atau kerapuhan; atau selalu memiliki niat yang hina; atau selalu dikendalikan oleh rasa khawatir mengenai reputasi, keinginan yang mementingkan diri sendiri, dan keuntungan diri mereka sendiri; atau mereka merasa bahwa diri mereka kurang berkualitas dan memiliki keadaan negatif tertentu. Ketika engkau terus-menerus hidup dalam keadaan ini, sangat sulit bagimu untuk mendapatkan pekerjaan Roh Kudus. Jika engkau mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan Roh Kudus, engkau akan memiliki sangat sedikit hal positif dalam dirimu, dan akan sulit bagimu untuk mendapatkan kebenaran. Orang selalu mengandalkan tekad mereka untuk menahan diri, menahannya dengan cara ini dan itu, tetapi mereka tetap tidak dapat membebaskan diri mereka dari keadaan yang buruk atau negatif tersebut. Sebagian dari hal ini adalah karena alasan manusiawi; orang tidak dapat menemukan jalan penerapan yang sesuai bagi mereka. Alasan lain—dan ini juga merupakan alasan yang utama—adalah karena orang selalu jatuh ke dalam keadaan negatif, terpuruk, memburuk, dan Roh Kudus tidak bekerja. Bahkan sekalipun Dia kadang kala memberi mereka pencerahan, Dia tidak melakukan pekerjaan besar dalam diri mereka. Jadi, diperlukan upaya luar biasa agar orang bisa bertindak, dan sulit bagi mereka untuk melihat dan memahami apa pun. Sulit bagimu untuk memperoleh pencerahan dan penerangan, dan sangat sulit untuk memiliki terang, karena terlalu banyak hal negatif dan buruk yang telah menempati seluruh ruang di dalam hatimu. Jika orang tidak dapat dicerahkan oleh Roh Kudus, dan tidak mampu memperoleh pekerjaan Roh Kudus, maka orang tersebut tidak dapat meninggalkan keadaan ini atau mengubah keadaan yang negatif ini; Roh Kudus tidak bekerja, dan engkau tidak dapat menemukan jalan ke depan. Karena kedua alasan ini, sulit bagimu untuk mencapai keadaan normal yang positif. Walaupun engkau semua dapat menanggung banyak hal dan bekerja keras untuk memenuhi tugasmu, dan walaupun engkau telah mengerahkan upaya luar biasa dan mampu untuk meninggalkan rumah dan pekerjaanmu, dan sepenuhnya melepaskan segala sesuatu, keadaan batinmu masih belum sungguh-sungguh berubah. Terlalu banyak lilitan yang masih menahanmu agar tidak menerapkan kebenaran dan agar tidak memasuki kebenaran kenyataan. Berbagai hal mengisi ruang dalam dirimu: gagasan, khayalan, pengetahuan pribadi dan falsafah kehidupan, dan juga hal-hal negatif, keinginan yang egois dan kepentingan diri sendiri, kekhawatiran mengenai reputasi, dan perselisihan dengan orang lain. Orang tidak memiliki apa pun yang positif dalam diri mereka. Kepala mereka penuh dengan pemikiran yang negatif dan buruk; ini adalah sebuah fakta yang seorang pun tidak dapat menyangkalnya. Hati mereka telah dipenuhi dan ditempati oleh hal-hal jahat. Jika engkau tidak memberantas hal-hal ini, jika engkau tidak dapat membebaskan dirimu dari keadaan ini, jika engkau tidak dapat berubah sehingga memiliki keserupaan yang murni dengan seorang kanak-kanak—polos, lincah, jujur, autentik, dan murni—dan masuk ke dalam hadirat Tuhan, dan jika engkau tidak datang ke hadapan-Nya, maka akan sangat sulit bagimu untuk memperoleh kebenaran.

Dikutip dari "Serahkanlah Hatimu yang Sejati kepada Tuhan, maka Engkau Dapat Memperoleh Kebenaran" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus Akhir Zaman"

Catatan kaki:

a. Naskah asli tidak mengandung frasa "cerita kiasan."

2. Orang seperti apa yang dapat memperoleh pekerjaan Roh Kudus dan orang seperti apa yang tidak dapat memperolehnya